Beranda / Motor Baru / Katalog / SELIS GEMINI ELECTRIC SCOOTER

SELIS GEMINI ELECTRIC SCOOTER

Rp 6.5 Juta
Jarak Tempuh
30 KM
Mesin
Electric (500W motor, 48 V battery)
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Transmisi
Matic
Jarak Tempuh
30 KM
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
SELIS GEMINI ELECTRIC SCOOTER
Rp 6.5 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
SELIS GEMINI ELECTRIC SCOOTER
Jarak Tempuh
30 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Electric (500W motor, 48 V battery)
USB
Alarm
Bluetooth
Abs Ebd
Navigation
Drive Type
Cruise Control
JADWALKAN TEST DRIVE MOTOR
SELIS GEMINI ELECTRIC SCOOTER
Artikel Terkait
Lihat Semua
Spesifikasi Omoda C9 PHEV: Tenaga 537 PS, AWD, Jarak EV 145 Km
27 Mar 2026
Spesifikasi Omoda C9 PHEV: Tenaga 537 PS, AWD, Jarak EV 145 Km 27 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Spesifikasi Omoda C9 PHEV langsung mencuri perhatian lewat kombinasi performa dan efisiensi yang ditawarkan. SUV yang baru saja di pasarkan di Malysia ini dibekali sistem plug-in hybrid dengan tenaga gabungan 537 PS dan torsi 650 Nm, serta kemampuan melaju hingga 0–100 km/jam dalam 4,9 detik. Tenaga sebesar 537 PS yang diusung Omoda C9 PHEV terdengar impresif, tapi kalau dikonversi ke satuan yang lebih umum seperti horsepower (HP), angkanya sebenarnya setara dengan sekitar 530 HP. Konversi ini didapat dari perhitungan sederhana, di mana 1 PS setara dengan 0,9863 HP. Jadi, 537 PS dikalikan 0,9863 menghasilkan sekitar 529,64 HP. Meski selisihnya tipis, perbedaan ini penting untuk dipahami karena standar pengukuran tenaga di industri otomotif memang berbeda-beda, tergantung wilayah penggunaannya. Tak hanya itu, Omoda C9 PHEV juga mampu menempuh jarak hingga 145 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTP, menjadikannya salah satu SUV hybrid dengan spesifikasi paling kompetitif di kelasnya. Spesifikasi Omoda C9 PHEV mengandalkan mesin bensin 1.5 liter turbocharged yang menghasilkan tenaga 143 PS dan torsi 215 Nm. Mesin ini menjadi bagian dari sistem Super Hybrid yang juga digunakan pada model lain dalam grupnya. Di sisi elektrifikasi, terdapat tiga motor listrik yang bekerja secara terintegrasi. Motor pertama adalah P2 integrated starter generator dengan tenaga 102 PS dan torsi 170 Nm. Motor kedua bertipe P2.5 menghasilkan 122 PS dan 220 Nm, sementara motor ketiga ditempatkan di gandar belakang dengan tenaga 238 PS dan torsi 310 Nm. Kombinasi ini membuat Omoda C9 PHEV hadir dengan sistem penggerak all-wheel drive (AWD) sebagai standar, memberikan distribusi tenaga yang merata di berbagai kondisi jalan. Transmisi Hybrid 3-Percepatan dan Akselerasi Responsif Spesifikasi Omoda C9 PHEV juga mencakup penggunaan transmisi dedicated hybrid transmission (DHT) tiga percepatan. Sistem ini memungkinkan mesin bensin tetap dapat menyalurkan tenaga langsung ke roda, termasuk pada kecepatan rendah. Dengan konfigurasi tersebut, pabrikan mengklaim mobil tersebutmampu melesat 0–100 km/jam dalam 4,9 detik, dengan kecepatan maksimum hingga 180 km/jam. Baterai 34,46 kWh, Jarak Hybrid Tembus 1.100 Km Spesifikasi Omoda C9 PHEV pada sektor elektrifikasi ditopang baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 34,46 kWh. Baterai ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 145 km dalam mode full electric berdasarkan pengujian WLTP. Jika dikombinasikan dengan tangki bahan bakar berkapasitas 70 liter, jarak tempuh totalnya diklaim mencapai 1.100 km dalam mode hybrid. Untuk pengisian daya, Omoda C9 PHEV mendukung fast charging DC hingga 70 kW, yang memungkinkan pengisian dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 25 menit. Sementara pengisian AC 6,6 kW membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam untuk 30–100%. Spesifikasi Omoda C9 PHEV dilengkapi enam mode berkendara, yaitu Eco, Normal, Sport, Snow, Sand, dan Off-road. Pengemudi juga dapat memilih mode EV penuh atau hybrid sesuai kebutuhan. Selain itu, tersedia tiga tingkat regenerasi energi untuk membantu efisiensi penggunaan baterai. Sistem suspensi menggunakan MacPherson strut di depan dan multi-link di belakang, yang didukung continuous damping control (CDC) dengan pengaturan Soft, Medium, dan Hard. Spesifikasi Omoda C9 PHEV pada bagian eksterior mencakup penggunaan lampu utama LED adaptif dengan DRL, automatic high beam, serta lampu belakang LED. Fitur lain meliputi rain-sensing wiper, spion lipat elektrik dengan pemanas, hingga power tailgate. SUV ini menggunakan velg 20 inci dengan ban Michelin e-Primacy ukuran 245/50 R20. Masuk ke dalam kabin, spesifikasi Omoda C9 PHEV menghadirkan interior berbalut material kulit pada jok, dashboard, dan setir. Kursi depan dan belakang sudah dilengkapi fitur pemanas dan ventilasi. Untuk kapasitas bagasi, tersedia ruang 660 liter dalam kondisi normal dan hingga 1.783 liter saat kursi belakang dilipat. Di bagian dashboard terdapat dua layar berukuran 12,3 inci, masing-masing untuk panel instrumen dan sistem infotainment. Sistem ini mendukung perintah suara dengan kata kunci “Hello Omoda” serta konektivitas Android Auto. Sistem audio menggunakan 14 speaker Sony dengan total output 390 watt. Selain itu, tersedia wireless charging 50 watt, port USB lengkap, serta AC dual-zone dengan fitur penyaring udara dan ion negatif. Spesifikasi Omoda C9 PHEV juga menonjol dari sisi keselamatan. SUV ini dilengkapi berbagai fitur advanced driver assistance systems (ADAS), seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, blind spot monitoring, hingga autonomous emergency braking (AEB). Selain itu, tersedia fitur tambahan seperti 540-degree camera, auto parking assist, rear cross traffic alert, serta delapan airbag sebagai standar. Harga dan Garansi Di Malaysia, Omoda C9 PHEV dipasarkan dengan harga sekitar RM208.800 on the road, atau di Indonesia setara dengan Rp680-730 jutaan. Di Malaysia model ini awalnya hadir dalam bentuk completely built up (CBU) dengan jumlah terbatas, sebelum nantinya dirakit secara lokal. Untuk perlindungan, kendaraan ini mendapatkan garansi kendaraan selama tujuh tahun atau 200.000 km. Sementara mesin mendapat garansi hingga 10 tahun atau satu juta kilometer, dan komponen elektrifikasi seperti baterai serta motor listrik dilindungi hingga 10 tahun atau 200.000 km. Lihat Selengkapnya
Wuling Darion PHEV CE VS BYD M6 Superior Captain, Pilih Mana?
