Beranda / Mobil Baru / Katalog / Audi R8

Audi R8

Rp 2.3 M
Kapasitas Mesin
10 CC
Mesin
Roda Penggerak
QUATTRO (AWD) ATAU RWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
2
Tempat Duduk
2
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
1 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
Audi R8 COUPE
Rp 2.3 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Audi R8 COUPE
Kapasitas Mesin
10 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
Pintu
2
Roda Penggerak
QUATTRO (AWD) ATAU RWD
Tempat Duduk
2
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

AUDI R8
Artikel Terkait
Lihat Semua
Kupas Tuntas Spesifikasi Honda Super-ONE, EV Kompak Sporty dengan Mode BOOST
14 Jul 2026
Kupas Tuntas Spesifikasi Honda Super-ONE, EV Kompak Sporty dengan Mode BOOST 14 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Honda kembali memperluas jajaran kendaraan listriknya di Jepang dengan meluncurkan Honda Super-ONE, sebuah EV kompak yang menawarkan karakter berkendara lebih sporty dibanding model listrik mungil Honda lainnya. Mobil ini mulai dipasarkan di Jepang pada 22 Mei 2026 dan dikembangkan dengan konsep "e: Dash BOOSTER", yang menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan sensasi berkendara layaknya mobil sport. Berbasis Honda N-ONE e:, Super-ONE tidak hanya mendapatkan ubahan pada desain, tetapi juga peningkatan pada performa, handling, teknologi hingga fitur hiburan. Berikut spesifikasi lengkap Honda Super-ONE. Dimensi Lebih Lebar, Tampil Lebih Sporty Secara desain, Honda Super-ONE tampil jauh lebih agresif dibandingkan N-ONE e:. Fender yang dibuat lebih menonjol dipadukan dengan ban berukuran besar sehingga menciptakan postur rendah dan lebar yang memperkuat karakter sporty. Honda juga menyematkan desain aerodinamika khusus melalui saluran udara di bagian depan dan belakang untuk membantu meningkatkan stabilitas sekaligus efisiensi saat berkendara. Masuk ke dalam kabin, nuansa sporty semakin terasa berkat jok khusus dengan aksen biru asimetris, panel instrumen horizontal yang memberikan visibilitas lebih baik, serta tata letak dashboard yang dibuat lebih sederhana agar pengemudi tetap fokus selama berkendara. Kabin Tetap Lapang Berkat Platform N-ONE e: Meski memiliki dimensi kompak, Super-ONE tetap mempertahankan keunggulan platform N-ONE e: yang dikenal menawarkan ruang kabin lega. Honda memperlebar jarak roda (track width) hingga 10 mm untuk meningkatkan kestabilan kendaraan saat bermanuver. Kursi belakang juga masih mengadopsi mekanisme lipat dan angkat (Dive Down Seat) khas keluarga Honda N-Series, sehingga ruang bagasi tetap fleksibel untuk membawa berbagai barang. Bobot Hanya 1.090 Kg Salah satu keunggulan Honda Super-ONE adalah bobotnya yang hanya 1.090 kilogram, yang diklaim sebagai yang paling ringan di kelasnya berdasarkan riset internal Honda per Mei 2026. Mobil ini memiliki lebar tapak roda 1.345 mm yang dipadukan dengan ban berdiameter besar, sehingga menghasilkan kestabilan tinggi ketika menikung maupun melaju dalam kecepatan tinggi. Motor Listrik dengan Mode BOOST Honda menggunakan sistem e-Axle yang lebih ringkas dipadukan dengan baterai berkapasitas tinggi sehingga ruang kabin tetap optimal. Dalam mode berkendara normal, motor listrik Super-ONE menghasilkan tenaga 47 kW. Namun ketika Mode BOOST diaktifkan, tenaga meningkat menjadi 70 kW, menghasilkan akselerasi yang lebih spontan dan responsif. Pengemudi dapat memilih lima mode berkendara yang terdiri dari: ECON CITY NORMAL SPORT BOOST Mode CITY telah dilengkapi fitur Single Pedal Control, yang memungkinkan pengemudi melakukan akselerasi, deselerasi