Daftar Harga Motor Listrik Polytron, Indomobil eMotor, dan Yadea April 2026, Mulai Rp11 Jutaan07 Apr 2026
Daftar Harga Motor Listrik Polytron, Indomobil eMotor, dan Yadea April 2026, Mulai Rp11 Jutaan07 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar motor listrik di Indonesia semakin ramai di 2026. Sejumlah merek seperti Polytron, Indomobil eMotor, hingga Yadea terus menghadirkan pilihan dengan harga yang makin kompetitif. Bahkan, beberapa model sudah bisa dibawa pulang dengan banderol mulai Rp11 jutaan berkat promo dan skema subsidi.
Kondisi ini tentu menarik, terutama di tengah isu kenaikan harga BBM yang membuat banyak konsumen mulai melirik kendaraan listrik sebagai alternatif mobilitas harian.
Polytron Fox Series Masih Jadi Andalan
Polytron masih jadi salah satu pemain kuat di segmen motor listrik. Line-up Fox Series seperti Fox-200, Fox-350, hingga Fox-500 menawarkan pilihan harga dan spesifikasi yang cukup variatif.
Untuk model entry level, Polytron Fox-200 kini dijual mulai Rp11,4 juta untuk wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur setelah potongan harga Rp7 juta. Sementara di wilayah Jadetabek, harganya sedikit berbeda di angka Rp11,5 juta, dan Bali di Rp12,4 juta.
Dengan harga segitu, Fox-200 sudah cukup menarik untuk penggunaan harian di dalam kota. Karakternya simpel dan cocok buat komuter yang butuh kendaraan praktis tanpa ribet.
Naik satu level, ada Polytron Fox-350 yang tersedia dalam dua skema kepemilikan, yaitu Battery as a Service (BaaS) dan Buy To Own. Untuk skema BaaS, harga Fox-350 mulai Rp15,8 juta hingga Rp16,8 juta tergantung wilayah. Skema ini cocok buat yang ingin harga awal lebih ringan karena baterai disewa terpisah.
Sementara untuk versi Buy To Own, di mana baterai sudah jadi milik pengguna, harga Fox-350 berada di kisaran Rp27,8 juta sampai Rp28,8 juta. Selisih harga ini cukup signifikan, tapi memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan konsumen.
Polytron Fox-500, Buat yang Cari Performa Lebih
Buat yang ingin performa lebih tinggi, Polytron juga punya Fox-500. Motor ini diposisikan sebagai varian tertinggi di lini Fox Series.
Harga Fox-500 saat ini mulai Rp38 juta hingga Rp39 juta setelah potongan Rp5 juta, tergantung wilayah. Meski lebih mahal, model ini menawarkan spesifikasi yang lebih mumpuni, cocok untuk penggunaan jarak lebih jauh atau kebutuhan yang lebih intens.
Dengan positioning tersebut, Fox-500 bisa dibilang menyasar pengguna yang ingin naik kelas dari motor listrik entry level.
Indomobil eMotor Tawarkan Pilihan Lebih Beragam
Selain Polytron, Indomobil eMotor juga ikut meramaikan pasar dengan beberapa model seperti Tyranno, Adora, Sprinto, dan QT.
Tyranno menjadi salah satu model yang cukup menarik perhatian dengan harga Rp26,75 juta. Motor ini punya desain semi-adventure yang berbeda dari kebanyakan skutik listrik, dengan ground clearance lebih tinggi.
Di bawahnya, ada Adora yang dibanderol Rp25,15 juta dan Sprinto di Rp25,75 juta. Keduanya menyasar segmen pengguna harian dengan desain yang lebih konvensional.
Sementara untuk opsi paling terjangkau, Indomobil menawarkan QT dengan harga Rp15 juta. Ini bisa jadi pilihan buat yang baru ingin mencoba motor listrik tanpa harus keluar budget besar.
Yadea Hadir dengan Harga Kompetitif
Merek asal China, Yadea, juga tidak ketinggalan. Mereka menawarkan beberapa model seperti Osta P, Osta H, dan Velax.
