Beranda / Mobil Baru / Katalog / MG HS

MG HS

Rp 460 Juta - Rp 558 Juta
Kapasitas Mesin
1,490 CC
Mesin
DOHC 4 Cylinder 16 Valve Turbo TGI
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Metal Ash Grey
Black Knight
Scarlet Red
Arctic White
Tipe Kendaraan
MG HS MAGNIFY i-SMART 1.5L TURBO
Rp 558 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
MG HS IGNITE 1.5L TURBO
Rp 509 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
MG HS ACTIVATE 1.5L TURBO
Rp 460 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
MG HS MAGNIFY i-SMART 1.5L TURBO
MG HS IGNITE 1.5L TURBO
MG HS ACTIVATE 1.5L TURBO
Kapasitas Mesin
1,490 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
DOHC 4 Cylinder 16 Valve Turbo TGI
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua
Artikel Terkait
Lihat Semua
Cara Aktifkan Fitur Pet Mode di Changan Deepal S05 dan Nevo Q05
09 Oct 2026
Cara Aktifkan Fitur Pet Mode di Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 09 Oct 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Membawa anjing atau kucing saat bepergian dengan mobil membutuhkan perhatian ekstra, terutama ketika kendaraan harus berhenti atau diparkir. Suhu kabin yang meningkat bisa membahayakan hewan peliharaan jika ditinggalkan tanpa pengawasan. Changan mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui fitur Pet Mode pada Changan Deepal S05 dan Changan Nevo Q05. Fitur ini memungkinkan sistem pendingin udara mengatur temperatur kabin secara otomatis agar tetap nyaman bagi hewan peliharaan yang berada di dalam kendaraan. Sementara itu, pemilik Changan Deepal S07 dapat menggunakan fitur Constant Cabin Comfort untuk membantu mempertahankan suhu kabin setelah mobil diparkir dan dikunci. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan pengembangan fitur tersebut berangkat dari kebutuhan konsumen yang menjadikan hewan peliharaan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. “Bagi beberapa konsumen, hewan peliharaan sudah menjadi bagian dari keluarga dan tidak jarang ikut menemani di berbagai aktivitas, termasuk ketika bepergian menggunakan kendaraan. Untuk itu, kami ingin menghadirkan fitur yang dapat memberikan kenyamanan yang berguna tidak hanya bagi pengemudi dan penumpang, tetapi juga bagi hewan peliharaan. Melalui fitur Pet Mode dan Constant Cabin Comfort, kami berharap pengguna dapat merasakan pengalaman berkendara yang semakin praktis, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia. Cara Mengaktifkan Pet Mode di Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 Pengguna Changan Deepal S05 dan Changan Nevo Q05 dapat mengaktifkan Pet Mode melalui layar Head Unit. Caranya, pilih menu Scene Mode, kemudian tekan Pet Mode untuk menjalankan fitur tersebut. Setelah aktif, sistem akan mengatur pendingin udara secara otomatis untuk membantu menjaga temperatur kabin. Dengan begitu, kondisi suhu di dalam mobil dapat dipertahankan agar lebih nyaman bagi hewan peliharaan selama fitur bekerja. Pet Mode juga mengatur sejumlah fungsi kendaraan untuk membantu menjaga kondisi kabin. Jendela akan tertutup secara otomatis, sedangkan pintu kendaraan akan terkunci. Head Unit turut menampilkan informasi bahwa mobil sedang menjalankan Pet Mode sehingga orang di luar kendaraan dapat mengetahui bahwa ada hewan peliharaan di dalamnya. Informasi tersebut dapat membantu mengurangi kekhawatiran orang yang melihat hewan berada di dalam mobil. Namun, keberadaan fitur ini tetap tidak menghilangkan risiko meninggalkan hewan peliharaan sendirian di dalam kendaraan. Pengguna perlu memperhatikan kondisi hewan, durasi berhenti, serta memastikan sistem pendingin udara tetap bekerja. Changan juga menyematkan pengelolaan daya baterai pada Pet Mode. Ketika level baterai kendaraan terlalu rendah, fitur ini akan berhenti bekerja secara otomatis. Setelah Pet Mode berhenti, kaca jendela pada pintu belakang akan terbuka sedikit secara otomatis. Mekanisme tersebut perlu diperhatikan pemilik kendaraan karena penghentian Pet Mode berarti sistem tidak lagi menjalankan fungsi pengaturan kabin seperti ketika fitur aktif. Karena itu, Pet Mode sebaiknya dipahami sebagai fitur pendukung kenyamanan, bukan jaminan bahwa hewan peliharaan aman ditinggalkan