Beranda / Mobil Baru / Katalog / Toyota Kijang Innova Zenix

Toyota Kijang Innova Zenix

Rp 436 Juta - Rp 638 Juta
Kapasitas Mesin
1,987 CC
Mesin
4 cylinders, in-line 16-Valve DOHC, chain drive Dual VVT-i
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Tipe Kendaraan
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 G CVT
Rp 436 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V CVT
Rp 482 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V CVT NON RSE
Rp 474 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 G HV CVT
Rp 483 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV MODELISTA CVT
Rp 558 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV MODELISTA CVT NON RSE
Rp 550 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV CVT
Rp 548 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV CVT NON RSE
Rp 540 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HV MODELISTA CVT TSS
Rp 638 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HV MODEL CVT TSS NON RSE
Rp 630 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HV MODEL CVT TSS
Rp 629 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 G CVT
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V CVT
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V CVT NON RSE
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 G HV CVT
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV MODELISTA CVT
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV MODELISTA CVT NON RSE
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV CVT
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 V HV CVT NON RSE
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HV MODELISTA CVT TSS
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HV MODEL CVT TSS NON RSE
Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HV MODEL CVT TSS
Kapasitas Mesin
1,987 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
4 cylinders, in-line 16-Valve DOHC, chain drive Dual VVT-i
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

TOYOTA KIJANG INNOVA ZENIX
Artikel Terkait
Lihat Semua
Toyota Corolla Genap 60 Tahun, Versi AS dan Eropa Punya Spesifikasi Berbeda
26 Aug 2026
Toyota Corolla Genap 60 Tahun, Versi AS dan Eropa Punya Spesifikasi Berbeda 26 Aug 2026 GoodCar.id - Toyota Corolla merayakan enam dekade kiprahnya dengan pendekatan berbeda di Amerika Serikat dan Eropa. Pasar AS mendapatkan edisi terbatas 2.500 unit berbasis Corolla SE Hybrid, sedangkan Eropa menghadirkan varian 60th Anniversary untuk tiga model sekaligus, yakni Hatchback, Touring Sports, dan Sedan. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1966, Toyota telah memproduksi lebih dari 57 juta unit Corolla di seluruh dunia. Enam puluh tahun kemudian, nama Corolla masih menjadi salah satu model penting bagi Toyota dan mendapat perayaan khusus di dua pasar utama tersebut. Toyota Corolla 60th Anniversary Special Edition untuk AS Untuk konsumen Amerika Serikat, Toyota menghadirkan Corolla 60th Anniversary Special Edition 2027 dalam jumlah sangat terbatas. Produksinya hanya mencapai 2.500 unit, dengan basis Corolla SE Hybrid. Pengiriman unit dijadwalkan mulai awal 2027. Secara tampilan, edisi khusus ini mendapatkan sejumlah pembeda dibandingkan Corolla SE Hybrid standar. Beberapa di antaranya adalah velg alloy berwarna hitam serta emblem khusus 60th Anniversary yang mempertegas statusnya sebagai model perayaan. Toyota memang belum mengumumkan harga khusus untuk edisi ulang tahun tersebut. Harga jajaran Corolla 2027 di AS sendiri dimulai dari US$23.325 untuk varian LE, sementara harga Corolla 60th Anniversary akan diumumkan mendekati waktu peluncuran. Jumlah produksi yang hanya 2.500 unit membuat model ini memiliki posisi yang cukup eksklusif. Angka tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan volume penjualan Corolla di Amerika Serikat yang mencapai ratusan ribu unit setiap tahun. Di Kanada, jumlahnya bahkan lebih terbatas, yakni hanya 250 unit. Dengan demikian, Corolla 60th Anniversary di kawasan Amerika Utara lebih berperan sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen loyal sekaligus menjadi daya tarik pemasaran, bukan sebagai model yang ditujukan untuk mengejar volume penjualan. Eropa Hadirkan Tiga Varian Anniversary Strategi berbeda diterapkan Toyota di Eropa. Tidak seperti Amerika Utara, Corolla 60th Anniversary di Eropa tidak dibatasi jumlah produksinya. Toyota Eropa telah membuka pemesanan untuk tiga model, yaitu Corolla Hatchback, Touring Sports, dan Sedan. Pengiriman pertama dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Sentuhan pembeda paling kuat terlihat dari sektor eksterior. Corolla Hatchback dan Touring Sports 60th Anniversary menggunakan warna Boreal Blue metallic dengan kombinasi atap dan pilar berkelir Night Sky Black. Kombinasi warna dua nada tersebut secara khusus disiapkan untuk varian anniversary. Sementara itu, Corolla Sedan menggunakan warna Lunar Sky Blue, dengan sejumlah detail eksterior yang dirancang senada dengan karakter Hatchback dan Touring Sports. Dari sisi mesin, Toyota tetap mempertahankan teknologi hybrid yang sudah dikenal pada keluarga Corolla. Konsumen Eropa dapat memilih mesin hybrid 1,8 liter bertenaga 140 PS (138 hp) atau mesin 2,0 liter dengan output 178 PS (176 hp). Selain warna khusus, Toyota juga memberikan emblem peringatan, desain velg spesifik, serta tambahan perlengkapan untuk membedakan edisi 60th Anniversary dari varian reguler. Masuk ke kabin, karakter dasarnya masih mengacu pada Corolla yang sudah beredar. Panel instrumen digital berukuran 12,3 inci dan layar infotainment 10,5 inci tetap dipertahankan. Dengan demikian, edisi anniversary ini pada dasarnya menawarkan paket Corolla yang lebih eksklusif melalui tambahan fitur dan detail desain, tanpa mengubah formula utama yang sudah menjadi ciri khas model tersebut. AS dan Eropa, Dua Cara Merayakan 60 Tahun Corolla Perbedaan strategi tersebut menunjukkan bagaimana Toyota menyesuaikan Corolla 60th Anniversary dengan karakter masing-masing pasar. Amerika Serikat mendapatkan model yang sangat terbatas dan eksklusif, sedangkan Eropa memperoleh pilihan bodi yang lebih beragam tanpa batas produksi khusus. Meski pendekatannya berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama: memperingati perjalanan panjang Corolla selama enam dekade sekaligus mempertahankan daya tarik salah satu model paling ikonik Toyota di pasar global. Perbedaan Spesifikasi Corolla 60th Anniversary Edition Spesifikasi Toyota Corolla 60th Anniversary – Eropa Model: Corolla Hatchback, Touring Sports, dan Sedan Pilihan mesin: 1,8 liter Hybrid dan 2,0 liter Hybrid Tenaga: 140 PS (138 hp) untuk 1,8 liter dan 178 PS (176 hp) untuk 2,0 liter Warna Hatchback & Touring Sports: Boreal Blue metallic dengan atap dan pilar Night Sky Black Warna Sedan: Lunar Sky Blue Layar infotainment: 10,5 inci Panel instrumen digital: 12,3 inci Perlengkapan khusus: emblem anniversary, desain velg spesifik, serta tambahan equipment dibandingkan varian standar Spesifikasi Toyota Corolla 60th Anniversary – Amerika Serikat Basis: Corolla SE Hybrid sedan Mesin: 1,8 liter hybrid Tenaga: 138 hp Produksi: 2.500 unit Roda: velg alloy hitam 18 inci Layar infotainment: 10,5 inci Panel instrumen digital: 7 inci Kursi: sport seat dengan kombinasi Black/Red Identitas khusus: emblem 60th Anniversary, door sill dan floor mat khusus Lihat Selengkapnya
BBM Makin Mahal, Begini Cara Bawa Mobil Hybrid Biar Konsumsi Bensin Lebih Irit
19 Aug 2026
