Beranda / Mobil Baru / Katalog / Mercedes-Benz EQA

Mercedes-Benz EQA

Rp 1.5 M
Jarak Tempuh
-
Mesin
Roda Penggerak
RWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
3 Pilihan Warna
Rose Gold
White
Cosmos Black
Tipe Kendaraan
Mercedes-Benz EQA 250 Electric Art Line
Rp 1.5 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Mercedes-Benz EQA 250 Electric Art Line
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
RWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MERCEDES-BENZ EQA
Artikel Terkait
Lihat Semua
Sejarah Mercedes-Benz: Perjalanan Panjang Ikon Mobil Mewah Dunia
04 Feb 2026
Sejarah Mercedes-Benz: Perjalanan Panjang Ikon Mobil Mewah Dunia 04 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Produsen mobil premium asal Jerman, Mercedes-Benz, telah menorehkan perjalanan panjang selama lebih dari satu abad. Sepanjang sejarahnya, Mercedes-Benz bukan hanya membangun kendaraan, tetapi juga membentuk identitas industri otomotif global melalui inovasi teknologi, desain revolusioner, hingga simbol merek yang mendunia. Beragam tonggak penting telah dilalui Mercedes-Benz sejak kelahirannya, mulai dari asal-usul nama, evolusi desain kendaraan, hingga lahirnya logo bintang tiga yang kini identik dengan kemewahan dan kualitas tinggi. Awal Mula Sejarah Mercedes-Benz Cikal bakal Mercedes-Benz berakar dari dua tokoh visioner, Karl Benz dan Gottlieb Daimler, yang memiliki misi serupa: membebaskan manusia dari ketergantungan transportasi bertenaga kuda. Pada dekade 1880-an, keduanya secara terpisah mengembangkan kendaraan bermotor di wilayah Jerman Selatan. Gottlieb Daimler bersama kepala insinyurnya, Wilhelm Maybach, berhasil mengembangkan mesin empat-tak di Cannstatt. Sementara itu, Karl Benz menjalankan penelitiannya melalui bengkel miliknya di Mannheim, dekat Heidelberg. Meski berada di wilayah yang berdekatan, tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan bahwa kedua pionir tersebut pernah bertemu secara langsung. Nama Mercedes sendiri mulai dikenal pada April 1900, ketika Daimler-Motoren-Gesellschaft (DMG) menggunakan nama tersebut atas permintaan Emil Jellinek, seorang pengusaha dan dealer mobil. Nama “Mercedes” diambil dari nama putri Jellinek dan digunakan untuk menamai mobil balap DMG. Model balap Mercedes 35 hp, yang dirancang oleh Wilhelm Maybach dan Paul Daimler, menjadi kendaraan pertama yang menggunakan nama tersebut. Mobil ini mencetak kesuksesan besar dengan memenangkan hampir seluruh ajang balap di Nice, Prancis, kota tempat Jellinek bermukim saat itu. Mercedes-Benz sebagai Pionir Desain Otomotif Dalam hal desain, Mercedes-Benz memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan estetika mobil modern. Pada era 1930-an, pabrikan ini memperkenalkan desain kendaraan dengan garis bodi mengalir dan bentuk membulat, yang menjadi ciri khas mobil mewah kala itu. Model Mercedes-Benz 500 K yang diperkenalkan pada 1934, disusul 540 K pada 1936, dianggap sebagai simbol keindahan dan kesempurnaan otomotif. Kedua model tersebut menetapkan standar baru untuk desain coupe dan roadster modern. Pengaruh Mercedes-Benz semakin terasa pada era pascaperang dengan hadirnya model 180, yang menjadi pelopor desain “ponton”. Model ini merupakan mobil pertama yang mengadopsi konfigurasi “three box”, yakni pemisahan ruang mesin, kabin penumpang, dan bagasi. Desain ini tidak hanya fungsional, tetapi juga meningkatkan stabilitas