tanpa pengawasan. Deepal S07 Punya Constant Cabin Comfort Berbeda dengan Deepal S05 dan Nevo Q05 yang menyediakan Pet Mode, Changan Deepal S07 menawarkan fitur Constant Cabin Comfort untuk membantu menjaga temperatur interior setelah kendaraan diparkir dan dikunci. Fitur ini menyediakan dua pilihan pengaturan, yakni Normal Mode dan Low Power Mode. Normal Mode mempertahankan temperatur kabin dengan sistem pendingin udara tetap aktif, sedangkan Low Power Mode dirancang untuk menjaga kondisi temperatur interior dengan penggunaan daya yang lebih rendah. Kehadiran kedua pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam menentukan pengaturan kabin sesuai kebutuhan. Meski demikian, konsumsi daya aktual dan lamanya fitur dapat beroperasi akan bergantung pada kondisi baterai serta situasi penggunaan kendaraan. Pengguna tetap perlu memastikan daya baterai mencukupi sebelum mengaktifkan fitur ketika mobil akan ditinggalkan dalam kondisi terparkir. Informasi mengenai batas temperatur, durasi operasi, dan ketentuan penggunaan juga perlu merujuk pada buku panduan kendaraan masing-masing. Daftar Scene Mode Changan Deepal dan Nevo Q05 Selain pengaturan temperatur kabin, Changan menyediakan sejumlah Scene Mode untuk menyesuaikan fungsi kendaraan dengan situasi tertentu. Setiap model memiliki pilihan fitur yang berbeda. 1. Changan Nevo Q05 Nevo Q05 menawarkan dua pilihan Scene Mode, yaitu Pet Mode dan Car Wash Mode. Pet Mode ditujukan untuk membantu menjaga kenyamanan kabin ketika membawa hewan peliharaan, sedangkan Car Wash Mode disediakan untuk mendukung kebutuhan saat kendaraan memasuki proses pencucian. 2. Changan Deepal S05 Deepal S05 memiliki empat pilihan Scene Mode, meliputi Pet Mode, Car Wash Mode, Camping Mode, dan Rest Mode. Pilihan tersebut mencakup kebutuhan ketika membawa hewan peliharaan, mencuci mobil, berkemah, maupun beristirahat di dalam kendaraan. 3. Changan Deepal S07 Deepal S07 menawarkan pilihan yang lebih beragam, yakni Constant Cabin Comfort, Car Wash Mode, Camping Mode, Nap Mode, Smoking Mode, Season Mode, Privacy Mode, Lighting Show, dan In-Car Care. Beragam fungsi tersebut dirancang untuk mengakomodasi situasi berbeda, mulai dari menjaga temperatur kabin, beristirahat, hingga mengatur privasi dan pencahayaan kendaraan. Melalui fitur-fitur tersebut, Changan menghadirkan pendekatan yang menempatkan pengaturan kabin sebagai salah satu bagian dari pengalaman penggunaan mobil. Namun, fungsi dan cara kerja setiap Scene Mode tetap berbeda, sehingga pengguna perlu memahami karakteristik fitur pada model yang dimiliki sebelum menggunakannya. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membawa Hewan Peliharaan Pet Mode dapat membantu menjaga temperatur kabin, tetapi pengguna tetap perlu memperhatikan keselamatan hewan selama perjalanan maupun ketika berhenti. Sistem pendingin udara dan pengelolaan daya baterai memiliki batas operasional yang perlu dipahami. Pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengandalkan Pet Mode sebagai pengganti pengawasan langsung. Pastikan baterai memiliki daya yang cukup, periksa kondisi kabin secara berkala, dan hindari meninggalkan hewan dalam waktu lama tanpa pengawasan. Jika muncul peringatan atau sistem berhenti bekerja, hewan perlu segera diperiksa dan dipindahkan ke tempat yang aman. Informasi mengenai Pet Mode, Constant Cabin Comfort, dan Scene Mode lainnya disampaikan Changan sebagai bagian dari fitur pada lini kendaraan mereka. Detail spesifikasi, ketersediaan fitur, serta prosedur penggunaannya perlu dikonfirmasi melalui buku panduan dan informasi resmi untuk masing-masing model. Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id! Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi kendaraan melalui inspeksi mobil bekas bersama GoodSpector agar kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih tenang. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar, bagian dari Indomobil Group, adalah platform jual beli mobil bekas yang menyediakan layanan tukar tambah, pembelian mobil online dan offline, serta informasi harga mobil bekas yang transparan di Indonesia. GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan untuk membantu calon pembeli mengetahui kondisi kendaraan sebelum melakukan transaksi. Lihat Selengkapnya
