Audi E5 Sportback Raih Rating 5 Bintang C-NCAP, Salah Satu Mobil Teraman di Dunia30 Mar 2026
Audi E5 Sportback Raih Rating 5 Bintang C-NCAP, Salah Satu Mobil Teraman di Dunia30 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Model listrik terbaru AUDI E5 Sportback berhasil mencatat hasil impresif dalam uji keselamatan. Berdasarkan pengujian C-NCAP 2024, AUDI E5 Sportback meraih rating lima bintang dengan skor total 91,3 persen—menempatkannya sebagai salah satu mobil paling aman yang diuji tahun ini.
Dalam pengujian tersebut, AUDI E5 Sportback varian Quattro Pioneer digunakan sebagai unit tes. Varian ini merupakan versi AWD paling terjangkau di pasar China, dengan banderol sekitar 269.900 yuan atau setara Rp600 jutaan. Secara standar, AUDI E5 Sportback sudah dilengkapi airbag lengkap, mulai dari depan, samping, hingga curtain airbag.
Menggunakan Chip Nvidia Drive Orin-X
Masuk ke sektor teknologi, AUDI E5 Sportback tampil cukup serius. Mobil ini dibekali 11 kamera, 12 sensor ultrasonik, tiga radar mm-wave, serta satu LiDAR. Seluruh sistem tersebut terintegrasi dan diproses oleh chip Nvidia Drive Orin-X yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS, mendukung berbagai fitur keselamatan aktif.
Hasilnya terlihat jelas di atas kertas. AUDI E5 Sportback mencatat skor tertinggi di kategori Active Safety dengan nilai 94,86 persen, atau 7,81 persen di atas rata-rata. Dalam berbagai skenario uji AEB (Automatic Emergency Braking), mobil ini mampu menghindari potensi tabrakan, termasuk simulasi kendaraan ke kendaraan.
Performa di sektor perlindungan penumpang juga tidak kalah solid. AUDI E5 Sportback mencatat skor 92,05 persen, dengan hasil uji tabrakan nyata mencapai 82,6 poin dari total 88. Angka ini menunjukkan struktur bodi dan sistem keselamatan bekerja efektif saat terjadi benturan.
Tak hanya itu, AUDI E5 Sportback juga menunjukkan performa baik dalam melindungi pengguna jalan rentan. Pada kategori Vulnerable Road Users Protection, mobil ini meraih skor 86,92 persen—jauh di atas rata-rata. Dalam pengujian AEB, sistemnya mampu menghindari tabrakan dengan pejalan kaki maupun pesepeda secara konsisten.
Mobil Teraman di 2024
Dengan capaian tersebut, AUDI E5 Sportback masuk dalam daftar delapan mobil paling aman versi standar C-NCAP 2024. Beberapa model lain yang masuk daftar ini antara lain Aito M6, Geely Galaxy M9, hingga Xiaomi SU7. Meski berada di posisi kedelapan, skor yang diraih tetap berada di atas rata-rata keseluruhan.
Dari sisi dimensi, AUDI E5 Sportback masuk ke segmen mid-size dengan panjang 4.881 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.579 mm, serta wheelbase 2.950 mm. Model ini dikembangkan khusus untuk pasar China, dengan desain modern yang mengusung fender tegas, handle pintu tersembunyi, serta lampu DRL khas. Bahkan, AUDI E5 Sportback juga tersedia dengan kamera sebagai pengganti spion samping.
Soal performa, AUDI E5 Sportback hadir dalam pilihan penggerak RWD dan AWD. Tenaganya bervariasi, mulai dari 220 kW hingga 579 kW, atau setara 295 hingga 776 hp tergantung varian. Untuk baterai, tersedia tiga opsi yaitu 76 kWh, 83 kWh, dan 100 kWh, dengan jarak tempuh mencapai 618 hingga 773 km berdasarkan standar CLTC.
Distribusi AUDI E5 Sportback di China sendiri sudah dimulai sejak Agustus 2025, dengan rentang harga antara 235.900 hingga 319.900 yuan. Meski begitu, performa penjualannya masih fluktuatif. Data mencatat total distribusi mencapai 7.373 unit, dengan hanya 303 unit yang dikirim ke konsumen pada Februari.
Penurunan ini disebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk mulai berkurangnya subsidi kendaraan energi baru di China. Di sisi lain, Audi dikabarkan tengah menyiapkan strategi lanjutan, mulai dari pemberian insentif harga hingga peluncuran model baru, guna menjaga daya saing AUDI E5 Sportback di pasar kendaraan listrik.