BBM Makin Mahal, Begini Cara Bawa Mobil Hybrid Biar Konsumsi Bensin Lebih Irit 19 Aug 2026 Jakarta, Goodcar.id – Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat efisiensi konsumsi bahan bakar kembali menjadi perhatian pemilik mobil. Di tengah kondisi harga energi yang masih dipengaruhi situasi global, cara berkendara menjadi salah satu faktor yang bisa menentukan seberapa sering mobil harus mampir ke SPBU. Pada mobil hybrid, pengemudi sebenarnya punya peluang lebih besar untuk menekan konsumsi bensin. Sistem hybrid dapat mengatur penggunaan mesin bensin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara, tetapi cara pengemudi menginjak pedal gas, melakukan pengereman, hingga menjaga kecepatan tetap berpengaruh terhadap hasil akhirnya. Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan pemilik mobil hybrid tidak harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis untuk mendapatkan manfaat efisiensi. ”Hybrid EV Toyota seperti New Veloz Hybrid EV merupakan solusi yang paling tepat untuk menyiasati kenaikan harga bahan bakar. Tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara, AutoFamily dapat langsung merasakan benefit dari efisiensi mesin hybrid-nya. Konsumsi bensin masih bisa lebih ditekan kalau AutoFamily dapat memaksimalkan fitur-fitur yang dimiliki oleh mobil hybrid dari Toyota yang harganya sejauh ini paling terjangkau,” terang Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Rabu (22/4/2026). Pada dasarnya, prinsip berkendara mobil hybrid cukup sederhana: buat mobil bergerak sehalus mungkin dan manfaatkan motor listrik ketika kondisinya memungkinkan. Ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan agar efisiensi sistem hybrid bekerja lebih maksimal. Jangan Agresif Injak Pedal Gas Kebiasaan menginjak pedal gas dalam-dalam setiap kali mulai bergerak justru bukan cara terbaik untuk mengejar konsumsi BBM irit. Pada mobil hybrid, sistem akan menentukan kapan mesin bensin dan motor listrik bekerja berdasarkan kebutuhan tenaga. Karena itu, akselerasi yang dilakukan secara bertahap membuat distribusi tenaga bisa berlangsung lebih efisien. Bukan berarti pengemudi harus membawa mobil dengan sangat lambat. Kuncinya adalah menjaga input pedal gas tetap halus dan tidak melakukan akselerasi mendadak tanpa kebutuhan. Manfaatkan Motor Listrik Saat Kecepatan Rendah Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah kemampuannya menggunakan motor listrik dalam kondisi tertentu. Ketika mobil bergerak dengan kecepatan rendah atau membutuhkan tenaga yang relatif kecil, sistem hybrid dapat mengandalkan motor listrik selama kondisi baterai memungkinkan. Situasi seperti lalu lintas perkotaan, keluar dari parkiran, atau bergerak perlahan bisa menjadi kesempatan untuk mengurangi penggunaan mesin bensin. Karena itu, pengemudi sebaiknya tidak terbiasa melakukan akselerasi berlebihan pada situasi yang sebenarnya tidak membutuhkan tenaga besar. Manfaatkan EV Mode Jika Tersedia Sejumlah mobil hybrid menyediakan EV Mode yang memungkinkan kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik selama persyaratan sistem terpenuhi. Fitur ini bisa dimanfaatkan ketika kondisi jalan dan kapasitas baterai mendukung. Penggunaan EV Mode secara tepat dapat mengurangi kebutuhan mesin bensin bekerja, terutama pada kondisi berkendara dengan kebutuhan tenaga rendah. Namun, jangan memaksakan EV Mode ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar. Sistem hybrid pada dasarnya sudah dirancang untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai dengan kondisi kendaraan. Jaga Kecepatan Tetap Stabil Mobil hybrid paling tidak menyukai pola berkendara yang terlalu banyak berubah secara mendadak jika targetnya adalah efisiensi. Akselerasi, pengereman, kemudian akselerasi lagi membuat energi yang sudah digunakan untuk menambah kecepatan kembali terbuang saat pengereman. Setelah itu, mobil membutuhkan energi lagi untuk mencapai kecepatan sebelumnya. Menjaga