Penjualan JETOUR September 2026 Naik 17%, Model PHEV T1 i-DM dan T2 i-DM Kuasai 70%
09 Oct 2026
Penjualan JETOUR September 2026 Naik 17%, Model PHEV T1 i-DM dan T2 i-DM Kuasai 70% 09 Oct 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan JETOUR Indonesia pada September 2026 mencapai 411 unit. Menariknya, hampir 70% dari total penjualan tersebut berasal dari dua model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yakni JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM. Angka ini memperlihatkan besarnya kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap penjualan merek asal China tersebut. PT JETOUR Sales Indonesia mencatatkan retail sales sebanyak 411 unit pada September 2026, naik sekitar 17% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 351 unit. Dengan demikian, ada tambahan 60 unit penjualan dalam satu bulan. Dari total tersebut, JETOUR T1 i-DM menyumbang 150 unit, sedangkan JETOUR T2 i-DM mencatatkan 138 unit. Jika digabungkan, keduanya membukukan penjualan 288 unit atau sekitar 70,1% dari total retail sales JETOUR sepanjang September 2026. Artinya, sekitar tujuh dari setiap 10 unit JETOUR yang terjual pada periode tersebut berasal dari kedua model PHEV itu. Namun, data penjualan bulanan ini belum menjelaskan secara terperinci faktor yang mendorong konsumen memilih kendaraan elektrifikasi tersebut. JETOUR T1 i-DM dan T2 i-DM Jadi Penopang Penjualan Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan kontribusi kedua model tersebut menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan perusahaan dalam pencapaian penjualan September 2026. “Pencapaian pada September menjadi sinyal positif bagi JETOUR, terutama melihat semakin kuatnya kontribusi model i-DM terhadap penjualan kami. Dalam satu bulan, JETOUR T1 i-DM dan JETOUR T2 i-DM menyumbang sekitar dua pertiga dari total retail sales kami. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan dengan teknologi Plug in Hybrid Electric Vehicle yang menawarkan efisiensi untuk penggunaan sehari-hari sekaligus fleksibilitas ketika membutuhkan perjalanan yang lebih jauh,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia. Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana JETOUR melihat teknologi PHEV sebagai salah satu daya tarik produknya. Meski demikian, anggapan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap PHEV merupakan penilaian perusahaan. Untuk memastikan tren pasar secara lebih luas, diperlukan data tambahan mengenai penjualan PHEV lintas merek dan preferensi konsumen. Teknologi plug-in hybrid menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal. Baterai dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal, sehingga kendaraan berpeluang menempuh perjalanan harian dengan tenaga listrik, selama kapasitas baterai dan kondisi penggunaan mendukung. Ketika daya baterai berkurang atau perjalanan membutuhkan jarak lebih jauh, sistem penggerak dapat memanfaatkan mesin bensin sesuai rancangan teknologi kendaraan. Konsumsi energi aktual tetap dipengaruhi jarak perjalanan, kebiasaan pengisian daya, kondisi jalan, dan gaya berkendara. JETOUR T1 i-DM Mengandalkan Jarak Tempuh Listrik hingga 100 Km JETOUR T1 i-DM ditawarkan sebagai SUV dengan pendekatan mobilitas yang menyasar penggunaan perkotaan, tetapi tetap memiliki fleksibilitas untuk perjalanan lebih jauh. Model ini menggunakan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission dan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Menurut spesifikasi yang disampaikan JETOUR, T1 i-DM mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer menggunakan tenaga listrik murni berdasarkan standar Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Cycle (WLTC). Angka tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang memiliki rutinitas perjalanan harian dalam kota dan akses untuk mengisi daya di rumah atau tempat kerja. Namun, jarak tempuh aktual dapat berbeda dari hasil pengujian karena kondisi lalu lintas, penggunaan pendingin kabin, kecepatan, dan faktor lainnya. Dengan kontribusi 150 unit pada September 2026, JETOUR T1 i-DM menjadi model dengan penjualan tertinggi di antara