hingga menghentikan kendaraan hanya menggunakan pedal akselerator. Sementara itu, untuk menghadirkan sensasi berkendara layaknya mobil bermesin konvensional, Honda membekali Super-ONE dengan: Simulasi transmisi 7-percepatan. Active Sound Control yang menghasilkan suara mesin virtual mengikuti bukaan pedal gas. Iluminasi LED panel instrumen yang berubah dari biru menjadi ungu saat BOOST aktif. Tampilan digital meter khusus ketika Mode BOOST digunakan. Jarak Tempuh dan Pengisian Daya Honda mengklaim Super-ONE mampu menempuh 274 km dalam satu kali pengisian daya berdasarkan standar WLTC. Untuk pengisian baterai, Honda menyediakan dua pilihan: AC Charging lebih dari 6 kW membutuhkan sekitar 4,5 jam hingga baterai penuh. DC Fast Charging lebih dari 50 kW hanya memerlukan sekitar 30 menit untuk mengisi baterai hingga 80 persen. Menariknya, Super-ONE juga dapat berfungsi sebagai sumber listrik eksternal melalui Honda Power Supply Connector dengan kapasitas hingga 1.500 watt, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah maupun sebagai sumber listrik darurat. Audio Bose Premium dan Google Built-in Honda Super-ONE menjadi mobil kompak pertama Honda di Jepang yang dibekali Bose Premium Sound System sebagai fitur standar. Sistem audio tersebut terdiri dari 8 speaker, termasuk subwoofer berkapasitas 13,1 liter di bagasi, lengkap dengan teknologi Dynamic Speed Compensation yang secara otomatis menyesuaikan kualitas suara mengikuti kecepatan kendaraan. Sementara sistem infotainment menggunakan layar Honda CONNECT berukuran 9 inci yang telah terintegrasi dengan layanan Google, termasuk Google Maps, Google Play, serta berbagai aplikasi yang dapat terhubung langsung dengan smartphone pengguna. Honda SENSING Jadi Fitur Standar Seluruh varian Super-ONE telah dibekali paket keselamatan aktif Honda SENSING, yang meliputi: Collision Mitigation Braking System (CMBS) Lead Car Departure Notification Pedestrian Collision Avoidance Steering Road Departure Mitigation (RDM) Traffic Sign Recognition Adaptive Cruise Control (ACC) dengan Low Speed Follow Lane Keeping Assist System (LKAS) Traffic Jam Assist Auto High Beam Collision Mitigation Throttle Control Rear Collision Mitigation Throttle Control Low Speed Brake Control Unintended Acceleration Prevention Parking Sensor System Harga Honda Super-ONE Honda hanya menawarkan satu varian Super-ONE di Jepang dengan konfigurasi penggerak roda depan (FF) dan kapasitas empat penumpang. Harga resminya dipatok 3.390.200 yen, atau setara sekitar Rp385 juta dengan kurs saat ini. Sementara untuk pilihan warna khusus dikenakan biaya tambahan sekitar Rp3,7 juta, sedangkan opsi two-tone dikenai biaya tambahan sekitar Rp11,9 juta. Pilihan warna yang tersedia meliputi: Boost Violet Pearl Platinum White Pearl Charge Yellow Radiant Gray Crystal Black Pearl Boost Violet Pearl & Black Platinum White Pearl & Black Charge Yellow & Black Radiant Gray & Black Meluncur di GIIAS 2026, Debut Pertama Asia Tenggara Di Indonesia sendiri PT Honda Prospect Motor (HPM) akan merilis mobil listrik mungil ini di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli – 9 Agustus 2026. Melalui kehadirannya di GIIAS 2026, Honda akan meluncurkan Honda Super-ONE sebagai lini Honda Electric terbaru, sekaligus menjadi debut pertama model ini di Asia Tenggara. Yulian Karfili, selaku Communication Strategy Sub-Division Head mengatakan bahwa, “Honda selama ini identik dengan kultur engineering, performa, dan komunitas yang menikmati mobil sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas mereka. Honda Super-ONE yang akan kami tampilkan di GIIAS tahun ini adalah evolusi berikutnya dari kultur tersebut, membawa karakter khas setiap produk Honda yang fun to drive, sekaligus menegaskan posisi dan arah Honda di era elektrifikasi.” Lihat Selengkapnya