berkendara. Ciri khas lainnya adalah integrasi penuh fender dan lampu depan ke dalam bodi, menciptakan tampilan yang harmonis dan interior yang lebih lapang untuk ukuran zamannya. Konsep ini kemudian menjadi fondasi desain sedan Mercedes-Benz hingga kini. Evolusi Desain hingga Model Ikonik Konsep desain three-box dari Mercedes-Benz 180 terus dikembangkan dan diterapkan pada berbagai lini sedan Mercedes-Benz. Model-model legendaris seperti 600 Gross, S-Class, E-Class, C-Class, hingga A-Class Sedan lahir dari filosofi desain tersebut. Seiring waktu, Mercedes-Benz terus memperluas portofolio produknya dengan melahirkan kendaraan ikonik dan inovatif, mulai dari 300 SL Gullwing, 220 S “Fintail”, hingga Gelandewagen atau yang dikenal sebagai G-Class. Makna Logo Bintang Tiga Mercedes-Benz Selain desain kendaraan, salah satu elemen paling dikenal dari Mercedes-Benz adalah logo bintang sudut tiga. Logo ini lahir dari visi Gottlieb Daimler yang membayangkan penggunaan mesin ciptaannya di tiga elemen utama: darat, laut, dan udara. Logo bintang tiga tersebut resmi didaftarkan sebagai simbol dagang oleh DMG pada tahun 1909. Pada awalnya, logo ini hanya berupa bintang tanpa lingkaran. Baru pada 1913, bintang tersebut diberi cincin luar dengan tulisan “Mercedes” serta empat bintang kecil di dalamnya. Penggabungan Daimler dan Benz Sebelum bersatu, DMG dan Benz & Cie merupakan rival di industri otomotif. Perusahaan milik Karl Benz juga dikenal inovatif, salah satunya dengan menciptakan mesin pembakaran yang mampu melampaui kecepatan 200 km/jam. Kedua perusahaan akhirnya bergabung pada tahun 1926, melahirkan nama Mercedes-Benz. Penggabungan ini turut menyatukan identitas visual keduanya. Logo baru menampilkan bintang tiga Mercedes di tengah, dikelilingi karangan bunga laurel khas Benz, dengan nama Mercedes dan Benz di bagian atas dan bawah. Nama Mercedes-Benz resmi terdaftar sebagai merek dagang pada 7 Oktober 1927, disusul pendaftaran logo pada 28 Agustus 1928. Hingga kini, nama dan logo Mercedes-Benz tetap menjadi simbol tradisi, inovasi, dan kemewahan dalam industri otomotif global. Era Evolusi Identitas 1909 Simbol bintang sudut tiga pertama kali didaftarkan oleh DMG. 1926 Merger DMG dan Benz & Cie bergabung menjadi Mercedes-Benz. Desain Logo Bintang Daimler ditempatkan di tengah, dikelilingi karangan bunga (laurel) khas Benz. 1927 Nama Mercedes-Benz resmi terdaftar sebagai merek dagang global. Sistem penamaan Mercedes-Benz dari Kelas A hingga S bukanlah sekadar kumpulan alfabet acak, melainkan sebuah struktur yang dirancang untuk memetakan setiap model berdasarkan segmentasi pasar, dimensi fisik, dan level kemewahannya. Klasifikasi sistematis ini berperan untuk memudahkan konsumen dalam mengidentifikasi unit yang paling selaras dengan kebutuhan fungsional maupun selera pribadi mereka, memastikan bahwa setiap alfabet representasi akurat dari kelas oleh pabrikan asal Jerman tersebut. Kelas Karakter Utama Pilihan Bentuk Bodi Kelas A entry-level yang lincah dan ringkas. Hatchback & Sedan Kelas B Mengutamakan ruang dan fleksibilitas (Multi-Purpose Vehicle). Compact MPV Kelas C Jantung penjualan, biasanya mengutamakan gaya dan performa. Sedan, Estate, Coupe, Cabriolet Kelas E Standar kenyamanan eksekutif dengan teknologi yang jauh lebih serius dibanding kelas C. Sedan, Estate, Coupe, Cabriolet Kelas S Standar tertinggi. Sedan, Coupe, Cabriolet Kelas