Beranda / Motor Baru / Katalog / SMOOT TEMPUR STANDAR

SMOOT TEMPUR STANDAR

Rp 18.5 Juta
Jarak Tempuh
60 KM
Mesin
BRUSHLESS DC MOTOR HUB
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Transmisi
Matic
Jarak Tempuh
60 KM
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
2 Pilihan Warna
BIRU
abu-abu
Tipe Kendaraan
SMOOT TEMPUR STANDAR
Rp 18.5 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
SMOOT TEMPUR STANDAR
Jarak Tempuh
60 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
BRUSHLESS DC MOTOR HUB
Drive Type
JADWALKAN TEST DRIVE MOTOR
SMOOT TEMPUR STANDAR
Artikel Terkait
Lihat Semua
Review Changan Deepal S05 BEV, Kualitas Kabin dan Handling Memuaskan!
11 Jul 2026
Review Changan Deepal S05 BEV, Kualitas Kabin dan Handling Memuaskan! 11 Jul 2026 Bandung, Goodcar.id – Sejujurnya, sebelum duduk di balik kemudi Changan Deepal S05 tahun lalu di China, saya datang tanpa ekspektasi yang terlalu tinggi. Bukan karena meragukan produknya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir saya sudah mencoba cukup banyak mobil listrik asal Tiongkok. Hampir semuanya menawarkan resep yang mirip, desain futuristis, daftar fitur yang panjang, layar berukuran besar, serta akselerasi instan khas kendaraan listrik. Namun setelah beberapa jam digunakan, biasanya mulai terlihat di mana komprominya. Ada yang suspensinya terlalu keras, ada yang material kabinnya terasa biasa saja, bahkan ada pula yang menawarkan wireless charger hanya sebagai pelengkap karena pengisian dayanya nyaris tidak terasa. Hingga akhirnya Goodcar kembali mengikuti media test drive Changan Deepal S05 BEV bertajuk Extend Your Freedom, yang digelar pada 9-10 Juli 2026 dengan rute Bandung-Sumedang-Cirebon-Jakarta. Hari pertama dimulai dari Stasiun Whoosh menuju dealer Changan Bandung, selanjutnya ke kawasan Subang-Linggarjati, Kuningan. Jalur yang disiapkan cukup lengkap untuk mengenal karakter sebuah mobil, mulai dari lalu lintas perkotaan Bandung, jalan tol, hingga jalur perbukitan dengan kombinasi tanjakan dan tikungan panjang. Frameless Door Window Bikin Beda Sebelum mobil bergerak, perhatian saya justru tertuju pada detail yang mungkin tidak terlalu diperhatikan banyak orang, yakni frameless door window. Kaca tanpa bingkai memang bukan fitur yang menentukan performa sebuah mobil. Namun ketika pintu dibuka, detail tersebut langsung memberikan kesan premium. Dipadukan dengan electric hidden door handle, desain lampu belakang LED Star Flame serta siluet bodi yang bersih, Deepal S05 terlihat seperti SUV yang berada satu kelas di atas pesaing-pesaingnya. Begitu masuk ke dalam kabin, kesan tersebut justru semakin terasa. Jujur saja, saya sempat beberapa kali menyentuh dashboard dan door trim. Material yang digunakan terasa berbeda dibanding beberapa SUV listrik yang pernah saya coba sebelumnya. Dashboard dilapisi material soft touch dengan sentuhan jahitan yang membuat tampilannya lebih berkelas. Hal serupa juga ditemukan pada door trim sehingga nuansa premium tidak hanya berfokus pada area pengemudi. Menurut saya, inilah salah satu bagian yang menunjukkan Deepal S05 dikembangkan dengan perhatian terhadap detail. Deepal S05 menyediakan cukup banyak ruang penyimpanan. Mulai dari konsol tengah, armrest, cup holder hingga kompartemen di pintu depan dan belakang. Sekilas memang terdengar sederhana. Namun ketika melakukan perjalanan ratusan kilometer sambil membawa kamera, dompet, kartu tol, botol minum hingga berbagai perlengkapan kecil, keberadaan kompartemen seperti ini