Intip Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Perdana BAIC di Indonesia yang Dibuka Mulai Rp300 Jutaan
10 Jul 2026
Intip Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Perdana BAIC di Indonesia yang Dibuka Mulai Rp300 Jutaan 10 Jul 2026 Tangerang, GoodCar.id – PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) resmi memperkenalkan BAIC T1, kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) pertama BAIC untuk pasar Indonesia. Kehadiran model ini menjadi langkah awal BAIC dalam memasuki era kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) sekaligus memperkuat persaingan di segmen mobil listrik premium yang semakin berkembang di Tanah Air. Dengan harga pre-booking yang diproyeksikan berada di kisaran Rp300 jutaan, BAIC T1 hadir menawarkan kombinasi desain modern, kabin lapang, teknologi pintar, dan fitur premium yang ditujukan bagi konsumen urban yang menginginkan kendaraan listrik praktis untuk penggunaan sehari-hari. BAIC Indonesia menargetkan penjualan hingga 1.000 unit sampai akhir 2026 dan membidik sekitar 16 persen pangsa pasar segmen Premium Hatchback Crossover EV di Indonesia. Awal Strategi Kendaraan Listrik BAIC di Indonesia Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan peluncuran BAIC T1 menjadi tonggak penting dalam strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun portofolio kendaraan energi baru di Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang terus meningkat menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin siap menerima teknologi mobilitas ramah lingkungan. Dukungan pemerintah serta semakin berkembangnya infrastruktur pengisian daya turut menjadi faktor pendorong adopsi kendaraan listrik nasional. BAIC optimistis kehadiran T1 dapat memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisi merek sebagai salah satu pemain baru di pasar kendaraan listrik Indonesia. Berbasis Arcfox, Hadir dengan DNA Premium BAIC T1 sebenarnya dikembangkan dari Arcfox T1, salah satu model yang berasal dari sub-brand premium milik BAIC Group di Tiongkok. Meski menggunakan nama BAIC T1 untuk pasar Indonesia, kendaraan ini tetap mempertahankan karakter premium yang menjadi ciri khas Arcfox, mulai dari kualitas manufaktur, desain modern, hingga teknologi yang diusung. Langkah ini dilakukan agar BAIC dapat menghadirkan kendaraan listrik dengan nilai kompetitif tanpa menghilangkan identitas premium yang melekat pada produk tersebut. Kabin Luas dan Wheelbase Terpanjang di Kelasnya Salah satu daya tarik utama BAIC T1 adalah dimensinya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan. Mobil listrik ini memiliki ukuran panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm, dengan wheelbase mencapai 2.770 mm. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu kendaraan dengan wheelbase terpanjang di segmennya. Dimensi yang besar memberikan keuntungan berupa ruang kabin yang lebih lega bagi penumpang. Tidak hanya itu, BAIC T1 juga menawarkan hingga 32 ruang penyimpanan, termasuk tujuh phone holder dan lima hook multifungsi yang mendukung aktivitas harian pengguna. Kesan premium semakin terasa berkat penggunaan velg berukuran 18 inci, yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya. Untuk meningkatkan kenyamanan, BAIC turut menghadirkan Sky Roof seluas 2,34 meter persegi yang dipadukan dengan electric sunshade sehingga kabin terasa lebih lapang dan terang. Dibekali Teknologi Pintar dan Fitur ADAS Lengkap Masuk ke sektor teknologi, BAIC T1 dibekali layar infotainment berukuran besar yang terintegrasi dengan panel instrumen digital modern. Sistem ini mendukung konektivitas smartphone dan pembaruan perangkat lunak melalui teknologi Over-the-Air (OTA) sehingga kendaraan dapat terus mendapatkan peningkatan fitur tanpa harus datang ke bengkel. Pada aspek keselamatan, BAIC T1 dibekali 12 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara. Kehadiran teknologi tersebut membuat pengalaman berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan intuitif, terutama saat digunakan di lingkungan perkotaan yang padat. Jarak Tempuh 425 Km dan Fast Charging 25 Menit BAIC T1 menggunakan baterai berkapasitas 42,3 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 425 kilometer berdasarkan standar CLTC. Untuk mendukung mobilitas modern, mobil ini telah dilengkapi teknologi DC Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit. Kemampuan tersebut membuat pengguna tidak perlu menunggu lama saat melakukan pengisian daya, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Punya Fitur V2L dan Vehicle-to-Vehicle Charging Keunggulan lain yang ditawarkan BAIC T1 adalah hadirnya fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3.500 watt. Fitur ini memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik seperti laptop, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan aktivitas luar ruangan. Selain itu, BAIC T1 juga telah mendukung Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, teknologi yang memungkinkan kendaraan berbagi daya dengan kendaraan listrik lainnya. Dipadukan dengan sistem audio enam speaker dan teknologi Soundproof Cabin yang mampu meredam hingga 85 persen suara dari luar, BAIC T1 menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus modern. Dengan berbagai fitur tersebut, BAIC T1 hadir sebagai alternatif menarik di segmen mobil listrik premium dengan harga yang relatif terjangkau, sekaligus menjadi langkah awal BAIC dalam memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia. Lihat Selengkapnya
Sejarah Nissan X-Trail : Evolusi 4 Generasi SUV yang Sudah Terjual 8,1 Juta Unit di Dunia
07 Jul 2026
Sejarah Nissan X-Trail : Evolusi 4 Generasi SUV yang Sudah Terjual 8,1 Juta Unit di Dunia 07 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Nissan X-Trail berawal pada 2025. SUV yang pertama kali diperkenalkan Nissan pada November 2000 itu kini genap berusia 25 tahun dengan pencapaian penjualan global yang telah melampaui 8,1 juta unit. Selama seperempat abad, Nissan X-Trail mengalami banyak perubahan. Awalnya dikenal sebagai SUV untuk penggemar aktivitas luar ruang, model ini kemudian berkembang menjadi kendaraan keluarga yang dibekali teknologi elektrifikasi seperti e-POWER, mesin Variable Compression Turbo (VC-Turbo), hingga sistem penggerak empat roda e-4ORCE. Saat ini, X-Trail generasi terbaru telah dipasarkan di sekitar 95 negara. Nama X-Trail sendiri memiliki filosofi yang erat dengan karakter mobil tersebut. Huruf "X" diambil dari kata extreme yang menggambarkan semangat petualangan, sedangkan "Trail" berarti jalur atau lintasan yang identik dengan medan off-road. Kombinasi keduanya menjadi identitas SUV yang dirancang untuk menjelajah berbagai kondisi jalan tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Sejarah Nissan X-Trail Dimulai dari Generasi T30 Dalam sejarah Nissan X-Trail, generasi pertama berkode T30 menjadi fondasi yang membentuk identitas model ini. Dipasarkan pada 2000 hingga 2007, T30 hadir ketika SUV masih identik dengan kendaraan berukuran besar, konsumsi