JAKARTA, Goodcar.id - Abu vulkanik yang menempel pada mobil dan sepeda motor tidak boleh diperlakukan seperti debu biasa. Partikel abu berukuran sangat kecil dan bersifat abrasif sehingga dapat menggores permukaan kendaraan, menyumbat filter udara, hingga meningkatkan keausan sejumlah komponen.
U.S. Geological Survey (USGS) dalam panduannya mengenai dampak abu vulkanik terhadap kendaraan menyebut abu dapat masuk melalui berbagai celah dan mengikis atau menggores permukaan kendaraan. Partikel tersebut juga dapat menyumbat sistem penyaringan udara dan meningkatkan keausan mesin.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu berhati-hati ketika membersihkan mobil atau motor setelah terkena paparan abu vulkanik.
1. Jangan Langsung Mengelap Abu yang Menempel
Kesalahan yang paling mudah dilakukan adalah langsung mengambil kain atau lap ketika melihat bodi kendaraan tertutup abu.
USGS menyarankan agar abu tidak disikat dari permukaan kendaraan karena tindakan tersebut dapat menyebabkan goresan. Abu yang berada di antara kain dan permukaan bodi bisa bertindak seperti material abrasif.
Karena itu, hindari menggosok permukaan kendaraan dalam kondisi masih dipenuhi abu kering. Langkah pertama adalah mengurangi sebanyak mungkin partikel abu dari permukaan dengan air.
2. Bilas Kendaraan Menggunakan Air
Setelah paparan abu berhenti dan kondisi memungkinkan untuk melakukan pembersihan, kendaraan dapat dibilas untuk membantu menghilangkan abu yang menempel.
USGS merekomendasikan pembersihan kendaraan secara rutin menggunakan air untuk membilas abu. Panduan tersebut juga menyebut bagian seperti mesin, radiator dan komponen penting lainnya perlu dibersihkan dari akumulasi abu.
Untuk pemilik mobil, proses pembersihan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada panel bodi. Abu dapat masuk ke ruang mesin, bagasi dan tempat penyimpanan ban cadangan.
Namun, bagian kelistrikan dan saluran udara harus diperhatikan agar proses pencucian tidak justru menimbulkan masalah baru.
3. Jangan Gunakan Wiper Saat Kaca Masih Berabu
Kaca depan juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.
USGS mengingatkan bahwa abu yang berada di antara kaca depan dan karet wiper dapat menggores serta meninggalkan kerusakan permanen pada kaca. Mengoperasikan wiper ketika permukaan kaca masih kering dan terdapat abu berisiko memperparah kondisi tersebut.
Karena itu, bersihkan terlebih dahulu abu dari kaca menggunakan air sebelum menggunakan wiper. Pastikan juga karet wiper tidak membawa partikel abu yang dapat bergesekan dengan kaca.
4. Periksa Filter Udara
Bagian lain yang tidak boleh dilewatkan adalah filter udara.
Abu vulkanik dapat menyumbat sistem filtrasi udara. USGS menyebut kondisi tersebut dapat berujung pada masalah seperti overheating hingga kegagalan mesin apabila paparan abu cukup berat. Partikel abu yang masuk ke dalam mesin juga dapat meningkatkan keausan komponen.
Jika kendaraan berada di wilayah yang terkena paparan abu cukup tebal, filter udara sebaiknya diperiksa. Untuk pembersihan atau penggantian, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti prosedur dalam buku manual atau meminta bantuan mekanik apabila tidak memahami cara penanganannya.
USGS juga mengingatkan agar kendaraan tidak dijalankan tanpa filter udara.
5. Perhatikan Rem dan Bagian Bergerak
Abu vulkanik juga dapat masuk ke komponen kendaraan yang memiliki bagian bergerak.
USGS menyebut sistem rem sangat rentan terhadap abrasi dan penyumbatan akibat abu. Karena itu, kendaraan yang digunakan dalam kondisi paparan abu berat membutuhkan perhatian lebih terhadap sistem pengereman.
Untuk mobil maupun sepeda motor, pemilik sebaiknya memperhatikan perubahan pada kinerja rem setelah kendaraan digunakan di lingkungan yang banyak mengandung abu. Jika muncul gejala tidak normal, pemeriksaan di bengkel menjadi langkah yang lebih aman.
6. Sebisa Mungkin Jangan Menggunakan Kendaraan
Membersihkan kendaraan memang penting, tetapi USGS menempatkan langkah yang lebih mendasar: hindari berkendara jika tidak diperlukan ketika kondisi masih dipenuhi abu vulkanik.
Abu dapat membuat permukaan jalan licin, mengurangi jarak pandang dan kembali beterbangan akibat kendaraan yang melintas. Pada saat yang sama, kendaraan dapat mengalami kerusakan karena paparan abu.
USGS bahkan menyarankan agar masyarakat tidak berkendara kecuali benar-benar diperlukan ketika terjadi hujan abu. Jika harus berkendara, kecepatan perlu dikurangi dan pengemudi harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan serta jarak pandang.
7. Tunggu Kondisi Aman Sebelum Membersihkan
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan. Pembersihan kendaraan sebaiknya tidak membuat pemilik kendaraan justru terpapar abu secara berlebihan.
USGS menyarankan masyarakat meminimalkan paparan abu dan berlindung ketika terjadi hujan abu. Untuk kegiatan pembersihan, waktunya perlu disesuaikan dengan kondisi dan keselamatan.
Dengan demikian, apabila abu masih terus turun dalam jumlah banyak, pemilik kendaraan tidak perlu terburu-buru keluar hanya untuk mencuci mobil atau motor. Tunggu sampai kondisi memungkinkan, kemudian lakukan pembersihan dengan metode yang tidak membuat abu semakin bergesekan dengan permukaan kendaraan.
Pada akhirnya, kunci merawat kendaraan setelah terkena abu vulkanik adalah jangan menggosok abu secara langsung, gunakan air untuk membantu membilasnya, periksa filter udara dan komponen penting, serta kurangi penggunaan kendaraan selama kondisi masih dipenuhi abu.
Panduan USGS tersebut memang dibuat berdasarkan pengalaman paparan abu vulkanik, termasuk pengalaman setelah erupsi Mount St. Helens. USGS juga mengingatkan bahwa rekomendasi perawatan perlu disesuaikan dengan manual dan rekomendasi pabrikan kendaraan yang digunakan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung hingga saat ini membuat paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian, termasuk bagi pemilik kendaraan di wilayah yang terdampak. Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi Anak Krakatau terus berlangsung sejak 2 Juli 2026 dan pada 5 September 2026 terjadi erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.
Status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga, dengan potensi bahaya antara lain hujan abu lebat.
Karena itu, pemilik mobil dan sepeda motor yang terkena abu sebaiknya tidak terburu-buru membersihkan kendaraan dengan cara mengelapnya dalam kondisi kering. Membilas abu secara hati-hati, memeriksa bagian penting kendaraan, serta mengurangi penggunaan kendaraan ketika hujan abu masih terjadi menjadi langkah yang lebih aman.
Untuk perkembangan aktivitas Anak Krakatau, masyarakat juga diimbau selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG dan MAGMA Indonesia.