Harga AION Jateng di Indomobil Expo Jogja 2026, Mulai Rp340 Jutaan15 May 2026
Harga AION Jateng di Indomobil Expo Jogja 2026, Mulai Rp340 Jutaan15 May 2026
Jakarta, Goodcar.id - Isu soal Harga AION Jateng akhirnya mulai menemukan titik terang setelah kehadiran GAC Indonesia di ajang Indomobil Expo Jogja 2026. Pameran yang berlangsung pada 12–17 Mei 2026 di Pakuwon Mall Yogyakarta ini dimanfaatkan sebagai panggung untuk memperkenalkan lini kendaraan listrik sekaligus strategi ekspansi ke wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kawasan seperti Yogyakarta, Semarang, hingga Solo mulai dilihat sebagai pasar potensial kendaraan listrik, terutama karena pertumbuhan mobilitas urban dan infrastruktur pengisian daya yang semakin berkembang.
GAC Indonesia membawa pendekatan yang disebut sebagai “EVperience”, yaitu pengalaman menyeluruh dalam penggunaan kendaraan listrik, mulai dari produk hingga ekosistem pendukungnya.
Daftar Harga AION Jateng di Indomobil Expo Jogja 2026
Dalam pameran ini, informasi Harga AION Jateng menjadi salah satu daya tarik utama. Berikut daftar harga yang diumumkan:
AION UT Standard: Rp340.000.000
AION UT Premium: Rp378.000.000
AION V Exclusive: Rp464.000.000
AION V Luxury: Rp504.000.000
HYPTEC HT Premium: Rp706.000.000
Dari daftar tersebut, AION UT menjadi model dengan harga paling terjangkau, sementara HYPTEC HT diposisikan sebagai model premium dengan banderol di atas Rp700 juta.
Jika dilihat dari positioning, strategi harga ini mencoba menjangkau segmen yang cukup lebar, mulai dari entry-level EV hingga SUV listrik kelas atas.
Fokus Perluasan Pasar EV di Jawa Tengah
Kehadiran dan pengumuman Harga AION Jateng juga menjadi bagian dari strategi ekspansi GAC Indonesia di luar Jakarta. Setelah sebelumnya tampil di pameran otomotif di Senayan City, kini fokus diarahkan ke kota-kota dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas tinggi.
Yogyakarta sendiri dinilai cukup menarik karena kombinasi antara kota pendidikan, pariwisata, dan pusat ekonomi baru. Kondisi ini membuat kebutuhan mobilitas terus meningkat, termasuk potensi adopsi kendaraan listrik.
Selain itu, perkembangan SPKLU di wilayah Jawa Tengah dan DIY juga mulai membentuk ekosistem awal yang dibutuhkan kendaraan listrik untuk berkembang.
Dalam memperkenalkan Harga AION Jateng, GAC Indonesia tidak hanya membawa satu model. Ada tiga lini utama yang ditampilkan, AION UT, AION V, HYPTEC HT. Masing-masing model menyasar kebutuhan berbeda. AION UT lebih ke efisiensi dan mobilitas perkotaan, sementara AION V dan HYPTEC HT bermain di segmen SUV dengan fitur dan teknologi yang lebih kompleks.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa GAC mencoba masuk ke pasar Indonesia dengan portofolio yang cukup lengkap, bukan sekadar satu model niche.
Selain membahas Harga AION Jateng, GAC Indonesia juga menekankan aspek layanan purna jual. Seluruh lini kendaraan disebut sudah didukung garansi seumur hidup untuk baterai tegangan tinggi dan motor listrik.
Tak hanya itu, tersedia juga program free maintenance hingga lima tahun, tergantung tipe kendaraan. Dari sisi pengguna, ini bisa menjadi faktor penting karena biaya perawatan kendaraan listrik masih sering jadi pertimbangan.
Ekosistem digital juga ikut diperkenalkan lewat aplikasi GAC Apps, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur mulai dari monitoring kendaraan hingga pencarian charging station.
Program Penjualan dan Skema Pembiayaan
Selama pameran berlangsung, informasi Harga AION Jateng juga dibarengi dengan program penjualan khusus bertajuk “Special IMG Expo Event”.