Yadea Osta P dijual Rp24,8 juta on the road Jakarta, sedangkan Osta H lebih terjangkau di Rp19,9 juta. Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh spesifikasi dan fitur yang dibawa.
Sementara itu, Yadea Velax hadir di harga Rp19,8 juta, menjadikannya salah satu opsi menarik di segmen menengah.
Dengan harga yang cukup kompetitif, Yadea berusaha menarik konsumen yang mencari alternatif di luar merek lokal.
Harga Motor Listrik Semakin Murah, Tapi Tetap Perlu Pertimbangan
Melihat daftar harga motor listrik saat ini, jelas bahwa tren mulai semakin ramah di kantong. Apalagi dengan adanya potongan harga hingga Rp7 juta di beberapa model, membuat entry barrier jadi lebih rendah.
Namun, sebelum membeli, konsumen tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal. Mulai dari kebutuhan penggunaan harian, jarak tempuh, hingga skema kepemilikan baterai seperti yang ditawarkan Polytron.
Selain itu, infrastruktur pengisian daya dan biaya operasional juga jadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Pada akhirnya, motor listrik memang semakin menarik sebagai solusi mobilitas masa depan. Tapi seperti kendaraan lainnya, keputusan membeli tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, bukan sekadar ikut tren.
Daftar Harga Motor Listrik Polytron, Indomobil eMotor dan Yadea (April 2026)
Polytron Fox-200
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp18.400.000 → Rp11.400.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp18.900.000 → Rp11.900.000
* OTR Jadetabek Rp18.500.000
* OTR Bali Rp19.400.000 → Rp12.400.000
Polytron Fox-350 – Battery As A Service (BaaS)
* OTR Jawa Tengah & Yogyakarta (Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo) Rp22.300.000 → Rp15.800.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp22.800.000 → Rp16.300.000
* OTR Jadetabek & Banten Rp22.500.000 → Rp16.000.000
* OTR Bali Rp23.300.000 → Rp16.800.000
Polytron Fox-350 – Buy To Own
* OTR Jawa Tengah & Yogyakarta (Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo) Rp34.300.000 → Rp27.800.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp34.800.000 → Rp28.300.000
* OTR Jadetabek & Banten Rp34.500.000 → Rp28.000.000
* OTR Bali Rp35.300.000 → Rp28.800.000
Polytron Fox-500
* OTR Yogyakarta & Jawa Tengah (Cilacap, Purbalingga) Rp43.000.000 → Rp38.000.000
* OTR Jawa Barat & Jawa Timur Rp43.500.000 → Rp38.500.000
* OTR Jadetabek & Banten Rp43.100.000 → Rp38.100.000
* OTR Bali Rp44.000.000 → Rp39.000.000
Indomobil eMotor
* Tyranno: Rp26.750.000
* Adora: Rp25.150.000
* Sprinto: Rp25.750.000
* QT: Rp15.000.000
Yadea
* Yadea Osta P: Rp24.800.000 (OTR Jakarta)
* Yadea Osta H: Rp19.900.000 (OTR Jakarta)
* Yadea Velax: Rp19.800.000
Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Omoda C9 PHEV: Tenaga 537 PS, AWD, Jarak EV 145 Km27 Mar 2026
Spesifikasi Omoda C9 PHEV: Tenaga 537 PS, AWD, Jarak EV 145 Km27 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Spesifikasi Omoda C9 PHEV langsung mencuri perhatian lewat kombinasi performa dan efisiensi yang ditawarkan. SUV yang baru saja di pasarkan di Malysia ini dibekali sistem plug-in hybrid dengan tenaga gabungan 537 PS dan torsi 650 Nm, serta kemampuan melaju hingga 0–100 km/jam dalam 4,9 detik.
