Beranda / Motor Baru / Katalog / HONDA EM 1 e STANDAR

HONDA EM 1 e STANDAR

Rp 40 Juta - Rp 40.5 Juta
Jarak Tempuh
41 KM
Mesin
HUB MOTOR ELECTRIC
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Transmisi
Matic
Jarak Tempuh
41 KM
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
EXCELLENT MATTE SILVER
SMART RED
INNOVATIVE WHITE
INTELLIGENT MATTE BLACK
Tipe Kendaraan
HONDA EM 1 e STANDAR
Rp 40 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
HONDA EM 1 e PLUS
Rp 40.5 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
HONDA EM 1 e STANDAR
HONDA EM 1 e PLUS
Jarak Tempuh
41 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
HUB MOTOR ELECTRIC
Drive Type
JADWALKAN TEST DRIVE MOTOR
HONDA EM 1 E STANDAR
Artikel Terkait
Lihat Semua
Honda Prelude 2026 Catat 270 Pemesanan, Sport Hybrid Under Rp1 Mliyar Laris!
04 Mar 2026
Honda Prelude 2026 Catat 270 Pemesanan, Sport Hybrid Under Rp1 Mliyar Laris! 04 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Honda Prelude 2026 telah mencatat 270 pemesanan sebelum pengiriman perdana unit dijadwalkan pada Mei 2026. Informasi ini diumumkan dalam agenda iftar bersama media pada 3 Maret 2026 di markas Honda Prospect Motor, Sunter, Jakarta Utara, dengan sebagian besar pemesanan berasal dari wilayah Jakarta. Model ini diperkenalkan sebagai coupe sport yang mengusung sistem elektrifikasi, dan menjadi bagian dari strategi elektrifikasi Honda di Indonesia. Prelude termasuk dalam rencana Honda menghadirkan dua model hybrid tambahan dan satu battery electric vehicle (BEV) sepanjang 2026. Ketiga model tersebut disiapkan untuk memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di berbagai segmen, termasuk sport, SUV, dan city car. Yusak Billy menyampaikan bahwa Honda menekankan layanan purna jual dan ekosistem kepemilikan sebagai bagian dari strategi perusahaan. “Kami memastikan pelanggan mendapatkan produk yang relevan, layanan bebas khawatir, serta ekosistem kepemilikan yang terintegrasi,” tegas Yusak Billy. Distribusi Honda Prelude 2026 akan dimulai pada Mei 2026, dan detail lanjutan terkait spesifikasi serta pengiriman akan diumumkan oleh Honda kemudian. 4 Model Terbaru Sudah Meluncur Awal Tahun 2026 Sebagai informasi, Honda juga sudah menyegarkan beberapa line up produknya di awal tahun 2026 ini. Pada segmen entry level, Honda Brio Satya 2026 kini tersedia dengan varian baru S CVT Type. Tambahan varian ini memperluas pilihan bagi konsumen yang menginginkan city car praktis dengan transmisi otomatis CVT. Sebagai model yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan, Honda Brio Satya tetap mempertahankan positioning sebagai mobil pertama bagi banyak konsumen Indonesia. Penyegaran ini difokuskan pada peningkatan value tanpa mengubah karakter utamanya sebagai city car irit dan fungsional. Dengan strategi tersebut, Honda menjaga daya saing Brio Satya di tengah kompetisi ketat segmen LCGC dan city car nasional. Masuk ke segmen SUV keluarga, Honda BR-V N7X Edition 2026 mendapatkan sentuhan baru melalui paket eksterior Black Edition. Ubahan ini memperkuat karakter sporty dan maskulin yang selama ini menjadi identitas BR-V. Tampilan lebih gelap dan tegas pada beberapa elemen eksterior membuat BR-V N7X Edition terlihat lebih agresif tanpa mengubah basis desain utamanya. Strategi ini menyasar konsumen keluarga muda yang menginginkan SUV tiga baris dengan aura lebih modern. Penyegaran Honda BR-V N7X Edition juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan daya saing di segmen LSUV yang terus berkembang. Di kelas SUV menengah, Honda CR-V e:HEV 2026 mendapat perhatian khusus. Model hybrid ini kini hadir dengan skema harga lebih kompetitif, termasuk strategi “RS e:HEV Same Price”. Langkah tersebut mempertegas keseriusan Honda dalam memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Dengan varian hybrid