Beranda / Mobil Baru / Katalog / Denza D9

Denza D9

Rp 950 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Cosmos Black
Arctic White
Harbour Grey
Whale Sea Blue
Tipe Kendaraan
Denza D9 EV
Rp 950 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Denza D9 EV
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

DENZA D9
Artikel Terkait
Lihat Semua
BYD Tech Culture Fest 2026 Jadi Panggung Teknologi EV dan Lifestyle Terbesar di Indonesia
25 May 2026
BYD Tech Culture Fest 2026 Jadi Panggung Teknologi EV dan Lifestyle Terbesar di Indonesia 25 May 2026 Jakarta, GoodCar.id – PT BYD Motor Indonesia resmi membuka BYD Tech Culture Fest 2026 yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno atau GBK Senayan pada 20–24 Mei 2026. Mengusung konsep technology, lifestyle, and community experience, festival ini menjadi ajang terbesar BYD di Indonesia dalam memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru kepada masyarakat melalui pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui festival ini, BYD menghadirkan berbagai inovasi kendaraan elektrifikasi yang menggabungkan teknologi EV dan Dual Mode (DM). Beragam teknologi unggulan seperti e-Platform 3.0, Blade Battery, hingga platform DM terbaru diperkenalkan melalui berbagai zona eksplorasi dan aktivitas interaktif yang memungkinkan pengunjung melihat sekaligus mencoba langsung teknologi kendaraan BYD. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa festival ini dirancang agar masyarakat tidak hanya mengenal teknologi kendaraan energi baru secara teori, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung. “Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, kami ingin masyarakat tidak hanya melihat teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga merasakan langsung bagaimana inovasi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi BYD, teknologi tidak hanya hadir sebagai inovasi masa depan, tetapi juga harus dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Eagle Zhao. Hadirkan Lebih dari 40 Kendaraan BYD dan DENZA Sepanjang penyelenggaraan festival, pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 40 kendaraan dari lini BYD dan DENZA melalui berbagai area interaktif. Beberapa aktivitas unggulan yang dihadirkan antara lain test drive seluruh lini kendaraan listrik BYD di Indonesia, Speed Test Ride bersama BYD Seal 6 DM yang akan segera meluncur di Indonesia, hingga pengalaman off-road melalui Monster Track DENZA B5. Pada area off-road tersebut, pengunjung dapat menyaksikan kemampuan DENZA B5 menghadapi berbagai obstacle ekstrem seperti tanjakan curam, jalur tidak rata, hingga lintasan jungkat-jungkit. Demonstrasi ini memperlihatkan bagaimana sistem penggerak dan distribusi tenaga kendaraan bekerja secara adaptif dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan. Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai model kendaraan BYD seperti BYD Dolphin, BYD Atto 3, BYD Seal, BYD Sealion 7, BYD M6 DM, hingga DENZA D9. Technology Zone Jadi Daya Tarik Utama Salah satu area utama dalam festival ini adalah Technology Zone yang dirancang untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru BYD secara lebih mudah dipahami dan interaktif. Melalui empat zona utama yaitu Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit, pengunjung dapat memahami bagaimana teknologi Dual Mode (DM) BYD bekerja dalam berbagai kondisi penggunaan sehari-hari. Zona Gesit memperlihatkan karakter akselerasi kendaraan yang responsif dan halus. Sementara Zona Andal menunjukkan bagaimana teknologi DM bekerja secara adaptif dalam berbagai karakter jalan dan kondisi medan. Pada Zona Senyap, pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman kabin kendaraan yang lebih tenang dan minim getaran. Sedangkan Zona Super Irit memperlihatkan efisiensi energi yang mampu dihasilkan teknologi DM untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. Melalui pendekatan interaktif ini, BYD ingin menunjukkan bahwa kendaraan energi baru tidak hanya menawarkan teknologi modern, tetapi juga kenyamanan, efisiensi, dan pengalaman berkendara yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Perpaduan Teknologi, Lifestyle, dan Komunitas Tidak hanya fokus pada kendaraan dan teknologi, BYD Tech Culture Fest 2026 juga menghadirkan berbagai area lifestyle dan aktivitas komunitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat menikmati area kuliner, kids activity, booth Vehicle-to-Load (VtoL) experience, technology showcase, hingga berbagai activity area yang dirancang dalam suasana festival yang lebih santai dan interaktif. Festival ini juga menghadirkan berbagai agenda harian seperti insurance dan leasing talk show, sesi komunitas bersama BEYOND Community, hingga aktivitas olahraga dan gaya hidup seperti pound fit, cardio class, dan zumba session. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa festival ini menjadi ruang interaksi antara teknologi, komunitas, dan masyarakat. “BYD Tech Culture Fest 2026 tidak hanya kami hadirkan sebagai ajang untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang mempertemukan komunitas, keluarga, dan masyarakat dalam pengalaman yang lebih terbuka dan dekat dengan gaya hidup modern,” kata Luther. Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, BYD ingin memperkuat koneksi antara inovasi teknologi, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Setelah Jakarta, festival ini juga direncanakan hadir di berbagai kota besar lain seperti Medan, Semarang, Bandung, hingga Surabaya sebagai bagian dari komitmen BYD untuk membawa pengalaman teknologi kendaraan energi baru lebih dekat kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas. Lihat Selengkapnya