kedua varian i-DM yang disebutkan perusahaan. JETOUR T2 i-DM Tawarkan Karakter Adventure dan Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km Berbeda dari T1 i-DM yang diarahkan untuk mobilitas urban, JETOUR T2 i-DM mengusung karakter adventure SUV dengan teknologi plug-in hybrid. JETOUR T2 i-DM menggabungkan mesin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, transmisi 3 Speed Dedicated Hybrid Transmission, serta dua motor listrik atau dual electric motor. Kombinasi komponen tersebut dirancang untuk memadukan tenaga listrik dengan mesin bensin dalam satu sistem penggerak. JETOUR menyebut T2 i-DM mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer. Klaim jarak tempuh tersebut perlu dibaca sesuai metode pengujian dan kondisi penggunaannya. Informasi mengenai siklus pengujian, kapasitas tangki bahan bakar, serta kondisi baterai saat pengukuran diperlukan untuk membandingkannya secara langsung dengan kendaraan lain. Pada September 2026, T2 i-DM membukukan penjualan 138 unit. Jumlah itu berada 12 unit di bawah T1 i-DM, tetapi tetap memberikan kontribusi besar terhadap total penjualan perusahaan. Penjualan Naik, Tantangan PHEV Tetap Ada Kenaikan penjualan JETOUR dari 351 unit pada Agustus menjadi 411 unit pada September 2026 memberikan gambaran positif bagi kinerja perusahaan dalam periode tersebut. Namun, untuk menilai keberlanjutan pertumbuhan, diperlukan data penjualan beberapa bulan berikutnya, termasuk kontribusi masing-masing model dan perkembangan permintaan di berbagai wilayah. Dominasi T1 i-DM dan T2 i-DM juga memperlihatkan pentingnya kedua model tersebut dalam portofolio JETOUR saat ini. Meski demikian, tingginya kontribusi penjualan satu bulan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa PHEV telah menjadi pilihan utama konsumen secara keseluruhan di Indonesia. Bagi calon pembeli, kendaraan PHEV menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin memanfaatkan tenaga listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya publik. Di sisi lain, manfaat efisiensi sangat bergantung pada seberapa rutin baterai diisi, pola perjalanan, dan biaya energi yang digunakan. Karena itu, angka penjualan September 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan JETOUR di pasar Indonesia. Perkembangan selanjutnya akan terlihat dari kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan sekaligus menjaga permintaan terhadap model elektrifikasinya. Tags: JETOUR, penjualan JETOUR September 2026, JETOUR T1 i-DM, JETOUR T2 i-DM, mobil PHEV, SUV PHEV, mobil hybrid, mobil elektrifikasi Indonesia Meta description: Penjualan JETOUR September 2026 naik 17% menjadi 411 unit. JETOUR T1 i-DM dan T2 i-DM menyumbang 288 unit atau sekitar 70% dari total penjualan. Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id! Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi mobil sudah diperiksa melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan untuk membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih yakin. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar, bagian dari Indomobil Group, adalah platform jual beli mobil bekas yang menyediakan layanan tukar tambah, pembelian mobil online dan offline, serta informasi harga mobil bekas yang transparan di Indonesia. GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan untuk membantu calon pembeli mengetahui kondisi kendaraan sebelum melakukan transaksi. Lihat Selengkapnya
7 Mobil Bekas Buat Anak Muda, Budget Rp120–150 Juta: Ada Yaris sampai Polo
09 Oct 2026
7 Mobil Bekas Buat Anak Muda, Budget Rp120–150 Juta: Ada Yaris sampai Polo 09 Oct 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Membeli mobil bekas dengan budget Rp120–150 juta memberikan cukup banyak pilihan untuk anak muda. Di rentang harga ini, pilihan tidak hanya datang dari city car, tetapi juga hatchback yang menawarkan desain menarik, kabin fleksibel hingga karakter berkendara yang berbeda. Berdasarkan penelusuran listing mobil bekas online di beberapa sumber untuk wilayah Jakarta, terdapat sejumlah model yang bisa masuk pertimbangan dengan banderol sekitar Rp120–150 juta. Tahun kendaraan, jarak tempuh dan kondisi unit tentu berbeda, sehingga harga yang tercantum