Lihat Selengkapnya
Penjualan Geely Indonesia Melejit di Awal 202626 Mar 2026
Penjualan Geely Indonesia Melejit di Awal 202626 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id – Penjualan Geely Indonesia mencatat tren positif pada awal 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan ritel Geely mengalami lonjakan hampir dua kali lipat secara month-to-month sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa penjualan Geely Indonesia mulai mendapat tempat di pasar otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan listrik. Dalam periode dua bulan pertama tahun ini, Geely berhasil mencatatkan penjualan ritel lebih dari 1.600 unit.
Tidak hanya itu, performa penjualan Geely Indonesia juga berhasil membawa merek asal Tiongkok tersebut masuk dalam jajaran 15 besar brand otomotif di Indonesia. Angka ini sekaligus menunjukkan adanya peningkatan penerimaan konsumen terhadap lini produk yang ditawarkan.
“Pasar otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada awal tahun ini. Sejalan dengan momentum tersebut, Geely mencatat penjualan ritel lebih dari 1.600 unit hingga bulan Februari,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Geely EX5 Pimpin Segmen C-SUV Listrik
Kontributor utama dalam peningkatan penjualan Geely Indonesia datang dari model Geely EX5. SUV listrik ini berhasil mendominasi segmen C-SUV dengan pangsa pasar sekitar 26,5% berdasarkan data penjualan ritel awal tahun 2026.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, Geely EX5 mencatat penjualan hampir 500 unit. Angka tersebut mempertegas posisinya sebagai salah satu SUV listrik yang paling diminati di Indonesia saat ini.
“Geely EX5 memimpin segmen C-SUV dengan pangsa pasar sekitar 26,5%,” lanjut Constantinus.
Keberhasilan penjualan Geely Indonesia lewat EX5 tidak lepas dari kombinasi desain modern dan teknologi yang ditawarkan. Mobil ini dibangun di atas platform GEA yang dirancang untuk menghadirkan stabilitas berkendara sekaligus struktur bodi dengan standar keselamatan tinggi.
Dari sisi performa, Geely EX5 mampu menempuh jarak hingga 495 km dalam sekali pengisian daya. Dukungan fitur fast charging juga memungkinkan pengisian baterai dari 30% ke 80% hanya dalam waktu sekitar 20 menit, menjadikannya relevan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Fitur Premium Jadi Daya Tarik Geely EX5
Selain performa, faktor lain yang mendukung penjualan Geely Indonesia adalah kelengkapan fitur pada Geely EX5. SUV listrik ini dibekali teknologi ADAS Level 2 dengan total 13 fitur keselamatan aktif, serta enam airbag untuk perlindungan maksimal.
Di dalam kabin, Geely EX5 menghadirkan pengalaman berkendara yang mengarah ke segmen premium. Tersedia ventilated seat dengan fitur pijat, layar sentuh HD berukuran 15,4 inci, hingga sistem infotainment Flyme Auto.
Sistem audio Flyme Sound dengan 16 speaker juga menjadi nilai tambah, menghadirkan kualitas suara yang lebih imersif. Sementara itu, ambient light dengan 256 pilihan warna memberikan opsi personalisasi suasana kabin.
Kapasitas bagasi sebesar 461 liter serta 33 kompartemen penyimpanan turut mendukung kepraktisan penggunaan, yang berkontribusi terhadap peningkatan penjualan Geely Indonesia di segmen SUV listrik.
Geely EX2 Perkuat Segmen Compact EV
Selain EX5, model Geely EX2 juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan Geely Indonesia. Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peluncurannya, EX2 berhasil mencatatkan penjualan ritel lebih dari 1.100 unit.
Capaian ini menempatkan Geely EX2 di posisi dua besar dalam segmen compact EV, sekaligus memperkuat posisi Geely di pasar kendaraan listrik entry-level hingga menengah.
“Geely EX2 juga menunjukkan minat yang kuat dengan kontribusi hampir 20% di segmennya,” jelas Constantinus.
Geely EX2 mengusung desain kompak dengan karakter atraktif, termasuk tampilan smiling front grille dan lampu LED. Di dalam kabin, mobil ini dilengkapi layar sentral 14,6 inci serta ambient lighting dengan 256 pilihan warna.
