Beranda / Artikel / TKDN 50 Persen, Indomobil eMotor Perkuat Produksi Lokal dan Ekosistem Motor Listrik Indonesia
Artikel

TKDN 50 Persen, Indomobil eMotor Perkuat Produksi Lokal dan Ekosistem Motor Listrik Indonesia

Oktaryan W
18 August 2026 17:44

JAKARTA, GoodCar.id – PT Indomobil Emotor Internasional terus memperkuat kiprahnya di industri kendaraan listrik nasional. Tak hanya menawarkan beragam pilihan motor listrik, perusahaan kini mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50 persen, sekaligus mempertegas komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik berbasis produksi lokal.

Capaian TKDN tersebut telah melampaui standar minimum 40 persen yang menjadi salah satu acuan bagi kendaraan untuk memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri. Dengan semakin besarnya penggunaan komponen dan proses produksi di dalam negeri, Indomobil eMotor berupaya mengambil peran dalam membangun rantai industri kendaraan listrik yang lebih kuat.

TKDN 50 Persen Perkuat Produksi Motor Listrik Lokal

CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, mengatakan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak berhenti pada menghadirkan produk kepada konsumen. Menurutnya, pertumbuhan industri juga membutuhkan dukungan produksi, jaringan distribusi, serta layanan purna jual yang mampu memberikan kepastian dalam jangka panjang.

“Bagi kami, membangun ekosistem kendaraan listrik bukan hanya tentang menghadirkan motor listrik. Kami juga perlu memastikan proses produksinya melibatkan industri dalam negeri, produknya sesuai dengan karakter penggunaan di Indonesia, serta konsumen memiliki akses terhadap jaringan dealer, layanan, dan suku cadang ketika dibutuhkan,” ujar Pius Wirawan.

Seluruh lini motor listrik Indomobil eMotor saat ini dirakit di fasilitas National Assembler (NA) yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi KM 18, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur.

Perakitan di dalam negeri yang didukung penggunaan komponen lokal menjadi bagian penting dalam pencapaian TKDN 50 persen. Langkah tersebut sekaligus mencerminkan upaya perusahaan untuk meningkatkan kontribusi terhadap industri manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.

Produk Motor Listrik Disesuaikan dengan Kebutuhan Konsumen

Selain memperkuat aspek produksi, Indomobil eMotor juga menghadirkan lini produk yang dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter mobilitas masyarakat Indonesia.

Berbagai faktor seperti kondisi jalan, kebutuhan jarak tempuh, aktivitas perkotaan, hingga pola penggunaan sehari-hari menjadi pertimbangan dalam pengembangan produk. Saat ini, portofolio Indomobil eMotor mencakup QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, hingga Tyranno X.

Masing-masing model menawarkan karakter dan kemampuan berbeda sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan mobilitas. Pendekatan tersebut menjadi penting seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, terutama untuk penggunaan sebagai kendaraan harian.

Pius menilai pengalaman panjang Indomobil di industri otomotif menjadi salah satu fondasi dalam membangun bisnis kendaraan listrik.

“Indomobil memiliki pengalaman panjang dalam industri otomotif nasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi kami dalam mengembangkan Indomobil eMotor dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga pembangunan industri serta pelayanan kepada konsumen,” tuturnya.

Perluas Jaringan Dealer hingga 156 Titik

Penguatan ekosistem kendaraan listrik juga dilakukan melalui perluasan jaringan distribusi. Hingga saat ini, Indomobil eMotor telah memiliki 156 jaringan dealer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Jaringan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan, tetapi juga menjadi akses bagi konsumen untuk memperoleh informasi produk, melakukan perawatan, mendapatkan dukungan teknis, hingga memperoleh layanan purna jual.

Ketersediaan jaringan yang luas dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap motor listrik. Terlebih, konsumen membutuhkan kepastian mengenai layanan setelah kendaraan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

“Konsumen tentu tidak hanya memikirkan kendaraan pada saat membeli. Mereka juga ingin mengetahui ke mana harus datang ketika membutuhkan perawatan, pemeriksaan, maupun penggantian komponen. Karena itu, perluasan jaringan dealer menjadi salah satu fokus kami agar kepemilikan motor listrik dapat memberikan rasa aman dalam jangka panjang,” jelas Pius.

Suku Cadang Jadi Bagian dari Strategi Purna Jual

Selain jaringan dealer, Indomobil eMotor turut menyiapkan dukungan ketersediaan suku cadang untuk seluruh lini produknya. Kesiapan komponen menjadi bagian penting dalam memastikan kendaraan tetap dapat digunakan dan dirawat secara optimal.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan motor listrik, tetapi juga berupaya membangun pengalaman kepemilikan secara menyeluruh.

Dengan kombinasi TKDN 50 persen, perakitan lokal, 156 jaringan dealer, serta dukungan suku cadang dan layanan purna jual, Indomobil eMotor ingin membangun fondasi ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi di Indonesia.

“Tujuan kami adalah menghadirkan kendaraan listrik yang relevan bagi masyarakat Indonesia sekaligus membangun ekosistem yang dapat mendukung konsumennya dalam jangka panjang. Produk, produksi lokal, jaringan dealer, serta layanan purna jual harus berjalan bersama agar kendaraan listrik semakin mudah diterima dan digunakan masyarakat,” tutup Pius.

Melalui strategi tersebut, Indomobil eMotor memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik nasional sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan motor listrik di Indonesia tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga kesiapan produksi lokal, distribusi, layanan, dan ekosistem kepemilikan.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua