Beranda / Artikel / Kimi Antonelli Menang Dramatis di Monza, Cetak Sejarah dari Posisi ke-19
Artikel

Kimi Antonelli Menang Dramatis di Monza, Cetak Sejarah dari Posisi ke-19

Muhammad King
07 September 2026 14:56

GoodCar.id - Para tifosi Ferrari memang harus kembali menunda pesta kemenangan di kandang sendiri. Namun, publik Italia tetap mendapatkan alasan untuk merayakan sesuatu setelah Kimi Antonelli tampil luar biasa di Formula 1 GP Italia 2026.

Pembalap muda asal Italia tersebut berhasil memenangkan balapan setelah memulai dari posisi ke-19. Bukan sekadar menang, Antonelli bahkan mampu mengalahkan rekan setimnya, George Russell, yang start dari posisi kedua, serta Max Verstappen dari Red Bull Racing.

Hasil ini sekaligus menjadi salah satu comeback paling impresif dalam sejarah Formula 1. Antonelli hanya kalah dari John Watson yang pernah memenangkan GP Long Beach 1983 setelah memulai balapan dari posisi ke-22.

Lebih istimewa lagi, kemenangan ini membuat Antonelli menjadi pembalap Italia pertama yang memenangkan balapan F1 di Monza setelah Ludovico Scarfiotti pada 1966. Penantian panjang selama 60 tahun akhirnya terhenti di tangan pembalap Mercedes berusia 20 tahun tersebut.

Dari Penalti Grid hingga Puncak Podium

foto : mercedesamgf1.com

Kemenangan Antonelli sebenarnya sulit diprediksi sebelum balapan dimulai. Mercedes harus menerima penalti grid setelah menggunakan sejumlah komponen mesin baru pada mobilnya. Alhasil, Antonelli harus memulai balapan dari posisi ke-19.

Dengan kondisi tersebut, finis di posisi kelima saja sudah dianggap sebagai hasil yang bagus bagi Mercedes. Namun, Antonelli justru menunjukkan performa di luar ekspektasi.

Sejak awal balapan, pembalap muda tersebut mampu melewati satu per satu rivalnya. Dalam waktu hanya 17 lap, Antonelli bahkan sudah berhasil merangsek hingga ke barisan depan dan bertarung langsung dengan George Russell.

Russell sempat berada di posisi terdepan. Namun, Antonelli tidak berhenti mengejar. Setelah melakukan pit stop tambahan dan kembali ke lintasan di posisi keenam, ia kembali memburu Russell dengan kondisi ban yang lebih segar.

Strategi Mercedes tersebut akhirnya membuahkan hasil. Antonelli mampu kembali mendekati Russell dan merebut posisi pertama.

Yang menarik, ini bukan hanya soal kecepatan mobil Mercedes. Antonelli juga memperlihatkan kemampuan membaca balapan dan mengontrol situasi ketika harus melewati banyak pembalap.

Toto Wolff Sudah Prediksi Antonelli Menang

foto : mercedesamgf1.com

Penampilan Antonelli di Monza juga menjadi momen emosional bagi Toto Wolff. Prinsipal Mercedes tersebut merupakan salah satu sosok yang sejak awal memberikan kepercayaan besar kepada Antonelli, termasuk ketika keputusan untuk mempromosikannya ke tim utama sempat dipertanyakan.

Wolff mengaku sebenarnya sudah memiliki keyakinan bahwa Antonelli bisa memenangkan balapan di Monza.

“Saya tahu bahwa misinya hari ini adalah memenangkan balapan. Kemarin saya berbicara dengan ayahnya dan ayahnya sudah melihat hal ini akan terjadi. Kemudian ada momen-momen lain ketika Anda bisa melihat bagaimana akhir pekan ini berkembang, melalui setiap sesi, dan mulai menyadari bahwa sesuatu yang istimewa mungkin terjadi.” dikutip dari the Guardian (07/09)

Antonelli sendiri langsung merayakan kemenangan tersebut dengan penuh emosi. Teriakan kegembiraan dari pembalap berusia 20 tahun itu menjadi gambaran betapa spesialnya kemenangan di depan publik negaranya sendiri.

Antonelli Semakin Dekat dengan Gelar Juara Dunia

Di balik kemenangan dramatis tersebut, ada dampak yang jauh lebih besar terhadap persaingan gelar juara dunia F1 2026. Sebelum GP Italia digelar, George Russell sebenarnya datang ke Monza dengan misi memangkas keunggulan 59 poin milik Antonelli. Namun, hasil balapan justru membuat situasinya semakin berat.

Russell kini tertinggal 66 poin dari rekan setimnya tersebut. Artinya, akhir pekan yang awalnya diperkirakan menjadi ajang untuk meminimalkan kerugian bagi Antonelli justru berubah menjadi keuntungan besar. Kemenangan di Monza membuat peluangnya untuk merebut gelar juara dunia semakin terbuka.

Antonelli juga menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya memiliki kecepatan ketika berada di posisi depan. Dari posisi ke-19, ia mampu mengatur ritme, memilih waktu untuk melakukan manuver, melewati pembalap yang lebih lambat, sekaligus menjaga konsistensi hingga akhir balapan.

Kemampuan tersebut menjadi bukti bahwa Antonelli mulai berkembang menjadi pembalap yang lebih komplet.

GP Italia Juga Diwarnai Sejumlah Insiden

foto : formula1.com

Selain aksi comeback Antonelli, GP Italia 2026 juga berlangsung cukup dramatis. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlibat insiden di tikungan pertama. Leclerc kemudian kembali mengalami kecelakaan besar di Parabolica pada lap kedua. Beruntung, pembalap Ferrari tersebut berhasil keluar dari mobil dalam kondisi selamat.

Max Verstappen juga terlibat dalam sejumlah duel sengit dengan dua pembalap Mercedes di barisan depan. Namun, pada akhirnya Verstappen harus puas finis di posisi ketiga di belakang Russell.

Sementara itu, panggung utama Monza sepenuhnya menjadi milik Kimi Antonelli. Start dari posisi ke-19, menyalip 18 pembalap di depannya, mengalahkan rekan setim yang start dari posisi kedua, dan mengakhiri penantian 60 tahun kemenangan pembalap Italia di Monza.

Kalau performa seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kimi Antonelli akan menjadi salah satu nama besar baru dalam sejarah Formula 1.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua