Beranda / Mobil Baru / Katalog / KIA EV 9

KIA EV 9

Rp 1.5 M - Rp 1.9 M
Jarak Tempuh
497 KM
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM)
Roda Penggerak
RWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Snow White Pearl
Iceberg Green
Aurora Black Pearl
Panthera Metal
Pebble Grey
Tipe Kendaraan
KIA EV 9 Earth
Rp 1.5 M
Dapatkan Ekslusif Promo
KIA EV 9 GT-Line
Rp 1.9 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
KIA EV 9 Earth
KIA EV 9 GT-Line
Jarak Tempuh
497 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM)
Pintu
5
Roda Penggerak
RWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

KIA EV 9
Artikel Terkait
Lihat Semua
Kia Sales Indonesia Catat Debut Positif di IIMS 2026, Borong Dua Penghargaan dan Ratusan SPK
25 Feb 2026
Kia Sales Indonesia Catat Debut Positif di IIMS 2026, Borong Dua Penghargaan dan Ratusan SPK 25 Feb 2026 Jakarta, GoodCar.id – Kia Sales Indonesia resmi menutup partisipasi perdananya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dengan hasil yang menggembirakan. Kehadiran Kia dalam pameran otomotif tahunan tersebut menjadi langkah awal yang strategis sekaligus optimistis dalam memperkuat kembali eksistensi merek Kia di pasar Indonesia. Sebagai debut pertama di bawah pengelolaan Kia Sales Indonesia, partisipasi di IIMS 2026 tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan produk, tetapi juga sebagai momentum membangun kembali hubungan dengan konsumen. Sepanjang pameran, Kia berhasil membukukan ratusan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) serta menciptakan antusiasme publik melalui jajaran produk elektrifikasi dan kendaraan keluarga modern yang ditampilkan di area booth. Carens Jadi Tulang Punggung Penjualan Salah satu sorotan utama selama penyelenggaraan pameran adalah respons positif konsumen terhadap Kia Carens. Model MPV keluarga ini menjadi kontributor terbesar dalam pencapaian penjualan Kia selama IIMS 2026, dengan kontribusi sekitar 80 persen dari total SPK yang berhasil dikumpulkan. Berdasarkan pengalaman test drive pengunjung, Carens dinilai mampu menghadirkan kombinasi yang seimbang antara kenyamanan kabin, performa berkendara, serta kelengkapan fitur keselamatan. Karakter tersebut membuat Carens dianggap relevan dengan kebutuhan mobilitas keluarga modern di Indonesia, yang mengutamakan kepraktisan tanpa mengorbankan aspek teknologi dan keamanan. Tingginya minat terhadap Carens sekaligus menjadi indikator bahwa strategi produk Kia selaras dengan preferensi pasar domestik. Pengalaman berkendara langsung yang diberikan selama pameran juga terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat niat pembelian. Sales VP Kia Sales Indonesia, Randy R. Murdoko, menegaskan bahwa partisipasi perdana Kia di IIMS 2026 merupakan momen penting dalam perjalanan merek tersebut di Indonesia. “Partisipasi pertama Kia di IIMS 2026 menjadi milestone penting bagi kami untuk memperkenalkan kembali DNA Kia yang modern, inovatif, dan customer-centric kepada masyarakat Indonesia. Respons positif terhadap Carens serta apresiasi terhadap lini elektrifikasi kami menjadi sinyal kuat bahwa arah strategi kami diterima dengan baik oleh pasar,” ujarnya. Dua Penghargaan Perkuat Positioning Brand Selain pencapaian dari sisi penjualan, Kia juga berhasil mencuri perhatian melalui raihan dua penghargaan bergengsi selama IIMS 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada model elektrifikasi Kia yang merepresentasikan arah pengembangan mobilitas masa depan. Model konsep Kia PV5 berhasil meraih predikat “Favorite Concept Car”, sementara SUV listrik flagship Kia EV9 memperoleh penghargaan “Best Big EV SUV”. Kedua model tersebut dinilai mampu menghadirkan inovasi desain serta teknologi yang menggambarkan transformasi Kia menuju era elektrifikasi. Penghargaan untuk EV9 semakin memperkuat posisi Kia di segmen SUV listrik premium. Dengan desain yang tegas, dimensi yang proporsional, serta dukungan teknologi modern, EV9 tampil sebagai representasi kendaraan listrik masa kini yang tidak hanya berorientasi pada performa, tetapi juga pengalaman berkendara yang canggih dan nyaman. Di sisi lain, PV5 sebagai kendaraan konsep memperlihatkan eksplorasi Kia terhadap desain serta solusi mobilitas masa depan. Kehadiran model ini berhasil memancing rasa ingin tahu pengunjung sekaligus meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pengembangan produk Kia berikutnya. Membangun Kedekatan dengan Konsumen Partisipasi Kia di IIMS 2026 juga menjadi sarana penting dalam membangun engagement yang lebih kuat dengan konsumen Indonesia. Aktivitas di area booth yang padat, interaksi media, hingga sesi test drive menunjukkan bahwa pameran otomotif masih menjadi platform efektif untuk mempertemukan merek dengan calon pelanggan secara langsung. Menurut Randy, capaian yang diraih Kia selama pameran tidak hanya diukur dari angka penjualan semata, tetapi juga dari perubahan persepsi konsumen setelah berinteraksi dengan produk. “Bagi kami, angka tentu penting, namun yang lebih berarti adalah pola yang terlihat. Pengunjung datang dengan ekspektasi tertentu, lalu setelah mencoba produk, ekspektasi tersebut berubah menjadi keyakinan. Hal itu membuat kami optimistis karena fondasi kepercayaan sudah terbentuk,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa fokus Kia ke depan adalah menjaga konsistensi kualitas produk serta layanan purna jual agar momentum positif yang tercipta selama pameran dapat berlanjut. Momentum Awal Perjalanan Kia di Indonesia Penutupan partisipasi Kia di IIMS 2026 menandai awal perjalanan baru bagi merek tersebut dalam membangun kembali posisinya di industri otomotif nasional. Kombinasi antara pencapaian penjualan, penghargaan produk, serta respons pasar yang positif menjadi sinyal bahwa strategi Kia memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh. Ke depan, Kia Sales Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, memperluas akses pengalaman berkendara, serta memperkuat jaringan layanan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Dengan fondasi yang telah terbentuk melalui debut di IIMS 2026, Kia optimistis dapat mempertahankan momentum serta terus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kia dan aktivitas terbarunya, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi Kia atau mengikuti kanal media sosial resmi Kia Indonesia. Lihat Selengkapnya
Harga Wuling Eksion: SUV Hybrid Terbaru Siap Dijual di Indonesia, Segini Perkiraannya
25 Feb 2026
Harga Wuling Eksion: SUV Hybrid Terbaru Siap Dijual di Indonesia, Segini Perkiraannya 25 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id – Isu soal Harga Wuling Eksion mulai ramai dibahas setelah Wuling resmi memperkenalkan SUV terbarunya, Eksion, ke publik Indonesia. Model ini masuk dalam keluarga Darion dan akan melengkapi lini yang sebelumnya sudah diisi Cortez Darion EV dan PHEV. Kehadiran Eksion menjadi langkah lanjutan strategi elektrifikasi Wuling. SUV ini diproyeksikan hadir dengan dua opsi jantung pacu, yakni listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV), mengikuti pola yang sudah diterapkan di lini Darion. Namun satu hal yang paling ditunggu tentu saja soal Harga Wuling Eksion. Sampai saat ini, banderol resminya memang belum diumumkan ke konsumen. Harga Wuling Eksion Masih Ditahan, Ini Perkiraannya Secara global, model yang diyakini menjadi basis Wuling Eksion adalah Xingguang 560 atau Starlight 560 yang sudah dipasarkan di Tiongkok. Di pasar asalnya, SUV tersebut dijual mulai 62.800 yuan hingga 98.800 yuan. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, angkanya setara kisaran Rp 152,5 juta sampai Rp 239,9 juta. Tentu saja angka tersebut belum termasuk pajak, biaya distribusi, serta penyesuaian spesifikasi untuk pasar Indonesia. Artinya, Harga Wuling Eksion versi Indonesia sangat mungkin berada di atas angka tersebut. Potensi Harga Wuling Eksion Dibanding Almaz RS Pro Sebelumnya, Eksion sempat disebut-sebut sebagai penerus lini Almaz. Saat ini, Wuling Almaz RS Pro dipasarkan dengan harga Rp 405 juta untuk varian mesin bensin dan Rp 445 juta untuk tipe hybrid (on the road Jakarta). Melihat positioning produk dan strategi elektrifikasi, ada kemungkinan harga Wuling Eksion akan sedikit lebih tinggi dari Almaz RS Pro Hybrid, terutama jika dibekali teknologi PHEV terbaru. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal rentang harga final yang akan ditawarkan ke pasar domestik. Jadi Seri Eksklusif Dua Teknologi Vice President Wuling Motors, Arif Pramadhana, menegaskan bahwa lini Darion memang disiapkan dengan standar tinggi untuk kebutuhan keluarga Indonesia. “Darion telah mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Indonesia dan telah mengaplikasikan standar tinggi untuk memenuhi mobilitas keluarga,” ujar Arif dalam keterangannya. Ia menambahkan, kehadiran Eksion menjadi bagian dari penguatan seri Darion yang akan tersedia dalam dua pilihan teknologi, yakni listrik murni dan plug-in hybrid. Dengan strategi tersebut, Harga Wuling Eksion nantinya akan sangat bergantung pada varian baterai, kapasitas, serta fitur teknologi yang disematkan. Kabar kehadiran Eksion sebenarnya sudah tercium sejak awal tahun. Wuling diketahui telah mendaftarkan nama “Eksion” di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Tak lama setelah itu, model yang diduga sebagai Wuling Eksion juga sempat tertangkap kamera saat menjalani uji jalan dalam balutan kamuflase tebal. Hal ini memperkuat sinyal bahwa peluncuran komersialnya tinggal menunggu waktu. Jika resmi dijual, Harga Wuling Eksion akan menentukan posisinya di pasar SUV crossover. Model ini berpotensi berhadapan langsung dengan Chery E5 maupun Chery C5 CSH yang lebih dulu bermain di segmen elektrifikasi. Dengan dua opsi powertrain dan nama baru di lini Darion, Eksion jelas bukan sekadar facelift atau pembaruan minor. Wuling menempatkannya sebagai model strategis untuk memperluas pasar SUV elektrifikasi di Indonesia. Untuk saat ini, publik masih harus menunggu pengumuman resmi terkait Harga Wuling Eksion. Namun melihat positioning produk, spesifikasi global, serta banderol Almaz RS Pro saat ini, besar kemungkinan SUV ini akan bermain di rentang harga Rp 400 jutaan atau sedikit di atasnya, tergantung varian. Yang pasti, kehadiran Eksion menandai babak baru lini SUV Wuling di Indonesia. Tinggal menunggu waktu sampai Harga Wuling Eksion benar-benar diumumkan dan resmi dipasarkan ke konsumen Tanah Air. Lihat Selengkapnya
Changan Siap Uji Coba Baterai Solid-State 1.500 Km Sebelum Q3 2026
25 Feb 2026
Changan Siap Uji Coba Baterai Solid-State 1.500 Km Sebelum Q3 2026 25 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Perkembangan baterai kendaraan listrik kembali naik level. Changan Automobile resmi mengumumkan akan memulai uji coba pemasangan baterai solid-state pada kendaraan produksinya sebelum kuartal ketiga 2026. Teknologi ini diklaim memiliki densitas energi hingga 400 Wh/kg dan mampu membawa mobil listrik menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Informasi tersebut disampaikan perusahaan melalui pembaruan proyek baterai solid-state di platform interaktif Bursa Efek Shenzhen pada 24 Februari lalu. Manajemen Changan menyebut proyek ini berjalan sesuai rencana dan kini memasuki tahap pengembangan lanjutan. Golden Bell Jadi Ujung Tombak Baterai solid-state yang dimaksud berada di bawah merek independen Golden Bell atau Jinzhongzhao. Golden Bell diperkenalkan pada November 2023 sebagai lini baterai internal Changan dengan delapan varian sel berbeda, mulai dari tipe cair, semi-solid, hingga solid-state. Changan menyebut baterai solid-state Golden Bell akan mulai dipasang pada robot dan kendaraan listrik sebelum kuartal III 2026. Produksi massal serta pemasangan skala besar dijadwalkan berlangsung pada tahun berikutnya. Secara teknis, baterai ini menawarkan densitas energi 400 Wh/kg. Angka tersebut berada di atas rata-rata baterai lithium-ion konvensional yang saat ini beredar di pasar global. Dengan kapasitas tersebut, kendaraan listrik yang mengusung paket baterai baru ini diklaim mampu menjangkau lebih dari 1.500 km dalam sekali pengisian daya penuh. Selain jarak tempuh, aspek keamanan juga menjadi sorotan. Changan melaporkan tingkat keamanan baterai meningkat hingga 70 persen berkat sistem diagnostik jarak jauh berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi baterai secara real-time untuk mendeteksi potensi gangguan lebih dini. Meski demikian, perusahaan belum merinci spesifikasi teknis lengkap, termasuk ukuran paket baterai, arsitektur sel, maupun model kendaraan pertama yang akan menggunakannya. Detail tambahan disebut akan diungkap mendekati jadwal implementasi pada 2026. Golden Bell sendiri ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 150 GWh. Angka ini menunjukkan keseriusan Changan dalam mengamankan pasokan baterai internal di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang makin ketat. Kolaborasi dengan CATL di Baterai Sodium Selain mengembangkan solid-state, Changan juga memperluas kerja sama dengan CATL dalam pengembangan baterai sodium. Tahun ini, kedua perusahaan menggelar konferensi bersama