yang semakin terjangkau, CR-V e:HEV diproyeksikan mampu menjangkau konsumen yang ingin beralih ke teknologi ramah lingkungan tanpa meninggalkan kenyamanan SUV premium. Strategi harga ini juga menjadi bagian dari peta jalan elektrifikasi Honda menuju 2026. Sementara itu, Honda WR-V 2026 memperoleh pembaruan pada sisi eksterior serta improvement pada interior. SUV kompak ini tetap mempertahankan desain agresif, namun kini tampil lebih segar. Penyempurnaan interior dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman berkendara, khususnya bagi pengguna urban. Dengan pembaruan tersebut, WR-V tetap menjadi salah satu opsi menarik di segmen SUV kompak. Penyegaran Honda WR-V menegaskan fokus brand dalam menjaga daya tarik produk yang sudah memiliki basis konsumen kuat. Lihat Selengkapnya
Motor Listrik Honda UC3 2026 Bakal Masuk Indonesia?
04 Mar 2026
Motor Listrik Honda UC3 2026 Bakal Masuk Indonesia? 04 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Rencana ekspansi sepeda motor listrik Honda semakin terlihat jelas, termasuk peluang kehadirannya di pasar Indonesia. Salah satu sinyal awal datang dari pendaftaran nama model terbaru yang kini mulai menarik perhatian publik otomotif. Menariknya, nama UC3 tercatat di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Indonesia dengan nomor registrasi IDM001340781 atas nama Honda Motor Co., Ltd. yang beralamat di Tokyo, Jepang. Langkah ini kerap dibaca sebagai indikasi awal keseriusan pabrikan dalam menyiapkan sebuah model untuk pasar tertentu, termasuk Indonesia. Meski demikian, pendaftaran merek tidak selalu berarti peluncuran resmi akan dilakukan dalam waktu dekat. Honda telah memulai penjualan sepeda motor listrik bertenaga baterai tetap UC3 di Thailand dan Vietnam sejak musim semi ini. Model tersebut diposisikan setara dengan sepeda motor mesin pembakaran internal (ICE) kelas 110 cc. Seiring peluncuran produk, Honda juga bergerak paralel dengan memperluas infrastruktur pengisian daya di kota-kota besar di kedua negara tersebut guna mendukung ekosistem kendaraan listrik roda dua. Konsep dan Filosofi Produk UC3 menjadi sepeda motor listrik dua roda pertama yang merepresentasikan janji merek global baru Honda di lini motor listrik, “Expected life. Unexpected discoveries.” Model ini dikembangkan berdasarkan konsep “Intelligent Urban Life Partner,” dengan tujuan menghadirkan nilai baru dalam mobilitas listrik tanpa mengesampingkan standar kualitas dan keselamatan tinggi yang telah menjadi ciri Honda selama puluhan tahun. Sebagai sumber tenaga, UC3 menggunakan baterai lithium ion fosfat (LFP) tipe tetap pertama yang dikembangkan Honda. Motor roda yang digunakan merupakan hasil pengembangan internal Honda dengan output maksimum 6,0 kW. Berkat optimalisasi kontrol regeneratif serta desain sirkuit magnetik yang efisien, UC3 mampu menempuh jarak hingga 122 km dalam sekali pengisian daya (Mode 1 WMTC, nilai tersertifikasi di Thailand). Untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna, UC3 dibekali tiga mode berkendara, yaitu STANDARD, SPORT, dan ECON. Selain itu, tersedia pula mode mundur yang dirancang untuk memudahkan manuver saat parkir atau bergerak di ruang sempit. Desain dan Identitas Visual Dari sisi tampilan, UC3 mengusung desain dengan lekukan yang mengalir dari depan ke belakang serta bentuk ekor melengkung yang khas. Motor ini dilengkapi lampu tanda horizontal, pertama kali diterapkan pada motor listrik Honda sebelumnya. Skema warna EV khusus memadukan dominasi warna hitam dengan aksen emas, sementara logo produk menggunakan font baru ‘Honda’ yang eksklusif untuk lini motor listrik. UC3 menggunakan standar pengisian daya “CHAdeMO untuk sepeda motor” yang dikembangkan berdasarkan spesifikasi internasional yang direkomendasikan oleh CHAdeMO Association. Honda menyediakan dua opsi pengisi daya, yakni 1.200 W dan 450 W, untuk menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur yang berbeda. Waktu pengisian daya dari 0 hingga 100 persen berkisar sekitar 4 jam dengan charger 1.200 W dan 9 jam dengan charger 450 W, sementara pengisian 20 hingga 80 persen masing-masing membutuhkan sekitar 2 jam dan 5 jam. Lihat Selengkapnya