justru sangat membantu. Wireless Charging yang Benar-Benar Mengisi Daya Salah satu fitur yang paling sering saya gunakan sepanjang perjalanan adalah wireless charging. Terus terang, saya bukan tipe orang yang mudah terkesan dengan fitur ini. Pengalaman mencoba beberapa mobil listrik sebelumnya membuat saya berpikir wireless charger biasanya hanya mampu menjaga daya baterai agar tidak cepat habis. Namun pengalaman saya di Deepal S05 sedikit berbeda. Sepanjang perjalanan smartphone terus digunakan untuk navigasi Google Maps, memotret lokasi, merekam video, hingga sesekali membalas pesan WhatsApp. Dalam kondisi seperti itu saya justru melihat indikator baterai terus bertambah. Mungkin terdengar sepele. Namun buat saya, ini menunjukkan bahwa wireless charging di Deepal S05 benar-benar bekerja sebagaimana mestinya. Kabin Nyaman untuk Perjalanan Jauh Semakin jauh perjalanan meninggalkan Bandung menuju kawasan Linggarjati, kenyamanan kabin mulai terasa. Posisi duduk pengemudi cukup ergonomis sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan posisi ideal. Sementara itu, kursi penumpang depan justru menjadi salah satu fitur yang paling menarik perhatian. Changan membekalinya dengan Royal Comfort Seat yang dilengkapi electric leg rest, memory seat dan nap mode. Electric leg rest menjadi fitur yang paling sering digunakan selama perjalanan. Ketika mulai memasuki jam kedua perjalanan, posisi duduk menjadi jauh lebih rileks karena kaki mendapatkan penopang tambahan. Fitur seperti ini masih jarang ditemukan pada SUV listrik di kelasnya. Perjalanan juga terasa semakin menyenangkan berkat panoramic roof berukuran 1,9 meter persegi yang membuat kabin terasa lapang. Sementara seluruh pengaturan AC dilakukan melalui layar sentuh 15,4 inci beresolusi 2.5K yang sudah menggunakan teknologi Sunflower Screen. Awalnya saya mengira seluruh pengaturan yang dipusatkan di layar akan terasa merepotkan. Namun setelah beberapa saat digunakan, tampilannya cukup intuitif dan respons layarnya juga cepat. Yang lebih penting, performa AC bekerja sangat baik. Meski perjalanan dilakukan pada siang hari dengan suhu udara yang cukup panas, pendingin kabin mampu menjaga temperatur tetap nyaman tanpa perlu mengatur kipas pada level tertinggi. Mobil Diajak Lari Hingga 170 KPJ tetap Tenang Kalau harus memilih satu hal yang paling membekas setelah menghabiskan ratusan kilometer bersama Deepal S05 BEV, jawabannya adalah handling. Di jalan tol, mobil ini sempat kami bejek hingga kecepatan 172 kpj, masih tetap terbilang mudah dikendalikan. Suspensi cenderung rigid, menggunakan ban Bridgestone serta adanya rem cakram pada keempat roda yang bekerja cukup baik pun membuat saya semakin tenang. Begitu hal ini Goodcar konfirmasi ke Changan Indonesia, Head of Marketing Changan Indonesia Rijal Mulyadi mengatakan jika Changan Deepal S05 telah mengalami penyesuaian karakter suspensi. “Berbeda dengan setup suspensi China, Deepal S05 BEV dan REEV telah dituning ulang oleh enjiner-enjiner Jerman,” kata Rijal. Keluar dari Bandung menuju jalan yang lebih lengang, saya mulai mencoba karakter mobil dengan beberapa kali berpindah jalur pada kecepatan yang aman. Respons kemudinya terasa cukup presisi, sementara bodi mobil tetap stabil tanpa banyak gejala limbung. Ketika perjalanan berlanjut menuju kawasan Linggarjati dengan kombinasi tanjakan dan tikungan panjang, karakter tersebut semakin terasa. Suspensinya menurut saya berada di titik yang pas. Tidak terlalu empuk sehingga mobil tetap stabil saat