Tenaga sebesar 537 PS yang diusung Omoda C9 PHEV terdengar impresif, tapi kalau dikonversi ke satuan yang lebih umum seperti horsepower (HP), angkanya sebenarnya setara dengan sekitar 530 HP. Konversi ini didapat dari perhitungan sederhana, di mana 1 PS setara dengan 0,9863 HP. Jadi, 537 PS dikalikan 0,9863 menghasilkan sekitar 529,64 HP. Meski selisihnya tipis, perbedaan ini penting untuk dipahami karena standar pengukuran tenaga di industri otomotif memang berbeda-beda, tergantung wilayah penggunaannya.
Tak hanya itu, Omoda C9 PHEV juga mampu menempuh jarak hingga 145 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTP, menjadikannya salah satu SUV hybrid dengan spesifikasi paling kompetitif di kelasnya.
Spesifikasi Omoda C9 PHEV mengandalkan mesin bensin 1.5 liter turbocharged yang menghasilkan tenaga 143 PS dan torsi 215 Nm. Mesin ini menjadi bagian dari sistem Super Hybrid yang juga digunakan pada model lain dalam grupnya.
Di sisi elektrifikasi, terdapat tiga motor listrik yang bekerja secara terintegrasi. Motor pertama adalah P2 integrated starter generator dengan tenaga 102 PS dan torsi 170 Nm. Motor kedua bertipe P2.5 menghasilkan 122 PS dan 220 Nm, sementara motor ketiga ditempatkan di gandar belakang dengan tenaga 238 PS dan torsi 310 Nm.
Kombinasi ini membuat Omoda C9 PHEV hadir dengan sistem penggerak all-wheel drive (AWD) sebagai standar, memberikan distribusi tenaga yang merata di berbagai kondisi jalan.
Transmisi Hybrid 3-Percepatan dan Akselerasi Responsif
Spesifikasi Omoda C9 PHEV juga mencakup penggunaan transmisi dedicated hybrid transmission (DHT) tiga percepatan. Sistem ini memungkinkan mesin bensin tetap dapat menyalurkan tenaga langsung ke roda, termasuk pada kecepatan rendah.
Dengan konfigurasi tersebut, pabrikan mengklaim mobil tersebutmampu melesat 0–100 km/jam dalam 4,9 detik, dengan kecepatan maksimum hingga 180 km/jam.
Baterai 34,46 kWh, Jarak Hybrid Tembus 1.100 Km
Spesifikasi Omoda C9 PHEV pada sektor elektrifikasi ditopang baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 34,46 kWh. Baterai ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 145 km dalam mode full electric berdasarkan pengujian WLTP.
Jika dikombinasikan dengan tangki bahan bakar berkapasitas 70 liter, jarak tempuh totalnya diklaim mencapai 1.100 km dalam mode hybrid.
Untuk pengisian daya, Omoda C9 PHEV mendukung fast charging DC hingga 70 kW, yang memungkinkan pengisian dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 25 menit. Sementara pengisian AC 6,6 kW membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam untuk 30–100%.
Spesifikasi Omoda C9 PHEV dilengkapi enam mode berkendara, yaitu Eco, Normal, Sport, Snow, Sand, dan Off-road. Pengemudi juga dapat memilih mode EV penuh atau hybrid sesuai kebutuhan.
Selain itu, tersedia tiga tingkat regenerasi energi untuk membantu efisiensi penggunaan baterai. Sistem suspensi menggunakan MacPherson strut di depan dan multi-link di belakang, yang didukung continuous damping control (CDC) dengan pengaturan Soft, Medium, dan Hard.
Spesifikasi Omoda C9 PHEV pada bagian eksterior mencakup penggunaan lampu utama LED adaptif dengan DRL, automatic high beam, serta lampu belakang LED. Fitur lain meliputi rain-sensing wiper, spion lipat elektrik dengan pemanas, hingga power tailgate.
SUV ini menggunakan velg 20 inci dengan ban Michelin e-Primacy ukuran 245/50 R20. Masuk ke dalam kabin, spesifikasi Omoda C9 PHEV menghadirkan interior berbalut material kulit pada jok, dashboard, dan setir. Kursi depan dan belakang sudah dilengkapi fitur pemanas dan ventilasi. Untuk kapasitas bagasi, tersedia ruang 660 liter dalam kondisi normal dan hingga 1.783 liter saat kursi belakang dilipat.
