Beranda / Mobil Baru / Katalog / Mitsubishi Xpander Cross

Mitsubishi Xpander Cross

Rp 330 Juta - Rp 357 Juta
Kapasitas Mesin
1,499 CC
Mesin
1.5L MIVEC DOHC 16 VALVE
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Blade Silver Metallic
Quartz White Pearl
Graphite Grey
Jet Black Mica
Green Bronze Metallic
Tipe Kendaraan
Mitsubishi Xpander Cross XP Cross CVT Plus
Rp 357 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Xpander Cross XP Cross MT
Rp 330 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Mitsubishi Xpander Cross XP Cross CVT Plus
Mitsubishi Xpander Cross XP Cross MT
Kapasitas Mesin
1,499 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L MIVEC DOHC 16 VALVE
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Brake Assist
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MITSUBISHI XPANDER CROSS
Artikel Terkait
Lihat Semua
Indomobil eMotor Tyrano Ramaikan Kompressor PENA Touring 2026, Lewati Jalur Perbukitan 125 Km
07 Oct 2026
Indomobil eMotor Tyrano Ramaikan Kompressor PENA Touring 2026, Lewati Jalur Perbukitan 125 Km 07 Oct 2026 Jakrta, Goodcar.id - Jalur perbukitan sepanjang sekitar 125 kilometer menjadi medan pembuktian Indomobil eMotor Tyrano dalam Kompressor PENA Touring 2026. Skuter listrik bergaya adventure tersebut tidak hanya dibawa untuk sekadar ikut touring, tetapi juga mendapat kesempatan diuji langsung oleh para jurnalis di rute dengan tanjakan yang cukup ekstrem. Kompressor PENA Touring 2026 digelar pada 3-4 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 40 media. Rute perjalanan dimulai dari meet point Nissan Yasmin, Bogor, kemudian bergerak menuju Salada Fam, Cigombong, dan berakhir di Villa Larasjati 1, Cijeruk, Megamendung. Medan perbukitan menjadi bagian menarik dari perjalanan tersebut. Rute seperti ini membuat kemampuan kendaraan roda dua yang digunakan peserta bisa terasa langsung, terutama ketika harus melewati kombinasi jalan menanjak dan kontur yang berubah-ubah. Bagi Indomobil eMotor Tyrano, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter skuter listrik adventure yang selama ini ditawarkan merek tersebut. Unit Tyrano yang dibawa dalam Kompressor PENA Touring 2026 bahkan langsung digunakan oleh media untuk melewati salah satu bagian tanjakan ekstrem dalam perjalanan. Randi Aditya, Public Relations and Event Coordinator, PT Indomobil Emotor Internasional, mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena karakter Tyrano bisa dirasakan langsung dalam kondisi perjalanan yang berbeda dari penggunaan perkotaan. “Rasanya senang banget bisa touring, sharing dan tukar informasi terkait hal-hal yang menjadi concern dari Indomobil EMotor," kata Randi. Randi juga berharap keikutsertaan IEI kali ini agar semua peserta media bisa ikut merasakan kelebihan dari skuter listrik bergaya adventure ini. "Saya berharap riding dan touring Kompressor PENA kedepannya bisa makin sukses, saya berharap suatu waktu unit dari Indomobil EMotor bisa digunakan semuanya oleh kawan-kawan dari Kompressor PENA,” jelas Randi Aditya, perwakilan Indomobil eMotor. Indomobil eMotor sendiri baru masuk ke pasar Indonesia pada 2025 dan membawa beberapa model, termasuk Adora, Sprinto dan Tyrano. Kehadiran Tyrano memperluas pilihan model dengan karakter yang lebih dekat dengan skuter adventure. Start Dari NIssan Yasmin Bogor Buat Kompressor PENA, penggunaan kendaraan roda dua dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsep komunitas yang memang dibangun untuk mempertemukan insan media melalui aktivitas touring. Kompressor merupakan komunitas press bermotor yang mewadahi rekan-rekan media yang aktif melakukan perjalanan menggunakan roda dua ke berbagai wilayah. Sementara PENA merupakan kepanjangan dari Persaudaraan Insan Media yang menjadi wadah komunikasi bagi para pelaku industri press. Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 40 media, rombongan Kompressor PENA Touring 2026 dibagi menjadi dua kelompok, yang berkumpul di NIssan Yasmin Bogor. Pemisahan dilakukan untuk menjaga efektivitas perjalanan sekaligus membantu aspek keselamatan selama melewati rute yang cukup panjang dan memiliki karakter jalan perbukitan saat menuju kawasan Cijeruk Megamendung, Bogor. Selain itu, perjalanan sejauh 125 kilometer tersebut juga menjadi ruang bertukar informasi antarmedia. Pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan industri otomotif utama, tetapi juga industri pendukung dan aftermarket yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem kendaraan bermotor di Indonesia. Dwijono Priatmadi, Technical Director ADX Tire, yang mengikuti langsung Kompressor PENA Touring 2026, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena rute yang dipilih tidak hanya mengandalkan jarak. “Terima kasih sudah diajak ikut touring bareng, dengan jarak pendek tetapi punya pilihan jalur yang menantang. Acaranya sangat menarik, destinasi lokasi yang menantang, antar member jurnalis yang ikut punya kereketan. Jadi selain materi presentasi juga ada quiz, doorprice, dari semua sponsor yang ikut. Sukses selalu, kita tunggu acara Kompressor PENA mendatang,” terang Dwijono Priatmadi. Selain perjalanan menggunakan roda dua, rangkaian acara juga diisi dengan sesi presentasi, kuis dan doorprize dari para pendukung kegiatan. Format tersebut membuat aktivitas touring tidak berhenti pada perjalanan dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara media dan industri otomotif. Ahmad Sirojuddin, Ketua Pelaksana KomPressor PENA Touring 2026, mengatakan kegiatan tersebut juga membawa semangat kebersamaan antarpeserta. “Saya ingin mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh peserta yang hadir. Acara ini bukan sekadar perjalanan menikmati keindahan alam dan mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi bukti solidnya kebersamaan kita di jalanan. Kelancaran dan kemeriahan acara hari ini tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa para iktikad positif dari peserta, dalam mengilhami kekuatan Sumpah Pemuda yang terlahir dari keragaman etnis Nusantara. Kebersamaan, kecintaan kepada NKRI harus diimplementasikan dalam kehidupan,” tutup Ahmad Sirojuddin, Ketua Pelaksana KomPressor PENA Touring 2026. Kompressor PENA Touring 2026 mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan merek otomotif. Selain Indomobil eMotor, terdapat JNE Express, Wahana Makmur Sejati, Retouch, ADX Tire, Mitsubishi Motors, BAW, Media Arya Wira, RMF, GWM, Tekiro, Neuton, Hasston, Ferrox, Kawasaki, Suzuki, QJ Motor, Vespa, Nine dan Respiro. Lihat Selengkapnya
Mencoba Ban Dayton DT30 dan H/T100 di PIK, Seberapa Nyaman untuk Harian?
24 Sep 2026
Mencoba Ban Dayton DT30 dan H/T100 di PIK, Seberapa Nyaman untuk Harian? 24 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Review ban Dayton DT30 dan H/T100, seperti apa sensasinya? Ban menjadi salah satu komponen mobil yang paling sering bekerja tanpa banyak diperhatikan. Selama kondisinya masih bagus, pengemudi biasanya baru menyadari karakter ban ketika melewati permukaan jalan yang berbeda, melakukan pengereman, berakselerasi, atau saat mobil harus bermanuver. Hal itu yang coba dirasakan saat Goodcar menjajal dua ban perdana Dayton di Indonesia, yakni DT30 dan H/T100, dalam sesi Dayton Media Test Drive 2026 di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Dayton merupakan merek ban baru di bawah naungan Bridgestone Group yang mulai masuk pasar Indonesia pada kuartal ketiga 2026. Posisi produknya cukup jelas, yakni menyasar kebutuhan berkendara sehari-hari dengan fokus pada keamanan, daya tahan, dan keandalan. Namun, bagaimana karakter keduanya ketika langsung dipakai? Dayton DT30 Mobil Mitsubishi Xpander Pertama Goodcar mencoba Dayton DT30, saat sesi tersebut digunakan pada mobil penumpang MPV Mitsubishi Xpander. Produk Dayton DT30 sendiri dikembangkan dengan tiga fokus utama, yakni low road noise, wet-road performance, dan long lasting. Dalam sesi pengujian, DT30 diajak melewati beberapa kondisi yang cukup dekat dengan penggunaan harian. Rutenya tidak hanya berupa permukaan aspal mulus, tetapi juga mencakup jalan gravel, polisi tidur, manuver, hingga akselerasi di trek lurus. Pada permukaan aspal, karakter pertama yang cukup terasa adalah tingkat kebisingan ban yang relatif minim. Karakter tersebut memang sejalan dengan fokus DT30 yang menempatkan low road noise sebagai salah satu keunggulannya. Selanjutnya dalam penggunaan permukaan gravel, karakter ban mulai terasa berbeda. Bunyi kontak ban dengan batu kecil menjadi lebih terdengar dibanding ketika melaju di aspal. Pengujian kemudian berlanjut melewati polisi tidur. Di bagian ini, karakter ban dan suspensi mobil bekerja bersamaan. DT30 memberikan respons yang cukup nyaman ketika melewati rintangan tersebut, tanpa memberikan hentakan yang berlebihan ke kabin. Untuk penggunaan harian, karakter seperti ini justru lebih relevan dibanding mengejar performa ekstrem. Sebab, kondisi jalan yang ditemui pengguna mobil sehari-hari lebih banyak berupa aspal, sambungan jalan, polisi tidur, hingga permukaan jalan yang tidak sepenuhnya rata. Saat pedal gas diinjak lebih dalam di trek lurus, DT30 juga memberikan respons yang cukup stabil. Ban mampu menjaga kontak dengan permukaan jalan ketika mobil mulai berakselerasi. Pengujian ini memang bukan simulasi untuk mengukur performa akselerasi secara kuantitatif. Karena itu, karakter yang bisa dirasakan lebih kepada kestabilan dan respons ban ketika menerima perpindahan bobot serta tenaga dari mobil. Dayton menyediakan DT30 dalam ukuran pelek 14 hingga 18 inci. Pilihan tersebut membuatnya dapat digunakan pada beragam kendaraan penumpang, mulai dari LCGC, city car, hatchback, MPV hingga sedan dan SUV berukuran kecil. Mencoba H/T100 pada SUV Toyota Fortuner Karakter berbeda terasa ketika berpindah ke Dayton H/T100 yang digunakan pada mobil Toyota Fortuner. Jika DT30 lebih diarahkan untuk mobil penumpang, H/T100 membawa fokus pada stable handling, easy to install, dan low road noise. Ban ini menggunakan konsep all-position fitment, sehingga rotasi ban dapat dilakukan dengan lebih mudah. Pada penggunaan di kawasan PIK, H/T100 terasa cukup stabil ketika SUV dibawa melewati jalan dengan kecepatan harian. Dimensi dan bobot SUV membuat respons kendaraan memang berbeda dibanding MPV atau sedan, sehingga karakter ban menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan rasa percaya diri ketika mobil diarahkan. Ketika melewati polisi tidur, H/T100 mampu menjaga respons mobil tetap terkendali. Tidak terasa seperti ban yang dibuat untuk mengejar karakter sport, tetapi lebih mengarah pada kebutuhan mobil SUV yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Karakter tersebut kembali terasa ketika mobil dibawa melakukan akselerasi di trek lurus. H/T100 memberikan respons yang cukup stabil dan tidak terasa liar ketika tenaga mobil disalurkan ke roda. Pada permukaan gravel, suara kontak ban dengan permukaan jalan menjadi lebih terdengar. Namun, ban tetap mampu mempertahankan arah kendaraan ketika melewati permukaan yang tidak rata tersebut. Untuk SUV yang lebih banyak digunakan di jalan aspal, karakter seperti ini cukup masuk akal. H/T100 bukan ban yang diposisikan sebagai ban off-road, sehingga pengujian di gravel lebih tepat dilihat sebagai gambaran kemampuan ketika mobil sesekali bertemu permukaan jalan yang kurang ideal. Sangat Proper Penggunaan Harian Dari pengujian singkat di PIK, keduanya menunjukkan karakter yang lebih condong ke penggunaan harian dengan tingkat percaya diri tinggi, lantaran Bridgestone menjamin akan kualitas ban terbarunya ini. Namun sesi pengujian ini belum memberikan gambaran lengkap mengenai seluruh kemampuan kedua ban. Pengujian jalan basah, misalnya, belum menjadi bagian dari kondisi yang dirasakan Goodcar dalam sesi tersebut. Karena itu, klaim wet-road performance DT30 belum bisa dinilai secara langsung dari pengalaman test drive ini. Begitu juga dengan daya tahan. Umur pakai ban tidak bisa disimpulkan hanya melalui sesi berkendara singkat karena sangat bergantung pada jarak tempuh, kondisi jalan, tekanan angin, beban kendaraan, gaya berkendara, hingga pola rotasi dan perawatan. Lihat Selengkapnya
