Beranda / Mobil Baru / Katalog / Mitsubishi Triton

Mitsubishi Triton

Rp 305 Juta - Rp 535 Juta
Kapasitas Mesin
2,442 CC
Mesin
DOHC 16 valve, in-line 4-Cylinder
Roda Penggerak
4X4
Jenis Bahan Bakar
Solar
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Blade Silver Metallic
White Diamond
Graphite Grey
Black Mica
White Solid
Tipe Kendaraan
Mitsubishi Triton DC Ultimate 4x4 A/T
Rp 535 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Triton DC Exceed 4x4 M/T
Rp 500 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Triton DC GLS 4x4 M/T
Rp 456 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Triton DC HDX 4x4 M/T
Rp 433 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Triton SC HDX 4x4 M/T
Rp 380 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Triton SC GLX 4x2 M/T
Rp 305 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Mitsubishi Triton DC Ultimate 4x4 A/T
Mitsubishi Triton DC Exceed 4x4 M/T
Mitsubishi Triton DC GLS 4x4 M/T
Mitsubishi Triton DC HDX 4x4 M/T
Mitsubishi Triton SC HDX 4x4 M/T
Mitsubishi Triton SC GLX 4x2 M/T
Kapasitas Mesin
2,442 CC
Jenis Bahan Bakar
Solar
Mesin
DOHC 16 valve, in-line 4-Cylinder
Pintu
5
Roda Penggerak
4X4
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Collision Avoidance System
Brake Assist
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Headrest Adjust
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Welcome Light
Lihat Semua

MITSUBISHI TRITON
Artikel Terkait
Lihat Semua
GIICOMVEC 2026 Siap Digelar, Fokus Perkuat Industri Kendaraan Komersial
25 Feb 2026
GIICOMVEC 2026 Siap Digelar, Fokus Perkuat Industri Kendaraan Komersial 25 Feb 2026 Jakarta,GoodCar.id — GAIKINDO kembali menggelar GIICOMVEC 2026, pameran business-to-business khusus kendaraan komersial yang akan berlangsung pada 8–11 April 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Ajang ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Tahun ini, GIICOMVEC hadir dengan perubahan signifikan, yakni pindah ke Hall B dan Hall C JIExpo untuk mengakomodasi peningkatan minat industri. Total area pameran mencapai lebih dari 16.000 meter persegi. Lokasi baru ini diklaim menawarkan akses yang lebih mudah bagi pelaku usaha yang ingin menjajaki solusi transportasi komersial terkini. Di tengah dinamika pasar domestik, ekspor otomotif Indonesia justru mencatat tren positif. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan utuh (CBU) ke 93 negara mencapai 518.212 unit, naik 9,75 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 472.194 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit atau hampir 4 persen dari total ekspor nasional. Angka ini menegaskan peran kendaraan niaga sebagai salah satu penopang industri otomotif Indonesia di pasar global. Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan capaian tersebut menjadi indikator bahwa manufaktur otomotif nasional semakin kompetitif. “Capaian ekspor ini membuktikan kualitas produksi otomotif Indonesia diakui pasar global. Momentum ini harus dijaga melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi,” ujar Putu. Saat ini, produksi kendaraan nasional berada di kisaran 1,2 juta unit per tahun dengan kapasitas terpasang mencapai 2,59 juta unit. Artinya, ruang ekspansi masih terbuka lebar. GIICOMVEC Jadi Arena Ketemunya Produsen dan Buyer Sebagai pameran B2B, GIICOMVEC dirancang untuk mempertemukan produsen dengan calon pembeli potensial, termasuk buyer mancanegara. Targetnya jelas: membuka peluang ekspor baru sekaligus memperluas penetrasi kendaraan niaga Indonesia. Sejumlah merek kendaraan komersial dipastikan hadir, mulai dari Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, hingga Wuling. Tak hanya itu, area khusus China Pavilion juga akan hadir untuk menampilkan teknologi dan inovasi terbaru dari pelaku industri asal Tiongkok. Industri karoseri nasional serta sektor pendukung otomotif turut ambil bagian, memberikan gambaran menyeluruh mengenai ekosistem kendaraan komersial. Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menekankan bahwa GIICOMVEC bukan sekadar etalase produk. “GIICOMVEC adalah platform terpadu bagi pelaku bisnis untuk menemukan solusi armada sesuai kebutuhan operasional. Pengunjung bisa mempelajari teknologi sasis, desain karoseri, hingga inovasi industri pendukung dalam satu waktu,” kata Anton. Target 11 Ribu Trade Visitors Penyelenggaraan keempat GIICOMVEC ini menargetkan lebih dari 11 ribu trade visitors. Mereka berasal dari sektor transportasi, logistik, manufaktur, jasa keuangan, ritel, energi, konstruksi, hingga instansi pemerintah. GAIKINDO juga menggandeng berbagai asosiasi industri untuk memastikan partisipasi pelaku usaha berjalan optimal. Selain pameran, GIICOMVEC 2026 menghadirkan program Daily Seminar yang membahas isu bisnis aktual. Salah satu agenda utama adalah seminar bersama KAMSELINDO yang mengangkat topik kepatuhan, keselamatan, serta risiko hukum dalam transportasi barang berbahaya dan beracun (B3). Pengunjung juga dapat mengakses Demo Area Truck & Bus, area interaktif untuk menyaksikan sekaligus mencoba teknologi kendaraan komersial secara langsung. Fasilitas ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha mengevaluasi performa unit sebelum mengambil keputusan investasi. Sebagai pameran berbasis bisnis, GIICOMVEC tidak memberlakukan tiket masuk umum. Pelaku industri dapat mendaftar sebagai trade visitors melalui situs resmi GIICOMVEC. Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Mobil Pick up dari India yang akan Diimpor untuk Koperasi Merah Putih
23 Feb 2026
Spesifikasi Mobil Pick up dari India yang akan Diimpor untuk Koperasi Merah Putih 23 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Indonesia berencana mendatangkan sekitar 105.000 unit kendaraan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. Pengadaan kendaraan tersebut akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan melibatkan dua produsen utama asal India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors. Mahindra akan memasok sekitar 35.000 unit pikap Scorpio, sementara Tata Motors menyediakan 70.000 unit kendaraan yang terdiri dari 35.000 pikap Yodha dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7. Kendaraan-kendaraan tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas koperasi, termasuk distribusi logistik hingga operasional di wilayah pedesaan. Spesifikasi Mahindra Scorpio Pikap Mahindra Scorpio pikap diproduksi di pabrik Nashik, India, dan dikenal memiliki ketahanan tinggi serta biaya operasional yang relatif rendah. Kendaraan ini dinilai sesuai untuk kebutuhan operasional koperasi, terutama di medan pedesaan hingga area pertanian dengan kondisi jalan yang berat. Di Indonesia, pikap Scorpio sebenarnya sudah pernah dipasarkan sejak 2019 dalam varian Single Cab dan Double Cab. Kendaraan ini menggunakan mesin 2.2 liter mHawk berstandar emisi Euro 4 yang menghasilkan tenaga 140 PS dan torsi 320 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual 6 percepatan. Fitur yang tersedia antara lain AC, audio 2DIN, power window, follow-me headlamps, serta cruise control steering switch. Dari sisi keselamatan tersedia dua airbag, ABS, central locking dengan remote, serta boltable crash bar. Spesifikasi Tata Yodha Pikap Model berikutnya adalah Tata Yodha yang tersedia dalam beberapa varian dengan pilihan bahan bakar diesel maupun CNG. Varian Yodha CNG menggunakan mesin Tata 4SP SGI NA CNG dengan tenaga 74 hp pada 3.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 1.400–1.600 rpm. Transmisinya menggunakan tipe GBS-76-5/4.1 dengan kecepatan maksimum sekitar 80 km/jam. Selain itu terdapat varian Yodha 1700 yang dibekali mesin 2.2 liter Varicor turbo dengan tenaga 100 hp pada 3.750 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.000–2.500 rpm. Mesin serupa juga digunakan pada varian Yodha 2.0 dan Yodha 1200 dengan karakter tenaga yang tidak jauh berbeda. Spesifikasi Tata Ultra T.7 Light Truck Kendaraan lainnya adalah truk ringan Ultra T.7 yang dirancang untuk kebutuhan distribusi barang. Model ini mengusung mesin 4SP BS6 Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc. Versi light truck menghasilkan tenaga 100 PS pada 2.800 rpm dengan torsi maksimum 300 Nm pada 1.000–2.000 rpm. Kendaraan ini dilengkapi setir tilt dan telescopic serta kapasitas tangki bahan bakar 90 liter. Impor Pikap Jadi Sorotan Rencana impor kendaraan pikap dalam jumlah besar ini memunculkan perdebatan karena industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas produksi pikap yang cukup besar, mencapai sekitar 1 juta unit per tahun. Sejumlah pabrikan yang memproduksi kendaraan pikap di dalam negeri antara lain Astra Daihatsu Motor, Isuzu Astra Motor Indonesia, Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Suzuki Indomobil Motor, SGMW Motor Indonesia, serta Sokonindo Automobile. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pemenuhan kebutuhan kendaraan melalui impor berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya bisa dinikmati industri dalam negeri. "Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya. Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa industri otomotif nasional belum memproduksi kendaraan pikap berpenggerak empat roda (4x4) yang dirancang khusus untuk medan sangat berat seperti area tambang dan perkebunan. Bahkan menurut Kementerian Perindustrian, jika kebutuhan kendaraan pikap tersebut dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri, potensi dampak ekonomi yang dihasilkan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp27 triliun. Lihat Selengkapnya