Di bagian dashboard terdapat dua layar berukuran 12,3 inci, masing-masing untuk panel instrumen dan sistem infotainment. Sistem ini mendukung perintah suara dengan kata kunci “Hello Omoda” serta konektivitas Android Auto.
Sistem audio menggunakan 14 speaker Sony dengan total output 390 watt. Selain itu, tersedia wireless charging 50 watt, port USB lengkap, serta AC dual-zone dengan fitur penyaring udara dan ion negatif.
Spesifikasi Omoda C9 PHEV juga menonjol dari sisi keselamatan. SUV ini dilengkapi berbagai fitur advanced driver assistance systems (ADAS), seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, blind spot monitoring, hingga autonomous emergency braking (AEB).
Selain itu, tersedia fitur tambahan seperti 540-degree camera, auto parking assist, rear cross traffic alert, serta delapan airbag sebagai standar.
Harga dan Garansi
Di Malaysia, Omoda C9 PHEV dipasarkan dengan harga sekitar RM208.800 on the road, atau di Indonesia setara dengan Rp680-730 jutaan. Di Malaysia model ini awalnya hadir dalam bentuk completely built up (CBU) dengan jumlah terbatas, sebelum nantinya dirakit secara lokal.
Untuk perlindungan, kendaraan ini mendapatkan garansi kendaraan selama tujuh tahun atau 200.000 km. Sementara mesin mendapat garansi hingga 10 tahun atau satu juta kilometer, dan komponen elektrifikasi seperti baterai serta motor listrik dilindungi hingga 10 tahun atau 200.000 km.
Lihat Selengkapnya
Wuling Darion PHEV CE VS BYD M6 Superior Captain, Pilih Mana?10 Nov 2025
Wuling Darion PHEV CE VS BYD M6 Superior Captain, Pilih Mana?10 Nov 2025
Jakarta, Goodcar.id – Wuling Darion PHEV CE vs BYD M6 Superior Captain, kira-kira mana yang cocok unutk kamu? Tren kendaraan elektrifikasi mulai merambah segmen mobil keluarga.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kemunculan Wuling Darion PHEV CE dan BYD M6 Superior Captain.
Keduanya hadir dengan harga yang relatif berdekatan, Rp439 juta untuk Darion PHEV CE dan Rp433 juta untuk M6 Superior Captain. tapi keduanya membawa pendekatan teknologi yang berbeda.
Wuling mengandalkan sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), sedangkan BYD tampil sebagai mobil listrik murni (EV).
Perbandingan keduanya menarik untuk disimak, karena masing-masing mewakili dua arah besar dunia otomotif: transisi bertahap menuju listrik penuh, dan penerapan teknologi tanpa emisi secara total.
Dimensi Wuling Darion PHEV CE Lebih Besar dibanding BYD M6 Superior Captain
Interior Darion PHEV - ISOFIX
Dari sisi ukuran, Wuling Darion PHEV CE memiliki bodi yang cukup bongsor. Mobil ini berukuran 4.910 mm x 1.870 mm x 1.770 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.910 mm. Secara konfigurasi, Darion CE menggunakan susunan 7 penumpang (2+2+3), yang berarti baris ketiga masih bisa menampung dua orang dewasa dengan nyaman.
Suspensi depan MacPherson dan belakang Multi-link independent memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas. Sistem rem cakram di keempat roda turut meningkatkan kontrol pengereman, terutama untuk kendaraan berbobot besar seperti MPV elektrifikasi.
Sementara itu, BYD M6 Superior Captain sedikit lebih kompak namun tetap proporsional untuk MPV premium. Panjang bodinya 4.810 mm, lebarnya 1.910 mm, dan tingginya 1.815 mm, dengan jarak sumbu roda 2.800 mm. Walaupun lebih pendek, dimensi ini membuat M6 lebih lincah untuk penggunaan perkotaan.