Mitsubishi Fuso Resmikan Diler ke-224 di Lampung, Perkuat Distribusi Logistik Sumatera
17 Sep 2026
Mitsubishi Fuso Resmikan Diler ke-224 di Lampung, Perkuat Distribusi Logistik Sumatera 17 Sep 2026 LAMPUNG, GoodCar.id – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, kembali memperluas jaringan layanan dengan meresmikan diler Mitsubishi Fuso ke-224 melalui PT DIPO Internasional Pahala Otomotif Lampung. Peresmian yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, menjadi bagian dari upaya Mitsubishi Fuso mendekatkan layanan penjualan dan purnajual kepada konsumen, khususnya pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan niaga untuk menunjang aktivitas distribusi dan logistik. Kehadiran diler baru ini dinilai strategis mengingat posisi Lampung sebagai salah satu pintu utama arus distribusi antara Pulau Jawa dan Sumatera. Aktivitas transportasi di wilayah tersebut terus menopang berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, perkebunan, hingga kawasan industri. Berada di Jalur Strategis Lampung Diler PT DIPO Internasional Pahala Otomotif Lampung berlokasi di Jl. Raya Lintas Sumatera No. 222, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Lokasinya berada di jalur utama yang dilalui kendaraan angkutan antarkota dan antarprovinsi. Diler tersebut juga berada tidak jauh dari akses gerbang tol serta bandar udara, sehingga pelanggan dapat menjangkau fasilitas resmi Mitsubishi Fuso tanpa perlu melakukan penyimpangan yang terlalu jauh dari jalur operasional. Pemilihan lokasi ini juga berkaitan dengan karakteristik ekonomi Lampung yang memiliki sejumlah komoditas unggulan, seperti kelapa sawit, kopi, tebu, dan tapioka. Mobilitas kendaraan niaga untuk mengangkut berbagai komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang ingin dijawab melalui perluasan jaringan diler. Diler Fuso Lampung Usung Fasilitas 3S Dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 3.178 meter persegi, diler Mitsubishi Fuso ini mengusung fasilitas 3S (Sales, Service, Spare Parts). Pada area showroom, konsumen dapat melihat langsung dua unit truk Mitsubishi Fuso. Sementara untuk layanan purnajual, fasilitas bengkel dilengkapi enam stall servis dengan kapasitas penanganan hingga 15 unit truk per hari. Fasilitas tersebut juga diperkuat Mobile Workshop Service (MWS). Layanan ini memungkinkan teknisi memberikan perawatan maupun perbaikan langsung di lokasi operasional kendaraan atau area armada pelanggan. Kehadiran MWS menjadi salah satu upaya untuk mengurangi waktu kendaraan tidak beroperasi atau downtime. Selain itu, Mitsubishi Fuso menyediakan dukungan Parts Depo untuk membantu memastikan ketersediaan suku cadang bagi jaringan diler. Dengan dukungan tersebut, kebutuhan perawatan kendaraan pelanggan diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat. Dorong Zero Down Time untuk Kendaraan Niaga President Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Daisuke Okamoto, mengatakan Lampung memiliki posisi strategis sebagai penghubung perekonomian antara Jawa dan Sumatera. Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Bakauheni turut memperkuat peran Lampung sebagai salah satu kawasan penting dalam jaringan logistik nasional. Melalui diler baru ini, Mitsubishi Fuso menghadirkan fasilitas penjualan dan purnajual yang terintegrasi. Dukungan MWS, Parts Depo, serta jaringan layanan tersebut diarahkan untuk menjaga kendaraan pelanggan tetap beroperasi sehingga produktivitas bisnis dapat dipertahankan. Konsep tersebut sejalan dengan upaya Mitsubishi Fuso menghadirkan layanan yang mendukung Zero Down Time, terutama bagi konsumen yang menjadikan truk sebagai bagian penting