Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final23 Apr 2026
Pajak Mobil Listrik Mulai Dihitung, Tapi Belum Final23 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Kebijakan terbaru pemerintah mulai mengubah peta pajak mobil listrik di Indonesia, termasuk untuk BYD Atto 1 yang kini tak lagi sepenuhnya bebas pungutan seperti sebelumnya.
Mengacu pada lampiran Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, komponen dasar dalam perhitungan pajak mobil listrik untuk BYD Atto 1 dimulai dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp229 juta, yang kemudian dikalikan bobot 1,050 sehingga menghasilkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sekitar Rp240,4 juta.
Dari nilai tersebut, simulasi awal pajak mobil listrik bisa dihitung menggunakan asumsi tarif minimal 1 persen, di mana Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diperkirakan sekitar Rp2,4 juta dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga berada di kisaran Rp2,4 juta.
Selain komponen utama, perhitungan pajak mobil listrik juga mencakup biaya tambahan seperti administrasi penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB yang umumnya berkisar Rp500 ribu.
Jika seluruh komponen dijumlahkan, estimasi total awal pajak mobil listrik untuk registrasi BYD Atto 1 berada di angka sekitar Rp5,3 juta, meski angka ini masih bersifat simulasi.
Pajak Mobil Listrik Bisa Berbeda di Setiap Daerah
Perlu dipahami, besaran pajak mobil listrik tidak bersifat seragam karena masing-masing pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan tarif dan insentif yang berlaku.
Dalam praktiknya, tarif pajak mobil listrik seperti PKB umumnya berada di rentang 1 hingga 1,2 persen, sementara BBNKB bisa lebih tinggi tergantung kebijakan daerah dan skema yang diterapkan.
Di sisi lain, kebijakan insentif masih menjadi faktor penentu dalam besaran akhir pajak mobil listrik, karena beberapa daerah bisa memberikan diskon bahkan pembebasan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik.
Aturan Baru Ubah Skema Pajak Mobil Listrik
Perubahan skema pajak mobil listrik ini tidak lepas dari diberlakukannya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mulai efektif sejak 1 April 2026.
Dalam aturan terbaru tersebut, status pajak mobil listrik berubah karena kendaraan listrik kini tidak lagi sepenuhnya dikecualikan dari objek Pajak Kendaraan Bermotor seperti pada regulasi sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2025, kebijakan pajak mobil listrik sebelumnya masih memberikan pembebasan bagi kendaraan berbasis energi terbarukan, termasuk mobil listrik.
Kesimpulan: Pajak Mobil Listrik Mulai Normal, Tapi Belum Seragam
Dengan adanya perubahan ini, arah kebijakan pajak mobil listrik di Indonesia mulai bergeser ke skema yang lebih normal seperti kendaraan konvensional.
Namun demikian, implementasi pajak mobil listrik di lapangan masih sangat bergantung pada kebijakan daerah, sehingga potensi perbedaan biaya tetap terbuka lebar.
Bagi konsumen, memahami skema pajak mobil listrik menjadi hal penting sebelum membeli kendaraan, agar tidak kaget dengan biaya tambahan di luar harga mobil.
Lihat Selengkapnya
VW Rayakan 50 Tahun Golf GTI, Lebih dari 2,5 Juta Unit Terjual22 Apr 2026
VW Rayakan 50 Tahun Golf GTI, Lebih dari 2,5 Juta Unit Terjual22 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - VW rayakan 50 tahun Golf GTI sebagai salah satu model paling berpengaruh dalam sejarah otomotif dunia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1976, Golf GTI tidak hanya dikenal sebagai mobil performa kompak, tetapi juga menjadi pelopor segmen hot hatch yang terus berkembang hingga saat ini.
Perjalanan panjang Golf GTI dimulai dari sebuah proyek internal Volkswagen pada pertengahan 1970-an. Saat itu, generasi pertama Golf dikembangkan sebagai penerus Beetle, namun sejumlah insinyur melihat potensi lain: menciptakan versi yang lebih ringan, responsif, dan berorientasi pada performa.
Dari Proyek Internal ke Produksi Massal
VW rayakan 50 tahun Golf GTI dengan mengingat kembali awal kemunculannya yang tidak direncanakan untuk produksi besar. Model ini awalnya hanya ditargetkan diproduksi sekitar 5.000 unit. Namun ketika resmi meluncur pada 1976 dengan mesin 1.6 liter bertenaga 110 PS, respons pasar justru melampaui ekspektasi.
Permintaan yang tinggi membuat Volkswagen mengubah strategi, dari produksi terbatas menjadi produksi reguler. Hasilnya, Golf GTI generasi pertama berhasil mencatatkan produksi hingga 461.690 unit, jauh di atas rencana awal.
“Antusiasme pasar terhadap Golf GTI sejak awal menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan mobil kompak yang menawarkan performa tanpa mengorbankan fungsi harian,” demikian pernyataan resmi Volkswagen.
Evolusi Performa dan Teknologi
VW rayakan 50 tahun Golf GTI tidak lepas dari evolusi yang terus terjadi di setiap generasi. Model ini secara konsisten mengalami peningkatan, baik dari sisi mesin, teknologi, hingga fitur keselamatan.
Meski terus berkembang, karakter utama Golf GTI tetap dipertahankan: performa yang responsif dalam kemasan mobil kompak yang tetap nyaman digunakan sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa model ini mampu bertahan di tengah perubahan tren industri otomotif.
Hingga saat ini, total produksi Golf GTI secara global telah melampaui 2,5 juta unit, menandakan eksistensinya yang kuat di pasar otomotif dunia.
Identitas Desain yang Konsisten
VW rayakan 50 tahun Golf GTI juga melalui konsistensi desain yang menjadi ciri khasnya. Salah satu elemen paling ikonik adalah garis merah pada grille depan yang tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.
Selain itu, desain interior Golf GTI dikenal berorientasi pada pengemudi, menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih fokus dan intuitif. Konsistensi ini membuat Golf GTI tetap mudah dikenali, meskipun telah mengalami berbagai pembaruan.
Di berbagai negara, Golf GTI memiliki komunitas yang aktif dan loyal. Kehadiran komunitas ini turut menjaga eksistensi GTI sebagai simbol gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi.
“Golf GTI telah menjadi bagian dari identitas banyak penggunanya, melampaui fungsi dasarnya sebagai kendaraan,” tulis Volkswagen dalam keterangan resminya.
Memasuki era transformasi industri otomotif, VW rayakan 50 tahun Golf GTI dengan menegaskan komitmen untuk tetap relevan. Termasuk menghadapi tren elektrifikasi yang semakin berkembang secara global.
Volkswagen memastikan bahwa karakter dasar GTI, yakni performa dan sensasi berkendara—akan tetap dipertahankan, meskipun teknologi yang digunakan terus berubah.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga DNA GTI tetap hidup di tengah perubahan kebutuhan mobilitas.
Lihat Selengkapnya
Hyundai Jamin Mobilitas Pelanggan Tetap Jalan Lewat Program Premium Courtesy Car16 Apr 2026
Hyundai Jamin Mobilitas Pelanggan Tetap Jalan Lewat Program Premium Courtesy Car16 Apr 2026
Jakarta, 16 April 2026 – Hyundai Motors Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan purnajual dengan menghadirkan Hyundai Premium Courtesy Car Program. Program ini menjadi solusi mobilitas bagi pelanggan dengan menyediakan kendaraan pengganti selama unit mereka menjalani proses servis di bengkel resmi.
Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem layanan myHyundai Care, yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman, praktis, dan bebas khawatir (worry-free).
Solusi Mobilitas Selama Kendaraan Diservis
Dalam kondisi tertentu, proses servis kendaraan bisa memakan waktu cukup lama, terutama untuk perbaikan umum maupun body & paint. Menjawab kebutuhan tersebut, Hyundai menghadirkan layanan mobil pengganti agar pelanggan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan.
Melalui program ini, Hyundai menyediakan lebih dari 250 unit kendaraan yang tersebar di jaringan dealer terpilih di seluruh Indonesia. Salah satu model unggulan yang digunakan sebagai courtesy car adalah Hyundai IONIQ 5, kendaraan listrik premium yang menjadi andalan Hyundai di segmen EV.
Menariknya, pelanggan pengguna kendaraan berbahan bakar konvensional (ICE) juga berkesempatan merasakan pengalaman berkendara mobil listrik melalui program ini, selama unit tersedia.
President Director Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaga kenyamanan dan mobilitas pelanggan.
“Melalui Hyundai Premium Courtesy Car Program, kami memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar, bahkan saat kendaraan mereka membutuhkan waktu servis yang lebih lama,” ujarnya.
Bagian dari Strategi Layanan After Sales Hyundai
Program ini tidak hanya menjadi layanan tambahan, tetapi juga bagian dari strategi Hyundai dalam meningkatkan kualitas layanan purnajual di Indonesia.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan bahwa kehadiran program ini juga membuka kesempatan bagi pelanggan untuk lebih mengenal teknologi kendaraan Hyundai, khususnya mobil listrik.
