Geely Group Raup 3.033 SPK di GIIAS 2026, Geely EX2 Sumbang 70 Persen Penjualan12 Aug 2026
Geely Group Raup 3.033 SPK di GIIAS 2026, Geely EX2 Sumbang 70 Persen Penjualan12 Aug 2026
Jakrta, Goodcar.id - Geely Group menutup gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan 3.033 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pencapaian Geely Group pada GIIAS 2025, dengan Geely EX2 menjadi model yang paling banyak menyumbang penjualan.
Dari total SPK yang dikantongi sepanjang GIIAS 2026, sekitar 70 persen berasal dari Geely EX2. Artinya, mobil listrik mungil yang dibanderol mulai Rp239,9 juta tersebut menjadi penopang utama penjualan Geely Group selama pameran otomotif tahunan itu.
Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan capaian tersebut juga berjalan beriringan dengan tingginya aktivitas test drive. Sepanjang pameran, Geely Group mencatat lebih dari 2.000 sesi test drive dari pengunjung.
“Kami mengapresiasi antusiasme pengunjung terhadap lineup yang dihadirkan Geely Group selama GIIAS 2026. Tahun ini, kami mencatatkan total 3.033 SPK dan lebih dari 2.000 sesi test drive. Berdasarkan feedback dari konsumen, pengalaman berkendara menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian mereka, terutama setelah merasakan langsung build quality dan karakter berkendara yang kami tawarkan,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Kontribusi sekitar 70 persen terhadap total SPK membuat Geely EX2 menjadi model dengan peran paling besar dalam penjualan Geely Group di GIIAS 2026. Jika dihitung dari total tersebut, kontribusinya berada di kisaran 2.100 unit pemesanan.
Geely juga menyebut secara keseluruhan sudah lebih dari 6.500 konsumen Indonesia memilih Geely EX2. Model ini diposisikan sebagai mobil listrik untuk kebutuhan mobilitas harian dengan kombinasi dimensi kompak, teknologi elektrifikasi, serta harga yang relatif terjangkau di segmennya.
Geely EX2 dipasarkan dengan harga mulai Rp239,9 juta. Selain kendaraan, konsumen mendapatkan sejumlah benefit kepemilikan berupa wall charger berikut instalasi dasar serta portable charger.
Klaim Geely, EX2 juga menyandang status sebagai “No. 1 World’s Best-Selling Small EV” berdasarkan data penjualan IHS Sales Data yang merupakan bagian dari S&P Global Mobility.
Tingginya angka SPK Geely EX2 juga terlihat dari aktivitas test drive. Model tersebut menjadi kendaraan yang paling banyak dicoba pengunjung booth Geely Group selama GIIAS 2026.
Bagi Geely, test drive menjadi salah satu titik penting dalam proses pembelian karena konsumen dapat merasakan langsung karakter berkendara dan sejumlah fitur yang ditawarkan sebelum memutuskan melakukan pemesanan.
Siapkan 2.000 Unit Geely EX2
Lonjakan pemesanan selama GIIAS 2026 turut diikuti langkah Geely untuk menjaga ketersediaan unit. Geely mengklaim telah menyiapkan lebih dari 2.000 unit EX2 untuk memenuhi permintaan konsumen.
Sejumlah unit yang dipesan selama GIIAS 2026 bahkan sudah mulai dikirimkan kepada konsumen. Ketersediaan stok tersebut menjadi faktor penting mengingat tingginya kontribusi EX2 terhadap total SPK Geely Group selama pameran.
Selain EX2, Geely membawa sejumlah model lain ke GIIAS 2026, yakni Geely EX5, Geely Starray EM-i, Geely Coolray, dan Geely Okavango.
Komposisi produk tersebut menunjukkan Geely tidak hanya mengandalkan satu jenis teknologi. EX2 dan EX5 berada di lini kendaraan listrik, sementara Starray EM-i mengisi segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Di sisi lain, Coolray dan Okavango tetap menawarkan pilihan kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).
