Beranda / Mobil Baru / Katalog / Denza D9

Denza D9

Rp 950 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Cosmos Black
Arctic White
Harbour Grey
Whale Sea Blue
Tipe Kendaraan
Denza D9 EV
Rp 950 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Denza D9 EV
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

DENZA D9
Artikel Terkait
Lihat Semua
Koleksi Mobil Raffi Ahmad 2026, Perpaduan Mobil Ultra Mewah dan Klasik
02 Jun 2026
Koleksi Mobil Raffi Ahmad 2026, Perpaduan Mobil Ultra Mewah dan Klasik 02 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id - Bicaara kepemilikan mobil mewah nama Raffi Ahmad tidak bisa dilewati. Apa lagi awal tahun lalu suami dari Nagita Slavina tersebut sudah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam e-LHKPN yang disampaikan pada 30 Maret 2026, dalam laporan tersebut, Raffi yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni tercatat memiliki koleksi kendaraan yang beragam, mencakup mobil mewah, kendaraan modern, hingga mobil klasik. Data ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana koleksi kendaraan bisa berkembang tidak hanya dari sisi nilai, tetapi juga karakter dan fungsi. Koleksi Utama Mobil Premium Sejumlah mobil premium mendominasi daftar kendaraan Raffi Ahmad. Rolls-Royce Phantom tahun 2022 menjadi unit dengan nilai tertinggi, yakni sekitar Rp 18 miliar. Mobil ini dikenal sebagai salah satu sedan paling prestisius dengan fokus pada kenyamanan dan kemewahan. Di segmen performa tinggi, Ferrari F8 Spider tahun 2022 dengan nilai Rp 14 miliar dan Lamborghini Aventador 700 tahun 2013 senilai Rp 9 miliar memperlihatkan keberadaan supercar dalam koleksinya. Kehadiran mobil-mobil ini menunjukkan bahwa koleksi kendaraan tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari apresiasi terhadap desain dan teknologi otomotif. Selain supercar, koleksi ini juga mencakup kendaraan dengan karakter unik seperti Morgan Plus Six tahun 2021 yang memiliki pendekatan desain klasik modern. Sementara itu, Dodge SRT Hellcat tahun 2022 menambah variasi dengan karakter muscle car yang dikenal bertenaga besar. Untuk kebutuhan sehari-hari dan mobilitas keluarga, terdapat Toyota Innova Zenix tahun 2023 serta Lexus LM350h tahun 2023 yang menawarkan kenyamanan serta fitur modern. Kombinasi ini menunjukkan adanya keseimbangan antara kebutuhan praktis dan preferensi gaya dalam memilih kendaraan. Mobil Klasik Tambah Nilai Historis Salah satu bagian menarik dari koleksi ini adalah kehadiran mobil klasik. Model seperti Mini Cooper Morris tahun 1979, Volkswagen 1500 tahun 1967, hingga Mercedes-Benz 190 SL tahun 1965 memberikan sentuhan historis dalam daftar kendaraan. Selain itu, Ferrari Dino 308 GT tahun 1978 juga menjadi salah satu unit yang memiliki nilai koleksi tersendiri. Mobil klasik umumnya tidak hanya dinilai dari harga, tetapi juga dari keunikan desain serta sejarah yang melekat pada setiap unitnya. Koleksi Raffi Ahmad juga menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan industri otomotif. Beberapa kendaraan terbaru seperti Denza D9 tahun 2025, GWM Tank 300, dan Tank 500 keluaran 2024 masuk dalam daftar. Kehadiran mobil-mobil ini mencerminkan minat terhadap teknologi baru, termasuk kendaraan elektrifikasi dan SUV modern yang saat ini tengah berkembang. Koleksi Motor Lengkapi Portofolio Kendaraan Selain mobil, Raffi Ahmad juga memiliki sejumlah sepeda motor dari berbagai segmen. Mulai dari motor premium seperti BMW M 1000 RR dan BMW R18 Classic, hingga model ikonik seperti Vespa 946. Ada juga motor dengan karakter sporty seperti Ducati Superbike 848 dan KTM 1290 Super Duke. Di sisi lain, beberapa motor dengan harga lebih terjangkau tetap menjadi bagian dari koleksi, menunjukkan variasi yang cukup luas. Data e-LHKPN menjadi salah satu referensi yang memberikan transparansi terkait aset kendaraan pejabat pemerintah. Dalam konteks ini, daftar mobil termahal Raffi Ahmad memperlihatkan bagaimana portofolio kendaraan dapat mencerminkan minat terhadap dunia otomotif secara luas. Mulai dari kendaraan ultra-mewah, performa tinggi, hingga mobil klasik dengan nilai historis, seluruhnya hadir dalam satu daftar yang cukup beragam. Dengan komposisi tersebut, koleksi ini tidak hanya menarik dari sisi nominal, tetapi juga dari keberagaman jenis kendaraan yang dimiliki. Berikut urutan kendaraan Raffi Ahmad dari yang termahal sampai termurah : 1. Rolls-Royce Phantom — Rp 18 miliar 2. Ferrari F8 Spider — Rp 14 miliar 3. Lamborghini Aventlp 700 — Rp 9 miliar 4. Dodge