di Yakeshi, China, dan memperkenalkan paket baterai sodium bernama Naxtra. Baterai Naxtra memiliki densitas energi 175 Wh/kg dan dirancang mampu beroperasi pada suhu ekstrem hingga minus 50 derajat Celsius. Dalam klaim resminya, paket baterai ini dapat memberikan jarak tempuh lebih dari 400 km. Dua model yang akan menjadi pionir penggunaan baterai Naxtra adalah Changan Nevo Q05 dan Changan Nevo A06. Kehadiran baterai sodium ini menjadi alternatif di tengah upaya industri mencari solusi selain lithium, terutama untuk efisiensi biaya dan ketahanan di suhu rendah. Teknologi solid-state selama ini digadang-gadang sebagai generasi berikutnya karena menawarkan kepadatan energi lebih tinggi dan potensi peningkatan keamanan dibanding baterai lithium-ion berbasis cairan. Dengan target jarak tempuh lebih dari 1.500 km, klaim tersebut jika terealisasi berpotensi mengubah peta persaingan mobil listrik global. Namun hingga tahap uji coba dan produksi massal benar-benar berjalan, industri masih menunggu pembuktian di jalan raya. Changan memastikan informasi teknis lanjutan akan diumumkan mendekati kuartal ketiga 2026. Untuk saat ini, fokus perusahaan berada pada penyempurnaan teknologi dan kesiapan produksi. Lihat Selengkapnya
Wacana Pembayaran Parkir Tahunan Bersama STNK Masih Dikaji
23 Feb 2026
Wacana Pembayaran Parkir Tahunan Bersama STNK Masih Dikaji 23 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Belakangan, wacana pembayaran biaya parkir tahunan bersamaan dengan perpanjangan STNK ramai dibicarakan di media sosial dan portal berita otomotif. Gagasan ini muncul sebagai langkah untuk menyederhanakan administrasi pembayaran parkir sekaligus pajak kendaraan bagi masyarakat. Sejumlah pemerintah daerah, terutama di Sulawesi Selatan, tengah meneliti kemungkinan penerapan sistem ini. Kajian yang dilakukan mencakup revisi aturan perparkiran, mekanisme integrasi dengan STNK, serta evaluasi dampak bagi warga pengguna kendaraan. Wacana ini menimbulkan perhatian publik karena menyentuh langsung pengeluaran rutin pengguna kendaraan bermotor. Tujuan Integrasi Parkir dan STNK Sistem ini direncanakan agar masyarakat tidak perlu membayar parkir berulang kali setiap kali menggunakan kendaraan. Dengan integrasi tersebut, pembayaran parkir bisa dilakukan sekali setahun bersamaan dengan perpanjangan STNK. Selain mempermudah masyarakat, sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan pencatatan pembayaran parkir secara resmi. Catatan yang lebih rapi memungkinkan pemerintah daerah memantau penerimaan dari sektor parkir secara lebih akurat, serta menekan praktik parkir liar yang masih ditemui di beberapa wilayah. Tarif yang Beredar Masih Sebatas Wacana Informasi yang beredar menyebutkan perkiraan tarif tahunan bagi kendaraan yang mengikuti sistem ini. Kendaraan roda dua diperkirakan sekitar Rp 365 ribu per tahun, sementara kendaraan roda empat sekitar Rp 730 ribu per tahun. Namun, angka ini belum resmi dan masih dalam tahap wacana. Masyarakat belum diwajibkan membayar parkir tahunan bersamaan dengan STNK. Tarif resmi akan bergantung pada keputusan pemerintah daerah setelah kajian selesai. Sampai saat ini, semua informasi terkait nominal pembayaran dan mekanisme sistem masih bersifat indikatif. Hingga kini, sistem pembayaran parkir tahunan bersamaan dengan STNK belum berlaku secara nasional. Pemerintah daerah yang mengkaji wacana ini masih menilai berbagai faktor, termasuk kelayakan administrasi, dampak finansial bagi masyarakat, serta prosedur teknis untuk integrasi sistem pembayaran. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari instansi terkait sebelum melakukan pembayaran tambahan. Wacana ini menjadi perhatian publik karena menyentuh pengguna kendaraan secara langsung, terutama di wilayah dengan volume parkir tinggi. Pemerintah daerah menekankan bahwa seluruh proses masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan final mengenai mekanisme atau tarif yang akan diterapkan. Wacana integrasi biaya parkir ke STNK menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak menilai sistem ini berpotensi menambah beban pengeluaran, sementara sebagian lainnya melihat kemudahan administrasi sebagai nilai tambah. Meski demikian, hingga saat ini, semua perhitungan tarif dan mekanisme implementasi masih berupa kajian dan belum ditetapkan resmi. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.