menikung, tetapi juga tidak keras ketika melewati sambungan beton maupun permukaan jalan yang bergelombang. Deepal S05 dibangun menggunakan EPA1 All Electric Digital Platform dengan konfigurasi Rear Wheel Drive (RWD). Ditambah wheelbase sepanjang 2.880 mm, mobil ini memiliki distribusi bobot yang baik sehingga lebih percaya diri saat diajak bermanuver. Bagi saya, inilah salah satu keunggulan terbesar Deepal S05 dibanding beberapa kompetitor di kelasnya. Tenaga Besar Tidak Terasa Berlebihan Di atas kertas, Deepal S05 BEV dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga maksimum 200 kW atau sekitar 268 hp, dengan torsi 320 Nm yang langsung disalurkan ke roda belakang. Angka tersebut memang terdengar besar. Namun yang saya sukai, tenaga itu disalurkan dengan karakter yang cukup halus. Saat menyalip kendaraan di jalan atau menghadapi tanjakan menuju kawasan Kuningan, saya tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam. Tenaga langsung hadir secara instan, khas kendaraan listrik, tetapi tetap mudah dikontrol sehingga tidak membuat pengemudi merasa gugup. Karakter seperti ini menurut saya lebih penting dibanding sekadar mengejar akselerasi 0-100 km/jam yang cepat. ADAS Smooth Memasuki ruas tol menuju Cirebon, saya mulai memanfaatkan fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang disematkan pada Deepal S05. Fitur Integrated Adaptive Cruise Control (IACC) bekerja menjaga kecepatan sekaligus menyesuaikan jarak dengan kendaraan di depan secara otomatis. Dipadukan dengan Lane Keeping Assist, perjalanan di jalan tol terasa lebih santai karena mobil membantu tetap berada di jalurnya. Saya tetap memegang kemudi dan mengawasi kondisi lalu lintas, tetapi kehadiran sistem ini cukup membantu mengurangi rasa lelah, terutama ketika harus menempuh perjalanan jarak jauh. Selain itu tersedia pula kamera 360 derajat, radar depan dan belakang, serta berbagai fitur keselamatan aktif yang membuat proses parkir maupun bermanuver di ruang sempit terasa lebih mudah. Baterai dan Jarak Tempuh Cukup untuk Keluar Kota Deepal S05 BEV menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 470 kilometer berdasarkan standar NEDC. Dalam penggunaan nyata, tentu hasilnya akan dipengaruhi gaya mengemudi, kondisi jalan, hingga penggunaan AC dan berbagai fitur lainnya. Namun melihat karakter konsumsi energinya selama perjalanan, angka tersebut menurut saya cukup realistis untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan antarkota. Nilai tambah lainnya adalah penggunaan Golden Shield Battery, teknologi baterai yang telah melalui berbagai pengujian keamanan dan menjadi salah satu fokus Changan dalam mengembangkan kendaraan listriknya. Lihat Selengkapnya
Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM, Kenali Sebelum Pilih
04 Jun 2026
Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM, Kenali Sebelum Pilih 04 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Seperti apa perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM? Sekilas, Jetour T1 dan T1 i-DM memang terlihat seperti mobil kembar. Dimensi identik, desain nyaris sama, bahkan daftar fitur keselamatannya dibuat tanpa banyak perbedaan. Buat yang hanya melihat dari luar, dua SUV ini bisa dengan mudah dianggap kembar tanpa karakter, padahal perbedaan justru cukup signifikan. Secara dimensi perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM tidak ada yang perlu diperdebatkan. Keduanya punya panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Proporsinya identik, stance-nya pun serupa. Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM lainnya, Jetour T1 punya ground clearance 200 mm, sedikit lebih tinggi dibandingkan T1 i-DM yang berada di angka 190 mm. Selisih ini dimungkin kan karena adanya penambahan bobot baterai dan komponen motor hybrid. Salah perbedaan Jetour T1 dan T1 i-DM menarik lainnya adalah detail teknis pada departure angle, yakni sudut bagian belakang mobil saat melewati turunan atau keluar dari medan curam. Pada aspek ini, Jetour T1 i-DM mencatatkan angka 33 derajat, sedikit lebih besar dibandingkan Jetour T1 yang berada di 29 derajat. Selisih ini memang terlihat kecil di atas kertas, namun tetap memberi implikasi pada kemampuan mobil saat melintasi kontur jalan yang tidak rata. Dengan sudut yang lebih besar, bagian belakang T1 i-DM memiliki ruang gerak yang lebih baik ketika melewati turunan tajam, sehingga potensi bersinggungan dengan permukaan jalan dapat diminimalkan. Mesin dan Sistem Penggerak Perbedaan Jetour T1 dan T1 i-D pada sektor mesin, Jetour T1 memang terlihat lebih unggul dengan 170 PS dan torsi 270 Nm. Sementara T1 i-DM mencatatkan 136 PS dan 220 Nm dari mesin bensinnya. Namun, perbandingan ini belum lengkap. T1 i-DM membawa sistem plug-in hybrid yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Inilah faktor pembeda utamanya. Karakter tenaga yang dihasilkan motor listrik jauh berbeda dengan mesin konvensional. Responsnya instan, tanpa jeda, tanpa perlu menunggu putaran mesin naik. Dalam kondisi lalu lintas kota yang padat, sensasi berkendaranya bisa terasa lebih ringan dan halus. Transisinya juga lebih smooth berkat penggunaan Dedicated Hybrid Transmission (1DHT), berbeda dengan T1 yang mengandalkan transmisi 7DCT dengan karakter lebih agresif. Dengan kata lain, T1 unggul di angka performa konvensional, sementara T1 i-DM menawarkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan responsif. Perbedaan semakin terasa saat membahas baterai. Jetour T1 i-DM dibekali baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh, yang menempatkannya sebagai plug-in hybrid dengan kemampuan lebih dari sekadar hybrid biasa. Dalam kondisi tertentu, mobil ini bisa berjalan dengan dominasi tenaga listrik, memberikan efisiensi yang lebih baik terutama di penggunaan dalam kota. Sebaliknya, Jetour T1 tetap menggunakan pendekatan konvensional tanpa sistem elektrifikasi tambahan. Roda, Rem & Suspensi Masuk ke bagian kaki-kaki, T1 menggunakan ban 235/65 R18, sementara T1 i-DM mengusung ukuran lebih besar, yakni 235/60 R19 dengan run-flat tire. Suspensi keduanya tetap sama, menggunakan MacPherson di depan dan multi-link di belakang. Artinya, perbedaan rasa berkendara lebih banyak dipengaruhi oleh ukuran roda dan karakter ban, bukan dari konstruksi suspensinya. Masuk ke interior, perbedaan mulai terasa lebih jelas. Jetour T1 menggunakan head unit berukuran 12,8 inci, sementara T1 i-DM sudah mengadopsi layar 15,6 inci yang terasa lebih dominan di dashboard. Keduanya memang sama-sama menggunakan chip Snapdragon 8155 dan memiliki cluster digital 10,25 inci, namun fitur tambahan di T1 i-DM membuat pengalaman kabin terasa lebih lengkap. T1 i-DM hadir dengan panoramic skyroof 64 inci, sistem audio 9 speaker dari Sony, ambient light dengan 64 pilihan warna, serta fitur 24-hour parking AC. Sementara T1 masih menggunakan konfigurasi 8 speaker dan ambient light satu warna. Perbedaan ini tidak hanya soal fitur, tapi juga membentuk ambience kabin yang berbeda. T1 i-DM terasa lebih premium