10 Nov 2025
Wuling Darion PHEV CE VS BYD M6 Superior Captain, Pilih Mana? 10 Nov 2025 Jakarta, Goodcar.id – Wuling Darion PHEV CE vs BYD M6 Superior Captain, kira-kira mana yang cocok unutk kamu? Tren kendaraan elektrifikasi mulai merambah segmen mobil keluarga. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kemunculan Wuling Darion PHEV CE dan BYD M6 Superior Captain. Keduanya hadir dengan harga yang relatif berdekatan, Rp439 juta untuk Darion PHEV CE dan Rp433 juta untuk M6 Superior Captain. tapi keduanya membawa pendekatan teknologi yang berbeda. Wuling mengandalkan sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), sedangkan BYD tampil sebagai mobil listrik murni (EV). Perbandingan keduanya menarik untuk disimak, karena masing-masing mewakili dua arah besar dunia otomotif: transisi bertahap menuju listrik penuh, dan penerapan teknologi tanpa emisi secara total. Dimensi Wuling Darion PHEV CE Lebih Besar dibanding BYD M6 Superior Captain Interior Darion PHEV - ISOFIX Dari sisi ukuran, Wuling Darion PHEV CE memiliki bodi yang cukup bongsor. Mobil ini berukuran 4.910 mm x 1.870 mm x 1.770 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.910 mm. Secara konfigurasi, Darion CE menggunakan susunan 7 penumpang (2+2+3), yang berarti baris ketiga masih bisa menampung dua orang dewasa dengan nyaman. Suspensi depan MacPherson dan belakang Multi-link independent memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas. Sistem rem cakram di keempat roda turut meningkatkan kontrol pengereman, terutama untuk kendaraan berbobot besar seperti MPV elektrifikasi. Sementara itu, BYD M6 Superior Captain sedikit lebih kompak namun tetap proporsional untuk MPV premium. Panjang bodinya 4.810 mm, lebarnya 1.910 mm, dan tingginya 1.815 mm, dengan jarak sumbu roda 2.800 mm. Walaupun lebih pendek, dimensi ini membuat M6 lebih lincah untuk penggunaan perkotaan. Konfigurasinya 6 penumpang (2+2+2) dengan captain seat di baris kedua dan dua kursi individual di baris ketiga. Pendekatan ini lebih mengedepankan kenyamanan personal ketimbang kapasitas maksimum, menjadikannya ideal untuk keluarga kecil atau eksekutif yang mengutamakan ruang duduk lega dan privasi. Desain Eksterior & Interior Eksterior BYD M6 Dari tampilan luar, Wuling Darion CE menampilkan gaya modern, menggunakan velg alloy 17 inci dengan ban 215/55 R17, sementara fitur seperti pintu geser elektrik (Autocomfort Sliding Door) dan pintu bagasi otomatis (Smart Electric Tailgate) menambah kesan premium. Fitur tailgate ini bahkan dapat dioperasikan lewat berbagai cara: layar sentuh, remote key, perintah suara, hingga tombol di plafon. Masuk ke kabin, Darion CE menampilkan kombinasi warna Walnut Brown dan Carbon Black. Baris kedua berisi captain seat berbahan kulit sintetis, sementara permukaan interior dilapisi material soft touch. Setir berbalut kulit dan dilengkapi tombol multifungsi yang mudah diakses, memberikan kesan ergonomis dan berkelas. Berbeda dengan itu, BYD M6 Superior Captain membawa karakter lebih futuristik, sesuai citranya sebagai mobil listrik murni. Eksteriornya dihiasi sunroof panorama, lampu LED penuh (termasuk DRL dan foglamp), serta kamera 360° dan sensor parkir di depan-belakang. Kabin M6 terasa lapang dengan nuansa interior warna cokelat, serta kursi depan yang berpengaturan elektrik dan berventilasi, memberi kenyamanan ekstra untuk perjalanan jauh. Instrumen digital 5 inci menampilkan informasi kendaraan secara real-time, sementara wireless charger dan tata letak konsol tengah yang minimalis memperkuat kesan EV modern. Performa dan Teknologi Penggerak Dari kedua model mobil ramah lingkungan tersebut, perbedaan paling mendasar terletak