kecepatan secara stabil membuat kerja sistem penggerak menjadi lebih konsisten. Di jalan bebas hambatan, misalnya, pengemudi bisa mempertahankan kecepatan sesuai batas yang berlaku tanpa terlalu sering melakukan akselerasi dan pengereman. Jangan Terlalu Dekat dengan Mobil di Depan Menjaga jarak aman bukan cuma soal keselamatan. Kebiasaan ini juga membantu membuat pola berkendara lebih halus. Ketika jarak terlalu dekat, pengemudi cenderung lebih sering menginjak rem karena kendaraan di depan melambat. Setelah itu pedal gas kembali diinjak untuk mengejar jarak yang hilang. Pola seperti ini membuat konsumsi energi menjadi kurang efisien. Dengan jarak yang cukup, pengemudi punya ruang untuk melepas pedal gas lebih awal dan membiarkan mobil melambat secara bertahap sebelum kembali berakselerasi. Maksimalkan Regenerative Braking Sistem regenerative braking menjadi salah satu bagian penting dalam mobil hybrid. Ketika mobil melambat atau mengerem, sebagian energi kinetik dapat dikonversi kembali menjadi energi listrik untuk mengisi baterai. Karena itu, pengereman sebaiknya dilakukan secara halus dan terencana. Ketika melihat kendaraan di depan mulai melambat, pengemudi bisa melepas pedal gas lebih awal dan membiarkan sistem melakukan deselerasi. Cara tersebut berbeda dengan kebiasaan mengerem keras pada detik terakhir. Selain membuat berkendara lebih nyaman, deselerasi yang terkontrol memberi kesempatan sistem regeneratif bekerja lebih optimal. Pilih Mode ECO Saat Kondisi Memungkinkan Jika mobil hybrid memiliki mode berkendara seperti ECO, fitur tersebut bisa digunakan ketika pengemudi tidak membutuhkan respons akselerasi yang agresif. Mode ECO umumnya mengatur respons kendaraan agar lebih berorientasi pada efisiensi. Konsekuensinya, respons pedal gas bisa terasa lebih kalem dibandingkan mode berkendara yang mengejar performa. Untuk penggunaan harian di perkotaan, karakter tersebut justru bisa membantu pengemudi menjaga gaya berkendara tetap santai. Jangan Lupa Kondisi Ban Efisiensi hybrid tidak hanya ditentukan sistem penggerak. Kondisi kendaraan secara keseluruhan tetap berpengaruh. Tekanan ban yang terlalu rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak. Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi juga tidak dianjurkan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan grip. Pastikan tekanan ban mengikuti rekomendasi pabrikan dan lakukan pengecekan secara berkala. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Mobil hybrid tetap menggunakan mesin bensin, sehingga jenis BBM yang digunakan harus mengikuti rekomendasi pabrikan. Menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi mesin membantu proses pembakaran bekerja sebagaimana mestinya. Jangan hanya mengejar harga BBM paling murah jika tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Efisiensi juga bukan berarti menggunakan bahan bakar dengan kualitas atau spesifikasi di bawah rekomendasi. Servis Jangan Menunggu Bermasalah Terakhir, jangan menganggap teknologi hybrid membuat mobil bebas perawatan. Mesin bensin, motor listrik, baterai hybrid, sistem kontrol, transmisi, ban, hingga komponen pendukung lainnya tetap perlu diperiksa secara berkala. Kondisi kendaraan yang prima membantu sistem hybrid bekerja sesuai rancangan dan menjaga efisiensi tetap optimal. Jadi, ketika harga BBM naik, cara paling sederhana untuk menghemat bukan selalu mencari jalan dengan jarak paling pendek atau mengurangi penggunaan mobil. Pada mobil hybrid, cara membawa mobil juga punya peran besar. Akselerasi halus, kecepatan stabil, memanfaatkan regenerative braking, menjaga jarak dengan kendaraan di depan, menggunakan EV Mode dan ECO Mode ketika tersedia, serta memastikan kondisi mobil tetap prima merupakan kebiasaan yang bisa membantu menekan konsumsi bensin sehari-hari. Sebagai gambaran, New Veloz Hybrid EV pernah mencatat konsumsi hingga 28,9 km/liter dalam pengujian media otomotif. Namun angka konsumsi BBM pada pemakaian sehari-hari tetap bisa berbeda karena dipengaruhi kondisi lalu lintas, kecepatan, beban kendaraan, rute, penggunaan AC, serta gaya berkendara. Lihat Selengkapnya