Konfigurasinya 6 penumpang (2+2+2) dengan captain seat di baris kedua dan dua kursi individual di baris ketiga. Pendekatan ini lebih mengedepankan kenyamanan personal ketimbang kapasitas maksimum, menjadikannya ideal untuk keluarga kecil atau eksekutif yang mengutamakan ruang duduk lega dan privasi.
Desain Eksterior & Interior
Eksterior BYD M6
Dari tampilan luar, Wuling Darion CE menampilkan gaya modern, menggunakan velg alloy 17 inci dengan ban 215/55 R17, sementara fitur seperti pintu geser elektrik (Autocomfort Sliding Door) dan pintu bagasi otomatis (Smart Electric Tailgate) menambah kesan premium.
Fitur tailgate ini bahkan dapat dioperasikan lewat berbagai cara: layar sentuh, remote key, perintah suara, hingga tombol di plafon.
Masuk ke kabin, Darion CE menampilkan kombinasi warna Walnut Brown dan Carbon Black. Baris kedua berisi captain seat berbahan kulit sintetis, sementara permukaan interior dilapisi material soft touch. Setir berbalut kulit dan dilengkapi tombol multifungsi yang mudah diakses, memberikan kesan ergonomis dan berkelas.
Berbeda dengan itu, BYD M6 Superior Captain membawa karakter lebih futuristik, sesuai citranya sebagai mobil listrik murni.
Eksteriornya dihiasi sunroof panorama, lampu LED penuh (termasuk DRL dan foglamp), serta kamera 360° dan sensor parkir di depan-belakang.
Kabin M6 terasa lapang dengan nuansa interior warna cokelat, serta kursi depan yang berpengaturan elektrik dan berventilasi, memberi kenyamanan ekstra untuk perjalanan jauh.
Instrumen digital 5 inci menampilkan informasi kendaraan secara real-time, sementara wireless charger dan tata letak konsol tengah yang minimalis memperkuat kesan EV modern.
Performa dan Teknologi Penggerak
Dari kedua model mobil ramah lingkungan tersebut, perbedaan paling mendasar terletak pada sistem penggeraknya. Wuling Darion CE menggunakan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Dengan sistem ini, pengguna bisa berkendara dalam mode listrik penuh untuk jarak pendek, lalu berpindah otomatis ke mode hybrid ketika tenaga baterai menurun.
Wuling Darion PHEV mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.490 cc Naturally Aspirated dengan siklus Atkinson dan motor listrik bertenaga 145 kW (setara 195 HP) serta torsi 230 Nm. Mesin bensinnya sendiri mampu menghasilkan tenaga 105 HP pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600–5.000 rpm. Seluruh tenaga ini disalurkan melalui sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang membuat perpindahan daya terasa lebih halus dan efisien.
Selain itu nobil ini juga dibekali baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 20,5 kWh, yang memungkinkan Darion PHEV melaju hingga 125 km dalam mode listrik murni (berdasarkan standar CLTC). Tak hanya efisien, mobil ini tetap praktis untuk perjalanan jauh berkat tangki bahan bakar 52 liter dan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) yang menjaga karakter berkendara tetap stabil dan responsif.
Di sisi lain, BYD M6 Superior Captain benar-benar EV murni. Motor listrik AC Permanent Magnet Synchronous Motor menghasilkan tenaga 150 kW (201 hp) dan torsi 310 Nm. Mobil ini menggunakan baterai BYD Blade Battery berkapasitas 71,8 kWh, yang terkenal memiliki tingkat keamanan tinggi.
Jarak tempuhnya mencapai 530 km (NEDC) dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 8,6 detik—angka yang cukup impresif untuk MPV keluarga.
Dukungan fast charging DC 115 kW memungkinkan pengisian cepat dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar setengah jam, sementara AC charging 11,5 kW bisa dilakukan di rumah menggunakan wall charger.