merupakan harga yang ditawarkan penjual dan bukan patokan harga transaksi akhir. Dengan anggaran tersebut, calon pembeli bisa memilih antara mendapatkan mobil dengan tahun lebih muda atau mengambil mobil yang lebih tua tetapi memiliki kelas dan fitur lebih tinggi. Berikut beberapa mobil bekas yang menarik dipertimbangkan anak muda dengan budget Rp120–150 juta. 1. Toyota Yaris 2017 Toyota Yaris menjadi salah satu pilihan yang cukup masuk akal untuk anak muda yang mencari hatchback bekas. Model ini memiliki dimensi yang relatif kompak untuk penggunaan di perkotaan, tetapi tetap menawarkan kabin yang cukup praktis. Dalam penelusuran listing wilayah Jakarta, Toyota Yaris tahun 2017 ditemukan dengan harga sekitar Rp150 juta. Ada pula unit tahun 2016 yang ditawarkan di kisaran Rp146 juta. Beberapa listing yang ditemukan memiliki jarak tempuh sekitar 45.000–60.000 kilometer. Namun, kondisi setiap unit berbeda sehingga kilometer rendah tidak otomatis menjadi jaminan kondisi kendaraan lebih baik. Yaris juga memiliki keuntungan dari sisi popularitas model dan jaringan perawatan Toyota yang cukup luas. 2. Honda Jazz 2013 Honda Jazz masih menjadi salah satu nama yang identik dengan hatchback untuk anak muda. Desainnya relatif mudah diterima, sementara konfigurasi kabinnya menawarkan fleksibilitas untuk membawa penumpang maupun barang. Honda Jazz tahun 2013 juga dapat ditemukan di kisaran Rp145 juta. Model ini juga memiliki cukup banyak pilihan listing di bawah Rp150 juta dengan tahun dan kondisi yang beragam. Keuntungan lain Jazz terletak pada posisi duduk, dimensi yang relatif kompak dan karakter hatchback yang mudah digunakan di perkotaan. Namun, calon pembeli perlu lebih teliti melihat riwayat perawatan karena sebagian besar unit yang berada di rentang harga tersebut sudah berusia lebih dari satu dekade. 3. Suzuki Swift 2016 Kalau ingin mobil bekas yang tidak terlalu pasaran, Suzuki Swift bisa masuk daftar. Suzuki Swift tahun 2016 ditemukan dengan harga sekitar Rp140 juta. Salah satu listing yang berada di rentang tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 70.000–75.000 kilometer. Swift memiliki dimensi kompak dan karakter desain yang berbeda dibandingkan Yaris maupun Jazz. Model ini bisa menjadi pilihan bagi pembeli muda yang ingin mobil kecil untuk penggunaan harian tetapi tidak ingin mengambil model yang terlalu umum. Selain harga beli, kondisi transmisi, mesin, kaki-kaki dan riwayat servis tetap perlu diperiksa sebelum melakukan transaksi. 4. Volkswagen Polo 2017 Budget Rp120–150 juta ternyata juga bisa membawa calon pembeli ke mobil Eropa. Volkswagen Polo tahun 2017 ditemukan dengan harga sekitar Rp120 juta. Salah satu unit yang muncul memiliki jarak tempuh sekitar 50.000–55.000 kilometer. Secara usia, Polo tersebut lebih muda dibandingkan sejumlah hatchback Jepang yang berada di kisaran harga serupa. Desain dan karakter berkendaranya juga menawarkan alternatif bagi pembeli yang ingin sesuatu berbeda. Namun, harga beli yang relatif murah bukan berarti biaya kepemilikannya otomatis sama dengan mobil Jepang. Calon pembeli perlu memperhitungkan biaya servis, suku cadang dan ketersediaan bengkel yang memahami model tersebut. 5. Toyota Agya 2023 Jika prioritas utama adalah mendapatkan mobil dengan tahun muda, Toyota Agya bisa menjadi pilihan. Penelusuran listing lainnya di wilayah Jakarta ditemukan Toyota Agya tahun 2023 yang ditawarkan sekitar Rp145 juta. Beberapa unit yang muncul memiliki jarak tempuh sekitar 15.000–30.000 kilometer. Dengan budget yang sama, pembeli harus memilih antara mendapatkan hatchback seperti Yaris dengan usia lebih tua atau city car seperti Agya dengan tahun jauh lebih muda. Agya juga memiliki dimensi yang relatif ringkas sehingga cocok untuk aktivitas harian di perkotaan. Biaya operasional dan perawatan juga menjadi pertimbangan penting bagi pembeli yang baru mulai memiliki mobil. 