“Selain memberikan kenyamanan praktis, program ini juga menjadi sarana bagi pelanggan untuk merasakan pengalaman berkendara kendaraan listrik Hyundai secara langsung,” jelasnya.
Dengan demikian, Hyundai tidak hanya menghadirkan solusi mobilitas sementara, tetapi juga memperkenalkan inovasi produknya kepada lebih banyak konsumen.
Syarat dan Ketentuan Program
Adapun beberapa ketentuan utama program ini meliputi:
Kendaraan menjalani general repair dengan estimasi pengerjaan lebih dari 1x24 jam
Kendaraan menjalani body & paint repair dengan estimasi lebih dari 14 hari
Durasi peminjaman maksimal hingga 17 hari, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai persetujuan dealer
Unit pengganti dapat berupa model Hyundai seperti Hyundai CRETA, Hyundai STARGAZER, atau model lainnya sesuai ketersediaan
Dengan skema ini, Hyundai memastikan bahwa layanan yang diberikan tetap relevan dan memberikan manfaat nyata bagi pelanggan di berbagai kondisi.
Dukungan Jaringan Dealer Nasional
Keberhasilan program ini juga didukung oleh jaringan dealer Hyundai yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Hyundai menyatakan bahwa layanan ini akan terus diperluas secara bertahap agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Hyundai juga berfokus di wilayah Jawa 60-70% dan 40% fokus di wilayah Jakarta.
Ketersediaan kendaraan pengganti di berbagai dealer menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan, sekaligus memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman yang konsisten di seluruh jaringan.
Tingkatkan Pengalaman Kepemilikan Kendaraan
Hadirnya Hyundai Premium Courtesy Car Program menjadi bukti nyata bahwa Hyundai tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga pada kualitas layanan purnajual.
Dengan menghadirkan solusi mobilitas selama proses servis, Hyundai berupaya memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pelanggan. Pendekatan ini juga mencerminkan perubahan paradigma industri otomotif, di mana pengalaman kepemilikan menjadi faktor penting selain kualitas kendaraan itu sendiri.
Ke depan, Hyundai berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang berorientasi pada pelanggan, seiring dengan pertumbuhan pasar otomotif dan meningkatnya kebutuhan akan solusi mobilitas yang lebih fleksibel.
Melalui program ini, Hyundai memastikan bahwa setiap pelanggan tetap dapat menjalani aktivitasnya tanpa hambatan, sekaligus merasakan standar layanan premium yang semakin relevan dengan kebutuhan masa kini.
Lihat Selengkapnya
Ini Fitur KIA All-New Carens untuk Perjalanan Jauh, Berkendara Lebih Tenang16 Apr 2026
Ini Fitur KIA All-New Carens untuk Perjalanan Jauh, Berkendara Lebih Tenang16 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Spesifikasi dan fitur KIA All-New Carens kini mulai mendapat sorotan seiring unitnya digunakan langsung oleh konsumen di berbagai kota. Jika sebelumnya penilaian hanya datang dari sesi test drive singkat, kini pengalaman penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh mulai membuka gambaran yang lebih utuh, terutama soal bagaimana fitur KIA All-New Carens bekerja dalam kondisi nyata.
Perubahan cara pandang ini terasa cukup signifikan. Konsumen tidak lagi melihat mobil hanya dari tampilan atau spesifikasi di atas kertas, tetapi mulai merasakan langsung bagaimana fitur KIA All-New Carens mendukung kenyamanan berkendara, efisiensi bahan bakar, hingga kemudahan saat menempuh perjalanan panjang.
Head of Marketing Kia Sales Indonesia, Rendy Pratama, mengungkapkan bahwa pola penilaian konsumen memang semakin detail.
“Setelah digunakan langsung, konsumen mulai membahas lebih spesifik, dari kenyamanan berkendara, kemudahan perjalanan jauh, hingga fitur yang benar-benar terasa manfaatnya dalam aktivitas harian,” ujarnya, menegaskan bahwa fitur KIA All-New Carens kini menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Berangkat dari situ, pengalaman salah satu pengguna bisa memberi gambaran lebih konkret. Ariyanto atau Ryan (41), konsumen asal Depok, mengaku awalnya tertarik karena melihat fitur KIA All-New Carens dari sisi desain yang terlihat futuristik dan berbeda dari model lain di segmennya.
Ia pertama kali mengenal mobil ini melalui platform digital, sebelum akhirnya memutuskan untuk melihat langsung. Dari situ, ketertarikan terhadap fitur KIA All-New Carens tidak hanya berhenti di tampilan, tetapi juga berlanjut ke rasa penasaran terhadap kenyamanan dan teknologi yang ditawarkan.