dan lebih “hidup”, terutama saat digunakan di malam hari atau perjalanan jauh. Kabin Detail kecil lain yang cukup terasa ada di kursi. T1 hanya menyediakan pengaturan elektrik untuk pengemudi, sementara T1 i-DM sudah memberikan electric seat untuk pengemudi dan penumpang depan, lengkap dengan memory seat. Fitur ventilated seat tetap tersedia di keduanya, menjaga kenyamanan di iklim tropis. Menariknya, saat masuk ke sektor keselamatan, Jetour justru tidak membuat perbedaan berarti. Kedua model sama-sama dilengkapi 6 airbags, TPMS, ISOFIX, serta fitur standar seperti ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, dan EPB. Fitur ADAS Level 2 juga hadir lengkap di keduanya, mulai dari Blind Spot Detection, Lane Departure Warning, Adaptive Cruise Control, hingga Autonomous Emergency Braking dan 540-degree camera. Satu-satunya pembeda hanya pada radar parkir, di mana T1 i-DM memiliki sensor depan dan belakang, sementara T1 hanya di belakang. Ini menunjukkan bahwa Jetour tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama tanpa membedakan varian. Pada akhirnya, memilih antara Jetour T1 dan T1 i-DM bukan soal mana yang lebih unggul secara mutlak. Keduanya dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. T1 cocok untuk pengguna yang menginginkan SUV praktis, simpel, dan tidak ingin repot dengan sistem elektrifikasi. Ground clearance yang lebih tinggi juga memberi rasa aman untuk berbagai kondisi jalan. Sementara T1 i-DM menawarkan pendekatan yang lebih modern, dengan performa responsif, fitur lebih lengkap, dan potensi efisiensi lebih baik. Perbedaan Jetour T1 vs T1 i-DM Jetour T1 : Mesin 1.5 TGDI 170 PS. Transmisi 7DCT. Ground clearance lebih tinggi (200 mm). Velg 18 inci. Head unit 12,8 inci. Audio 8 speaker. Jetour T1 i-DM Sistem plug-in hybrid (PHEV). Motor listrik 204 PS dan torsi 310 Nm. Baterai LFP 18,4 kWh. Velg 19 inci RFT. Head unit 15,6 inci. Audio Sony 9 speaker. Kursi elektrik depan lebih lengkap. Ambient light 64 warna. Panoramic skyroof. Parking radar depan-belakang. Departure angle lebih besar (33°). Lihat Selengkapnya
Nissan Perkuat Komitmen Elektrifikasi Lewat “Journey of Legacy” Bersama The All-New X-Trail e-POWER with e-4ORCE
22 Oct 2025
Nissan Perkuat Komitmen Elektrifikasi Lewat “Journey of Legacy” Bersama The All-New X-Trail e-POWER with e-4ORCE 22 Oct 2025 Jakarta,Goodcar.id - PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan mobilitas elektrifikasi di Tanah Air melalui acara Media Driving Experience bertajuk “Journey of Legacy”. Dalam kegiatan ini, para jurnalis diajak merasakan langsung performa serta kenyamanan The All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE, melintasi rute jalan raya hingga pegunungan. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Nissan untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyatukan teknologi elektrifikasi, kontrol presisi, dan kenyamanan premium. Semangat ini sejalan dengan visi global Nissan, Driven by Tomorrow, menuju masa depan mobilitas yang berkelanjutan. “Melalui All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada rekan-rekan media tentang bagaimana inovasi elektrifikasi Nissan menghadirkan sensasi berkendara yang menyenangkan tanpa batas. Teknologi e-POWER memungkinkan konsumen merasakan performa mobil listrik tanpa perlu khawatir soal pengisian daya, sementara e-4ORCE memberikan kendali stabil dan nyaman di berbagai kondisi jalan.” kata Bima Aristantyo, Head of Sales and Product Planning NMDI. Smart, Powerful, and