bahan bakar tinggi, dan kurang praktis digunakan setiap hari. Melalui X-Trail T30, Nissan mencoba menawarkan pendekatan berbeda. SUV ini dirancang untuk konsumen muda yang aktif berolahraga maupun beraktivitas di alam terbuka dengan menghadirkan kabin luas, ruang bagasi yang lapang, lantai bagasi yang dapat dicuci, serta jok berbahan tahan air sehingga lebih mudah dibersihkan setelah digunakan di berbagai kondisi. Pada penyegaran tahun 2003, Nissan menambahkan roda kemudi yang dapat diatur hingga sudut kemiringan 45 derajat. Fitur tersebut memberikan ruang lebih lega bagi pengemudi, termasuk ketika ingin berganti sepatu sebelum melakukan aktivitas seperti bermain snowboard atau olahraga luar ruang lainnya. Salah satu ciri khas T30 adalah kehadiran Hyper Roof Rail, rel atap yang sekaligus berfungsi sebagai lampu tambahan untuk meningkatkan visibilitas ketika berkendara malam hari. Di sektor teknis, generasi pertama memperkenalkan sistem ALL MODE 4x4, teknologi penggerak empat roda elektronik yang mampu mengatur distribusi tenaga sesuai kondisi jalan. Pengemudi dapat memilih mode 2WD, AUTO, maupun LOCK dengan distribusi torsi tetap 57:43 ketika dibutuhkan. Khusus pasar Jepang, Nissan juga menghadirkan X-Trail GT yang menggunakan mesin SR20VET, mesin produksi massal pertama di dunia yang mengombinasikan teknologi Variable Valve Lift and Timing (VVL) dengan turbocharger dan menghasilkan tenaga hingga 280 PS. Generasi T31 Tingkatkan Kemampuan Berkendara Perjalanan sejarah Nissan X-Trail berlanjut melalui generasi kedua atau T31 yang diperkenalkan pada 2007. Nissan tetap mempertahankan karakter SUV tangguh, namun memberikan peningkatan pada aspek kenyamanan dan teknologi pengendalian. Model ini dibekali sistem ALL MODE 4x4-i yang dipadukan dengan Yaw Moment Control. Teknologi tersebut memanfaatkan sensor sudut kemudi, sensor yaw, serta sensor gaya gravitasi untuk mengatur distribusi torsi sehingga kendaraan tetap stabil ketika melewati tikungan maupun jalan dengan permukaan licin. Selain itu tersedia pula Hill Start Assist dan Hill Descent Control yang membantu pengemudi saat melintasi tanjakan maupun turunan. Karakter praktis khas X-Trail juga dipertahankan melalui bagasi dua tingkat yang mudah dibersihkan serta penggunaan material interior tahan air. Generasi T32 Mulai Memasuki Era Teknologi Pintar Jika melihat sejarah Nissan X-Trail, salah satu perubahan besar terjadi pada generasi T32 yang meluncur pada 2013. Nissan mulai mengubah desain menjadi lebih modern dengan tampilan yang lebih premium, sekaligus memperluas pilihan mesin melalui varian bensin dan hybrid. Di Amerika Utara, model ini dipasarkan menggunakan nama Rogue. Generasi T32 menjadi yang pertama menghadirkan teknologi Active Ride Control, Active Engine Brake, dan Cornering Stability Assist untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus stabilitas kendaraan. Setelah mendapat pembaruan, Nissan melengkapi T32 dengan Intelligent Around View Monitor untuk membantu proses parkir, serta ProPILOT, sistem bantuan berkendara yang dapat membantu akselerasi, pengereman, dan kemudi saat melaju di jalan raya satu jalur. Meski semakin modern, Nissan tetap mempertahankan identitas X-Trail melalui lantai bagasi tahan air, ruang kargo yang luas, serta penambahan hands-free power tailgate untuk memudahkan akses ke bagasi. T33 Membawa Nissan X-Trail ke Era Elektrifikasi Babak terbaru dalam sejarah Nissan X-Trail dimulai lewat generasi keempat berkode T33 yang pertama kali diperkenalkan di Amerika Utara pada 2020 dan menyusul di Jepang pada 2022. Generasi ini mengusung teknologi e-POWER, di mana