pada sistem penggeraknya. Wuling Darion CE menggunakan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Dengan sistem ini, pengguna bisa berkendara dalam mode listrik penuh untuk jarak pendek, lalu berpindah otomatis ke mode hybrid ketika tenaga baterai menurun. Wuling Darion PHEV mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.490 cc Naturally Aspirated dengan siklus Atkinson dan motor listrik bertenaga 145 kW (setara 195 HP) serta torsi 230 Nm. Mesin bensinnya sendiri mampu menghasilkan tenaga 105 HP pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600–5.000 rpm. Seluruh tenaga ini disalurkan melalui sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang membuat perpindahan daya terasa lebih halus dan efisien. Selain itu nobil ini juga dibekali baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 20,5 kWh, yang memungkinkan Darion PHEV melaju hingga 125 km dalam mode listrik murni (berdasarkan standar CLTC). Tak hanya efisien, mobil ini tetap praktis untuk perjalanan jauh berkat tangki bahan bakar 52 liter dan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) yang menjaga karakter berkendara tetap stabil dan responsif. Di sisi lain, BYD M6 Superior Captain benar-benar EV murni. Motor listrik AC Permanent Magnet Synchronous Motor menghasilkan tenaga 150 kW (201 hp) dan torsi 310 Nm. Mobil ini menggunakan baterai BYD Blade Battery berkapasitas 71,8 kWh, yang terkenal memiliki tingkat keamanan tinggi. Jarak tempuhnya mencapai 530 km (NEDC) dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 8,6 detik—angka yang cukup impresif untuk MPV keluarga. Dukungan fast charging DC 115 kW memungkinkan pengisian cepat dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar setengah jam, sementara AC charging 11,5 kW bisa dilakukan di rumah menggunakan wall charger. Fitur Keselamatan Dalam hal keselamatan, Wuling Darion PHEV CE sudah dibekali fitur standar yang solid. Ada 4 airbag, ABS + EBD + ESC, Hill Hold Control, Electric Parking Brake + Auto-Hold, serta Pedestrian Warning Sound Module. Meskipun belum dilengkapi fitur bantuan mengemudi lanjutan (ADAS), paket ini sudah memadai untuk varian dasar, memastikan keamanan dalam kondisi jalan harian. Namun, BYD M6 Superior Captain unggul jauh dalam aspek ini. Selain fitur dasar seperti 4 airbag, ABS, EBD, dan ESC, MPV ini telah dilengkapi sistem bantuan mengemudi aktif yang lengkap: Adaptive Cruise Control (ACC) Autonomous Emergency Braking (AEB) Forward Collision Warning (FCW) Rear Cross Traffic Alert (RCTA) Lane Departure Assist (LDA) Emergency Lane Keeping Assist (ELKA) Tire Pressure Monitoring System (TPMS) Infotainment dan Konektivitas Kedua mobil sama-sama menghadirkan layar sentuh besar 12,8 inci sebagai pusat kontrol hiburan dan fungsi kendaraan. Pada Wuling Darion CE, layar tersebut menjadi bagian dari sistem IoV (Internet of Vehicle), yang memungkinkan pemantauan status baterai, konsumsi energi, serta pengaturan mode berkendara. Konsep ini menjadikan Darion CE terasa modern dan terhubung, meski belum diumumkan secara resmi dukungan Apple CarPlay atau Android Auto. Sementara itu, BYD M6 Superior Captain membawa layar serupa namun dengan kemampuan rotatable, bisa diputar secara horizontal maupun vertikal. Sistemnya mendukung Apple CarPlay, Android Auto, Bluetooth, dan navigasi satelit, lengkap dengan perintah suara (voice assistant). Dalam konteks pengalaman pengguna, BYD M6 terasa lebih intuitif dan siap pakai bagi pengendara yang terbiasa dengan sistem hiburan digital. Kenyamanan dan Fitur Pendukung Untuk urusan kenyamanan, Wuling Darion CE menawarkan fitur praktis seperti keyless entry, remote tailgate, captain seat ergonomis, dan