6. Mazda2 2014 Mazda2 juga menarik dimasukkan dalam daftar karena menawarkan alternatif dari merek Jepang yang lebih umum. Di pasar mobil bekas Jakarta, Mazda2 tahun 2014 dapat ditemukan di kisaran Rp125 juta. Salah satu listing yang ditemukan memiliki jarak tempuh sekitar 120.000–125.000 kilometer. Model ini menarik bagi pembeli yang mempertimbangkan desain serta karakter berkendara. Namun, usia kendaraan dan jarak tempuh harus menjadi perhatian utama. Jika menemukan Mazda2 dalam rentang harga tersebut, pemeriksaan kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem kelistrikan dan riwayat servis menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan. 7. Daihatsu Ayla Pilihan terakhir datang dari kelas city car, yaitu Daihatsu Ayla. Sejumlah listing Ayla di Jakarta berada di bawah atau sekitar rentang budget Rp120–150 juta. Salah satu contoh yang ditemukan adalah Ayla tahun 2020 dengan harga sekitar Rp115 juta dan jarak tempuh sekitar 75.000–80.000 kilometer. Meski berada sedikit di bawah batas bawah budget, selisih tersebut justru bisa memberikan ruang bagi pembeli untuk menyiapkan dana tambahan setelah membeli mobil, misalnya untuk servis awal, penggantian oli, pengecekan kaki-kaki atau kebutuhan administrasi. Bagi anak muda yang lebih mementingkan biaya kepemilikan dibandingkan gengsi atau fitur, Ayla bisa menjadi pilihan yang cukup rasional. Budget Sama, Pilih Mobil Tua atau Tahun Muda? Dari beberapa pilihan tersebut terlihat bahwa budget Rp120–150 juta memberikan dua arah pilihan yang cukup berbeda. Pembeli bisa mengambil hatchback yang lebih tua seperti Honda Jazz, Mazda2 atau Suzuki Swift dengan karakter dan kelas kendaraan yang berbeda. Pilihan lainnya adalah mengejar tahun produksi lebih muda seperti Toyota Agya 2023. Sementara itu, Toyota Yaris 2017 berada di tengah-tengah. Usianya tidak semuda Agya, tetapi menawarkan format hatchback dengan dimensi dan karakter yang berbeda dari city car. Volkswagen Polo juga bisa menjadi pilihan bagi pembeli yang mengejar mobil Eropa dengan harga masuk relatif rendah. Namun, aspek biaya perawatan harus dihitung sejak awal. Hal terpenting adalah tidak menjadikan harga iklan sebagai satu-satunya pertimbangan. Mobil bekas dengan harga sedikit lebih mahal tetapi memiliki riwayat servis jelas dan kondisi lebih sehat bisa lebih masuk akal dibandingkan unit murah yang membutuhkan banyak perbaikan setelah dibeli. Calon pembeli juga sebaiknya melakukan inspeksi sebelum transaksi, terutama untuk memeriksa kondisi mesin, transmisi, kaki-kaki, bodi, kelistrikan, interior serta memastikan dokumen kendaraan sesuai. Dengan budget Rp120–150 juta, pilihan mobil bekas untuk anak muda sebenarnya cukup beragam. Tinggal menentukan prioritas: mengejar tahun muda, desain, kenyamanan, biaya perawatan atau karakter berkendara. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar, bagian dari Indomobil Group, adalah platform jual beli mobil bekas yang menyediakan layanan tukar tambah, pembelian mobil online dan offline, serta informasi harga mobil bekas yang transparan di Indonesia. GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan inspeksi dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Layanan ini membantu pembeli memeriksa kondisi mobil bekas sebelum transaksi agar lebih aman, transparan, dan #BebasZonk. Lihat Selengkapnya
Volkswagen ID. Buzz Tempuh 99.767 Km Keliling Dunia, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Guinness
08 Oct 2026
Volkswagen ID. Buzz Tempuh 99.767 Km Keliling Dunia, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Guinness 08 Oct 2026 Jerman, Goodcar.id - Sebuah Volkswagen ID. Buzz berkelir two-tone Lime Yellow/Candy White pernah melintas di jalanan Indonesia dengan misi yang tidak biasa. Mobil listrik tersebut bukan datang sekadar untuk dipamerkan, tetapi sedang menjalani perjalanan keliling dunia bersama penjelajah asal Jerman, Rainer Zietlow. Perjalanan itu akhirnya selesai di Hannover, Jerman, pada 14 September 2026. Setelah melintasi 92 negara dan enam benua, Volkswagen ID. Buzz yang digunakan Rainer mencatat jarak tempuh 99.767 kilometer sekaligus meraih Guinness World Records™ untuk kategori “Most Countries Visited in a Continuous Journey by a Battery-Powered Electric Vehicle”. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Hampir setahun sebelumnya, tepatnya pada akhir Oktober 2025, ID. Buzz yang sama tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dari ibu kota, perjalanan berlanjut menuju Semarang, Surabaya, hingga Bali sebelum mobil listrik tersebut meninggalkan Indonesia dan meneruskan ekspedisinya ke Australia serta negara-negara berikutnya. Sertifikat rekor dunia kemudian diserahkan kepada Rainer di Hannover, kota yang juga menjadi titik awal perjalanan pada 1 Juli 2025. Artinya, ID. Buzz tersebut kembali ke titik awal dengan tambahan hampir 100.000 kilometer pada odometer setelah digunakan melintasi berbagai negara dengan kondisi jalan, iklim, serta infrastruktur pengisian daya yang berbeda-beda. Bagi Volkswagen Indonesia, keterlibatan Indonesia dalam perjalanan tersebut menjadi bagian tersendiri dari cerita ID. Buzz World Tour. Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia, menyebut perjalanan tersebut juga mempertemukan ID. Buzz dengan konsumen dan komunitas Volkswagen di Indonesia. “Saat menyambut Rainer di Jakarta tahun lalu, perjalanan ini masih jauh dari selesai. Kami kemudian melihat ID. Buzz melanjutkan perjalanan dari Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Bali sebelum meneruskan ekspedisinya ke negara berikutnya. Sekarang, mobil yang sama sudah kembali ke Hannover setelah hampir 100.000 kilometer dan resmi mencatatkan Guinness World Records. Ada rasa bangga karena Indonesia, bersama konsumen dan komunitas Volkswagen di sini, pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang akhirnya membawa ID. Buzz mencatatkan rekor dunia tersebut,” ujar Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia. ID. Buzz Bertemu Komunitas Volkswagen di Indonesia Saat berada di Indonesia, perjalanan ID. Buzz tidak hanya diisi dengan aktivitas berkendara dari satu kota ke kota lain. Rainer juga bertemu dengan konsumen dan komunitas Volkswagen di sejumlah wilayah. Di Semarang, misalnya, ID. Buzz bertemu dengan sejumlah Volkswagen klasik milik komunitas lokal. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke Surabaya dan Bali sebelum kembali ke Jakarta untuk meneruskan ekspedisi menuju Australia. Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan generasi kendaraan Volkswagen. Di satu sisi ada Volkswagen Bus klasik yang sudah lama menjadi bagian dari komunitas, sedangkan di sisi lain terdapat ID. Buzz sebagai model listrik yang membawa nama dan karakter Volkswagen Bus ke era elektrifikasi. Salah satu pemilik ID. Buzz di Indonesia, dr. Djoko Setionegoro atau dr. Tio, bahkan sempat ikut dalam bagian perjalanan menggunakan ID. Buzz miliknya. Menariknya, mobil tersebut memiliki kombinasi warna yang sama, yakni Lime Yellow/Candy White. Pengalaman tersebut tidak berhenti pada satu perjalanan bersama Rainer. Dr. Tio telah menggunakan ID. Buzz miliknya sejak September 2025 untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga. Ia juga pernah membawa mobil listrik tersebut dalam perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta, Semarang, hingga Jawa Timur. Penggunaan tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai ID. Buzz, bukan dalam konteks ekspedisi keliling dunia, tetapi sebagai kendaraan yang digunakan dalam rutinitas dan perjalanan keluarga. “Saya suka mobil ini karena karakternya yang ikonik sekali. Dari desainnya langsung kelihatan berbeda, sering bikin orang nengok di jalan, tapi tetap modern dan cocok dipakai sehari-hari, apalagi poin plusnya sudah EV. Setelah lihat dan coba langsung, ternyata yang bikin yakin justru karena kabinnya lega dan nyaman. Ternyata setelah dipakai harian, adaptasinya jauh lebih mudah dari yang saya bayangkan. Karena kabinnya lega, enak juga kalau pergi ramai-ramai atau bawa banyak barang. Tapi saya juga senang road trip jarak jauh dengan mobil ini bersama keluarga saya. Kalau charging paling sering saya lakukan di rumah sendiri maupun di SPKLU terdekat dengan destinasi saya. Jadi tidak terasa harus khusus meluangkan waktu untuk charging,” ujar dr. Djoko Setionegoro atau dr. Tio. Hampir 100.000 Km Ditempuh dengan ID. Buzz Perjalanan Rainer memberikan gambaran penggunaan Volkswagen ID. Buzz dalam kondisi yang jauh lebih beragam dibanding pemakaian kendaraan sehari-hari. Mobil tersebut harus melewati kota-kota besar, perjalanan antarkota, perbedaan temperatur dan iklim, hingga wilayah dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang tidak seragam. Yang digunakan