Koleksi Mobil Raffi Ahmad 2026, Perpaduan Mobil Ultra Mewah dan Klasik02 Jun 2026
Koleksi Mobil Raffi Ahmad 2026, Perpaduan Mobil Ultra Mewah dan Klasik02 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id - Bicaara kepemilikan mobil mewah nama Raffi Ahmad tidak bisa dilewati. Apa lagi awal tahun lalu suami dari Nagita Slavina tersebut sudah melaporkan harta kekayaan terbarunya.
Dalam e-LHKPN yang disampaikan pada 30 Maret 2026, dalam laporan tersebut, Raffi yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tercatat memiliki koleksi kendaraan yang beragam, mencakup mobil mewah, kendaraan modern, hingga mobil klasik.
Data ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana koleksi kendaraan bisa berkembang tidak hanya dari sisi nilai, tetapi juga karakter dan fungsi.
Koleksi Utama Mobil Premium
Sejumlah mobil premium mendominasi daftar kendaraan Raffi Ahmad. Rolls-Royce Phantom tahun 2022 menjadi unit dengan nilai tertinggi, yakni sekitar Rp 18 miliar. Mobil ini dikenal sebagai salah satu sedan paling prestisius dengan fokus pada kenyamanan dan kemewahan.
Di segmen performa tinggi, Ferrari F8 Spider tahun 2022 dengan nilai Rp 14 miliar dan Lamborghini Aventador 700 tahun 2013 senilai Rp 9 miliar memperlihatkan keberadaan supercar dalam koleksinya.
Kehadiran mobil-mobil ini menunjukkan bahwa koleksi kendaraan tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari apresiasi terhadap desain dan teknologi otomotif.
Selain supercar, koleksi ini juga mencakup kendaraan dengan karakter unik seperti Morgan Plus Six tahun 2021 yang memiliki pendekatan desain klasik modern.
Sementara itu, Dodge SRT Hellcat tahun 2022 menambah variasi dengan karakter muscle car yang dikenal bertenaga besar.
Untuk kebutuhan sehari-hari dan mobilitas keluarga, terdapat Toyota Innova Zenix tahun 2023 serta Lexus LM350h tahun 2023 yang menawarkan kenyamanan serta fitur modern.
Kombinasi ini menunjukkan adanya keseimbangan antara kebutuhan praktis dan preferensi gaya dalam memilih kendaraan.
Mobil Klasik Tambah Nilai Historis
Salah satu bagian menarik dari koleksi ini adalah kehadiran mobil klasik. Model seperti Mini Cooper Morris tahun 1979, Volkswagen 1500 tahun 1967, hingga Mercedes-Benz 190 SL tahun 1965 memberikan sentuhan historis dalam daftar kendaraan.
Selain itu, Ferrari Dino 308 GT tahun 1978 juga menjadi salah satu unit yang memiliki nilai koleksi tersendiri.
Mobil klasik umumnya tidak hanya dinilai dari harga, tetapi juga dari keunikan desain serta sejarah yang melekat pada setiap unitnya.
Koleksi Raffi Ahmad juga menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan industri otomotif. Beberapa kendaraan terbaru seperti Denza D9 tahun 2025, GWM Tank 300, dan Tank 500 keluaran 2024 masuk dalam daftar.
Kehadiran mobil-mobil ini mencerminkan minat terhadap teknologi baru, termasuk kendaraan elektrifikasi dan SUV modern yang saat ini tengah berkembang.
Koleksi Motor Lengkapi Portofolio Kendaraan
Selain mobil, Raffi Ahmad juga memiliki sejumlah sepeda motor dari berbagai segmen. Mulai dari motor premium seperti BMW M 1000 RR dan BMW R18 Classic, hingga model ikonik seperti Vespa 946.
Ada juga motor dengan karakter sporty seperti Ducati Superbike 848 dan KTM 1290 Super Duke.
Di sisi lain, beberapa motor dengan harga lebih terjangkau tetap menjadi bagian dari koleksi, menunjukkan variasi yang cukup luas.
Data e-LHKPN menjadi salah satu referensi yang memberikan transparansi terkait aset kendaraan pejabat pemerintah. Dalam konteks ini, daftar mobil termahal Raffi Ahmad memperlihatkan bagaimana portofolio kendaraan dapat mencerminkan minat terhadap dunia otomotif secara luas.
Mulai dari kendaraan ultra-mewah, performa tinggi, hingga mobil klasik dengan nilai historis, seluruhnya hadir dalam satu daftar yang cukup beragam.
Dengan komposisi tersebut, koleksi ini tidak hanya menarik dari sisi nominal, tetapi juga dari keberagaman jenis kendaraan yang dimiliki.
Berikut urutan kendaraan Raffi Ahmad dari yang termahal sampai termurah :
1. Rolls-Royce Phantom — Rp 18 miliar
2. Ferrari F8 Spider — Rp 14 miliar
3. Lamborghini Aventlp 700 — Rp 9 miliar
4. Dodge SRT Hellcat — Rp 4,5 miliar
5. Morgan Plus Six — Rp 3,6 miliar
6. Mercedes-Benz 190 SL — Rp 2,5 miliar
7. Porsche Bettle 1303 — Rp 2,2 miliar
8. Lexus LM350H — Rp 2,109 miliar
9. BMW R18 Classic — Rp 1.644.900.000
10. BMW M 1000 RR — Rp 1,6 miliar
11. Ferrari Bino 308 GT — Rp 1,5 miliar
12. GMW Tank 500 — Rp 1,208 miliar
13. Denza MRE-FWD (D9) — Rp 950 juta
14. MINI Cooper Cooper S — Rp 875 juta
15. GWM Tank 300 — Rp 837 juta
16. Toyota Innova Zenix — Rp 620 juta
17. Mini Cooper Morris — Rp 500 juta
18. Volkswagen 1500 — Rp 500 juta
19. Piaggio Vespa 946 — Rp 475 juta
20. Harley Davidson FXCWC — Rp 427,5 juta
21. Ducati Diavel — Rp 270 juta
22. KTM 1290 Super Duke — Rp 245 juta
23. Ducati Superbike 848 — Rp 225 juta
24. Triumph Bonneville T100 — Rp 150 juta
25. Piaggio GTV 250 — Rp 140 juta
26. Soib Naked Bike 400 — Rp 81 juta
27. Toyota Starlet — Rp 50 juta
28. Vespa Sprint S 150 — Rp 47 juta
29. BMW 318 — Rp 40 juta
30. United T1800 — Rp 31,5 juta
31. United C2000 — Rp 24 juta
32. United C2000 — Rp 24 juta
33. Yamaha V 110 110 ZHE — Rp 19 juta
Lihat Selengkapnya
Maextro V800: MPV Ultra-Mewah Aliansi Huawei-JAC Siap Tantang Dominasi Rolls-Royce11 May 2026
BEIJING, GoodCar.id – Babak baru persaingan segmen kendaraan ultra-mewah di Tiongkok semakin memanas. Regulator setempat baru saja mengungkap data Maextro V800, MPV flagship terbaru dari Maextro, merek paling premium dalam aliansi HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance) besutan Huawei. Maextro V800 telah resmi mengajukan lisensi penjualan dan diproyeksikan menjadi rival serius bagi nama besar sekelas Maybach hingga Rolls-Royce.
Dominasi Maextro di Segmen Premium
Maextro, yang diproduksi oleh JAC Motors, bukanlah pemain baru yang bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran V800 menyusul kesuksesan fenomenal Maextro S800, sedan mewah yang diluncurkan Mei tahun lalu.
Sejak debutnya hingga Maret 2026, S800 telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 15.000 unit. Angka ini membuat S800 mendominasi segmen sedan premium di Tiongkok, mengalahkan Porsche, BMW, hingga Maybach.
"Sebagai ilustrasi, pada Desember 2025, Maextro S800 menjadi mobil terlaris di segmen sedan premium (harga di atas 700.000 yuan atau Sekitar 1,7 Miliar Rupiah), dengan penjualan mencapai 4.376 unit. Angka ini jauh melampaui Porsche Panamera di posisi kedua yang hanya terjual 1.593 unit."
Bahkan pada Januari 2026, S800 kembali memimpin pasar, mengungguli BMW Seri 7 dan Mercedes-Benz Maybach S-Class dalam daftar yang mencakup kendaraan listrik (EV) maupun mesin konvensional (ICE).