Portofolio Geely Group di GIIAS 2026 juga diperkuat ZEEKR sebagai merek kendaraan elektrifikasi dengan pendekatan Tech-Luxury. Produk yang ditampilkan mencakup ZEEKR 009, ZEEKR 009 Grand, ZEEKR 7X, dan ZEEKR 9X.
Dengan total 3.033 SPK dan lebih dari 2.000 sesi test drive, hasil GIIAS 2026 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penjualan Geely Group dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, kontribusi Geely EX2 yang mencapai sekitar 70 persen juga memperlihatkan bahwa penjualan Geely Group masih sangat bertumpu pada satu model. Sementara itu, model lain seperti EX5, Starray EM-i, Coolray, Okavango, serta jajaran ZEEKR memiliki ruang untuk memperbesar kontribusinya di pasar Indonesia.
Bagi Geely, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan momentum setelah GIIAS 2026, tetapi juga memastikan pemenuhan unit dari ribuan SPK sekaligus menjaga minat konsumen terhadap produk lain di luar EX2.
Lihat Selengkapnya
Geely EX2 Dimodifikasi Pakai Velg Kalcer, Tampil Retro Futuristik11 Aug 2026
Geely EX2 Dimodifikasi Pakai Velg Kalcer, Tampil Retro Futuristik11 Aug 2026
JAKARTA, Goodcar.id – Geely EX2 ternyata tidak cuma menarik perhatian lewat statusnya sebagai mobil listrik mungil. Model ini juga mulai masuk ke ranah modifikasi, salah satunya lewat penggunaan velg aftermarket HSR yang membuat tampilannya berubah menjadi lebih berkarakter.
Geely Auto Indonesia berkolaborasi dengan HSR Wheel untuk mengubah tampilan Geely EX2 berkelir Comet Gray. Ubahan difokuskan pada sektor kaki-kaki dengan mengandalkan kombinasi velg HSR Boafeo dan HSR Aerotech ring 16 yang membawa gaya retro-motorsport.
Pilihan tersebut membuat karakter Geely EX2 terlihat berbeda dibanding tampilan standarnya. Desain aerodisc pada HSR Aerotech memberikan kesan klasik, tetapi tetap nyambung dengan bentuk bodi EX2 yang futuristis dan kompak.
Konsep modifikasi ini juga menunjukkan bahwa mobil listrik berukuran kecil seperti Geely EX2 masih memiliki ruang untuk dipersonalisasi. Pemilik tidak harus mengubah bodi secara berlebihan untuk mendapatkan tampilan berbeda karena permainan velg dan ban saja sudah cukup mengubah karakter mobil.
“Respons positif dari automotive enthusiasts terhadap Geely EX2 menjadi salah satu alasan kami menghadirkan kolaborasi ini bersama HSR Wheel. Melalui modifikasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Geely EX2 dapat menjadi kanvas eksplorasi bagi penggunanya untuk menampilkan karakter dan gaya personal, tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kepraktisannya sebagai kendaraan listrik sehari-hari,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Dari sisi desain, penggunaan velg bergaya aerodisc bukan sekadar mengejar tampilan. Konsep tersebut mengambil inspirasi dari desain roda yang mengutamakan efisiensi aerodinamika, sehingga tetap memiliki keterkaitan dengan karakter sebuah kendaraan listrik.
HSR Aerotech dipadukan dengan HSR Boafeo berukuran ring 16. Kombinasi ini kemudian dibalut ban Accelera Eco Plush berukuran 205/60 R16 99V XL.
Pemilihan ban tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan, stabilitas dan tingkat kebisingan ketika digunakan sehari-hari. Ukuran yang digunakan juga mempertahankan proporsi Geely EX2 agar tidak terlihat terlalu ekstrem setelah dimodifikasi.