Beberapa penawaran yang diberikan antara lain:
Wall charger dan dashcam untuk pembelian tertentu
Program loyalitas bagi pelanggan Indomobil Group
Merchandise eksklusif melalui program GAC Gacha
Untuk pembiayaan, GAC Indonesia bekerja sama dengan beberapa perusahaan seperti Indomobil Finance, Maybank Indonesia, Mandiri Tunas Finance, dan Mandiri Utama Finance.
Skema ini disiapkan untuk memberikan fleksibilitas bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus melakukan pembelian secara tunai.
Lihat Selengkapnya
BYD Resmi Luncurkan Seagull 2026: Bawa Teknologi Lidar ke Segmen Mobil Listrik Ekonomis13 May 2026
BYD Resmi Luncurkan Seagull 2026: Bawa Teknologi Lidar ke Segmen Mobil Listrik Ekonomis13 May 2026
BEIJING, GoodCar.id – Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi memperkenalkan penyegaran terbaru untuk lini mobil listrik paling terjangkau mereka, BYD Seagull 2026 (atau akrab di Indonesia sebagai BYD Atto 1). Debut perdana di ajang Beijing Auto Show 2026 ini menandai langkah agresif BYD dalam mempertahankan dominasinya di pasar hatchback listrik mungil yang kian sesak.
Di pasar internasional, model ini juga dikenal dengan nama Dolphin Mini atau Dolphin Surf. Untuk edisi 2026, BYD menawarkan empat varian utama dengan rentang harga yang sangat kompetitif, yakni mulai dari 69.900 yuan (sekitar Rp161 juta) hingga 85.900 yuan (sekitar Rp198 juta).
Terobosan Teknologi: Sistem "God’s Eye B"
Loncatan teknologi paling signifikan pada model tahun ini adalah hadirnya paket opsional sistem asisten mengemudi cerdas "God’s Eye B" (DiPilot 300) yang sudah dilengkapi dengan sensor Lidar. Penambahan teknologi canggih ini mengoreksi harga jual menjadi:
90.900 yuan (Rp209 juta) untuk varian tertentu.
97.900 yuan (Rp225 juta) untuk varian tertinggi dengan fitur otonom penuh.
Daftar Varian dan Estimasi Harga
BYD membagi Seagull 2026 ke dalam empat tipe berdasarkan jarak tempuh dan fitur:
305km Vitality Edition: 69.900 yuan (±Rp161 juta)
305km Freedom Edition: 78.900 yuan (±Rp182 juta)
405km Zizai Edition: 78.900 yuan (±Rp182 juta)
405km Flying Edition: 85.900 yuan (±Rp198 juta)
Visual Segar dan Interior Cerdas
Secara estetika, BYD menyuntikkan nuansa baru melalui opsi warna eksterior “Mango Orange” dan “Mint Green”. Tampilan luar dipermanis dengan pelek 16 inci model “Starlight” serta lampu belakang LED dengan desain logo yang menyala.
Masuk ke bagian kabin, konsumen disambut dengan tema warna baru “Oatmeal Rice”. Pusat hiburan kini didukung oleh sistem DiLink 150 yang dipadukan dengan layar sentuh HD 12,8 inci. Sistem ini sudah mendukung kontrol kendaraan berbasis 3D serta navigasi yang dapat dipersonalisasi.
Performa dan Efisiensi Baterai
Dapur pacu Seagull 2026 tetap mengandalkan motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga 55 kW (74 hp) dan torsi puncak 135 Nm. BYD menyediakan dua opsi kapasitas baterai:
30,08 kWh: Jarak tempuh hingga 305 km.
38,88 kWh: Jarak tempuh hingga 405 km.
Tantangan di Tengah Persaingan Ketat
Sumber : CarNewsChina
Meski sempat merajai pasar dengan puncak penjualan mencapai 34.005 unit pada April tahun lalu, performa komersial BYD Seagull di pasar domestik Tiongkok mulai mendapat tantangan berat. Sejak Juni lalu, angka penjualannya belum mampu menembus kembali angka 30.000 unit per bulan.
Kondisi ini dipicu oleh kehadiran kompetitor tangguh seperti Geely Xingyuan, yang sukses menyabet gelar kendaraan energi baru (NEV) terlaris di Tiongkok tahun lalu. Selain Geely, Seagull kini harus berbagi kue pasar dengan pendatang baru lainnya seperti Arcfox T1 dan Leapmotor A10 yang baru saja meluncur Maret lalu.