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah
03 Mar 2026
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah 03 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Tiga produsen mobil asal China sukses menembus daftar 10 besar industri otomotif global 2025. Kepastian ini muncul setelah Stellantis merilis laporan keuangan resminya pada 26 Februari 2026, yang sekaligus melengkapi data penjualan tahunan para raksasa otomotif dunia. Dari laporan tersebut, peta persaingan global sepanjang 2025 pun semakin jelas, dengan dominasi pemain lama mulai mendapat tekanan serius dari produsen China. Empat peringkat teratas industri otomotif global 2025 masih dihuni nama-nama mapan. Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors tetap menjadi produsen dengan volume penjualan terbesar di dunia. Di posisi kelima, Stellantis mencatat penjualan lebih dari 5,4 juta unit sepanjang 2025. Kinerja ini didorong pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen secara tahunan pada paruh kedua tahun tersebut, menunjukkan konsolidasi grup multi-merek ini masih cukup solid di tengah persaingan ketat. BYD, SAIC, dan Geely Menguat, Nissan Tersingkir Perubahan signifikan justru datang dari pabrikan China. BYD, SAIC, dan Geely berhasil memperbaiki posisi mereka di peringkat global. Sebaliknya, Nissan harus rela keluar dari jajaran 10 besar. BYD menjadi sorotan utama dengan lonjakan ke posisi keenam. Sepanjang 2025, produsen ini mencatat total penjualan 4,602 juta unit, di mana 2,25 juta unit di antaranya merupakan mobil listrik murni. Angka tersebut melonjak 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dikutip dari Carnewschina, capaian ini membuat BYD untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global. Menurut laporan media China CLS, salah satu pendorong utama kinerja pabrikan otomotif China adalah dukungan kebijakan pemerintah. Program tukar tambah kendaraan yang digulirkan sepanjang 2025 menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan atau sekitar 380 miliar dollar AS (setara Rp 6.376 triliun), dengan melibatkan sekitar 360 juta konsumen. Melalui program ini, lebih dari 11,5 juta kendaraan ditukar, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Kebijakan tersebut terbukti efektif mendorong penjualan sekaligus mempercepat transisi elektrifikasi di pasar domestik China. Pangsa Pasar Global China Terus Membesar Secara global, posisi industri otomotif China juga semakin kokoh. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China di dunia mencapai 35,6 persen sepanjang 2025, naik dari 34,2 persen pada 2024. Di sektor ekspor, performa produsen China juga mencatat pertumbuhan signifikan. BYD membukukan penjualan luar negeri sebanyak 1,05 juta unit, melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara SAIC mencatat penjualan internasional 1,071 juta unit atau naik 3,1 persen secara tahunan. Data China Association of Automobile Manufacturers mencatat produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, dengan total penjualan 34,4 juta unit. Angka tersebut masing-masing naik 10,4 persen dan 9,4 persen dibanding 2024. Capaian ini sekaligus mengukuhkan China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Dengan kombinasi pasar domestik raksasa, dukungan kebijakan, dan ekspansi global agresif, produsen otomotif China kini menjadi kekuatan utama yang mengubah lanskap industri otomotif dunia. Lihat Selengkapnya
Suzuki UFR150 Siap Tantang PCX dan Nmax di Segmen Skutik 150 cc?