Spesifikasi Teknis: Dimensi Raksasa dan Powertrain EREV
Maextro V800 hadir dengan dimensi yang sangat impresif. Memiliki panjang 5.495 mm, lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.850 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 3.430 mm. Kendaraan bongsor ini memiliki bobot kosong (curb weight) sebesar 3.190 kg.
Berdasarkan dokumen MIIT, V800 mengusung teknologi EREV (Extended Range Electric Vehicle):
Mesin ICE: 1.5-liter Turbo (model M8100PHD dari JAC) bertenaga 127 kW. Perlu dicatat, mesin ini tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.
Motor Listrik: Sistem penggerak ganda (dual e-motors) dengan output depan 160 kW dan belakang 230 kW, menghasilkan tenaga gabungan sebesar 390 kW (523 hp).
Baterai: Menggunakan sel dari CATL. Meski kapasitas resminya belum diumumkan, estimasi pasar berada di angka 65 kWh yang mampu menempuh jarak tempuh elektrik murni hingga 280 km (metode CLTC).
Varian Masa Depan
Meski saat ini Maextro baru mengajukan izin untuk versi EREV, versi BEV (Battery Electric Vehicle) atau listrik murni dipastikan akan segera menyusul. Bersamaan dengan pengajuan V800, Maextro juga mendaftarkan edisi Flagship terbaru untuk sedan S800 yang hadir dengan opsi warna dan fitur interior yang lebih segar.
Dengan banderol harga varian tertinggi yang menembus 1 juta yuan (sekitar Rp2,3 miliar), Maextro kini semakin kokoh menyandang julukan sebagai "Rolls-Royce dari Negeri Tirai Bambu.
Lihat Selengkapnya
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia04 Feb 2026
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia04 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Volkswagen berakar dari gagasan besar tentang mobil terjangkau bagi masyarakat luas di Jerman. Ide tersebut muncul dari visi politik Adolf Hitler yang menginginkan sebuah kendaraan nasional yang efisien, kuat, dan dapat dimiliki oleh keluarga biasa.
Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Ferdinand Porsche—insinyur visioner asal Austria—ditunjuk sebagai sosok utama dalam perancangannya.
Dari kolaborasi inilah lahir Volkswagen (VW), yang secara harfiah berarti “mobil rakyat”. Pada masa itu, sejumlah produsen lain juga mengembangkan mobil ekonomis, seperti Mercedes-Benz 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, dan Hanomag 1.3L. Namun, proyek Volkswagen memiliki standar teknis yang jauh lebih ketat.
Hitler menetapkan syarat khusus: mobil harus mampu mengangkut dua orang dewasa dan tiga anak, sekaligus sanggup melaju stabil hingga 100 km/jam agar sesuai dengan jaringan Autobahn yang tengah berkembang pesat. Standar inilah yang menjadi fondasi karakter Volkswagen sebagai mobil praktis namun tangguh.
Peran Penting Pasca Perang Dunia II
Eksistensi Volkswagen modern tidak lepas dari peran Mayor Ivan Hirst, seorang perwira sekaligus insinyur asal Inggris. Setelah Perang Dunia II berakhir, ia ditugaskan mengelola pabrik Volkswagen di Wolfsburg yang nyaris hancur akibat serangan udara Sekutu dan sempat berada di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Tantangan awal yang dihadapi Hirst bahkan jauh dari urusan produksi mobil. Ia harus menjinakkan bom aktif yang tersangkut di area mesin pabrik. Berkat ketekunan dan visinya, Hirst berhasil meyakinkan otoritas militer Inggris untuk memesan 20.000 unit kendaraan. Pada 1946, pabrik tersebut bangkit dan mampu memproduksi hingga 1.000 unit mobil per bulan, menjadi tonggak penting kebangkitan industri otomotif Jerman sekaligus penyelamat ribuan lapangan kerja.
Seiring kebangkitannya, Volkswagen melahirkan berbagai model legendaris yang membentuk budaya otomotif dunia. Dari sekian banyak produk, tiga nama berikut menjadi simbol kejayaan VW:
Volkswagen Beetle
Volkswagen Golf
Volkswagen Passat
Ketiganya tidak hanya sukses secara penjualan, tetapi juga menjadi representasi evolusi desain, teknologi, dan gaya hidup pada masanya.