G Biasa dikenal sebagai Gelandewagen, merupakan ikon kendaraan off-road dari Mercedes-Benz SUV Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia Jauh sebelum agen resmi berdiri, Indonesia sudah mencatatkan sejarah dunia. Hanya berselang delapan tahun setelah Carl Benz menciptakan mobil pertama di dunia, Sultan Surakarta Pakoe Boewono X memboyong Benz Victoria Phaeton pada tahun 1894. Spesifikasi: Mesin 1-silinder 2.0 liter dengan tenaga 5 hp dan ban karet keras. Ekspansi Keraton: Pada 1907, Sultan kembali menambah koleksinya dengan Britze Daimler bermesin 4-silinder 45 hp. Pada tahun 1934, Indonesia kedatangan Mercedes-Benz Tipe 500 K. Dibekali mesin 8-silinder 5.0 liter dengan teknologi supercharger. Tanpa bantuan supercharger, mesin ini menghasilkan 100 hp, namun saat diaktifkan, tenaganya melonjak hingga 160 hp dengan kecepatan puncak 160 km/jam sebuah angka yang sangat tinggi untuk mobil seberat itu di era 30-an. Momentum korporasi dimulai secara resmi pada 8 Oktober 1970 melalui pembentukan PT Star Motors Indonesia, sebuah usaha patungan antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas. Langkah ini diikuti dengan pembangunan pabrik perakitan PT German Motor Manufacturing. Tahun Milestone Penting di Indonesia 1971 Produksi massal pertama di Tanjung Priok dengan truk legendaris Mercedes-Benz 911. 1973 Perakitan sedan penumpang pertama dimulai dengan seri W115 (200, 240 D, dan 280). 1982 Mercedes-Benz memindahkan operasional perakitan ke fasilitas yang lebih besar dan modern di Wanaherang, Bogor. 2026 Pabrik Wanaherang kini merakit lini premium lengkap: C-Class, E-Class, S-Class, hingga lini SUV (GLC, GLE, GLS) dan kendaraan niaga Axor. Mercedes-Benz di Indonesia tidak hanya ditopang oleh pabrik, tetapi juga oleh loyalitas penggunanya. Di bawah Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club Ina), ratusan klub Mercy di seluruh nusantara menjaga tradisi dan nilai historis mobil ini. Lihat Selengkapnya
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun Inovasi, Tegaskan Arah Elektrifikasi dan Digitalisasi
04 Feb 2026
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun Inovasi, Tegaskan Arah Elektrifikasi dan Digitalisasi 04 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id – Mercedes-Benz Indonesia merayakan tonggak sejarah 140 tahun perjalanan merek otomotif legendaris asal Jerman tersebut lewat acara bertajuk “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation” yang digelar di World Beyond by Mercedes-Benz, Thamrin Nine, Jakarta. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan bahwa Mercedes-Benz tetap konsisten mendorong inovasi di tengah perubahan besar industri otomotif global. Sejak Karl Benz mematenkan kendaraan bermotor pertama di dunia pada 1886, Mercedes-Benz dikenal sebagai pionir teknologi mobil. Dalam 140 tahun perjalanannya, satu hal yang tidak pernah berubah: arah geraknya selalu maju. Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat, menegaskan bahwa inovasi adalah DNA utama Mercedes-Benz sejak hari pertama. “Perjalanan Mercedes-Benz dimulai pada tahun 1886, ketika Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen yang diakui sebagai mobil pertama di dunia. Sejak saat itu, inovasi menjadi fondasi utama Mercedes-Benz dalam menghadirkan teknologi, keselamatan, kenyamanan, dan kemewahan,” ujar Donald Rachmat. Ia menambahkan bahwa inovasi Mercedes-Benz bukan sekadar menciptakan teknologi baru, melainkan proses berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi pelanggan. “Bagi Mercedes-Benz, inovasi bukan sekadar mencipta, tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui elektrifikasi, digitalisasi dan intelligent mobility,” lanjutnya. Dari Mobil Pertama Dunia hingga Era Kendaraan Listrik Sejarah Mercedes-Benz selama 140 tahun mencatat banyak tonggak penting, mulai dari kendaraan bermotor pertama yang kini terdaftar dalam UNESCO Memory of the World Register, hingga lahirnya standar keselamatan modern seperti ABS, airbag, ESP®, dan PRE-SAFE®. Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya mengubah industri otomotif, tetapi juga membentuk standar global soal keamanan, kenyamanan, dan desain kendaraan. Selain teknologi, Mercedes-Benz juga dikenal sebagai simbol gaya hidup. Pengaruhnya menjalar ke dunia fesyen, arsitektur, hingga perfilman. Desain mobil-mobilnya kerap menjadi referensi visual lintas zaman. Motorsport Jadi Laboratorium Teknologi Peran dunia balap juga tak terpisahkan dari sejarah Mercedes-Benz. Dari era Silver Arrows hingga dominasi Mercedes-AMG di Formula 1, motorsport menjadi ruang uji coba teknologi yang kemudian diturunkan ke mobil produksi massal. Lewat kompetisi, Mercedes-Benz mengembangkan teknologi performa, efisiensi, dan keselamatan yang relevan untuk penggunaan sehari-hari. Kini, fokus Mercedes-Benz mengarah ke elektrifikasi dan digitalisasi. Mereka mengembangkan kendaraan listrik, sistem berkendara otomatis, serta MB.OS — sistem operasi kendaraan yang dirancang berpusat pada manusia dan masyarakat. Perjalanan Mercedes-Benz di Indonesia Kisah Mercedes-Benz di Indonesia bahkan dimulai lebih awal dari yang banyak orang kira. Pada 1894, sebuah Benz Victoria Phaeton milik Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X tiba di Pulau Jawa. Itu menjadi penanda awal kehadiran Mercedes-Benz di Tanah Air. Secara resmi, Mercedes-Benz mendirikan basis operasional di Indonesia pada 1970. Sejak saat itu, Indonesia menjadi bagian penting dari visi jangka panjang Mercedes-Benz di kawasan Asia Tenggara. Donald Rachmat menegaskan bahwa Indonesia punya posisi strategis dalam perjalanan merek ini. “Kami bangga, sejak akhir abad ke-19 Indonesia turut berperan dalam perjalanan Mercedes-Benz, yang diperkuat dengan kehadiran operasional resmi sejak 1970. Melalui perayaan 140 tahun ini, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat keberlanjutan sebagai bagian dari identitas Mercedes-Benz,” tutupnya. Program Eksklusif Maybach Collection untuk Pelanggan Sebagai bagian dari perayaan 140 tahun inovasi Mercedes-Benz, Mercedes-Benz Indonesia juga meluncurkan program eksklusif Maybach Collection Package untuk pelanggan terpilih. Sebanyak 2.600 pemilik kendaraan Top-End Vehicle Mercedes-Benz akan mendapatkan undangan personal untuk menikmati rangkaian merchandise premium resmi Maybach dengan skema khusus, antara lain: Penghematan hingga 53% melalui pembelian paket Diskon tambahan hingga 26% untuk pembelian satuan Opsi pembelian parsial dengan harga khusus Program berlaku mulai Februari hingga Juni 2026 Lewat perayaan ini, Mercedes-Benz Indonesia tidak hanya menengok ke belakang soal sejarah, tapi juga menegaskan arah ke depan: elektrifikasi, digitalisasi, dan pengalaman pelanggan kelas dunia. Di usia 140 tahun, Mercedes-Benz masih menunjukkan satu hal yang konsisten — mereka tidak berhenti bergerak maju. Lihat Selengkapnya