BEV, HEV, dan PHEV Tumbuh Bersamaan, Ini Teknologi Elektrifikasi yang Dipilih Konsumen Indonesia
08 Aug 2026
BEV, HEV, dan PHEV Tumbuh Bersamaan, Ini Teknologi Elektrifikasi yang Dipilih Konsumen Indonesia 08 Aug 2026 Tangerang, GoodCar.id - Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Dialog Otomotif Nasional bertajuk “The Right Fit for Indonesia: Teknologi Elektrifikasi Seperti Apa yang Dibutuhkan Indonesia?” yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri otomotif, asosiasi, akademisi, pengamat, hingga media. Sekitar 80 peserta yang berasal dari media umum, bisnis, otomotif, serta perwakilan industri turut mengikuti diskusi mengenai perkembangan, tantangan, dan peluang kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Pertumbuhan pasar menjadi salah satu alasan pentingnya pembahasan mengenai arah elektrifikasi nasional. Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi tercatat meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, pangsa pasar kendaraan elektrifikasi juga naik dari 23 persen menjadi 38 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia berkembang cukup pesat. Perubahan tersebut juga membuat pembahasan mengenai teknologi yang paling sesuai dengan karakteristik pasar Indonesia menjadi semakin relevan. Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, mengatakan bahwa diskusi mengenai elektrifikasi seharusnya tidak berhenti pada perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul. Menurutnya, kebutuhan dan karakteristik Indonesia perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah elektrifikasi. “Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini,” ujar Munawar Chalil. Forum tersebut juga mendapat apresiasi dari Sri Vista Limbong, yang mewakili Seven Event selaku penyelenggara GIIAS. Kehadiran dialog ini dinilai dapat memperluas perspektif mengenai perkembangan serta masa depan industri otomotif nasional. Diskusi panel kemudian menghadirkan sejumlah perwakilan prinsipal otomotif dari Jepang dan Tiongkok. Dari prinsipal Jepang hadir Philardi Sobari, sementara prinsipal otomotif asal Tiongkok diwakili oleh Ricky Christian, Constantinus Herlijoso, dan Arie Hermawan. Selain pelaku industri, forum turut menghadirkan Joshua Pardede, Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, yang memberikan pandangan dari sisi kondisi ekonomi nasional serta kaitannya dengan perkembangan kendaraan elektrifikasi. Joshua menilai bahwa pasar sebenarnya telah menunjukkan pilihannya sendiri. Menurutnya, konsumen Indonesia tidak semata-mata mempertimbangkan teknologi yang dianggap paling unggul, melainkan memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing. “Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi, BEV, HEV dan PHEV, menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul,” kata Joshua. Pertumbuhan BEV, HEV, dan PHEV secara bersamaan menjadi indikasi bahwa pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia masih terbuka terhadap berbagai pilihan teknologi. Karakteristik konsumen, kebutuhan mobilitas, hingga pola penggunaan kendaraan menjadi faktor yang turut menentukan pilihan teknologi. Pembahasan dalam forum juga mencakup sejumlah aspek lain yang menjadi tantangan dalam pengembangan ekosistem elektrifikasi. Mulai dari perkembangan pasar, kelebihan dan keterbatasan masing-masing teknologi, kesiapan infrastruktur, perilaku konsumen, hingga kebijakan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan elektrifikasi secara