roda kendaraan digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin bensin VC-Turbo berfungsi sebagai generator penghasil listrik. Pendekatan tersebut menghasilkan karakter berkendara yang menyerupai mobil listrik dengan respons akselerasi yang halus tanpa memerlukan pengisian daya eksternal. Untuk mendukung kemampuan di berbagai kondisi jalan, Nissan juga menyematkan teknologi e-4ORCE. Sistem penggerak empat roda elektrik ini mengombinasikan kontrol motor listrik dan pengereman sehingga distribusi tenaga ke setiap roda dapat diatur secara presisi, termasuk saat melintasi jalan pegunungan maupun permukaan bersalju. Selain peningkatan teknologi, T33 juga menawarkan bukaan bagasi yang lebih lebar, sumber listrik AC 100 volt untuk pasar domestik Jepang, serta sistem audio premium BOSE dengan sembilan speaker. Sejarah Nissan X-Trail Terus Berkembang Mengikuti Perubahan Zaman Selama 25 tahun, sejarah Nissan X-Trail menunjukkan bagaimana sebuah SUV terus berevolusi mengikuti kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi otomotif. Mulai dari T30 yang menonjolkan kepraktisan untuk aktivitas luar ruang, T31 dengan peningkatan sistem pengendalian, T32 yang membawa teknologi bantuan berkendara, hingga T33 yang memasuki era elektrifikasi melalui e-POWER dan e-4ORCE. Di momen peringatan 25 tahun ini, Nissan juga menghadirkan tambahan varian NISMO dan ROCK CREEK di sejumlah pasar. Kehadiran model tersebut menjadi bagian dari pengembangan lini X-Trail yang selama dua setengah dekade telah mencatat penjualan lebih dari 8,1 juta unit di berbagai negara. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa sejarah Nissan X-Trail bukan hanya tentang pergantian generasi, tetapi juga bagaimana sebuah SUV beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen, mulai dari kendaraan untuk bertualang hingga menjadi SUV modern dengan teknologi elektrifikasi. Lihat Selengkapnya
Konsumen Sudah Bisa Test Drive Leapmotor B10, SUV Listrik Daya Jelajah 516 Km Ini Siap Meluncur
02 Jul 2026
Konsumen Sudah Bisa Test Drive Leapmotor B10, SUV Listrik Daya Jelajah 516 Km Ini Siap Meluncur 02 Jul 2026 JAKARTA, Goodcar.id – PT Indomobil National Distributor mulai memperkenalkan Leapmotor B10 kepada publik melalui rangkaian acara Exclusive Preview Leapmotor B10 & Padel Fun Match yang berlangsung pada 2-3 Juli 2026 di Athletiqs Airdome, Kuningan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi kesempatan pertama bagi media dan tamu undangan untuk menjajal langsung Leapmotor B10 sebelum SUV listrik tersebut diluncurkan secara resmi di Indonesia. Meski harga belum diumumkan, kehadiran mobil ini menjadi sinyal bahwa Leapmotor semakin dekat memasuki persaingan kendaraan listrik nasional. Sebanyak enam unit Leapmotor B10 disiapkan sebagai armada test drive. Peserta dapat menguji mobil tersebut di area parkir maupun di jalan sekitar kawasan Kuningan. Sementara satu unit berwarna Dawn Purple dipajang di area lapangan padel sebagai display utama acara. Selain sesi test drive, Leapmotor juga memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkenalkan identitas merek serta strategi bisnisnya di Indonesia. Presentasi dilakukan oleh CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, bersama Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor. Dalam paparannya, keduanya menjelaskan strategi global Leapmotor, posisi merek di bawah grup Stellantis, hingga teknologi yang dibawa Leapmotor B10 ke pasar Indonesia. Samuel Christian Wowor mengatakan, tujuan utama acara tersebut bukan sekadar memperlihatkan produk baru, tetapi juga membangun pengenalan merek sebelum