Fitur Keselamatan
Dalam hal keselamatan, Wuling Darion PHEV CE sudah dibekali fitur standar yang solid. Ada 4 airbag, ABS + EBD + ESC, Hill Hold Control, Electric Parking Brake + Auto-Hold, serta Pedestrian Warning Sound Module.
Meskipun belum dilengkapi fitur bantuan mengemudi lanjutan (ADAS), paket ini sudah memadai untuk varian dasar, memastikan keamanan dalam kondisi jalan harian.
Namun, BYD M6 Superior Captain unggul jauh dalam aspek ini. Selain fitur dasar seperti 4 airbag, ABS, EBD, dan ESC, MPV ini telah dilengkapi sistem bantuan mengemudi aktif yang lengkap:
Adaptive Cruise Control (ACC)
Autonomous Emergency Braking (AEB)
Forward Collision Warning (FCW)
Rear Cross Traffic Alert (RCTA)
Lane Departure Assist (LDA)
Emergency Lane Keeping Assist (ELKA)
Tire Pressure Monitoring System (TPMS)
Infotainment dan Konektivitas
Kedua mobil sama-sama menghadirkan layar sentuh besar 12,8 inci sebagai pusat kontrol hiburan dan fungsi kendaraan.
Pada Wuling Darion CE, layar tersebut menjadi bagian dari sistem IoV (Internet of Vehicle), yang memungkinkan pemantauan status baterai, konsumsi energi, serta pengaturan mode berkendara.
Konsep ini menjadikan Darion CE terasa modern dan terhubung, meski belum diumumkan secara resmi dukungan Apple CarPlay atau Android Auto.
Sementara itu, BYD M6 Superior Captain membawa layar serupa namun dengan kemampuan rotatable, bisa diputar secara horizontal maupun vertikal.
Sistemnya mendukung Apple CarPlay, Android Auto, Bluetooth, dan navigasi satelit, lengkap dengan perintah suara (voice assistant).
Dalam konteks pengalaman pengguna, BYD M6 terasa lebih intuitif dan siap pakai bagi pengendara yang terbiasa dengan sistem hiburan digital.
Kenyamanan dan Fitur Pendukung
Untuk urusan kenyamanan, Wuling Darion CE menawarkan fitur praktis seperti keyless entry, remote tailgate, captain seat ergonomis, dan sistem pendingin kabin otomatis.
Konsepnya menitikberatkan pada kemudahan penggunaan sehari-hari, cocok untuk keluarga yang mencari MPV praktis namun tetap berteknologi.
Sementara BYD M6 Superior Captain menambahkan sejumlah fitur kenyamanan tambahan seperti auto AC dua zona, filter udara PM2.5, remote control pembuka bagasi, serta keyless entry dan push start.
Kabin BYD M6 tidak hanya nyaman, tetapi juga hening, berkat karakter alami mobil listrik yang minim getaran.
Baik Wuling Darion PHEV CE maupun BYD M6 Superior Captain sama-sama merepresentasikan arah baru MPV elektrifikasi di Indonesia.
Wuling tampil sebagai opsi transisi yang aman, menawarkan kombinasi tenaga bensin dan listrik yang efisien, cocok bagi pengguna yang belum siap sepenuhnya bergantung pada charging station.
Sebaliknya, BYD M6 menghadirkan pengalaman EV sejati dengan performa bertenaga, fitur keselamatan unggul, dan sistem digital yang lebih modern.
Dengan selisih harga tipis, pemilihannya bergantung pada kebutuhan pengguna.
Wuling Darion PHEV, BYD M6, mobil listrik, MPV listrik, mobil hybrid, mobil keluarga, mobil elektrifikasi, komparasi mobil, harga mobil listrik 2025, BYD Indonesia, Wuling Indonesia
Lihat Selengkapnya
Cara Menghitung Biaya Operasional Mobil Listrik, Bisa Hemat Hingga 80%08 Sep 2025
Cara Menghitung Biaya Operasional Mobil Listrik, Bisa Hemat Hingga 80%08 Sep 2025
Jakarta, Goodcar.id - Bagaimana cara menghitung biaya operasional mobil listrik? Mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia, terutama di kawasan perkotaan.