28 Feb 2026
Suzuki UFR150 Siap Tantang PCX dan Nmax di Segmen Skutik 150 cc? 28 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Suzuki Indonesia dikabarkan tengah mempersiapkan langkah serius untuk masuk ke segmen skutik gambot 150 cc. Segmen ini selama beberapa tahun terakhir dikuasai model populer seperti Honda PCX dan Yamaha Nmax. Sinyal kehadiran model baru tersebut menguat setelah nama UFR150 tercatat dalam data Samsat DKI Jakarta pada awal 2026. Terdaftar di Samsat, NJKB Jadi Petunjuk Awal Dalam dokumen tersebut, UFR150 memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp 18.000.000. Perlu dicatat, NJKB bukanlah harga jual on the road. Angka itu merupakan nilai dasar untuk penghitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Meski begitu, nominal tersebut memberi gambaran awal soal positioning harganya. Meski belum mencerminkan banderol resmi ke konsumen, angka NJKB sering kali menjadi indikator awal strategi harga yang akan diterapkan pabrikan. Menariknya, UFR150 sejatinya merupakan produk dari pabrikan asal Tiongkok, Haojue. Di pasar China, Suzuki dan Haojue memang diketahui menjalin kerja sama produksi dan pengembangan motor. Bukan tidak mungkin, ketika resmi meluncur di Indonesia, model ini akan mengusung nama berbeda agar lebih familiar di telinga konsumen, misalnya menjadi Suzuki Burgman 150. Desain Modern dengan Sentuhan Premium Dari sisi tampilan, UFR150 hadir dengan desain membulat khas skutik bongsor yang memberi kesan elegan dan berkelas. Sistem pencahayaan sudah mengandalkan teknologi full LED, termasuk projector di lampu utama serta DRL LED yang mempertegas aura modern. Panel instrumen juga sudah full digital, menghadirkan informasi berkendara yang lengkap sekaligus meningkatkan nuansa premium. Spesifikasi Mesin dan Performa Di sektor performa, motor ini mengusung mesin 149 cc, satu silinder, 4-tak, berpendingin cairan, dengan sistem injeksi EFI. Tenaga maksimum yang dihasilkan mencapai 10,6 kW atau setara 14,2 dk, dengan torsi 14,2 Nm. Sistem pengereman sudah menggunakan cakram di roda depan dan belakang. Motor ini juga ditopang pelek berukuran 14 inci serta tangki bahan bakar berkapasitas 8 liter, cukup menunjang kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah. Fitur Keselamatan Lengkap Salah satu daya tarik utama skutik ini ada pada fitur keselamatannya. Tersedia Traction Control System (TCS) untuk meminimalkan risiko selip saat akselerasi, ABS dua kanal untuk pengereman lebih stabil, hingga TPMS (Tire Pressure Monitoring System) yang mampu memantau tekanan ban secara real time. Kombinasi fitur tersebut membuatnya berpotensi menjadi pemain serius di kelas skutik premium 150 cc. Berpotensi Guncang Dominasi PCX dan Nmax Jika benar dirilis dalam waktu dekat, UFR150 bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan skutik gambot dengan fitur modern dan harga kompetitif. Kehadirannya juga berpotensi memanaskan persaingan di segmen yang selama ini didominasi oleh Nmax dan PCX. Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Suzuki dalam memperluas portofolio produknya di pasar roda dua Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.