sistem pendingin kabin otomatis. Konsepnya menitikberatkan pada kemudahan penggunaan sehari-hari, cocok untuk keluarga yang mencari MPV praktis namun tetap berteknologi. Sementara BYD M6 Superior Captain menambahkan sejumlah fitur kenyamanan tambahan seperti auto AC dua zona, filter udara PM2.5, remote control pembuka bagasi, serta keyless entry dan push start. Kabin BYD M6 tidak hanya nyaman, tetapi juga hening, berkat karakter alami mobil listrik yang minim getaran. Baik Wuling Darion PHEV CE maupun BYD M6 Superior Captain sama-sama merepresentasikan arah baru MPV elektrifikasi di Indonesia. Wuling tampil sebagai opsi transisi yang aman, menawarkan kombinasi tenaga bensin dan listrik yang efisien, cocok bagi pengguna yang belum siap sepenuhnya bergantung pada charging station. Sebaliknya, BYD M6 menghadirkan pengalaman EV sejati dengan performa bertenaga, fitur keselamatan unggul, dan sistem digital yang lebih modern. Dengan selisih harga tipis, pemilihannya bergantung pada kebutuhan pengguna. Wuling Darion PHEV, BYD M6, mobil listrik, MPV listrik, mobil hybrid, mobil keluarga, mobil elektrifikasi, komparasi mobil, harga mobil listrik 2025, BYD Indonesia, Wuling Indonesia Lihat Selengkapnya
Cara Menghitung Biaya Operasional Mobil Listrik, Bisa Hemat Hingga 80%
08 Sep 2025
Cara Menghitung Biaya Operasional Mobil Listrik, Bisa Hemat Hingga 80% 08 Sep 2025 Jakarta, Goodcar.id - Bagaimana cara menghitung biaya operasional mobil listrik? Mobil listrik semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia, terutama di kawasan perkotaan. Selain alasan ramah lingkungan, efisiensi biaya operasional menjadi daya tarik utama dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menghitung biaya operasional mobil listrik secara sederhana. Secara umum, ada tiga komponen utama yang memengaruhi biaya operasional sebuah mobil listrik, yaitu energi untuk pengisian baterai, biaya perawatan, dan pajak kendaraan. Apakah jika dihitung dengan benar, selisihnya bisa sangat signifikan dibandingkan mobil berbahan bakar fosil? Yuk kita buktikan! Komponen Biaya yang Harus Dihitung Pertama, kita breakdown dulu biaya energi listriknya. Setiap mobil listrik memiliki konsumsi energi berbeda, biasanya dihitung dalam kWh per kilometer. Dengan tarif listrik rumah sekitar Rp1.700 per kWh, biaya charge mobil listrik untuk perjalanan harian bisa sangat rendah. Kedua, biaya perawatan. Mobil listrik cenderung lebih hemat karena tidak memiliki komponen mesin bensin yang rumit, seperti oli mesin, busi, atau filter udara. Ketiga, biaya pajak. Sejak adanya regulasi pemerintah yang memberikan insentif untuk kendaraan listrik, pajak tahunan yang dibayarkan jauh lebih ringan. Hitung Biaya Maintenance GAC AION UT Untuk memberikan gambaran nyata, GAC Indonesia baru saja memperkenalkan hatchback listrik AION UT. Sebagai mobil EV tentu saja AION UT menunjukkan efisiensi biaya operasional yang signifikan. Misal dengan jarak tempuh rata-rata masyarakat perkotaan sekitar 50 kilometer per hari, biaya pengisian AION UT hanya sekitar Rp9.690 per hari, dengan hitungan konsumsi listriknya sekitar 8,77 km per 1 kWh, sesuai dengan klaim pabrikan. Jika dikalikan sebulan, totalnya mencapai Rp290.760, atau sekitar Rp3,48 juta per tahun. Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km per liter dan harga Pertamax Rp12.200 per liter bisa menghabiskan biaya sekitar Rp18,3 juta per tahun untuk jarak tempuh yang sama. Perawatan dan Pajak Lebih Murah Selain energi, faktor lain yang membuat biaya operasional mobil listrik lebih rendah adalah perawatan dan pajak. AION UT menawarkan perawatan gratis selama tiga tahun atau 40.000 km. Setelah itu pun, biaya servis hanya sekitar Rp1 juta per tahun, jauh lebih rendah dibanding mobil bensin yang rata-rata mencapai Rp2,5 juta. Untuk pajak, AION UT hanya membutuhkan sekitar Rp400 ribu per tahun, sedangkan hatchback konvensional rata-rata bisa mencapai Rp3 juta. Penghematan Hingga 80% atau Rp4,88 juta per Tahun Jika semua komponen dihitung, total biaya operasional AION UT hanya sekitar Rp4,88 juta per tahun. Angka ini mencakup biaya pengisian listrik, perawatan, dan pajak. Sebaliknya, mobil berbahan bakar bensin dengan jarak tempuh sama bisa menelan biaya sekitar Rp23,8 juta per tahun. Artinya, penghematan yang bisa diperoleh pemilik mobil listrik mencapai 80 persen. Efisiensi biaya ini menunjukkan bahwa mobil listrik bukan hanya sekadar tren gaya hidup modern, tetapi juga pilihan finansial yang rasional. Dengan biaya energi rendah, perawatan sederhana, dan pajak ringan, mobil listrik menghadirkan solusi mobilitas yang hemat sekaligus berkelanjutan. Contoh perhitungan pada AION UT membuktikan bahwa kendaraan listrik mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi konsumen maupun lingkungan. Ke depan, efisiensi biaya operasional bisa menjadi alasan utama semakin banyak masyarakat Indonesia beralih ke mobil listrik. Lihat Selengkapnya
Duel Hybrid Rp400 Jutaan, Jaecoo J7 SHS Vs Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid
07 Sep 2025
Duel Hybrid Rp400 Jutaan, Jaecoo J7 SHS Vs Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid 07 Sep 2025 Jakarta, Goodcar.id - Segmen mobil hybrid di Indonesia lagi panas-panasnya. Kalau dulu kita cuma punya pilihan dari brand Jepang, sekarang pabrikan Tiongkok ikut turun gelanggang dengan teknologi dan fitur yang berani menantang. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Jaecoo J7 SHS, SUV hybrid canggih yang hadir dengan segudang teknologi. Di sisi lain, ada Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid, MPV keluarga legendaris yang kini sudah mengadopsi elektrifikasi. Sama-sama di kisaran Rp400–500 jutaan, keduanya menawarkan paket berbeda. Satu SUV futuristis 5-seater, satunya lagi MPV 7-seater dengan reputasi legendaris. Jadi kira-kira, siapa yang lebih layak dipilih di antara keduanya? Yuk, kita ulik lengkap perbedaanya! Zenix G Hybrid Lebih Bongsor Perbedaan pertama duel Hybrid Rp400 jutaan, antara Jaecoo J7 SHS VS Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid adalah soal dimensinya. Jaecoo J7 SHS hadir dengan bodi SUV berdimensi 4.500 x 1.865 x 1.680 mm dan wheelbase 2.672 mm. Dengan ukuran ini, J7 terasa kompak untuk SUV menengah, cocok buat kebutuhan urban dan gaya hidup modern. Konfigurasinya hanya 5-seater, jadi lebih fokus ke kenyamanan lima penumpang. Di sisi lain, Innova Zenix G Hybrid lebih bongsor. Panjang 4.755 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.795 mm, dengan wheelbase 2.850 mm. Ground clearance 185 mm juga memberi rasa aman saat menghadapi jalanan semi-off road. Konfigurasi 7-seater membuat Zenix jelas unggul dari sisi akomodasi keluarga besar atau perjalanan jarak jauh. J7 lebih pas buat kaum urban yang doyan SUV ringkas. Innova Zenix lebih unggul dalam kapasitas angkut penumpang. Super Hybrid vs Hybrid Konvensional Di sinilah perbedaan paling mencolok. Jaecoo J7 SHS menggunakan teknologi Super Hybrid (SHS) kapasitas 1.5T (140 hp, 215 Nm) dipadukan motor listrik 201 hp dan 310 Nm, dengan baterai 18,3 kWh yang bisa dicas. Hasilnya, mobil ini mampu menempuh 100 km murni EV dan jarak total tempuhnya hingga 1.300 km. Goodcar.id sudah mencoba,mobil ini bisa melaju dengan konsumsi BBM hingga 21 km/liter dengan mode hybird kondisi jalan lenggang. Dan berada pada kisaran 18,5 km/liter dalam kondisi