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia
04 Feb 2026
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia 04 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Volkswagen berakar dari gagasan besar tentang mobil terjangkau bagi masyarakat luas di Jerman. Ide tersebut muncul dari visi politik Adolf Hitler yang menginginkan sebuah kendaraan nasional yang efisien, kuat, dan dapat dimiliki oleh keluarga biasa. Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Ferdinand Porsche—insinyur visioner asal Austria—ditunjuk sebagai sosok utama dalam perancangannya. Dari kolaborasi inilah lahir Volkswagen (VW), yang secara harfiah berarti “mobil rakyat”. Pada masa itu, sejumlah produsen lain juga mengembangkan mobil ekonomis, seperti Mercedes-Benz 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, dan Hanomag 1.3L. Namun, proyek Volkswagen memiliki standar teknis yang jauh lebih ketat. Hitler menetapkan syarat khusus: mobil harus mampu mengangkut dua orang dewasa dan tiga anak, sekaligus sanggup melaju stabil hingga 100 km/jam agar sesuai dengan jaringan Autobahn yang tengah berkembang pesat. Standar inilah yang menjadi fondasi karakter Volkswagen sebagai mobil praktis namun tangguh. Peran Penting Pasca Perang Dunia II Eksistensi Volkswagen modern tidak lepas dari peran Mayor Ivan Hirst, seorang perwira sekaligus insinyur asal Inggris. Setelah Perang Dunia II berakhir, ia ditugaskan mengelola pabrik Volkswagen di Wolfsburg yang nyaris hancur akibat serangan udara Sekutu dan sempat berada di bawah pengawasan Amerika Serikat. Tantangan awal yang dihadapi Hirst bahkan jauh dari urusan produksi mobil. Ia harus menjinakkan bom aktif yang tersangkut di area mesin pabrik. Berkat ketekunan dan visinya, Hirst berhasil meyakinkan otoritas militer Inggris untuk memesan 20.000 unit kendaraan. Pada 1946, pabrik tersebut bangkit dan mampu memproduksi hingga 1.000 unit mobil per bulan, menjadi tonggak penting kebangkitan industri otomotif Jerman sekaligus penyelamat ribuan lapangan kerja. Seiring kebangkitannya, Volkswagen melahirkan berbagai model legendaris yang membentuk budaya otomotif dunia. Dari sekian banyak produk, tiga nama berikut menjadi simbol kejayaan VW: Volkswagen Beetle Volkswagen Golf Volkswagen Passat Ketiganya tidak hanya sukses secara penjualan, tetapi juga menjadi representasi evolusi desain, teknologi, dan gaya hidup pada masanya. Perkembangan Global Volkswagen Volkswagen Beetle, yang mulai diproduksi massal sejak 1937 dengan kode Type 1, tumbuh menjadi simbol mobilitas global. Prestasinya luar biasa, menembus penjualan satu juta unit pada 1954 dan melonjak hingga 16 juta unit pada 1973. Menariknya, Beetle memiliki sebutan berbeda di berbagai negara. Di Jerman dikenal sebagai Käfer, di Prancis disebut Coccinelle, di Brasil dikenal sebagai Fuscha, dan di Amerika Serikat dijuluki Bug. Sementara di Indonesia, mobil ini akrab dengan sebutan VW Kodok. Popularitas Beetle semakin melejit saat resmi menggunakan nama “Beetle” pada 1969, bersamaan dengan kemunculannya dalam film The Love Bug. Karakter Herbie—VW Beetle bernomor balap 53—menjadi ikon budaya pop dunia. Nilai historisnya terbukti pada 2018 ketika unit asli mobil film tersebut dilelang seharga 128.700 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar. Kini, Volkswagen Group telah berevolusi menjadi