peluncuran resmi. "Alasan simple acara ini adalah kami ingin semua khalayak mengetahui bahwa Leapmotor sudah bersiap untuk hadir di Indonesia, kami ingin banyak orang mengenal khususnya brand-nya terlebih dahulu kemudian produknya sendiri secara lebih spesifik agar makin siap saat harganya launch nanti," ujar Samuel Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia. Leapmotor B10 Pamerkan Fitur Vehicle to Load Salah satu teknologi yang menjadi fokus demonstrasi dalam acara ini adalah Vehicle to Load (V2L). Fitur tersebut memungkinkan baterai mobil menyalurkan listrik ke perangkat elektronik eksternal. Selama acara berlangsung, Leapmotor B10 digunakan sebagai sumber listrik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari televisi, sistem audio, hingga laptop yang digunakan dalam operasional acara. Kemampuan discharge listriknya diklaim mencapai 3.300 watt, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas luar ruangan seperti berkemah, kegiatan komunitas, hingga kebutuhan operasional di lokasi tanpa sumber listrik tetap. Fitur V2L sendiri mulai menjadi salah satu teknologi yang banyak diadopsi kendaraan listrik modern karena memberikan fungsi tambahan di luar kebutuhan mobilitas. Dimana Test Drive Leapmotor? Dari sisi spesifikasi, Leapmotor B10 diposisikan sebagai Smart Compact SUV yang menggabungkan performa kendaraan listrik dengan teknologi digital. Mobil ini dibekali motor listrik bertenaga 160 kW atau sekitar 214 hp. Untuk daya jelajah, Leapmotor mengklaim mobil mampu menempuh hingga 516 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC. Selain performa, Leapmotor juga menonjolkan aspek kepraktisan melalui bagasi berkapasitas besar serta kehadiran Persona Panel Dashboard. Panel tersebut dirancang agar pemilik dapat memasang berbagai aksesori maupun menggantung perlengkapan sehingga barang bawaan lebih mudah dijangkau oleh pengemudi maupun penumpang. Konsep ini menjadi salah satu pembeda yang ditawarkan Leapmotor B10 dibandingkan SUV listrik lain di kelasnya. Masuknya Leapmotor juga memperluas portofolio merek yang berada di bawah naungan PT Indomobil National Distributor sebagai Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan Stellantis di Indonesia. Sebelumnya perusahaan tersebut telah menghadirkan Citroën sejak 2023 dan Jeep pada 2025. Kini, Leapmotor menjadi merek ketiga yang dipasarkan melalui jaringan distribusi tersebut. Strategi tersebut menunjukkan langkah Indomobil dalam memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional, terutama pada segmen SUV listrik kompak yang mulai diisi berbagai pemain baru. Meski demikian, hingga acara preview ini berlangsung, PT Indomobil National Distributor masih belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal peluncuran Leapmotor B10 di Indonesia. Dengan spesifikasi berupa tenaga 160 kW, jarak tempuh 516 km (NEDC), serta fitur Vehicle to Load berdaya 3.300 watt, Leapmotor B10 diproyeksikan akan bersaing di segmen SUV listrik kompak yang saat ini semakin ramai di pasar Indonesia. Informasi mengenai harga dan varian diperkirakan akan diumumkan saat peluncuran resminya dalam waktu dekat. Sementara itu, bagi calon konsumen yang ingin mengenal lebih dekat Leapmotor B10, Indomobil juga telah menyiapkan layanan di showroom Leapmotor MT Haryono di kawasan Wisma Indomobil, Jakarta Timur. Di lokasi ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai produk, melakukan konsultasi dengan tenaga penjual, hingga mencoba langsung Leapmotor B10 melalui sesi test drive sebelum mobil tersebut resmi dipasarkan di Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.