Electrified — SUV Keluarga Modern Sebagai generasi keempat, Nissan X-Trail terbaru mempertegas posisi Nissan sebagai pionir teknologi elektrifikasi di Indonesia, melengkapi lini e-POWER sebelumnya seperti Kicks dan Serena. Mobil ini dirancang untuk keluarga aktif dan dinamis yang mencari kendaraan fun, easy, smooth, dan smart — cocok untuk aktivitas harian di perkotaan maupun petualangan akhir pekan di alam terbuka. Berbeda dengan hybrid konvensional, sistem e-POWER bekerja sepenuhnya dengan motor listrik. Mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sehingga menghasilkan sensasi khas mobil listrik: akselerasi instan, deselerasi halus melalui regenerative braking, dan respons spontan terhadap pedal gas. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2016, teknologi e-POWER terus dikembangkan melalui peningkatan sistem engine control, regenerative control, dan efisiensi motor listrik. Hasilnya, pengalaman berkendara kini semakin mendekati mobil listrik murni (EV) — lebih senyap, efisien, dan menyenangkan tanpa perlu khawatir soal infrastruktur pengisian daya. e-4ORCE: Tenaga Terkendali, Stabilitas Maksimal Salah satu fitur unggulan X-Trail terbaru adalah teknologi e-4ORCE, sistem all-wheel drive elektrik yang menggunakan dua motor listrik di depan dan belakang. Kombinasi ini memberikan sensasi akselerasi kuat sekaligus halus, membuat kendaraan tetap stabil di berbagai medan. Teknologi e-4ORCE juga membantu pengendalian saat berbelok agar lebih presisi dan meminimalkan guncangan di seluruh kabin, meningkatkan kenyamanan bagi semua penumpang. Kolaborasi antara e-POWER dan e-4ORCE menjadikan X-Trail SUV yang tangguh di segala kondisi tanpa mengorbankan kenyamanan dan keseruan berkendara. Where Comfort Meets Innovation Untuk menciptakan pengalaman premium di setiap perjalanan, The All-New Nissan X-Trail e-POWER dibekali berbagai fitur modern, antara lain: Triple Zone AC, 12.3” Headunit dengan Apple CarPlay & Android Auto BOSE Premium Sound System dengan 9 speaker dan kaca depan sound insulation untuk kabin senyap Panoramic Sunroof, 10-way Electric Zero Gravity Seats, Wireless Charger, dan Rear Sunshade Sistem keselamatan canggih Nissan 360 Safety Shield, meliputi Intelligent Cruise Control, Predictive Forward Collision Warning, Blind Spot Warning, serta Rear Cross Traffic Alert. Selain itu, fitur e-Pedal Step memungkinkan pengemudi mengontrol akselerasi dan perlambatan hanya dengan satu pedal — membuat pengalaman berkendara lebih intuitif dan efisien. Driven by Tomorrow — Menuju Masa Depan Bebas Emisi Dalam misinya mencapai carbon neutrality, Nissan berkomitmen memperluas jajaran kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Bima Aristantyo menambahkan “Kami percaya, SUV ini adalah pilihan ideal bagi mereka yang menyukai petualangan dan ingin terus mengeksplorasi keindahan Indonesia. Dengan teknologi elektrifikasi Nissan, setiap perjalanan bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang bagaimana kita menikmati prosesnya—lebih tenang, efisien, dan berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih hijau.” Teknologi e-POWER menjadi langkah strategis Nissan dalam menuju kendaraan listrik sepenuhnya (BEV), menjawab kebutuhan konsumen akan efisiensi dan kenyamanan berkendara di berbagai situasi. Sebagai bagian dari komitmen global Nissan dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan, NMDI akan terus menghadirkan inovasi elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Melalui teknologi e-POWER dan e-4ORCE, serta dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik nasional, Nissan bertekad menjadi bagian dari perjalanan menuju Net Zero Emission — menghadirkan mobilitas yang bersih, aman, dan menyenangkan bagi semua. Lihat Selengkapnya