jalan padat. Bahkan ketika secara konstan hanya menggunakan EV mode di MID konsumsi BBM nya sempat menyentuh angka 41 km/liter. Adapun akselerasinya, pada klaim pabrikan 0–100 km/jam bisa diraih dalam 7,5 detik ,cukup buas untuk SUV keluarga. Sebaliknya, Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid lebih kalem. Mesin 2.0L M20A-FXS (152 PS, 187 Nm) dipadukan motor listrik 113 PS dan 206 Nm, dengan total tenaga 186 PS. Suspensi & Handling Jaecoo J7 SHS dibekali suspensi depan MacPherson dan belakang independent multi-link. Setup ini memberi kenyamanan plus handling stabil, apalagi dipadu velg besar R19. Buat yang suka menikung cepat, J7 terasa lebih meyakinkan. Innova Zenix G Hybrid masih pakai MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang. Kombinasi sederhana tapi tahan banting, cocok untuk MPV keluarga. Meski bukan yang paling sporty, suspensi ini memberi kenyamanan khas mobil keluarga Toyota. Interior & Fitur Baris tiga Zenix Hybird H Soal kabin, Jaecoo J7 SHS tampil seperti mobil kelas premium. Ada layar sentuh 14,8 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, HUD di kaca depan, ambient light 64 warna, hingga sistem audio Sony 8-speaker. Jok kulitnya lengkap dengan ventilasi, pemanas, memory seat, bahkan welcome function. Jangan lupa panoramic sunroof, wireless charging 50W, dan AC dual zone. Innova Zenix G Hybrid lebih sederhana. Jok masih fabric di tipe G, velg hanya 16 inci, dan layar infotainment 9 inci tidak sebesar J7. Namun, keunggulan Innova ada di ruang kabin lega dengan konfigurasi 7-seater, kursi baris ketiga lebih usable, serta ergonomi ramah keluarga. Dari sisi kemewahan fitur, Jaecoo jelas unggul. Dari sisi kepraktisan kabin, Innova tetap jadi pilihan rasional. Safety & ADAS MID Jaecoo J7 lebih modern dan lebih lengkap. Jaecoo J7 SHS memanjakan konsumen dengan paket lengkap: 6 airbag, 19 fitur ADAS, kamera 540° plus dashcam, sensor parkir depan-belakang, hingga bodi dengan 85% baja ultra high tensile. Bahkan ada fitur V2L (Vehicle-to-Load) hingga 3,3 kW untuk menyalakan perangkat listrik eksternal. Sebaliknya, Innova Zenix G Hybrid tipe G masih polos. Airbag hanya dua, kamera parkir belum tersedia, Toyota Safety Sense absen. Yang ada hanya fitur standar: VSC, HSA, sensor parkir, dan immobilizer. Dari sisi keselamatan aktif, Jaecoo unggul telak. Innova lebih konservatif, mengandalkan reputasi build quality Toyota. Harga Jaecoo J7 SHS: Rp499.900.000 Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid: Rp473.400.000 Selisih sekitar Rp26 jutaan. Dengan fitur segunung, J7 terasa lebih value for money. Tapi Innova tetap lebih murah dan punya resale value yang kuat. Kesimpulan: SUV Futuristis atau MPV Legendaris? Pertarungan di segmen hybrid Rp400 jutaan ini menarik karena mempertemukan dua filosofi berbeda. Jaecoo J7 SHS menawarkan performa tinggi, fitur melimpah, dan teknologi futuristis yang bahkan bisa menandingi mobil listrik murni. Cocok buat mereka yang ingin tampil beda dan merasakan sensasi SUV modern dengan sentuhan premium. Di sisi lain, Toyota Kijang Innova Zenix G Hybrid tetap jadi pilihan aman. Kabin lega 7-seater, reputasi keandalan Toyota, dan jaringan aftersales yang merata di seluruh Indonesia membuatnya sulit tergeser dari hati konsumen keluarga. Akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan. Kalau kamu urban enthusiast yang haus fitur dan teknologi baru, Jaecoo J7 SHS jawabannya. Tapi kalau kamu family man yang cari ketenangan, resale value, dan jaminan servis, Innova Zenix G Hybrid tetap tak tergantikan. Kalau kamu punya uang Rp 400-500 jutaan kamu bakal pilih yang mana nih? Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.