berkelanjutan. Peserta juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam diskusi melalui sesi interaktif. Berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan turut menggambarkan beragam tantangan yang masih dihadapi dalam proses transisi menuju kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Melalui Dialog Otomotif Nasional ini, ICMS berharap tercipta pemahaman yang lebih luas mengenai teknologi elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik pasar Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya juga dinilai penting untuk memastikan perkembangan ekosistem elektrifikasi berjalan secara berkelanjutan. ICMS menilai dialog berbasis data dan melibatkan berbagai perspektif dapat menjadi salah satu langkah untuk merumuskan arah kebijakan serta strategi industri otomotif yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar, sekaligus tetap memperhatikan kepentingan nasional. Lihat Selengkapnya
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Meluncur di GIIAS 2026, Kabin Makin Privat dengan Partisi Baru
05 Aug 2026
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Meluncur di GIIAS 2026, Kabin Makin Privat dengan Partisi Baru 05 Aug 2026 TANGERANG, Goodcar.id – Maxus Mifa 9 Lombardi Edition kembali menjadi salah satu kendaraan yang mendapat pembaruan di ajang GIIAS 2026. Kolaborasi antara Maxus Indonesia dan Lombardi Auto Indonesia menghadirkan penyempurnaan terbaru yang berfokus pada kenyamanan sekaligus privasi penumpang, terutama bagi pengguna yang menjadikan MPV listrik premium ini sebagai kendaraan keluarga maupun mobil operasional bisnis. Maxus Mifa 9 Lombardi Edition tampil dengan pengembangan terbesar pada area kabin. Jika sebelumnya versi serupa telah diperkenalkan pada IIMS, edisi terbaru ini membawa desain partisi yang sepenuhnya direvisi sehingga memberikan ruang pandang lebih luas bagi penumpang di baris kedua tanpa menghilangkan fungsi utama sebagai pemisah antara kabin depan dan belakang. Menurut Andrew Laksana, Owner PT Lombardi Auto Indonesia, perubahan tersebut merupakan jawaban atas masukan dari para pelanggan yang menginginkan ruang kaki lebih lega namun tetap memperoleh tingkat privasi tinggi selama perjalanan. "Maxus Mifa 9 Lombardi Edition mengangkat tema Privacy berangkat dari permintaan customer yang menginginkan legroom yang nyaman, namun mereka tetap mendapatkan privacy sehingga kami membuat terobosan sekat (partisi) yang lebih tipis dengan tidak mengurangi standar kenyamanan entertainment Lombardi," kata Andrew sapaanya. Maxus Mifa 9 Lombardi Edition juga mengalami perubahan pada konstruksi partisi. Kerangka baru membuat area kaca menjadi lebih besar sehingga penumpang belakang tetap memiliki visibilitas ke arah depan. Perubahan ini sekaligus memengaruhi posisi layar hiburan yang kini ditempatkan lebih rendah agar tetap nyaman dilihat dari captain seat. "Desain partisi yang ada saat ini merupakan versi improvement dibanding Mifa 9 Lombardi di IIMS lalu. Perubahannya cukup signifikan karena kami mengganti kerangka partisi untuk memperluas area kaca pandang kedepan dari sisi penumpang belakang," ujarnya. Pertahankan Konfigurasi 7 Penumpang Pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition, Lombardi juga mempertahankan konfigurasi tujuh penumpang. Kehadiran partisi tidak mengurangi akses menuju bangku baris ketiga karena captain seat di baris kedua dapat digeser menggunakan tombol kontrol sentuh sehingga proses keluar masuk penumpang tetap praktis. Maxus Mifa 9 Lombardi Edition mengusung captain seat premium yang telah disempurnakan dari sisi ergonomi. Jok tersebut dipadukan dengan partisi eksklusif yang dilengkapi layar multimedia, sistem intercom, serta berbagai fitur penunjang kenyamanan selama perjalanan. Partisi pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition kini hadir dengan komposisi kaca yang lebih besar dibanding versi sebelumnya. Lombardi menyebut luas area kaca meningkat sekitar 20 persen sehingga penumpang belakang tidak lagi merasa terisolasi dari area depan. "Jadi komposisi kacanya lebih besar dibanding versi sebelumnya, naik 20 persen lebih besar agar penumpang belakang bisa melihat kedepan. Hal ini mempengaruhi posisi TV jadi lebih kebawah namun masih tetap nyaman untuk dilihat penumpang," jelas Andrew Laksana lagi. Selain perubahan desain, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition dibekali berbagai fitur premium. Di dalam partisi tersedia partition glass, magic window system, ambient light, soft touch panel, ultra-wide monitor berukuran 29 inci, wireless charger, serta power outlet 220 volt. Perlengkapan lain pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition meliputi USB fast charging, touch screen control panel, Android TV entertainment system, meja kerja, grip handle, intercom antara penumpang dan pengemudi, tambahan power amplifier, prosesor audio, hingga bantal eksklusif pada captain seat. Soal harga, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition dipasarkan dengan banderol Rp1,169 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Maxus Mifa 9 versi standar yang dijual Rp958 juta. "Untuk harga Maxus Mifa 9 standar harganya Rp 958 juta. Sementara Maxus Mifa 9 Lombardi Edition kami jual Rp 1,169 miliar." Andrew juga menjelaskan bahwa penggunaan partisi pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition bukan sekadar menghadirkan kemewahan, tetapi juga memberikan ruang yang lebih aman bagi penumpang, khususnya keluarga yang membawa anak kecil selama perjalanan. "Sewaktu-satu saat si pemilik mau mengganti mobil lain maka partisi ini bisa dipindahkan ke mobil baru tersebut dengan tambahan biaya adjustment. Terutama dapat diaplikasikan juga di mobil-mobil yang sekelas dengan Mifa 9," kata Andrew Laksana, Owner PT Lombardi Auto Indonesia. Selain memperbarui Maxus Mifa 9 Lombardi Edition, Lombardi Auto Indonesia juga memperkenalkan paket peningkatan kenyamanan untuk Maxus Mifa 7. Fokus utamanya berada pada jok captain seat baris kedua yang kini dibekali leg rest dan pengaturan elektrik. "Pada Mifa 7 itu kan sekelas dengan Toyota Voxy dan Nissan Serena yang sayangnya meski 7 seater, pengaturan kursi baris kedua masih manual dan tanpa legrest," katanya lagi. Menurut Andrew, peningkatan tersebut tetap menggunakan dimensi kursi asli sehingga ruang kabin tidak berubah, namun kenyamanan meningkat berkat hadirnya electric reclining, leg rest, dan konfigurasi full captain seat. "Nah kami upgrade (jok baris kedua) agar penumpang bisa merasakan naik kelas menggunakan ukuran kursi aslinya. Jadi dari dimensi kursi agak lebih kecil dibanding kursi di Denza D9 atau Mifa 9. Hanya saja meskipun compact, kursi ini tetap dapat fitur legrest, electric reclining dan tetap full captain seat." Paket peningkatan untuk Maxus Mifa 7 dipasarkan dengan harga Rp799 juta atau sekitar Rp49 juta lebih tinggi dibanding Mifa 7 standar yang dibanderol Rp750 juta. Upgrade tersebut saat ini diterapkan pada unit Mifa 7 NIK 2025 dan menurut Lombardi juga berpotensi diaplikasikan pada MPV lain di kelas serupa dengan penyesuaian desain interior. "Upgrade ini diaplikasi pada mobil Maxus Mifa 7 NIK 2025. Tapi tidak menutup kemungkinan upgrade ini bisa dipasang di MPV lain sekelas seperti Toyota Voxy dengan stitching yang disesuaikan dengan mobilnya," tutupnya. Lombardi menjadwalkan peluncuran resmi Maxus Mifa 7 Lombardi pada 17 Agustus 2026 dalam pameran Indomobil yang berlangsung di Senayan City, Jakarta Selatan, sementara Maxus Mifa 9 Lombardi Edition sudah dapat dilihat langsung oleh pengunjung GIIAS 2026. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.