Geely Uji Mobil Hybrid dan Listrik ke Lingkar Arktik, Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Ulang Energi06 Mar 2026
Geely Uji Mobil Hybrid dan Listrik ke Lingkar Arktik, Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Ulang Energi06 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely Auto, menyelesaikan program uji ketahanan musim dingin lintas negara untuk jajaran kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Pengujian dilakukan dengan perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dari Swedia menuju Norwegia, sebelum dilanjutkan hingga wilayah Samudra Arktik tanpa pengisian ulang daya listrik maupun bahan bakar.
Sejumlah model hybrid Geely terlibat dalam ekspedisi ini, termasuk Geely Starray EM-i, yang telah dipasarkan di Indonesia. Model lain yang ikut diuji antara lain Geely V900, Geely M9, Geely XingYao 8, Geely A7, serta Geely XingYao 6.
Seluruh kendaraan diuji dalam suhu di bawah nol derajat Celsius untuk memverifikasi performa sistem penggerak kendaraan energi baru pada kondisi iklim ekstrem.
Pengujian Dilakukan di Fasilitas Otomotif Wilayah Arktik
Pengujian kendaraan berlangsung di Colmis Proving Ground, fasilitas pengujian otomotif yang berada di lintang tinggi kawasan Eurasia. Area ini dikenal memiliki karakteristik cuaca ekstrem khas wilayah kutub.
Selama pengujian, kendaraan menghadapi sejumlah kondisi lingkungan ekstrim seperti kelembapan tinggi, permukaan jalan dengan lapisan black ice, suhu di bawah titik beku, serta pencahayaan terbatas akibat fenomena malam kutub,
Kondisi tersebut digunakan untuk mengevaluasi berbagai sistem kendaraan, termasuk penyegelan bodi, manajemen termal baterai, serta kinerja sensor pada sistem berkendara cerdas.
Beberapa aspek teknis yang diuji dalam program ini meliputi respon ADAS pada suhu rendah, kemampuan kendaraan beroperasi di lingkungan lembap dan bersuhu ekstrem, kinerja sistem bagasi atap pada kondisi dingin
traksi dan kalibrasi sistem penggerak all-wheel drive (AWD) di permukaan salju dan es, lalu performa ban musim dingin berpaku yang digunakan di wilayah Arktik.
Pengujian di Arktik merupakan bagian dari jaringan validasi kendaraan yang dikembangkan oleh Geely Auto di berbagai wilayah dunia.
Perusahaan memiliki fasilitas pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi kendaraan pada kondisi lingkungan yang berbeda, termasuk suhu dingin ekstrem, panas tinggi, kelembapan tinggi, dataran tinggi, serta wilayah gurun.
Salah satu fasilitas utama berada di Hangzhou Bay Proving Ground di Tiongkok. Selain itu, sejumlah lokasi pengujian juga berada di kawasan Eropa.
Saat ini Geely memiliki enam basis pengujian utama yang digunakan untuk proses penelitian, pengembangan, dan validasi kendaraan. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan tersebut hingga 16 basis pengujian global.
Data Pengujian Digunakan untuk Pengembangan Produk
Data yang diperoleh dari pengujian di wilayah Arktik akan digunakan dalam proses pengembangan kendaraan berikutnya. Informasi teknis yang dianalisis mencakup kinerja manajemen termal baterai, kalibrasi sistem kontrol traksi, keandalan sensor, serta daya tahan sistem penggerak.
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Geely EX2 Mulai Diserahkan ke Konsumen Indonesia, 1.000 Unit Dikirim Bertahap01 Mar 2026
Geely EX2 Mulai Diserahkan ke Konsumen Indonesia, 1.000 Unit Dikirim Bertahap01 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Geely Auto Indonesia resmi memulai penyerahan Geely EX2 kepada konsumen pertama di Indonesia. Seremoni handover dilakukan sebagai penanda dimulainya distribusi unit ke pelanggan yang sudah melakukan pemesanan sejak masa pre-booking.
Model ini sebelumnya diluncurkan pada 20 Januari 2026 dan kini memasuki tahap pengiriman batch awal sebanyak 1.000 unit. Distribusi dilakukan bertahap mengikuti antrean pemesanan yang terus bertambah dalam beberapa bulan terakhir.
Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menyebut jumlah pemesanan sudah melampaui 5.000 unit sejak periode pre-booking dibuka.
“Sejak periode pre-booking Geely EX2 dibuka, kami telah menerima lebih dari 5.000 pemesanan. Jumlahnya terus bertambah. Saat ini pengiriman ke konsumen dilakukan bertahap dengan estimasi waktu tunggu hingga Maret–April 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Diproduksi Lokal, TKDN 46,5 Persen
Geely EX2 diproduksi di Indonesia dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46,5 persen. Angka ini menjadi bagian dari strategi lokalisasi yang dijalankan perusahaan, termasuk penguatan rantai pasok dan dukungan terhadap industri otomotif nasional.
Produksi lokal juga memungkinkan proses distribusi dilakukan lebih cepat dibandingkan model impor utuh. Dengan dimulainya pengiriman 1.000 unit pertama, Geely menargetkan proses distribusi berjalan konsisten hingga seluruh pesanan terpenuhi.
Geely EX2 diposisikan sebagai kendaraan listrik kompak untuk penggunaan harian di area urban. Dimensinya ringkas, dengan pendekatan desain yang menyasar segmen profesional muda.
