Beranda / Mobil Baru / Katalog / KIA Grand Carnival

KIA Grand Carnival

Rp 960 Juta - Rp 1.3 M
Kapasitas Mesin
2,151 CC
Mesin
2.2L Diesel Engine, 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Solar
Pintu
5
Tempat Duduk
11
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Aurora Black Pearl
Astral Blue
Ceramic Silver
Snow White Pearl
Tipe Kendaraan
KIA Grand Carnival Dynamic 11s
Rp 960 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA Grand Carnival Premiere 11s
Rp 998 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA Grand Carnival Premiere 7s
Rp 1.1 M
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA Grand Carnival Hybrid 7s
Rp 1.3 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
KIA Grand Carnival Dynamic 11s
KIA Grand Carnival Premiere 11s
KIA Grand Carnival Premiere 7s
KIA Grand Carnival Hybrid 7s
Kapasitas Mesin
2,151 CC
Jenis Bahan Bakar
Solar
Mesin
2.2L Diesel Engine, 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
11
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

KIA GRAND CARNIVAL
Artikel Terkait
Lihat Semua
Sean Gelael Debut di Mandalika, Siap Tampil di GT World Challenge Asia 2026
27 Apr 2026
Sean Gelael Debut di Mandalika, Siap Tampil di GT World Challenge Asia 2026 27 Apr 2026 Jakarta, GoodCar.id - Pembalap sportscar dan GT berpengalaman asal Indonesia, Sean Gelael, dipastikan akan menjalani debutnya di ajang GT World Challenge Asia powered by AWS di hadapan publik sendiri. Momen spesial tersebut akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 2–3 Mei mendatang, menandai kali pertama Gelael turun dalam kompetisi GT internasional di tanah air. Pembalap berusia 29 tahun ini dijadwalkan tampil dalam satu penampilan khusus (one-off) bersama tim Garage 75 asal Indonesia. Ia akan mengendarai Ferrari 296 GT3 Evo, mobil balap spesifikasi GT3 terbaru yang juga menjadi andalannya di berbagai kejuaraan internasional musim ini. Garage 75 sendiri bukan tim sembarangan, karena sukses meraih gelar juara kelas Am dalam dua musim terakhir GT World Challenge Asia. Menariknya, Gelael akan turun sebagai pembalap tunggal dalam dua balapan berdurasi masing-masing 60 menit. Format ini sebelumnya juga dijalani oleh rivalnya di kelas Silver, Akash Nandy, saat seri pembuka di Sepang. Keputusan ini menunjukkan tingkat kepercayaan tim terhadap kemampuan dan pengalaman Gelael dalam mengelola balapan secara penuh tanpa berbagi kokpit. Pengalaman Sean Gelael di Dunia Balap Foto : Antara Gorontalo Secara rekam jejak, Sean Gelael bukan nama baru di dunia balap ketahanan (endurance racing). Ia merupakan mantan runner-up kelas pada ajang 24 Hours of Le Mans serta FIA World Endurance Championship (WEC). Saat ini, Gelael masih aktif berkompetisi di WEC dengan mengendarai BMW M4 GT3 Evo, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pembalap Indonesia paling berpengalaman di kancah global. Pengalamannya dengan Ferrari 296 GT3 Evo juga bukan hal baru. Gelael telah mengasah kemampuannya menggunakan mobil tersebut dalam kampanye Asian Le Mans Series musim 2025/2026. Selain itu, ia juga turun di GT World Challenge Europe musim ini dengan mobil yang sama. Dalam kedua program tersebut, peran tim AF Corse menjadi sangat krusial, mengingat tim Italia tersebut juga memberikan dukungan teknis kepada Garage 75 di GT World Challenge Asia. Seri kedua GT World Challenge Asia di Mandalika ini juga akan menjadi pengalaman balap kompetitif pertama Gelael di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut. Meski demikian, Mandalika bukanlah tempat yang asing baginya. Ia telah beberapa kali terlibat dalam berbagai kegiatan di sirkuit ini, mulai dari sesi peresmian, menghadiri ajang balap, hingga melakukan hot lap dan bahkan mengibarkan bendera finis. Namun, balapan resmi dengan tekanan kompetisi tentu menjadi tantangan yang berbeda. Dalam pernyataannya, Gelael mengungkapkan rasa antusiasnya untuk akhirnya bisa balapan di Mandalika. “Saya sangat senang akhirnya bisa balapan di Mandalika. Ini seperti potongan terakhir dari sebuah puzzle. Saya sudah melakukan banyak hal di Mandalika sebelumnya, mulai dari ikut peresmian sirkuit, menghadiri balapan, hingga mengemudi untuk hot lap dan bahkan mengibarkan bendera finis. Tapi saya belum pernah benar-benar balapan secara kompetitif melawan para rival tangguh di sana,” ujar Gelael, dikutip dari laman resmi GT World Challange Asia (16/04/2026) Ia juga menambahkan bahwa balapan ini memiliki arti emosional yang mendalam. Selain menjadi debutnya di Mandalika dalam konteks kompetitif, ini juga merupakan salah satu kesempatan langka baginya untuk tampil di ajang balap mobil internasional di depan publik Indonesia. “Ini juga akan menjadi pertama kalinya, selain reli, saya mengikuti balapan mobil internasional di depan para penggemar Indonesia yang saya cintai. Jadi ini pasti akan menjadi momen yang sangat spesial,” lanjutnya. Ajang GT World Challenge Asia sendiri memiliki arti penting bagi perkembangan motorsport di Mandalika. Tahun lalu, kejuaraan ini menjadi ajang balap mobil internasional pertama yang digelar di sirkuit tersebut, membuka jalan bagi berbagai event internasional lainnya untuk masuk ke Indonesia. Rangkaian kegiatan seri Mandalika akan dimulai dengan sesi official test pada Kamis, 30 April. Setelah itu, para pembalap akan menjalani sesi latihan bebas pada Jumat sebelum memasuki dua balapan utama yang digelar secara terpisah pada Sabtu dan Minggu. Format akhir pekan ini memberikan waktu adaptasi yang cukup bagi pembalap, terutama bagi mereka yang baru pertama kali merasakan karakter lintasan Mandalika dalam kondisi balap penuh. Dengan kombinasi pengalaman internasional, dukungan tim yang kompetitif, serta motivasi tampil di depan publik sendiri, kehadiran Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika diprediksi akan menjadi salah satu sorotan utama akhir pekan balap tersebut. Selain menjadi ajang pembuktian diri, ini juga menjadi momentum penting bagi motorsport Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di level global. Lihat Selengkapnya
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final
23 Apr 2026
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final 23 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Kebijakan terbaru pemerintah mulai mengubah peta pajak mobil listrik di Indonesia, termasuk untuk BYD Atto 1 yang kini tak lagi sepenuhnya bebas pungutan seperti sebelumnya. Mengacu pada lampiran Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, komponen dasar dalam perhitungan pajak mobil listrik untuk BYD Atto 1 dimulai dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp229 juta, yang kemudian dikalikan bobot 1,050 sehingga menghasilkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sekitar Rp240,4 juta. Dari nilai tersebut, simulasi awal pajak mobil listrik bisa dihitung menggunakan asumsi tarif minimal 1 persen, di mana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diperkirakan sekitar Rp2,4 juta dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga berada di kisaran Rp2,4 juta. Selain komponen utama, perhitungan pajak mobil listrik juga mencakup biaya tambahan seperti administrasi penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB yang umumnya berkisar Rp500 ribu. Jika seluruh komponen dijumlahkan, estimasi total awal pajak mobil listrik untuk registrasi BYD Atto 1 berada di angka sekitar Rp5,3 juta, meski angka ini masih bersifat simulasi. Pajak Mobil Listrik Bisa Berbeda di Setiap Daerah Perlu dipahami, besaran pajak mobil listrik tidak bersifat seragam karena masing-masing pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan tarif dan insentif yang berlaku. Dalam praktiknya, tarif pajak mobil listrik seperti PKB umumnya berada di rentang 1 hingga 1,2 persen, sementara BBNKB bisa lebih tinggi tergantung kebijakan daerah dan skema yang diterapkan. Di sisi lain, kebijakan insentif masih menjadi faktor penentu dalam besaran akhir pajak mobil listrik, karena beberapa daerah bisa memberikan diskon bahkan pembebasan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Aturan Baru Ubah Skema Pajak Mobil Listrik Perubahan skema pajak mobil listrik ini tidak lepas dari diberlakukannya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mulai efektif sejak 1 April 2026. Dalam aturan terbaru tersebut, status pajak mobil listrik berubah karena kendaraan listrik kini tidak lagi sepenuhnya dikecualikan dari objek Pajak Kendaraan Bermotor seperti pada regulasi sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2025, kebijakan pajak mobil listrik sebelumnya masih memberikan pembebasan bagi kendaraan berbasis energi terbarukan, termasuk mobil listrik. Kesimpulan: Pajak Mobil Listrik Mulai Normal, Tapi Belum Seragam Dengan adanya perubahan ini, arah kebijakan pajak mobil listrik di Indonesia mulai bergeser ke skema yang lebih normal seperti kendaraan konvensional. Namun demikian, implementasi pajak mobil listrik di lapangan masih sangat bergantung pada kebijakan daerah, sehingga potensi perbedaan biaya tetap terbuka lebar. Bagi konsumen, memahami skema pajak mobil listrik menjadi hal penting sebelum membeli kendaraan, agar tidak kaget dengan biaya tambahan di luar harga mobil. Lihat Selengkapnya