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia
14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia 14 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun. Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini. Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan. Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat. Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat. BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari. Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif. Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar. Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik. Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5. Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut. SUV Listrik Mulai Mendominasi Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah. Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit. Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan. Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya. Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik. Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis. Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit. 10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026 Januari BYD Atto 1: 3.361 unit Jaecoo J5: 1.942 unit BYD M6: 851 unit Wuling Darion EV: 790 unit BYD Sealion 7: 613 unit Geely EX2: 423 unit Denza D9: 392 unit Aion UT: 266 unit Chery J6: 215 unit Aion V: 214 unit Februari BYD Atto 1: 3.700 unit Jaecoo J5: 2.926 unit Wuling Darion EV: 1.019 unit Geely EX2: 776 unit BYD M6: 523 unit AION UT: 407 unit BYD Sealion 7: 343 unit Geely EX5: 335 unit Aion V: 332 unit Denza: 270 unit Maret Jaecoo J5: 2.959 unit BYD Sealion 07: 1.236 unit BYD M6: 976 unit Geely EX2: 949 unit BYD Atto 1: 672 unit Denza D9: 455 unit Wuling Darion EV: 301 unit VinFast VF3: 258 unit AION V: 238 unit AION UT: 242 unit Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen
09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif. Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri. Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi. Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya. Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely. Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM. Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik. Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion. Harga Bisa Naik hingga 40 Persen Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan. Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta. Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lihat Selengkapnya
BYD Denza B5 Siap Masuk Indonesia, Bakal Dijual di Atas Rp 1 Miliar
06 Mar 2026
BYD Denza B5 Siap Masuk Indonesia, Bakal Dijual di Atas Rp 1 Miliar 06 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pasar SUV premium di Indonesia bersiap kedatangan penantang baru. Denza B5 dikabarkan segera meluncur dan sudah mulai diperkenalkan secara terbatas di jaringan dealer. Bocoran awal menyebutkan, banderolnya akan berada di atas Rp 1 miliar, menempatkannya sebagai SUV elektrifikasi berperforma tinggi di kelas atas. Produk perdana Denza di Indonesia mencatat respons positif. MPV listrik yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 1 miliar berhasil menarik minat konsumen premium domestik. Berbekal capaian tersebut, Denza memperluas portofolio lewat B5—sebuah SUV berkarakter tangguh yang menyasar konsumen dengan kebutuhan performa, teknologi, dan prestise. Sudah Mejeng di Dealer, Pemesanan Dibuka Denza B5 diketahui sudah tampil di sejumlah dealer dan pemesanan telah dibuka. Konsumen yang berminat dapat melakukan booking dengan DP Rp 50 juta. Untuk harga jual, sumber internal menyebut kisaran sekitar Rp 1,2 miliar, meski pihak Denza belum mengumumkan angka resmi. Penetapan harga final disebut akan menyesuaikan paket fitur dan keunggulan yang ditawarkan. Denza B5 mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV). Di balik kap, SUV ini memadukan mesin bensin turbo 1.5L dengan dua motor listrik serta sistem penggerak semua roda (AWD). Kombinasi tersebut menghasilkan daya 425 kW dan torsi 760 Nm, memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,8 detik—angka yang impresif untuk SUV premium. Sumber energinya berasal dari baterai Blade berkapasitas 31,8 kWh besutan BYD, yang diklaim sanggup memberikan jarak tempuh listrik hingga 90 km untuk penggunaan harian tanpa emisi. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Denza B5 dibekali 11 airbag untuk perlindungan menyeluruh, kamera 360 derajat untuk visibilitas optimal saat bermanuver, serta paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang komprehensif. Fitur ADAS mencakup Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, dan Lane Keeping Assist—meningkatkan rasa aman dan kenyamanan di berbagai kondisi berkendara. Dengan performa tinggi, teknologi PHEV mutakhir, dan fitur keselamatan lengkap, Denza B5 diproyeksikan menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari SUV premium berkarakter kuat. Jika harga resmi berada di kisaran yang dibocorkan, Denza B5 berpotensi memperketat persaingan di segmen SUV elektrifikasi kelas atas Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.