Lihat Selengkapnya
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final23 Apr 2026
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final23 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Kebijakan terbaru pemerintah mulai mengubah peta pajak mobil listrik di Indonesia, termasuk untuk BYD Atto 1 yang kini tak lagi sepenuhnya bebas pungutan seperti sebelumnya.
Mengacu pada lampiran Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, komponen dasar dalam perhitungan pajak mobil listrik untuk BYD Atto 1 dimulai dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp229 juta, yang kemudian dikalikan bobot 1,050 sehingga menghasilkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sekitar Rp240,4 juta.
Dari nilai tersebut, simulasi awal pajak mobil listrik bisa dihitung menggunakan asumsi tarif minimal 1 persen, di mana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diperkirakan sekitar Rp2,4 juta dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga berada di kisaran Rp2,4 juta.
Selain komponen utama, perhitungan pajak mobil listrik juga mencakup biaya tambahan seperti administrasi penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB yang umumnya berkisar Rp500 ribu.
Jika seluruh komponen dijumlahkan, estimasi total awal pajak mobil listrik untuk registrasi BYD Atto 1 berada di angka sekitar Rp5,3 juta, meski angka ini masih bersifat simulasi.
Pajak Mobil Listrik Bisa Berbeda di Setiap Daerah
Perlu dipahami, besaran pajak mobil listrik tidak bersifat seragam karena masing-masing pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan tarif dan insentif yang berlaku.
Dalam praktiknya, tarif pajak mobil listrik seperti PKB umumnya berada di rentang 1 hingga 1,2 persen, sementara BBNKB bisa lebih tinggi tergantung kebijakan daerah dan skema yang diterapkan.
Di sisi lain, kebijakan insentif masih menjadi faktor penentu dalam besaran akhir pajak mobil listrik, karena beberapa daerah bisa memberikan diskon bahkan pembebasan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik.
Aturan Baru Ubah Skema Pajak Mobil Listrik
Perubahan skema pajak mobil listrik ini tidak lepas dari diberlakukannya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mulai efektif sejak 1 April 2026.
Dalam aturan terbaru tersebut, status pajak mobil listrik berubah karena kendaraan listrik kini tidak lagi sepenuhnya dikecualikan dari objek Pajak Kendaraan Bermotor seperti pada regulasi sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2025, kebijakan pajak mobil listrik sebelumnya masih memberikan pembebasan bagi kendaraan berbasis energi terbarukan, termasuk mobil listrik.
Kesimpulan: Pajak Mobil Listrik Mulai Normal, Tapi Belum Seragam
Dengan adanya perubahan ini, arah kebijakan pajak mobil listrik di Indonesia mulai bergeser ke skema yang lebih normal seperti kendaraan konvensional.
Namun demikian, implementasi pajak mobil listrik di lapangan masih sangat bergantung pada kebijakan daerah, sehingga potensi perbedaan biaya tetap terbuka lebar.
Bagi konsumen, memahami skema pajak mobil listrik menjadi hal penting sebelum membeli kendaraan, agar tidak kaget dengan biaya tambahan di luar harga mobil.
Lihat Selengkapnya
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia14 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun.
Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini.
Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit
Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan.
Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat.
Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat.
BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis
Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari.
Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif.
Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar.
Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik.
Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5.
Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut.
SUV Listrik Mulai Mendominasi
Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah.
Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit.
Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan.
Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya.
Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik.
Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis.
Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit.
10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026
Januari
BYD Atto 1: 3.361 unit
Jaecoo J5: 1.942 unit
BYD M6: 851 unit
Wuling Darion EV: 790 unit
BYD Sealion 7: 613 unit
Geely EX2: 423 unit
Denza D9: 392 unit
Aion UT: 266 unit
Chery J6: 215 unit
Aion V: 214 unit
Februari
BYD Atto 1: 3.700 unit
Jaecoo J5: 2.926 unit
Wuling Darion EV: 1.019 unit
Geely EX2: 776 unit
BYD M6: 523 unit
AION UT: 407 unit
BYD Sealion 7: 343 unit
Geely EX5: 335 unit
Aion V: 332 unit
Denza: 270 unit
Maret
Jaecoo J5: 2.959 unit
BYD Sealion 07: 1.236 unit
BYD M6: 976 unit
Geely EX2: 949 unit
BYD Atto 1: 672 unit
Denza D9: 455 unit
Wuling Darion EV: 301 unit
VinFast VF3: 258 unit
AION V: 238 unit
AION UT: 242 unit
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.