dalam ekspedisi tersebut juga bukan kendaraan yang dibuat khusus untuk kebutuhan ekstrem. ID. Buzz yang dibawa Rainer merupakan kendaraan produksi standar. Setelah menempuh 99.767 kilometer, kendaraan tersebut menyelesaikan perjalanan tanpa mengalami kerusakan teknis. Pemeriksaan TÜV Nord setelah mobil kembali ke Jerman juga mencatat kondisi kesehatan baterai atau state of health (SoH) masih berada di atas 95 persen. Angka tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan ID. Buzz World Tour karena baterai menjadi komponen utama kendaraan listrik yang harus bekerja dalam perjalanan panjang dengan pola penggunaan berbeda-beda. Untuk ID. Buzz Long Wheelbase (LWB), baterai berkapasitas 91 kWh diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 487 kilometer berdasarkan WLTP atau 573 kilometer berdasarkan NEDC. Sementara untuk pengisian, sistem DC fast charging hingga 200 kW memungkinkan baterai diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penggunaan kendaraan dalam perjalanan jarak jauh, meski waktu pengisian aktual tetap dapat dipengaruhi kondisi baterai, temperatur, serta kemampuan fasilitas pengisian yang digunakan. Perjalanan sejauh hampir 100.000 kilometer memang menjadi angka terbesar dalam ekspedisi tersebut. Namun, penggunaan kendaraan untuk perjalanan panjang juga memperlihatkan aspek lain dari sebuah mobil listrik. ID. Buzz memiliki kabin yang lapang dengan konfigurasi tempat duduk yang fleksibel. Posisi berkendara dan visibilitas juga menjadi bagian dari karakter kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh. Dari sisi keselamatan, Volkswagen ID. Buzz dibekali sejumlah fitur bantuan berkendara seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), Forward Collision Warning (FCW), Blind Spot Detection (BSD), dan Lane Keeping Assist (LKA). Model tersebut juga mendapatkan rating keselamatan lima bintang dari Euro NCAP. Bagi pengguna seperti dr. Tio, pengalaman tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana. Mobil digunakan untuk aktivitas harian, membawa keluarga, hingga perjalanan antarkota. Pengisian baterai pun dilakukan di rumah maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di sekitar tujuan perjalanan. Dengan kata lain, kebutuhan perjalanan ekspedisi dunia dan penggunaan sehari-hari memang memiliki skala berbeda. Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan bagaimana ID. Buzz digunakan sebagai kendaraan listrik untuk menempuh perjalanan dengan jarak yang cukup jauh. Dari Jakarta hingga Hannover Ketika meninggalkan Hannover pada 1 Juli 2025, Rainer Zietlow memulai perjalanan yang akhirnya membawa Volkswagen ID. Buzz melewati 92 negara di enam benua. Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam rute tersebut. ID. Buzz masuk melalui Jakarta, kemudian bergerak ke Semarang, Surabaya dan Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke negara berikutnya. Lebih dari satu tahun setelah perjalanan dimulai, mobil yang sama kembali ke Hannover dengan catatan 99.767 kilometer. Di akhir perjalanan tersebut, ID. Buzz bukan hanya membawa cerita perjalanan lintas negara, tetapi juga rekor Guinness World Records sebagai kendaraan listrik berbasis baterai yang mengunjungi negara terbanyak dalam satu perjalanan berkelanjutan. Buat Volkswagen Indonesia, keterlibatan Indonesia menjadi bagian kecil dari perjalanan besar tersebut. Namun dari sudut pandang pengguna, cerita ID. Buzz World Tour justru memperlihatkan sisi lain kendaraan listrik: bukan hanya soal spesifikasi baterai dan jarak tempuh di atas kertas, tetapi bagaimana sebuah mobil digunakan ketika perjalanan terus bergerak melewati negara, kondisi jalan, dan lingkungan yang berbeda. “Perjalanan Rainer membawa ID. Buzz ke kondisi penggunaan yang mungkin tidak akan dialami sebagian besar konsumen. Tetapi justru setelah hampir 100.000 kilometer, kita bisa melihat bagaimana sebuah kendaraan yang digunakan bersama keluarga dan untuk aktivitas sehari-hari juga memiliki kemampuan untuk pergi sejauh itu. Bagi kami, cerita ID. Buzz selalu kembali pada hal yang sederhana, yakni perjalanan dan orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan,” tutup Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.