SRT Hellcat — Rp 4,5 miliar 5. Morgan Plus Six — Rp 3,6 miliar 6. Mercedes-Benz 190 SL — Rp 2,5 miliar 7. Porsche Bettle 1303 — Rp 2,2 miliar 8. Lexus LM350H — Rp 2,109 miliar 9. BMW R18 Classic — Rp 1.644.900.000 10. BMW M 1000 RR — Rp 1,6 miliar 11. Ferrari Bino 308 GT — Rp 1,5 miliar 12. GMW Tank 500 — Rp 1,208 miliar 13. Denza MRE-FWD (D9) — Rp 950 juta 14. MINI Cooper Cooper S — Rp 875 juta 15. GWM Tank 300 — Rp 837 juta 16. Toyota Innova Zenix — Rp 620 juta 17. Mini Cooper Morris — Rp 500 juta 18. Volkswagen 1500 — Rp 500 juta 19. Piaggio Vespa 946 — Rp 475 juta 20. Harley Davidson FXCWC — Rp 427,5 juta 21. Ducati Diavel — Rp 270 juta 22. KTM 1290 Super Duke — Rp 245 juta 23. Ducati Superbike 848 — Rp 225 juta 24. Triumph Bonneville T100 — Rp 150 juta 25. Piaggio GTV 250 — Rp 140 juta 26. Soib Naked Bike 400 — Rp 81 juta 27. Toyota Starlet — Rp 50 juta 28. Vespa Sprint S 150 — Rp 47 juta 29. BMW 318 — Rp 40 juta 30. United T1800 — Rp 31,5 juta 31. United C2000 — Rp 24 juta 32. United C2000 — Rp 24 juta 33. Yamaha V 110 110 ZHE — Rp 19 juta Lihat Selengkapnya
BYD Tech Culture Fest 2026 Jadi Panggung Teknologi EV dan Lifestyle Terbesar di Indonesia
25 May 2026
BYD Tech Culture Fest 2026 Jadi Panggung Teknologi EV dan Lifestyle Terbesar di Indonesia 25 May 2026 Jakarta, GoodCar.id – PT BYD Motor Indonesia resmi membuka BYD Tech Culture Fest 2026 yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno atau GBK Senayan pada 20–24 Mei 2026. Mengusung konsep technology, lifestyle, and community experience, festival ini menjadi ajang terbesar BYD di Indonesia dalam memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru kepada masyarakat melalui pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui festival ini, BYD menghadirkan berbagai inovasi kendaraan elektrifikasi yang menggabungkan teknologi EV dan Dual Mode (DM). Beragam teknologi unggulan seperti e-Platform 3.0, Blade Battery, hingga platform DM terbaru diperkenalkan melalui berbagai zona eksplorasi dan aktivitas interaktif yang memungkinkan pengunjung melihat sekaligus mencoba langsung teknologi kendaraan BYD. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa festival ini dirancang agar masyarakat tidak hanya mengenal teknologi kendaraan energi baru secara teori, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung. “Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, kami ingin masyarakat tidak hanya melihat teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga merasakan langsung bagaimana inovasi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi BYD, teknologi tidak hanya hadir sebagai inovasi masa depan, tetapi juga harus dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Eagle Zhao. Hadirkan Lebih dari 40 Kendaraan BYD dan DENZA Sepanjang penyelenggaraan festival, pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 40 kendaraan dari lini BYD dan DENZA melalui berbagai area interaktif. Beberapa aktivitas unggulan yang dihadirkan antara lain test drive seluruh lini kendaraan listrik BYD di Indonesia, Speed Test Ride bersama BYD Seal 6 DM yang akan segera meluncur di Indonesia, hingga pengalaman off-road melalui Monster Track DENZA B5. Pada area off-road tersebut, pengunjung dapat menyaksikan kemampuan DENZA B5 menghadapi berbagai obstacle ekstrem seperti tanjakan curam, jalur tidak rata, hingga lintasan jungkat-jungkit. Demonstrasi ini memperlihatkan bagaimana sistem penggerak dan distribusi tenaga kendaraan bekerja secara adaptif dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan. Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai model kendaraan BYD seperti BYD Dolphin, BYD Atto 3, BYD Seal, BYD Sealion 7, BYD M6 DM, hingga DENZA D9. Technology Zone Jadi Daya Tarik Utama Salah satu area utama dalam festival ini adalah Technology Zone yang dirancang untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru BYD secara lebih mudah dipahami dan interaktif. Melalui empat zona utama yaitu Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit, pengunjung dapat memahami bagaimana teknologi Dual Mode (DM) BYD bekerja dalam berbagai kondisi penggunaan sehari-hari. Zona Gesit memperlihatkan karakter akselerasi kendaraan yang responsif dan halus. Sementara Zona Andal menunjukkan bagaimana teknologi DM bekerja secara adaptif dalam berbagai karakter jalan dan kondisi medan. Pada Zona Senyap, pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman kabin kendaraan yang lebih tenang dan minim getaran. Sedangkan Zona