Selain alasan ramah lingkungan, efisiensi biaya operasional menjadi daya tarik utama dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menghitung biaya operasional mobil listrik secara sederhana.
Secara umum, ada tiga komponen utama yang memengaruhi biaya operasional sebuah mobil listrik, yaitu energi untuk pengisian baterai, biaya perawatan, dan pajak kendaraan. Apakah jika dihitung dengan benar, selisihnya bisa sangat signifikan dibandingkan mobil berbahan bakar fosil? Yuk kita buktikan!
Komponen Biaya yang Harus Dihitung
Pertama, kita breakdown dulu biaya energi listriknya. Setiap mobil listrik memiliki konsumsi energi berbeda, biasanya dihitung dalam kWh per kilometer. Dengan tarif listrik rumah sekitar Rp1.700 per kWh, biaya charge mobil listrik untuk perjalanan harian bisa sangat rendah.
Kedua, biaya perawatan. Mobil listrik cenderung lebih hemat karena tidak memiliki komponen mesin bensin yang rumit, seperti oli mesin, busi, atau filter udara.
Ketiga, biaya pajak. Sejak adanya regulasi pemerintah yang memberikan insentif untuk kendaraan listrik, pajak tahunan yang dibayarkan jauh lebih ringan.
Hitung Biaya Maintenance GAC AION UT
Untuk memberikan gambaran nyata, GAC Indonesia baru saja memperkenalkan hatchback listrik AION UT. Sebagai mobil EV tentu saja AION UT menunjukkan efisiensi biaya operasional yang signifikan.
Misal dengan jarak tempuh rata-rata masyarakat perkotaan sekitar 50 kilometer per hari, biaya pengisian AION UT hanya sekitar Rp9.690 per hari, dengan hitungan konsumsi listriknya sekitar 8,77 km per 1 kWh, sesuai dengan klaim pabrikan. Jika dikalikan sebulan, totalnya mencapai Rp290.760, atau sekitar Rp3,48 juta per tahun.
Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km per liter dan harga Pertamax Rp12.200 per liter bisa menghabiskan biaya sekitar Rp18,3 juta per tahun untuk jarak tempuh yang sama.
Perawatan dan Pajak Lebih Murah
Selain energi, faktor lain yang membuat biaya operasional mobil listrik lebih rendah adalah perawatan dan pajak. AION UT menawarkan perawatan gratis selama tiga tahun atau 40.000 km. Setelah itu pun, biaya servis hanya sekitar Rp1 juta per tahun, jauh lebih rendah dibanding mobil bensin yang rata-rata mencapai Rp2,5 juta.
Untuk pajak, AION UT hanya membutuhkan sekitar Rp400 ribu per tahun, sedangkan hatchback konvensional rata-rata bisa mencapai Rp3 juta.
Penghematan Hingga 80% atau Rp4,88 juta per Tahun
Jika semua komponen dihitung, total biaya operasional AION UT hanya sekitar Rp4,88 juta per tahun. Angka ini mencakup biaya pengisian listrik, perawatan, dan pajak.
Sebaliknya, mobil berbahan bakar bensin dengan jarak tempuh sama bisa menelan biaya sekitar Rp23,8 juta per tahun. Artinya, penghematan yang bisa diperoleh pemilik mobil listrik mencapai 80 persen.
Efisiensi biaya ini menunjukkan bahwa mobil listrik bukan hanya sekadar tren gaya hidup modern, tetapi juga pilihan finansial yang rasional. Dengan biaya energi rendah, perawatan sederhana, dan pajak ringan, mobil listrik menghadirkan solusi mobilitas yang hemat sekaligus berkelanjutan.
Contoh perhitungan pada AION UT membuktikan bahwa kendaraan listrik mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi konsumen maupun lingkungan. Ke depan, efisiensi biaya operasional bisa menjadi alasan utama semakin banyak masyarakat Indonesia beralih ke mobil listrik.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.