Daftar 20 Mobil Terlaris Januari 2026, Innova Masih Tak Tergoyahkan
20 Feb 2026
Daftar 20 Mobil Terlaris Januari 2026, Innova Masih Tak Tergoyahkan 20 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Pasar otomotif nasional membuka tahun 2026 dengan catatan positif. Data penjualan wholesales Januari 2026 mencatat total distribusi pabrik ke diler sebanyak 66.447 unit. Angka ini naik 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 62.084 unit. Sementara itu, penjualan retail atau dari diler ke konsumen juga ikut tumbuh. Sepanjang Januari 2026, angka retail mencapai 66.936 unit, meningkat 4,5 persen dibanding Januari 2025 yang mencatat 64.076 unit. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa daya beli konsumen mulai kembali stabil di awal tahun. Lalu, model apa saja yang paling laris di Januari 2026? Posisi pertama daftar mobil terlaris Januari 2026 ditempati oleh Toyota Innova. Jika digabungkan antara varian Reborn (2.728 unit) dan Zenix (2.673 unit), totalnya mencapai 5.401 unit. Angka ini menunjukkan bahwa segmen MPV medium masih sangat kuat. Kombinasi pilihan mesin konvensional dan hybrid pada generasi terbaru membuat Innova tetap relevan untuk kebutuhan keluarga maupun fleet. Di posisi kedua ada Daihatsu Gran Max Pick Up dengan 4.925 unit. Model ini konsisten menjadi tulang punggung sektor usaha kecil dan distribusi logistik ringan. Karakter tangguh, harga kompetitif, dan biaya operasional yang relatif terjangkau membuat Gran Max PU tetap stabil meski pasar kendaraan penumpang semakin kompetitif. Posisi ketiga dihuni oleh Honda Brio dengan total 3.672 unit. Kontribusi terbesar datang dari varian Satya sebanyak 3.430 unit, sementara Brio RS menyumbang 242 unit. Brio masih jadi pilihan utama anak muda dan keluarga muda yang mencari city car irit dan lincah untuk penggunaan harian. Kejutan dari Mobil Listrik Menariknya, daftar 5 besar juga diwarnai model elektrifikasi. BYD Atto 1 mencatat 3.361 unit dan langsung menempati posisi empat. Ini menunjukkan bahwa penerimaan kendaraan listrik semakin kuat di pasar domestik. Tak hanya itu, Jaecoo J5 EV juga masuk 10 besar dengan 1.942 unit. Kehadiran dua model EV di jajaran terlaris jadi indikator perubahan tren konsumen yang mulai melirik kendaraan tanpa emisi. Berikut Daftar 20 Mobil Terlaris Januari 2026: Toyota Innova – 5.401 unit Daihatsu Gran Max Pick Up – 4.925 unit Honda Brio – 3.672 unit BYD Atto 1 – 3.361 unit Toyota Avanza – 3.236 unit Daihatsu Sigra – 2.610 unit Toyota Calya – 2.579 unit Toyota Rush – 2.345 unit Mitsubishi Xpander – 1.949 unit Jaecoo J5 EV – 1.942 unit Toyota Hilux – 1.340 unit Mitsubishi Destinator – 1.314 unit Toyota Agya – 1.175 unit Mitsubishi L300 – 1.165 unit Toyota Raize – 1.070 unit Toyota Fortuner – 1.062 unit Isuzu Traga – 1.042 unit Daihatsu Terios – 946 unit Daihatsu Ayla – 900 unit BYD M6 – 851 unit MPV dan Kendaraan Niaga Masih Dominan Dari daftar tersebut terlihat bahwa MPV dan kendaraan niaga ringan masih mendominasi pasar. Model seperti Toyota Avanza, Daihatsu Sigra, hingga Mitsubishi Xpander tetap menjadi pilihan utama keluarga Indonesia. Di sisi lain, kendaraan komersial seperti Gran Max PU, Mitsubishi L300, dan Isuzu Traga menunjukkan bahwa sektor usaha masih bergerak aktif. Namun yang paling menarik adalah konsistensi model elektrifikasi menembus papan atas. Kehadiran BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 EV menjadi sinyal bahwa pasar Indonesia mulai membuka ruang lebih luas untuk kendaraan listrik. Dengan capaian 66.447 unit di awal tahun dan pertumbuhan 7 persen secara wholesales, Januari 2026 bisa dibilang menjadi pembuka yang cukup optimistis bagi industri otomotif nasional. Tantangannya sekarang adalah menjaga momentum tersebut di tengah dinamika ekonomi dan persaingan model yang semakin ketat. Lihat Selengkapnya
Nissan Siapkan Mobil Listrik Murah, Datsun Berpeluang Bangkit!