dari operasional bisnis sehari-hari. Ada Promo Purnajual FUSO Bersamaan dengan peresmian diler, PT DIPO Internasional Pahala Otomotif Lampung turut menghadirkan program purnajual bertajuk FUSO MANTUL. Melalui program tersebut, konsumen bisa mendapatkan diskon 20 persen untuk pembelian sejumlah suku cadang, meliputi filter, fanbelt, clutch disc, dan clutch cover. Selain potongan harga suku cadang, tersedia pula diskon 10 persen untuk biaya jasa servis. Program ini berlaku dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan. Dengan beroperasinya diler ke-224 tersebut, Mitsubishi Fuso bersama DIPO Group melanjutkan ekspansi jaringan layanan kendaraan niaga di Indonesia. Kehadiran fasilitas baru di Lampung diharapkan dapat memberikan akses yang lebih dekat bagi konsumen sekaligus mendukung kelancaran aktivitas transportasi dan distribusi di wilayah Sumatera bagian selatan. Informasi lebih lanjut mengenai produk, layanan, maupun pemesanan servis Mitsubishi Fuso dapat diperoleh melalui situs resmi KTB Fuso atau dengan mengunjungi langsung PT DIPO Internasional Pahala Otomotif Lampung. Lihat Selengkapnya
Setir Mendadak Berat? Cek Lampu Indikator Ini, Bisa Jadi EPS Bermasalah
10 Sep 2026
Setir Mendadak Berat? Cek Lampu Indikator Ini, Bisa Jadi EPS Bermasalah 10 Sep 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Bayangkan sedang mengemudi seperti biasa, lalu setir tiba-tiba terasa lebih berat ketika hendak berbelok. Banyak pengemudi mungkin langsung mengira masalah ada pada ban atau kaki-kaki. Padahal, ada satu lampu di panel instrumen yang bisa menjadi petunjuk awal: indikator EPS (Electronic Power Steering). Mitsubishi Motors Indonesia menjelaskan, lampu indikator EPS dapat menyala atau berkedip ketika terdapat masalah pada sistem electronic power steering. Kondisi tersebut biasanya juga bisa dirasakan langsung oleh pengemudi karena setir menjadi lebih berat dari biasanya. Situasi seperti ini tidak sebaiknya dianggap sepele. EPS merupakan sistem yang membantu meringankan kerja pengemudi ketika memutar kemudi. Ketika sistem mengalami gangguan, perubahan bobot setir bisa menjadi salah satu tanda yang paling mudah dirasakan dari balik kemudi. Dalam rilis resminya mengenai lampu indikator peringatan pada mobil Mitsubishi Motors, Mitsubishi menempatkan EPS sebagai salah satu indikator yang perlu diperhatikan pengemudi. Artinya, ketika lampu tersebut muncul bersamaan dengan perubahan rasa pada setir, pengemudi sebaiknya tidak mengabaikannya. Namun, persoalan di panel instrumen tidak berhenti pada EPS. Ada sejumlah lampu lain yang juga memiliki fungsi sebagai peringatan ketika kendaraan mendeteksi kondisi tertentu. Mengenali arti masing-masing indikator bisa membantu pengemudi memahami situasi sebelum memutuskan melanjutkan perjalanan atau melakukan pemeriksaan. 1. Indkator Lampu Temperatur Mesin. Salah satunya adalah lampu temperatur mesin. Indikator ini memberikan peringatan ketika suhu mesin terlalu tinggi atau mengalami overheat. Jika lampu tersebut menyala, kondisi temperatur mesin perlu menjadi perhatian karena panas berlebih dapat berpengaruh terhadap kerja mesin. 2. Indikator Lampu Check Engine Kemudian ada check engine yang berfungsi memberikan tanda ketika terdapat permasalahan pada sistem mesin. Lampu ini tidak secara spesifik menunjukkan satu jenis kerusakan, sehingga ketika tetap menyala, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya. 3. Lampu Indikator Oli Mesin Berbeda lagi dengan indikator tekanan oli mesin. Mitsubishi menjelaskan indikator ini berkaitan dengan kondisi oli mesin dan dapat menyala ketika volume oli berkurang. Karena oli berperan dalam pelumasan komponen mesin, indikator tersebut juga perlu mendapat perhatian pengemudi. 4. Indikator Lampu Aki Ada pula indikator pengisian aki. Lampu ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi aki, tetapi juga dapat menjadi petunjuk adanya masalah pada kabel-kabel kendaraan. Karena itu, munculnya indikator tersebut tidak selalu berarti aki semata yang harus diperiksa. 