Super Irit memperlihatkan efisiensi energi yang mampu dihasilkan teknologi DM untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. Melalui pendekatan interaktif ini, BYD ingin menunjukkan bahwa kendaraan energi baru tidak hanya menawarkan teknologi modern, tetapi juga kenyamanan, efisiensi, dan pengalaman berkendara yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Perpaduan Teknologi, Lifestyle, dan Komunitas Tidak hanya fokus pada kendaraan dan teknologi, BYD Tech Culture Fest 2026 juga menghadirkan berbagai area lifestyle dan aktivitas komunitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat menikmati area kuliner, kids activity, booth Vehicle-to-Load (VtoL) experience, technology showcase, hingga berbagai activity area yang dirancang dalam suasana festival yang lebih santai dan interaktif. Festival ini juga menghadirkan berbagai agenda harian seperti insurance dan leasing talk show, sesi komunitas bersama BEYOND Community, hingga aktivitas olahraga dan gaya hidup seperti pound fit, cardio class, dan zumba session. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa festival ini menjadi ruang interaksi antara teknologi, komunitas, dan masyarakat. “BYD Tech Culture Fest 2026 tidak hanya kami hadirkan sebagai ajang untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang mempertemukan komunitas, keluarga, dan masyarakat dalam pengalaman yang lebih terbuka dan dekat dengan gaya hidup modern,” kata Luther. Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, BYD ingin memperkuat koneksi antara inovasi teknologi, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Setelah Jakarta, festival ini juga direncanakan hadir di berbagai kota besar lain seperti Medan, Semarang, Bandung, hingga Surabaya sebagai bagian dari komitmen BYD untuk membawa pengalaman teknologi kendaraan energi baru lebih dekat kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas. Lihat Selengkapnya
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia
14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia 14 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun. Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini. Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan. Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat. Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat. BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari. Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif. Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar. Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik. Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5. Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut. SUV Listrik Mulai Mendominasi Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah. Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit. Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan. Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya. Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik. Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis. Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit. 10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026 Januari BYD Atto 1: 3.361 unit Jaecoo J5: 1.942 unit BYD M6: 851 unit Wuling Darion EV: 790 unit BYD Sealion 7: 613 unit Geely EX2: 423 unit Denza D9: 392 unit Aion UT: 266 unit Chery J6: 215 unit Aion V: 214 unit Februari BYD Atto 1: 3.700 unit Jaecoo J5: 2.926 unit Wuling Darion EV: 1.019 unit Geely EX2: 776 unit BYD M6: 523 unit AION UT: 407 unit BYD Sealion 7: 343 unit Geely EX5: 335 unit Aion V: 332 unit Denza: 270 unit Maret Jaecoo J5: 2.959 unit BYD Sealion 07: 1.236 unit BYD M6: 976 unit Geely EX2: 949 unit BYD Atto 1: 672 unit Denza D9: 455 unit Wuling Darion EV: 301 unit VinFast VF3: 258 unit AION V: 238 unit AION UT: 242 unit Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen
09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif. Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri. Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi. Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya. Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely. Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM. Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik. Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion. Harga Bisa Naik hingga 40 Persen Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan. Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta. Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.