konglomerat otomotif global. Portofolionya mencakup kendaraan penumpang dari Skoda hingga Bugatti, sepeda motor sport Ducati, serta kendaraan berat seperti MAN, Scania, dan Neoplan. Secara global, strategi VW sangat agresif. Melalui kerja sama dengan FAW dan Shanghai Volkswagen, China menjadi pasar terbesar grup ini. Operasional VW menjangkau 150 negara dengan sekitar 100 fasilitas manufaktur di 27 negara. Struktur bisnisnya terbagi dalam dua pilar utama, yakni otomotif dan jasa keuangan, yang menaungi lebih dari 340 anak perusahaan di seluruh dunia. Awal Masuknya Volkswagen ke Indonesia Perjalanan Volkswagen di Indonesia dimulai sejak awal 1950-an dan mencerminkan dinamika adaptasi industri otomotif nasional. Kiprah resmi VW diawali pada 1952 melalui PT Piola sebagai agen tunggal dan importir. Pada 1971, tongkat estafet berpindah ke PT Garuda Mataram Motor (GMM), menandai era baru VW di Tanah Air. Pada 1972, VW memulai perakitan lokal melalui skema Completely Knocked Down (CKD) bersama PT German Motors Manufacturing. Model-model ikonik seperti VW Safari, Beetle 1302, serta Passat LS dan L mulai dirakit di dalam negeri. Tonggak penting terjadi pada 1974 dengan hadirnya MITRA, kendaraan komersial berbasis T2 bermesin 1.600 cc yang menjadi mobil Volkswagen pertama hasil racikan Indonesia. Popularitas VW Safari mencapai puncaknya pada 1977 ketika dipercaya sebagai kendaraan operasional para camat di seluruh Indonesia. Namun, kebijakan pajak nasional kala itu memaksa VW menyesuaikan kembali strategi bisnisnya. Setelah sempat meredup, Indomobil Group mengakuisisi PT Garuda Mataram Motor pada 1992 dan memfokuskan bisnis VW pada kendaraan komersial, khususnya Caravelle. Pada 1994, VW Caravelle dipercaya sebagai kendaraan resmi delegasi KTT APEC di Bogor, memperkuat citra premium VW di Indonesia. Memasuki era modern, VW melakukan konsolidasi bisnis. Pada 2006, PT Garuda Mataram Motor mengambil alih penuh impor dan distribusi mobil penumpang VW. Produksi Semi Knocked Down (SKD) dimulai pada 2008 melalui Touran, disusul Golf Mk6 pada 2009 dan Tiguan pada 2012. Komitmen jangka panjang Volkswagen di Indonesia ditegaskan pada 2019 melalui peningkatan standar produksi ke tahap Medium Knocked Down (MKD). Fokus utama diarahkan pada VW Tiguan Allspace LWB yang hingga kini menjadi tulang punggung VW di segmen SUV premium. Lihat Selengkapnya
Sejarah Audi, Brand Mobil dengan Segudang Kenyamanan
03 Feb 2026
Sejarah Audi, Brand Mobil dengan Segudang Kenyamanan 03 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Audi selama ini dikenal sebagai brand otomotif asal Jerman yang identik dengan kemewahan, kenyamanan, dan teknologi canggih. Namun di balik citra modern tersebut, Audi memiliki sejarah panjang yang menarik, bahkan telah dimulai jauh sebelum Perang Dunia II berakhir. Nama Audi bukan sekadar identitas merek, melainkan simbol perjalanan, visi, dan inovasi yang terus berkembang hingga hari ini. Asal Nama Audi Sejarah Audi bermula dari sosok August Horch, seorang insinyur otomotif berkebangsaan Jerman yang telah merancang mobil sejak awal abad ke-20. Mobil pertamanya bahkan telah diproduksi pada tahun 1901. Pada 1899, Horch mendirikan perusahaan otomotif pertamanya dengan nama August Horch & Cie di Cologne, Jerman. Namun perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Akibat konflik internal dengan rekan bisnisnya, August Horch meninggalkan