5. Indikator Lampu Rem Untuk sistem pengereman, pengemudi akan menemukan beberapa indikator berbeda. Lampu rem dapat menunjukkan bahwa rem parkir masih aktif, sedangkan indikator minyak rem dengan tanda seru dapat mengindikasikan adanya persoalan pada minyak rem. 6. Indikator Lampu ABS Selanjutnya ada ABS (Anti-lock Braking System). Indikator ini berkaitan dengan sistem ABS pada kendaraan. Mitsubishi memasukkannya sebagai salah satu lampu peringatan yang perlu diperhatikan ketika muncul pada panel instrumen. 7. Indikator Lampu VSC (Vehicle Stability Control) Sementara itu, sistem pengendalian kestabilan kendaraan juga memiliki indikator tersendiri. Mitsubishi menjelaskan VSC (Vehicle Stability Control) berfungsi mengontrol kestabilan laju kendaraan sehingga dapat membantu mengurangi potensi mobil tergelincir. 8. Indikator Lampu Airbag Kembali ke masalah setir, lampu EPS menjadi salah satu indikator yang cukup mudah dikaitkan dengan gejala yang dirasakan langsung pengemudi. Jika lampu menyala atau berkedip dan pada saat bersamaan setir terasa lebih berat, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sistem power steering perlu diperiksa. Ada juga indikator airbag yang berkaitan dengan sistem keselamatan. Mitsubishi menyebut beberapa hal dapat menjadi penyebab indikator tersebut menyala, antara lain masalah pada kabel clock spring, saklar seat belt, maupun ketidaksesuaian atau error pada kode komputer kendaraan. 9. Indikator Bensin Untuk urusan bahan bakar, indikator bensin memberikan informasi ketika persediaan bahan bakar sudah rendah. Dalam penjelasan Mitsubishi, indikator tersebut menyala ketika bahan bakar yang tersisa sekitar seperdelapan kapasitas kendaraan. 10. Indikator Lampu Imobilizer Pengemudi juga perlu mengenali indikator immobilizer. Jika lampu immobilizer tetap menyala sementara mesin masih bisa hidup, Mitsubishi menyebut kondisi tersebut mungkin berkaitan dengan permasalahan pada kunci kendaraan. 11. Indikator Piintu Hal yang lebih sederhana seperti seat belt dan pintu mobil juga memiliki indikator masing-masing. Lampu seat belt menyala ketika sabuk pengaman belum digunakan. Pada sistem yang dijelaskan Mitsubishi, peringatan suara juga dapat muncul ketika kecepatan kendaraan sudah melebihi 20 km/jam dan berhenti setelah sabuk pengaman digunakan. Sementara indikator pintu akan menyala ketika salah satu pintu terbuka. Jika pintu sudah ditutup tetapi lampu masih menyala, ada kemungkinan salah satu pintu belum tertutup dengan sempurna. Untuk fog lamp, lampu indikator justru menunjukkan bahwa fitur tersebut sedang digunakan. Fog lamp ditujukan untuk membantu penerangan ketika kendaraan berada di kondisi berkabut atau hujan. Jadi, tidak semua lampu yang muncul di panel instrumen berarti ada kerusakan pada mobil. Pada dasarnya, panel instrumen bukan sekadar tempat melihat kecepatan dan jumlah bahan bakar. Berbagai simbol di dalamnya menjadi cara mobil berkomunikasi dengan pengemudi mengenai kondisi sejumlah sistem kendaraan. Karena itu, ketika setir mendadak terasa berat, jangan hanya fokus mencari masalah pada ban atau kaki-kaki. Lihat juga panel instrumen. Jika lampu EPS menyala atau berkedip bersamaan dengan perubahan bobot kemudi, kondisi tersebut patut diperiksa lebih lanjut. Mitsubishi Motors Indonesia sendiri menempatkan EPS bersama sejumlah indikator penting lain seperti temperatur mesin, check engine, tekanan oli, sistem pengisian, rem, ABS, airbag, hingga immobilizer sebagai lampu peringatan yang perlu dikenali pemilik kendaraan. Jadi, lain kali ada lampu yang tiba-tiba muncul di dasbor, jangan langsung panik dan jangan pula langsung menganggapnya sebagai gangguan kecil. Kenali simbolnya terlebih dahulu, perhatikan perubahan yang dirasakan saat mobil digunakan, kemudian tentukan langkah pemeriksaan yang diperlukan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.