Perkembangan Global Volkswagen
Volkswagen Beetle, yang mulai diproduksi massal sejak 1937 dengan kode Type 1, tumbuh menjadi simbol mobilitas global. Prestasinya luar biasa, menembus penjualan satu juta unit pada 1954 dan melonjak hingga 16 juta unit pada 1973.
Menariknya, Beetle memiliki sebutan berbeda di berbagai negara. Di Jerman dikenal sebagai Käfer, di Prancis disebut Coccinelle, di Brasil dikenal sebagai Fuscha, dan di Amerika Serikat dijuluki Bug. Sementara di Indonesia, mobil ini akrab dengan sebutan VW Kodok.
Popularitas Beetle semakin melejit saat resmi menggunakan nama “Beetle” pada 1969, bersamaan dengan kemunculannya dalam film The Love Bug. Karakter Herbie—VW Beetle bernomor balap 53—menjadi ikon budaya pop dunia. Nilai historisnya terbukti pada 2018 ketika unit asli mobil film tersebut dilelang seharga 128.700 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar.
Kini, Volkswagen Group telah berevolusi menjadi konglomerat otomotif global. Portofolionya mencakup kendaraan penumpang dari Skoda hingga Bugatti, sepeda motor sport Ducati, serta kendaraan berat seperti MAN, Scania, dan Neoplan.
Secara global, strategi VW sangat agresif. Melalui kerja sama dengan FAW dan Shanghai Volkswagen, China menjadi pasar terbesar grup ini. Operasional VW menjangkau 150 negara dengan sekitar 100 fasilitas manufaktur di 27 negara. Struktur bisnisnya terbagi dalam dua pilar utama, yakni otomotif dan jasa keuangan, yang menaungi lebih dari 340 anak perusahaan di seluruh dunia.
Awal Masuknya Volkswagen ke Indonesia
Perjalanan Volkswagen di Indonesia dimulai sejak awal 1950-an dan mencerminkan dinamika adaptasi industri otomotif nasional. Kiprah resmi VW diawali pada 1952 melalui PT Piola sebagai agen tunggal dan importir. Pada 1971, tongkat estafet berpindah ke PT Garuda Mataram Motor (GMM), menandai era baru VW di Tanah Air.
Pada 1972, VW memulai perakitan lokal melalui skema Completely Knocked Down (CKD) bersama PT German Motors Manufacturing. Model-model ikonik seperti VW Safari, Beetle 1302, serta Passat LS dan L mulai dirakit di dalam negeri.
Tonggak penting terjadi pada 1974 dengan hadirnya MITRA, kendaraan komersial berbasis T2 bermesin 1.600 cc yang menjadi mobil Volkswagen pertama hasil racikan Indonesia. Popularitas VW Safari mencapai puncaknya pada 1977 ketika dipercaya sebagai kendaraan operasional para camat di seluruh Indonesia. Namun, kebijakan pajak nasional kala itu memaksa VW menyesuaikan kembali strategi bisnisnya.
Setelah sempat meredup, Indomobil Group mengakuisisi PT Garuda Mataram Motor pada 1992 dan memfokuskan bisnis VW pada kendaraan komersial, khususnya Caravelle. Pada 1994, VW Caravelle dipercaya sebagai kendaraan resmi delegasi KTT APEC di Bogor, memperkuat citra premium VW di Indonesia.
Memasuki era modern, VW melakukan konsolidasi bisnis. Pada 2006, PT Garuda Mataram Motor mengambil alih penuh impor dan distribusi mobil penumpang VW. Produksi Semi Knocked Down (SKD) dimulai pada 2008 melalui Touran, disusul Golf Mk6 pada 2009 dan Tiguan pada 2012.
Komitmen jangka panjang Volkswagen di Indonesia ditegaskan pada 2019 melalui peningkatan standar produksi ke tahap Medium Knocked Down (MKD). Fokus utama diarahkan pada VW Tiguan Allspace LWB yang hingga kini menjadi tulang punggung VW di segmen SUV premium.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.