Ruang interior juga dirancang efisien dengan pemanfaatan hingga 85% area kabin. Kehadiran front trunk berkapasitas 70 liter menambah fleksibilitas penyimpanan, yang menjadi salah satu faktor pendorong penjualan Geely Indonesia di segmen ini.
Dari sisi performa, Geely EX2 menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dengan multi-link rear suspension. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 395 km dalam satu kali pengisian daya.
Strategi Ekspansi Geely di Indonesia
Untuk menjaga tren positif penjualan Geely Indonesia, perusahaan menyiapkan strategi ekspansi yang cukup agresif. Salah satunya dengan memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual di berbagai wilayah.
Geely menargetkan pembukaan hingga 80 dealer sepanjang 2026. Ekspansi ini tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, tetapi juga mencakup wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Selain itu, Geely juga berencana menambah portofolio produk melalui peluncuran dua model bermesin pembakaran internal (ICE) serta SUV 7-seater. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan kombinasi peningkatan penjualan, ekspansi jaringan, dan penambahan lini produk, penjualan Geely Indonesia diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Tanah Air.
Lihat Selengkapnya
Geely Uji Mobil Hybrid dan Listrik ke Lingkar Arktik, Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Ulang Energi06 Mar 2026
Geely Uji Mobil Hybrid dan Listrik ke Lingkar Arktik, Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Ulang Energi06 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely Auto, menyelesaikan program uji ketahanan musim dingin lintas negara untuk jajaran kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Pengujian dilakukan dengan perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dari Swedia menuju Norwegia, sebelum dilanjutkan hingga wilayah Samudra Arktik tanpa pengisian ulang daya listrik maupun bahan bakar.
Sejumlah model hybrid Geely terlibat dalam ekspedisi ini, termasuk Geely Starray EM-i, yang telah dipasarkan di Indonesia. Model lain yang ikut diuji antara lain Geely V900, Geely M9, Geely XingYao 8, Geely A7, serta Geely XingYao 6.
Seluruh kendaraan diuji dalam suhu di bawah nol derajat Celsius untuk memverifikasi performa sistem penggerak kendaraan energi baru pada kondisi iklim ekstrem.
Pengujian Dilakukan di Fasilitas Otomotif Wilayah Arktik
Pengujian kendaraan berlangsung di Colmis Proving Ground, fasilitas pengujian otomotif yang berada di lintang tinggi kawasan Eurasia. Area ini dikenal memiliki karakteristik cuaca ekstrem khas wilayah kutub.
Selama pengujian, kendaraan menghadapi sejumlah kondisi lingkungan ekstrim seperti kelembapan tinggi, permukaan jalan dengan lapisan black ice, suhu di bawah titik beku, serta pencahayaan terbatas akibat fenomena malam kutub,
Kondisi tersebut digunakan untuk mengevaluasi berbagai sistem kendaraan, termasuk penyegelan bodi, manajemen termal baterai, serta kinerja sensor pada sistem berkendara cerdas.
Beberapa aspek teknis yang diuji dalam program ini meliputi respon ADAS pada suhu rendah, kemampuan kendaraan beroperasi di lingkungan lembap dan bersuhu ekstrem, kinerja sistem bagasi atap pada kondisi dingin
traksi dan kalibrasi sistem penggerak all-wheel drive (AWD) di permukaan salju dan es, lalu performa ban musim dingin berpaku yang digunakan di wilayah Arktik.
Pengujian di Arktik merupakan bagian dari jaringan validasi kendaraan yang dikembangkan oleh Geely Auto di berbagai wilayah dunia.
Perusahaan memiliki fasilitas pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi kendaraan pada kondisi lingkungan yang berbeda, termasuk suhu dingin ekstrem, panas tinggi, kelembapan tinggi, dataran tinggi, serta wilayah gurun.
Salah satu fasilitas utama berada di Hangzhou Bay Proving Ground di Tiongkok. Selain itu, sejumlah lokasi pengujian juga berada di kawasan Eropa.
Saat ini Geely memiliki enam basis pengujian utama yang digunakan untuk proses penelitian, pengembangan, dan validasi kendaraan. Perusahaan juga berencana memperluas jaringan tersebut hingga 16 basis pengujian global.
Data Pengujian Digunakan untuk Pengembangan Produk
Data yang diperoleh dari pengujian di wilayah Arktik akan digunakan dalam proses pengembangan kendaraan berikutnya. Informasi teknis yang dianalisis mencakup kinerja manajemen termal baterai, kalibrasi sistem kontrol traksi, keandalan sensor, serta daya tahan sistem penggerak.
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.