Secara tampilan, model ini hadir dengan pilihan warna pastel dan desain grille depan bergaya smiling front grille. Velg 16 inci dengan motif four-leaf clover memperkuat karakter modernnya.
Masuk ke kabin, Geely EX2 menawarkan ruang kaki yang cukup lapang untuk kelasnya, jok ergonomis, serta bagasi belakang yang dirancang fungsional. Tersedia juga front trunk berkapasitas 70 liter yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang tambahan.
Fitur Keselamatan dan Sistem RWD
Dari sisi fitur, Geely EX2 dilengkapi blind spot detection dan kamera 540 derajat dengan tampilan chassis transparan. Fitur ini membantu pengemudi saat parkir maupun bermanuver di ruang terbatas.
Model ini juga dibekali Advanced Driver Assistance System (ADAS) dengan total 12 fungsi. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan aspek keselamatan aktif, baik saat digunakan di dalam kota maupun perjalanan jarak menengah.
Secara teknis, Geely EX2 menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dan suspensi belakang multi-link. Konfigurasi ini umumnya memberikan stabilitas lebih baik serta respons kemudi yang lebih presisi dalam penggunaan harian.
Memasuki Ramadan 2026, Geely menghadirkan program purna jual bertajuk “Geely Semarak Lebaran”. Program ini berlaku sepanjang Maret 2026 dengan layanan general check up gratis untuk biaya jasa di seluruh bengkel resmi.
Pemeriksaan mencakup bagian eksterior, ruang mesin, kabin, hingga area underbody termasuk sistem kelistrikan. Layanan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi optimal sebelum digunakan untuk perjalanan mudik.
Pada periode 19–24 Maret 2026, sebanyak 11 diler akan tetap beroperasi di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Perusahaan juga menyiapkan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) 24 jam.
Saat ini, jaringan Geely telah mencapai 45 diler di Indonesia dan ditargetkan bertambah menjadi 80 diler hingga akhir 2026.
Sebagai informasi tambahan, seremoni penyerahan unit Geely EX2 juga dilakukan secara bersamaan di Thailand. Secara total, lebih dari 5.000 unit telah dikirimkan kepada konsumen di Indonesia dan Thailand.
Tag: Geely EX2, Geely Auto Indonesia, mobil listrik 2026, compact EV Indonesia, TKDN 46,5 persen
Lihat Selengkapnya
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah03 Mar 2026
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah03 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Tiga produsen mobil asal China sukses menembus daftar 10 besar industri otomotif global 2025. Kepastian ini muncul setelah Stellantis merilis laporan keuangan resminya pada 26 Februari 2026, yang sekaligus melengkapi data penjualan tahunan para raksasa otomotif dunia.
Dari laporan tersebut, peta persaingan global sepanjang 2025 pun semakin jelas, dengan dominasi pemain lama mulai mendapat tekanan serius dari produsen China.
Empat peringkat teratas industri otomotif global 2025 masih dihuni nama-nama mapan. Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors tetap menjadi produsen dengan volume penjualan terbesar di dunia.
Di posisi kelima, Stellantis mencatat penjualan lebih dari 5,4 juta unit sepanjang 2025. Kinerja ini didorong pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen secara tahunan pada paruh kedua tahun tersebut, menunjukkan konsolidasi grup multi-merek ini masih cukup solid di tengah persaingan ketat.
BYD, SAIC, dan Geely Menguat, Nissan Tersingkir
Perubahan signifikan justru datang dari pabrikan China. BYD, SAIC, dan Geely berhasil memperbaiki posisi mereka di peringkat global. Sebaliknya, Nissan harus rela keluar dari jajaran 10 besar.
BYD menjadi sorotan utama dengan lonjakan ke posisi keenam. Sepanjang 2025, produsen ini mencatat total penjualan 4,602 juta unit, di mana 2,25 juta unit di antaranya merupakan mobil listrik murni. Angka tersebut melonjak 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dikutip dari Carnewschina, capaian ini membuat BYD untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global.
Menurut laporan media China CLS, salah satu pendorong utama kinerja pabrikan otomotif China adalah dukungan kebijakan pemerintah. Program tukar tambah kendaraan yang digulirkan sepanjang 2025 menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan atau sekitar 380 miliar dollar AS (setara Rp 6.376 triliun), dengan melibatkan sekitar 360 juta konsumen.
Melalui program ini, lebih dari 11,5 juta kendaraan ditukar, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Kebijakan tersebut terbukti efektif mendorong penjualan sekaligus mempercepat transisi elektrifikasi di pasar domestik China.
Pangsa Pasar Global China Terus Membesar
Secara global, posisi industri otomotif China juga semakin kokoh. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China di dunia mencapai 35,6 persen sepanjang 2025, naik dari 34,2 persen pada 2024.
Di sektor ekspor, performa produsen China juga mencatat pertumbuhan signifikan. BYD membukukan penjualan luar negeri sebanyak 1,05 juta unit, melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara SAIC mencatat penjualan internasional 1,071 juta unit atau naik 3,1 persen secara tahunan.
Data China Association of Automobile Manufacturers mencatat produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, dengan total penjualan 34,4 juta unit. Angka tersebut masing-masing naik 10,4 persen dan 9,4 persen dibanding 2024.
Capaian ini sekaligus mengukuhkan China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Dengan kombinasi pasar domestik raksasa, dukungan kebijakan, dan ekspansi global agresif, produsen otomotif China kini menjadi kekuatan utama yang mengubah lanskap industri otomotif dunia.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.