Rasa penasaran tersebut kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. Ryan melakukan dua kali test drive, bahkan pada sesi kedua ia mengajak keluarga untuk ikut merasakan langsung bagaimana fitur KIA All-New Carens bekerja secara menyeluruh di berbagai posisi duduk.
“Setelah test drive, kesannya cukup kuat. Nyaman, nuansanya terasa mewah, dan fitur KIA All-New Carens terlihat canggih. Saat dicoba bersama keluarga, responsnya juga positif,” jelasnya.
Captain Seat
Masuk ke penggunaan harian, barulah fitur KIA All-New Carens terasa semakin relevan. Ryan menyebut kabin luas dengan konfigurasi captain seat sebagai salah satu fitur KIA All-New Carens yang langsung terasa manfaatnya, terutama saat digunakan bersama keluarga dalam aktivitas sehari-hari.
Transisinya terasa natural ketika mobil dipakai untuk perjalanan luar kota. Fleksibilitas kabin menjadi nilai tambah, di mana fitur KIA All-New Carens seperti kursi baris belakang yang bisa dilipat memberikan ruang bagasi lebih luas saat dibutuhkan.
Sunroof
Tidak hanya itu, berbagai teknologi pendukung juga mulai terasa perannya. Fitur KIA All-New Carens seperti sunroof, electric parking brake, dan auto hold memberikan kemudahan dalam penggunaan harian, terutama saat menghadapi kondisi lalu lintas yang dinamis.
Namun, pengalaman yang paling terasa justru muncul saat mobil digunakan untuk perjalanan lebih jauh. Di sinilah fitur KIA All-New Carens berbasis teknologi mulai menunjukkan fungsinya secara nyata dan terasa langsung oleh pengemudi.
ADAS
Salah satu yang paling sering digunakan adalah teknologi ADAS. Dalam penggunaan lebih dari 300 kilometer, fitur KIA All-New Carens seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist menjadi bagian penting dalam menunjang kenyamanan berkendara.
“Fitur KIA All-New Carens seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist sangat membantu. Berkendara jadi lebih rileks dan tidak cepat lelah, terutama di perjalanan jauh,” ungkapnya.
Kehadiran teknologi ini membuat pengalaman berkendara terasa lebih santai. Fitur KIA All-New Carens mampu menjaga kecepatan sekaligus membantu posisi mobil tetap berada di jalur, sehingga pengemudi tidak harus terus melakukan koreksi selama perjalanan panjang.
Selain fitur, aspek lain yang ikut menunjang kenyamanan adalah karakter suspensi. Dalam penggunaan harian hingga perjalanan antar kota, fitur KIA All-New Carens dari sisi kenyamanan berkendara terasa berada di titik yang cukup seimbang.
Tidak terlalu keras, namun juga tidak terlalu lembut. Saat melewati speed bump atau jalan tidak rata, fitur KIA All-New Carens dari sisi suspensi tetap mampu menjaga stabilitas tanpa gejala limbung berlebihan.
Berlanjut ke performa, fitur KIA All-New Carens juga didukung tenaga yang cukup untuk kebutuhan mobilitas keluarga. Baik untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan jarak menengah, performa yang dihasilkan masih terasa memadai.
Mode Berkendara ECO
Di sisi lain, efisiensi bahan bakar juga menjadi perhatian. Ryan menyebut fitur KIA All-New Carens seperti mode berkendara ECO membantu menjaga konsumsi BBM tetap efisien dalam penggunaan harian.
“Tenaganya cukup, dan konsumsi BBM masih efisien saat pakai mode ECO,” ujarnya.
Meski demikian, keputusan pembelian tidak hanya berhenti pada spesifikasi teknis. Ryan mengaku sempat mempertimbangkan aspek lain, khususnya terkait layanan purnajual, meski pada akhirnya fitur KIA All-New Carens tetap menjadi faktor utama yang memperkuat keputusannya.
Ia mencari informasi mengenai ketersediaan suku cadang hingga pengembangan jaringan dealer sebelum akhirnya membeli. Hal ini menunjukkan bahwa selain fitur KIA All-New Carens, konsumen juga mulai mempertimbangkan faktor jangka panjang dalam kepemilikan kendaraan.
Dengan kombinasi antara kenyamanan kabin, teknologi yang fungsional, serta efisiensi yang masih terjaga, fitur KIA All-New Carens mulai memperlihatkan bagaimana mobil ini dirancang untuk mendukung perjalanan jauh tanpa mengorbankan kenyamanan pengemudi maupun penumpang.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.