Modifikasi Tidak Harus Mengorbankan Kenyamanan
Modifikasi tidak harus selalu identik dengan ubahan suspensi ekstrem, bodi lebar atau peningkatan performa yang bahkan mengorbankan kenyamanan.
Mengganti velg dengan desain yang tepat bisa menjadi cara paling sederhana untuk membuat mobil memiliki identitas berbeda.
Geely EX2 sendiri memiliki dimensi kompak yang membuat permainan desain pada bagian roda cukup berpengaruh terhadap tampilan keseluruhan.
Bentuk bodinya yang membulat dan futuristis berpadu dengan desain velg aerodisc, menghasilkan gaya yang berada di antara nuansa retro dan modern.
Kolaborasi Geely Auto Indonesia dan HSR Wheel sekaligus memperlihatkan semakin terbukanya ruang aftermarket untuk kendaraan listrik.
Pemilik EV kini tidak hanya mempertimbangkan efisiensi dan teknologi, tetapi juga mulai melihat mobil sebagai bagian dari gaya personal.
Meski demikian, modifikasi pada kendaraan listrik tetap perlu memperhatikan aspek keamanan dan fungsi.
Pemilihan ukuran velg, ban, spesifikasi beban, hingga karakter berkendara perlu disesuaikan agar perubahan tampilan tidak mengganggu kenyamanan maupun pengendalian kendaraan.
Di sisi pasar, Geely EX2 juga masih menjadi salah satu model yang diandalkan Geely Auto Indonesia.
Secara global, EX2 diklaim telah mencatat penjualan lebih dari 550.000 unit sepanjang periode Januari 2025 hingga Juni 2026 dan disebut sebagai small EV terlaris di dunia pada periode tersebut.
Di Indonesia, Geely EX2 telah dipercaya oleh lebih dari 6.500 konsumen dan menjadi model Geely dengan penjualan tertinggi di pasar nasional.
Angka tersebut membuat EX2 memiliki basis pengguna yang cukup besar untuk berkembang, termasuk dari sisi personalisasi dan modifikasi.
Untuk memenuhi permintaan pasar, Geely Auto Indonesia juga menyiapkan tambahan produksi EX2 di dalam negeri. Lebih dari 2.000 unit Geely EX2 saat ini disebut sudah tersedia dan siap dikirim kepada konsumen.
Dengan begitu, Geely EX2 bukan hanya bermain di segmen mobil listrik perkotaan dengan desain kompak. Kehadiran versi modifikasi menggunakan velg HSR menunjukkan bahwa mobil listrik mungil pun mulai punya ruang di dunia modifikasi, termasuk bagi pemilik yang ingin tampil beda tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai kendaraan harian.
Lihat Selengkapnya
BEV, HEV, dan PHEV Tumbuh Bersamaan, Ini Teknologi Elektrifikasi yang Dipilih Konsumen Indonesia08 Aug 2026
BEV, HEV, dan PHEV Tumbuh Bersamaan, Ini Teknologi Elektrifikasi yang Dipilih Konsumen Indonesia08 Aug 2026
Tangerang, GoodCar.id - Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Dialog Otomotif Nasional bertajuk “The Right Fit for Indonesia: Teknologi Elektrifikasi Seperti Apa yang Dibutuhkan Indonesia?” yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri otomotif, asosiasi, akademisi, pengamat, hingga media. Sekitar 80 peserta yang berasal dari media umum, bisnis, otomotif, serta perwakilan industri turut mengikuti diskusi mengenai perkembangan, tantangan, dan peluang kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Pertumbuhan pasar menjadi salah satu alasan pentingnya pembahasan mengenai arah elektrifikasi nasional. Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi tercatat meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, pangsa pasar kendaraan elektrifikasi juga naik dari 23 persen menjadi 38 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia berkembang cukup pesat. Perubahan tersebut juga membuat pembahasan mengenai teknologi yang paling sesuai dengan karakteristik pasar Indonesia menjadi semakin relevan.
Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, mengatakan bahwa diskusi mengenai elektrifikasi seharusnya tidak berhenti pada perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul. Menurutnya, kebutuhan dan karakteristik Indonesia perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah elektrifikasi.
“Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini,” ujar Munawar Chalil.
Forum tersebut juga mendapat apresiasi dari Sri Vista Limbong, yang mewakili Seven Event selaku penyelenggara GIIAS. Kehadiran dialog ini dinilai dapat memperluas perspektif mengenai perkembangan serta masa depan industri otomotif nasional.
Diskusi panel kemudian menghadirkan sejumlah perwakilan prinsipal otomotif dari Jepang dan Tiongkok. Dari prinsipal Jepang hadir Philardi Sobari, sementara prinsipal otomotif asal Tiongkok diwakili oleh Ricky Christian, Constantinus Herlijoso, dan Arie Hermawan.
Selain pelaku industri, forum turut menghadirkan Joshua Pardede, Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, yang memberikan pandangan dari sisi kondisi ekonomi nasional serta kaitannya dengan perkembangan kendaraan elektrifikasi.
Joshua menilai bahwa pasar sebenarnya telah menunjukkan pilihannya sendiri. Menurutnya, konsumen Indonesia tidak semata-mata mempertimbangkan teknologi yang dianggap paling unggul, melainkan memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing.
“Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi, BEV, HEV dan PHEV, menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul,” kata Joshua.
Pertumbuhan BEV, HEV, dan PHEV secara bersamaan menjadi indikasi bahwa pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia masih terbuka terhadap berbagai pilihan teknologi. Karakteristik konsumen, kebutuhan mobilitas, hingga pola penggunaan kendaraan menjadi faktor yang turut menentukan pilihan teknologi.
Pembahasan dalam forum juga mencakup sejumlah aspek lain yang menjadi tantangan dalam pengembangan ekosistem elektrifikasi. Mulai dari perkembangan pasar, kelebihan dan keterbatasan masing-masing teknologi, kesiapan infrastruktur, perilaku konsumen, hingga kebijakan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan elektrifikasi secara berkelanjutan.
Peserta juga diberikan kesempatan untuk terlibat dalam diskusi melalui sesi interaktif. Berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan turut menggambarkan beragam tantangan yang masih dihadapi dalam proses transisi menuju kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Melalui Dialog Otomotif Nasional ini, ICMS berharap tercipta pemahaman yang lebih luas mengenai teknologi elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik pasar Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya juga dinilai penting untuk memastikan perkembangan ekosistem elektrifikasi berjalan secara berkelanjutan.
ICMS menilai dialog berbasis data dan melibatkan berbagai perspektif dapat menjadi salah satu langkah untuk merumuskan arah kebijakan serta strategi industri otomotif yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar, sekaligus tetap memperhatikan kepentingan nasional.
Lihat Selengkapnya
Geely Coolray Tampil Lebih Sporty di GIIAS 2026 Lewat Sentuhan Garasi Drift01 Aug 2026
Geely Coolray Tampil Lebih Sporty di GIIAS 2026 Lewat Sentuhan Garasi Drift01 Aug 2026
Tangerang, GoodCar.id - Geely Auto Indonesia menghadirkan Geely Coolray hasil modifikasi bersama Garasi Drift pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Tampil dengan konsep Racing Style, SUV kompak ini memperlihatkan sisi sporty sekaligus menunjukkan potensi Geely Coolray sebagai kendaraan yang fleksibel untuk dipersonalisasi sesuai karakter pemiliknya.
Mengusung semangat "Drive Ahead, Feel Alive," Geely Coolray dibekali mesin 1.5L turbocharged yang dipadukan dengan transmisi 7-Speed Wet Dual-Clutch Transmission (7DCT). Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga 174 PS dan torsi 290 Nm, memberikan respons akselerasi yang sigap untuk penggunaan harian maupun berkendara yang lebih dinamis. Performa tersebut menjadi salah satu alasan Geely menggandeng Garasi Drift dalam menghadirkan konsep modifikasi bergaya balap.
Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan bahwa Geely Coolray memiliki karakter yang sesuai bagi pecinta otomotif yang ingin mengekspresikan gaya melalui kendaraan yang mereka gunakan.
"Geely Coolray memiliki karakter yang pas untuk para pecinta otomotif yang ingin menampilkan gaya dan preferensinya lewat mobil yang mereka gunakan. Kolaborasi ini menjadi cara untuk memperlihatkan sisi lifestyle dari Geely Coolray, sekaligus menunjukkan potensinya sebagai model yang menarik untuk dikembangkan lebih jauh. Kami ingin menghadirkan Geely Coolray bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas penggunanya," ujar Constantinus.
Konsep Racing Style Pertegas Karakter Sporty
Dalam proyek kolaborasi ini, Geely Coolray mendapatkan sentuhan modifikasi bertema Racing Style yang membuat tampilannya semakin agresif tanpa menghilangkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari. Ubahan paling mencolok hadir melalui livery bernuansa motorsport yang dipadukan dengan velg Rays ZE40 berukuran 19 inci serta ban Michelin Primacy 245/45 R19.
Peningkatan performa pengereman dilakukan melalui pemasangan Big Brake Kit Brembo, sementara lowering kit membuat tinggi kendaraan turun sekitar 5 cm sehingga menghasilkan postur yang lebih rendah dan proporsional. Sentuhan terakhir diberikan melalui custom add-on lips yang semakin memperkuat kesan sporty pada SUV ini.
International Drifter sekaligus Co-founder Garasi Drift, Ziko Harnadi, menilai Geely Coolray memiliki basis yang sangat menarik untuk dimodifikasi.
"Setelah mencoba langsung, saya melihat mobil ini punya karakter yang cukup menyenangkan untuk dieksplorasi. Dari sisi tampilan, dasar desainnya sudah sporty, jadi cocok untuk dikembangkan ke arah modifikasi. Build quality-nya juga terasa solid, sehingga pemasangan berbagai komponen aftermarket bisa dilakukan dengan baik. Untuk handling dan performa, mobil ini punya potensi besar tanpa menghilangkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari. Menurut saya, ini adalah compact SUV yang menarik untuk para pecinta modifikasi," ungkap Ziko.
Performa Diuji di Sirkuit Mandalika
Tak hanya tampil menarik secara visual, Geely Coolray juga telah menjalani pengujian di Sirkuit Mandalika bersama Ziko Harnadi dan sejumlah automotive enthusiast. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan SUV ini dalam berbagai kondisi lintasan, mulai dari akselerasi di trek lurus hingga stabilitas saat melibas tikungan.
Karakter mesin yang responsif, perpindahan gigi yang halus, serta pengendalian yang presisi memberikan rasa percaya diri saat dikendarai di sirkuit. Meski dirancang sebagai SUV untuk mobilitas harian, Geely Coolray tetap mampu menghadirkan sensasi berkendara yang menyenangkan ketika diajak melaju di lintasan balap.
Melalui kolaborasi bersama Garasi Drift, Geely Auto Indonesia ingin menunjukkan bahwa Geely Coolray bukan hanya menawarkan kenyamanan dan performa untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai basis modifikasi. Kombinasi desain modern, performa responsif, serta fleksibilitas dalam personalisasi memberikan ruang bagi para pemilik untuk mengekspresikan karakter dan gaya berkendara mereka.
Pengunjung GIIAS 2026 dapat melihat langsung Geely Coolray Racing Style hasil kolaborasi dengan Garasi Drift di Booth Geely 7D, Hall 7, ICE BSD City. Selain itu, Geely juga menyediakan sesi test drive sehingga pengunjung dapat merasakan langsung performa SUV kompak tersebut selama pameran berlangsung.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.