Harga Castrol POWER1 ULTIMATE 10W-50 Terbaru, Klaim Teruji di Jalanan Indonesia dan Lebih Kencang
30 Sep 2025
Harga Castrol POWER1 ULTIMATE 10W-50 Terbaru, Klaim Teruji di Jalanan Indonesia dan Lebih Kencang 30 Sep 2025 Jakarta, Goodcar.id – Berapa harga Castrol POWER1 ULTIMATE 10W-50 terbaru? Castrol Indonesia resmi merilis Castrol POWER1 ULTIMATE SUPERBIKE 10W-50, oli full synthetic yang dirancang untuk motor di atas 250 cc. Kalau ditarik ke belakang, Castrol bukan pemain baru di dunia pelumas. Pengalaman panjang di ajang balap internasional mereka bawa ke produk ini melalui teknologi 5-in-1 Racing Ester Formula. Formula tersebut menawarkan lima aspek penting: akselerasi lebih responsif, perlindungan mesin hingga 50% lebih baik dibanding standar industri, performa tahan lama di perjalanan jauh, suara mesin lebih halus, dan kestabilan suhu untuk mencegah overheating. “Castrol POWER1 ULTIMATE SUPERBIKE 10W-50 telah melalui rangkaian pengujian global dan langsung dipakai pengendara lokal di berbagai kondisi ekstrem. Hasilnya, konsumen merasakan peningkatan akselerasi signifikan serta performa mesin yang tetap bertenaga,” kata Enjelita Jahja, President Director Castrol Indonesia, saat peluncuran di Jakarta (30/9). Klaim Teruji 3.000 Km di Jalan Indonesia Bukan sekadar klaim laboratorium, oli ini sudah diuji lewat touring lintas Jawa sejauh lebih dari 3.000 km. Raka Pranaya, salah satu rider yang mencoba, menuturkan pengalamannya menggunakan Castrol POWER1 ULTIMATE di Kawasaki ZX636 dan Kawasaki Versys 650. “Dari awal sudah terasa smooth shifting-nya, bahkan untuk clutchless shifting pun selalu pas. Temperatur motor ZX636 juga lebih stabil, biasanya bisa di atas 90°C, tapi dengan oli ini bertahan di kisaran 83–88°C. Untuk tenaga dan akselerasi juga terasa mantap,” ujarnya. Hasil uji akselerasi juga mencatat keunggulan menarik: motor yang menggunakan oli ini bisa melesat hingga 8 meter lebih cepat dibanding kompetitor dalam simulasi jarak pendek. Castrol menegaskan bahwa teknologi Racing Ester Formula yang dipakai produk ini bukan sekadar gimmick. Ester dikenal sebagai bahan premium untuk pelumas karena mampu mengurangi gesekan, memperpanjang umur mesin, dan menjaga performa di kondisi ekstrem. Bahkan, formula yang sama juga dipakai di lintasan MotoGP. Castrol saat ini menjadi partner teknis tiga tim balap, termasuk Castrol LCR Honda MotoGP™ Team. “Setiap trek MotoGP menuntut performa maksimal. Mandalika, misalnya, punya suhu tinggi dan lintasan yang menuntut keandalan ekstra. Castrol POWER1 ULTIMATE SUPERBIKE 10W-50 dengan Racing Ester Formula memberikan kestabilan dan tenaga optimal pada mesin,” kata Johann Zarco, pembalap Castrol Honda LCR MotoGP™ Team. Bagi pemilik superbike di Indonesia, kehadiran oli ini memberi opsi lebih spesifik untuk menjaga performa mesin besar yang cenderung panas dan bekerja keras. Uji nyata di jalanan lokal plus validasi dari lintasan balap membuat produk ini relevan untuk pengguna harian maupun penghobi touring. Castrol POWER1 ULTIMATE SUPERBIKE 10W-50 kini sudah tersedia di bengkel spesialis motor besar di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Harga jualnya dibanderol sekitar Rp300 ribu per botol. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.