perusahaan tersebut dan mendirikan Horch Automobil-Werke GmbH pada tahun 1909. Sayangnya, nama “Horch” tidak lagi dapat digunakan karena masalah paten yang telah ada sebelumnya. Dari situ, lahirlah ide untuk mengganti nama perusahaan. Inspirasi datang dari putra salah satu mitra bisnis Horch yang menguasai bahasa Latin. Ia mengusulkan nama “Audi”, yang merupakan terjemahan Latin dari kata “Horch” atau “Dengarlah”. Nama inilah yang kemudian digunakan secara resmi sebagai Audi Automobile-Werke GmbH, dan menjadi fondasi dari brand Audi yang dikenal hingga saat ini. Arti Logo Audi Logo empat cincin Audi yang ikonik juga menyimpan cerita historis yang tidak kalah menarik. Logo ini tidak langsung digunakan sejak Audi berdiri pada 1909. Empat cincin tersebut baru diperkenalkan pada tahun 1932, ketika Audi bergabung dengan tiga produsen otomotif Jerman lainnya—DKW, Horch, dan Wanderer—untuk membentuk Auto Union AG di tengah tekanan krisis ekonomi global. Setiap cincin melambangkan satu merek yang bergabung dalam Auto Union. Pada awalnya, masing-masing cincin bahkan menampilkan logo asli dari setiap perusahaan. Filosofi yang diusung sangat sederhana namun kuat, yakni kekuatan melalui persatuan. Menariknya, karena kemiripan visual dengan logo Olimpiade, logo Audi sempat menghadapi tuntutan hukum dari Komite Olimpiade Dunia. Namun pada akhirnya, World Trademark Court memenangkan Audi, sehingga logo empat cincin tetap digunakan hingga kini. Pada tahun 2009, bertepatan dengan perayaan satu abad Audi, perusahaan ini memperkenalkan pembaruan identitas visual yang tampil lebih modern dan minimalis. Transformasi tersebut sekaligus menegaskan filosofi dan motto legendaris Audi: “Vorsprung durch Technik” yang dalam bahasa Inggris Progress through Technologies, yang artinya Kemajuan Melalui Teknologi. Inovasi sebagai Fondasi Audi Keberhasilan Audi bertahan dan unggul dalam persaingan industri otomotif selama puluhan tahun tidak terlepas dari komitmen kuat terhadap inovasi. Audi tidak hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga menciptakan standar baru dalam teknologi otomotif. Sejumlah inovasi penting telah menjadi bagian dari sejarah Audi, di antaranya sistem quattro sebagai teknologi penggerak empat roda permanen yang meningkatkan stabilitas dan kontrol, mesin TDI yang merevolusi efisiensi dan performa mesin diesel, serta Audi Space Frame (ASF), konstruksi bodi aluminium ringan yang meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan keselamatan. Pendekatan inilah yang membuat Audi konsisten dikenal sebagai pelopor teknologi, bukan sekadar pengikut tren. Perjalanan Audi di Indonesia Audi resmi memasuki pasar otomotif Indonesia pada tahun 1997 melalui PT Garuda Mataram Motor (GMM). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari kelompok Indomobil yang bertanggung jawab atas impor dan distribusi kendaraan Audi di Tanah Air. Saat ini, Audi Indonesia tengah berada dalam fase transisi menuju era elektrifikasi dengan menghadirkan lini e-tron. Langkah ini menjadi bukti komitmen Audi bahwa inovasi tetap harus berjalan, meskipun menghadapi tantangan pasar yang kompleks. Audi pun kerap diposisikan sebagai alternatif menarik bagi konsumen yang menganggap Mercedes-Benz terlalu konservatif dan BMW terlalu agresif, dengan keseimbangan antara teknologi, kenyamanan, dan karakter berkendara. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.