18 Feb 2026
Nissan Siapkan Mobil Listrik Murah, Datsun Berpeluang Bangkit! 18 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Nissan dikabarkan tengah menyiapkan strategi baru untuk menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih ramah di kantong. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pabrikan asal Jepang itu disebut-sebut mempertimbangkan menghidupkan kembali merek Datsun sebagai lini kendaraan listrik murah yang menyasar pasar negara berkembang. Mengutip laporan Automotive News, salah satu sumber internal Nissan menyebutkan bahwa perusahaan memiliki sejumlah agenda strategis yang akan dibahas, termasuk opsi menjadikan Datsun sebagai kendaraan listrik terjangkau. Jejak Datsun dan Penutupan Operasional di Sejumlah Negara Wacana ini mencuat setelah Datsun menghentikan operasionalnya di India beberapa waktu lalu. Merek tersebut berkiprah di pasar India sejak 2013 selama kurang lebih sembilan tahun. Sebelumnya, pada 2020, Datsun juga menutup aktivitas produksi dan penjualannya di Rusia serta Indonesia. Penutupan tersebut berdampak pada ketidakjelasan nasib beberapa model seperti Datsun Go dan Datsun Go+. Di sisi lain, Nissan sempat menyatakan fokusnya tertuju pada penguatan merek utama mereka. "Bagi ribuan konsumen di seluruh dunia, Datsun terus memberikan pengalaman berkendara yang menarik, merasa puas sebagai konsumen karena harganya yang tepat, dan memiliki nilai yang luar biasa," kata narasumber dari Nissan. "Sebagai bagian dari strategi transformasi global Nissan, Nissan berfokus pada model dan segmen utama yang memberikan manfaat paling besar bagi pelanggan, mitra dealer, dan bisnis," paparnya. Peluang Besar dari Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi Meski demikian, peluang menghadirkan mobil listrik murah melalui Datsun tetap terbuka lebar. Hal ini tidak terlepas dari kekuatan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance yang memiliki sumber daya besar dalam pengembangan kendaraan listrik. Aliansi tersebut menargetkan peluncuran 35 model kendaraan listrik baru hingga 2030. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan transformasi perusahaan dalam memperkuat inovasi di segmen electric vehicle (EV). Namun, belum ada kepastian apakah roadmap tersebut juga mencakup pengembangan mobil listrik murah dengan merek Datsun. Salah satu model yang telah diumumkan dalam presentasi aliansi adalah penerus Nissan Micra versi listrik penuh. Model ini akan memanfaatkan platform CMF B-EV yang dikembangkan bersama. "Nissan Micra akan dirancang oleh Nissan, dikembangkan dan diproduksi oleh Renault menggunakan platform [CMF B-EV] kami yang baru, memaksimalkan penggunaan aset aliansi sambil mempertahankan aspek Nissan," ujar COO Nissan, Ashwani Gupta. Jika benar Datsun kembali sebagai merek EV murah, bukan tidak mungkin basis platform yang digunakan akan serupa dengan Micra listrik atau kembarannya, Nissan March. Tantangan dan Harapan Kebangkitan Datsun Selain India, Rusia, dan Indonesia, Datsun juga sempat meramaikan pasar otomotif di Kazakhstan, Afrika Selatan, Belarusia, dan Nepal. Namun, tren penjualan yang terus menurun membuat operasional merek ini dihentikan secara bertahap di berbagai negara. Kini, dengan tren elektrifikasi global yang semakin kuat, peluang kebangkitan Datsun sebagai merek mobil listrik terjangkau menjadi wacana menarik. Jika strategi ini terealisasi, Nissan berpotensi memperluas penetrasi EV di pasar berkembang dengan menawarkan produk yang kompetitif dari sisi harga maupun teknologi. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.