VW Rayakan 50 Tahun Golf GTI, Lebih dari 2,5 Juta Unit Terjual
22 Apr 2026
VW Rayakan 50 Tahun Golf GTI, Lebih dari 2,5 Juta Unit Terjual 22 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - VW rayakan 50 tahun Golf GTI sebagai salah satu model paling berpengaruh dalam sejarah otomotif dunia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1976, Golf GTI tidak hanya dikenal sebagai mobil performa kompak, tetapi juga menjadi pelopor segmen hot hatch yang terus berkembang hingga saat ini. Perjalanan panjang Golf GTI dimulai dari sebuah proyek internal Volkswagen pada pertengahan 1970-an. Saat itu, generasi pertama Golf dikembangkan sebagai penerus Beetle, namun sejumlah insinyur melihat potensi lain: menciptakan versi yang lebih ringan, responsif, dan berorientasi pada performa. Dari Proyek Internal ke Produksi Massal VW rayakan 50 tahun Golf GTI dengan mengingat kembali awal kemunculannya yang tidak direncanakan untuk produksi besar. Model ini awalnya hanya ditargetkan diproduksi sekitar 5.000 unit. Namun ketika resmi meluncur pada 1976 dengan mesin 1.6 liter bertenaga 110 PS, respons pasar justru melampaui ekspektasi. Permintaan yang tinggi membuat Volkswagen mengubah strategi, dari produksi terbatas menjadi produksi reguler. Hasilnya, Golf GTI generasi pertama berhasil mencatatkan produksi hingga 461.690 unit, jauh di atas rencana awal. “Antusiasme pasar terhadap Golf GTI sejak awal menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan mobil kompak yang menawarkan performa tanpa mengorbankan fungsi harian,” demikian pernyataan resmi Volkswagen. Evolusi Performa dan Teknologi VW rayakan 50 tahun Golf GTI tidak lepas dari evolusi yang terus terjadi di setiap generasi. Model ini secara konsisten mengalami peningkatan, baik dari sisi mesin, teknologi, hingga fitur keselamatan. Meski terus berkembang, karakter utama Golf GTI tetap dipertahankan: performa yang responsif dalam kemasan mobil kompak yang tetap nyaman digunakan sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa model ini mampu bertahan di tengah perubahan tren industri otomotif. Hingga saat ini, total produksi Golf GTI secara global telah melampaui 2,5 juta unit, menandakan eksistensinya yang kuat di pasar otomotif dunia. Identitas Desain yang Konsisten VW rayakan 50 tahun Golf GTI juga melalui konsistensi desain yang menjadi ciri khasnya. Salah satu elemen paling ikonik adalah garis merah pada grille depan yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi. Selain itu, desain interior Golf GTI dikenal berorientasi pada pengemudi, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih fokus dan intuitif. Konsistensi ini membuat Golf GTI tetap mudah dikenali, meskipun telah mengalami berbagai pembaruan. Di berbagai negara, Golf GTI memiliki komunitas yang aktif dan loyal. Kehadiran komunitas ini turut menjaga eksistensi GTI sebagai simbol gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi. “Golf GTI telah menjadi bagian dari identitas banyak penggunanya, melampaui fungsi dasarnya sebagai kendaraan,” tulis Volkswagen dalam keterangan resminya. Memasuki era transformasi industri otomotif, VW rayakan 50 tahun Golf GTI dengan menegaskan komitmen untuk tetap relevan. Termasuk menghadapi tren elektrifikasi yang semakin berkembang secara global. Volkswagen memastikan bahwa karakter dasar GTI, yakni performa dan sensasi berkendara—akan tetap dipertahankan, meskipun teknologi yang digunakan terus berubah. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga DNA GTI tetap hidup di tengah perubahan kebutuhan mobilitas. Lihat Selengkapnya
Hyundai Jamin Mobilitas Pelanggan Tetap Jalan Lewat Program Premium Courtesy Car
16 Apr 2026
Hyundai Jamin Mobilitas Pelanggan Tetap Jalan Lewat Program Premium Courtesy Car 16 Apr 2026 Jakarta, 16 April 2026 – Hyundai Motors Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan purnajual dengan menghadirkan Hyundai Premium Courtesy Car Program. Program ini menjadi solusi mobilitas bagi pelanggan dengan menyediakan kendaraan pengganti selama unit mereka menjalani proses servis di bengkel resmi. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem layanan myHyundai Care, yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman, praktis, dan bebas khawatir (worry-free). Solusi Mobilitas Selama Kendaraan Diservis Dalam kondisi tertentu, proses servis kendaraan bisa memakan waktu cukup lama, terutama untuk perbaikan umum maupun body & paint. Menjawab kebutuhan tersebut, Hyundai menghadirkan layanan mobil pengganti agar pelanggan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan. Melalui program ini, Hyundai menyediakan lebih dari 250 unit kendaraan yang tersebar di jaringan dealer terpilih di seluruh Indonesia. Salah satu model unggulan yang digunakan sebagai courtesy car adalah Hyundai IONIQ 5, kendaraan listrik premium yang menjadi andalan Hyundai di segmen EV. Menariknya, pelanggan pengguna kendaraan berbahan bakar konvensional (ICE) juga berkesempatan merasakan pengalaman berkendara mobil listrik melalui program ini, selama unit tersedia. President Director Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaga kenyamanan dan mobilitas pelanggan. “Melalui Hyundai Premium Courtesy Car Program, kami memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar, bahkan saat kendaraan mereka membutuhkan waktu servis yang lebih lama,” ujarnya. Bagian dari Strategi Layanan After Sales Hyundai Program ini tidak hanya menjadi layanan tambahan, tetapi juga bagian dari strategi Hyundai dalam meningkatkan kualitas layanan purnajual di Indonesia. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa kehadiran program ini juga membuka kesempatan bagi pelanggan untuk lebih mengenal teknologi kendaraan Hyundai, khususnya mobil listrik. “Selain memberikan kenyamanan praktis, program ini juga menjadi sarana bagi pelanggan untuk merasakan pengalaman berkendara kendaraan listrik Hyundai secara langsung,” jelasnya. Dengan demikian, Hyundai tidak hanya menghadirkan solusi mobilitas sementara, tetapi juga memperkenalkan inovasi produknya kepada lebih banyak konsumen. Syarat dan Ketentuan Program Adapun beberapa ketentuan utama program ini meliputi: Kendaraan menjalani general repair dengan estimasi pengerjaan lebih dari 1x24 jam Kendaraan menjalani body & paint repair dengan estimasi lebih dari 14 hari Durasi peminjaman maksimal hingga 17 hari, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai persetujuan dealer Unit pengganti dapat berupa model Hyundai seperti Hyundai CRETA, Hyundai STARGAZER, atau model lainnya sesuai ketersediaan Dengan skema ini, Hyundai memastikan bahwa layanan yang diberikan tetap relevan dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan di berbagai kondisi. Dukungan Jaringan Dealer Nasional Keberhasilan program ini juga didukung oleh jaringan dealer Hyundai yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Hyundai menyatakan bahwa layanan ini akan terus diperluas secara bertahap agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Hyundai juga berfokus di wilayah Jawa 60-70% dan 40% fokus di wilayah Jakarta. Ketersediaan kendaraan pengganti di berbagai dealer menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan, sekaligus memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman yang konsisten di seluruh jaringan. Tingkatkan Pengalaman Kepemilikan Kendaraan Hadirnya Hyundai Premium Courtesy Car Program menjadi bukti nyata bahwa Hyundai tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga pada kualitas layanan purnajual. Dengan menghadirkan solusi mobilitas selama proses servis, Hyundai berupaya memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pelanggan. Pendekatan ini juga mencerminkan perubahan paradigma industri otomotif, di mana pengalaman kepemilikan menjadi faktor penting selain kualitas kendaraan itu sendiri. Ke depan, Hyundai berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang berorientasi pada pelanggan, seiring dengan pertumbuhan pasar otomotif dan meningkatnya kebutuhan akan solusi mobilitas yang lebih fleksibel. Melalui program ini, Hyundai memastikan bahwa setiap pelanggan tetap dapat menjalani aktivitasnya tanpa hambatan, sekaligus merasakan standar layanan premium yang semakin relevan dengan kebutuhan masa kini. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.