Kapasitas Produksi Pick-Up Indonesia Bisa Dioptimalkan, GAIKINDO Siap Penuhi Kebutuhan20 Feb 2026
Kapasitas Produksi Pick-Up Indonesia Bisa Dioptimalkan, GAIKINDO Siap Penuhi Kebutuhan20 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Industri otomotif Indonesia sedang menghadapi tekanan penjualan dalam negeri, namun potensi produksi tetap besar. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) saat ini menaungi 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau lebih per tahun.
Dari jumlah tersebut, produksi kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah, terutama pick-up, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Anggota GAIKINDO yang memproduksi kendaraan jenis ini antara lain:
PT Suzuki Indomobil Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
PT Sokonindo Automobile (DFSK)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
PT Astra Daihatsu Motor
Secara keseluruhan, kapasitas produksi pick-up anggota GAIKINDO bisa mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, namun pemanfaatannya belum maksimal. Kendaraan ini umumnya mengadopsi sistem penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, menjadikannya andalan untuk kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
“Jaringan servis dan layanan purna jual yang luas membuat kendaraan komersial 4x2 ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara merata,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO. Ia menambahkan, “Kendaraan penggerak 4x4 memang bisa diproduksi, tetapi membutuhkan waktu untuk persiapan produksi yang matang.”
Industri otomotif nasional juga menjadi penyumbang besar lapangan kerja, dengan total 1,5 juta pekerja yang terlibat di seluruh ekosistemnya. Meski penjualan domestik sempat tertekan di bawah 1 juta unit per tahun, Indonesia tetap mencatat capaian ekspor kendaraan yang signifikan, mencapai lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.
Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Putu Juli Ardika menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan industri lokal.
“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hanya diperlukan waktu agar jumlah dan kriterianya sesuai,” jelas Putu Juli.
Ia menekankan bahwa dengan kesempatan dan waktu yang cukup, anggota GAIKINDO dan GIAMM dapat ikut memenuhi permintaan kendaraan komersial, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri dan mencegah potensi pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan domestik.
Namun, di tengah kapasitas lokal yang masih dapat dioptimalkan, PT Agrinas Pangan Nusantara memilih untuk mengimpor kendaraan pick-up dari India guna mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Perseroan mengimpor sebanyak 70.000 unit mobil pick-up Tata Motors, terdiri dari Yodha Pick Up dan truk ringan Ultra T.7, masing-masing 35.000 unit. Sebelumnya, Agrinas juga mengimpor 35.000 unit pick-up Scorpio dari Mahindra, sehingga total kendaraan niaga impor dari India mencapai 105.000 unit.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menuturkan, “Pesanan untuk Kopdes Merah Putih ini mencerminkan semakin meningkatnya penerimaan kendaraan komersial asal India di pasar global. Penggunaannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional.”
Kedua kendaraan ini dirancang untuk kinerja berkelanjutan dan efisiensi operasional. Tata Yodha Pick Up tersedia dalam varian single cab maupun crew cab, dengan opsi penggerak 4×2 dan 4×4, serta mesin 2,2 liter diesel bertenaga 100 PS dan torsi 250 Nm. Sedangkan Tata Ultra T.7 adalah truk ringan dengan mesin diesel 4 silinder, tenaga hingga 125 PS pada 2.800 rpm, torsi maksimal 360 Nm, dan kapasitas GVW sekitar 7.490 kg. Armada ini akan didistribusikan melalui koperasi pertanian dengan skema bertahap untuk memastikan integrasi dan operasi yang berkelanjutan.
Pesanan Agrinas menjadi yang terbesar dalam portofolio ekspor Tata Motors, ditujukan untuk sektor pertanian dan logistik pedesaan. Meskipun demikian, GAIKINDO tetap yakin bahwa kapasitas produksi pick-up dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan domestik jika diberikan waktu dan dukungan yang cukup, sehingga potensi impor bisa diminimalkan dan ekosistem industri lokal tetap terjaga.
Lihat Selengkapnya
Nissan Siapkan Mobil Listrik Murah, Datsun Berpeluang Bangkit!18 Feb 2026
Nissan Siapkan Mobil Listrik Murah, Datsun Berpeluang Bangkit!18 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Nissan dikabarkan tengah menyiapkan strategi baru untuk menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih ramah di kantong. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pabrikan asal Jepang itu disebut-sebut mempertimbangkan menghidupkan kembali merek Datsun sebagai lini kendaraan listrik murah yang menyasar pasar negara berkembang.
Mengutip laporan Automotive News, salah satu sumber internal Nissan menyebutkan bahwa perusahaan memiliki sejumlah agenda strategis yang akan dibahas, termasuk opsi menjadikan Datsun sebagai kendaraan listrik terjangkau.
Jejak Datsun dan Penutupan Operasional di Sejumlah Negara
Wacana ini mencuat setelah Datsun menghentikan operasionalnya di India beberapa waktu lalu. Merek tersebut berkiprah di pasar India sejak 2013 selama kurang lebih sembilan tahun. Sebelumnya, pada 2020, Datsun juga menutup aktivitas produksi dan penjualannya di Rusia serta Indonesia.
Penutupan tersebut berdampak pada ketidakjelasan nasib beberapa model seperti Datsun Go dan Datsun Go+. Di sisi lain, Nissan sempat menyatakan fokusnya tertuju pada penguatan merek utama mereka.
"Bagi ribuan konsumen di seluruh dunia, Datsun terus memberikan pengalaman berkendara yang menarik, merasa puas sebagai konsumen karena harganya yang tepat, dan memiliki nilai yang luar biasa," kata narasumber dari Nissan.
"Sebagai bagian dari strategi transformasi global Nissan, Nissan berfokus pada model dan segmen utama yang memberikan manfaat paling besar bagi pelanggan, mitra dealer, dan bisnis," paparnya.
Peluang Besar dari Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi
Meski demikian, peluang menghadirkan mobil listrik murah melalui Datsun tetap terbuka lebar. Hal ini tidak terlepas dari kekuatan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance yang memiliki sumber daya besar dalam pengembangan kendaraan listrik.
Aliansi tersebut menargetkan peluncuran 35 model kendaraan listrik baru hingga 2030. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan transformasi perusahaan dalam memperkuat inovasi di segmen electric vehicle (EV). Namun, belum ada kepastian apakah roadmap tersebut juga mencakup pengembangan mobil listrik murah dengan merek Datsun.
Salah satu model yang telah diumumkan dalam presentasi aliansi adalah penerus Nissan Micra versi listrik penuh. Model ini akan memanfaatkan platform CMF B-EV yang dikembangkan bersama.
"Nissan Micra akan dirancang oleh Nissan, dikembangkan dan diproduksi oleh Renault menggunakan platform [CMF B-EV] kami yang baru, memaksimalkan penggunaan aset aliansi sambil mempertahankan aspek Nissan," ujar COO Nissan, Ashwani Gupta.
Jika benar Datsun kembali sebagai merek EV murah, bukan tidak mungkin basis platform yang digunakan akan serupa dengan Micra listrik atau kembarannya, Nissan March.
Tantangan dan Harapan Kebangkitan Datsun
Selain India, Rusia, dan Indonesia, Datsun juga sempat meramaikan pasar otomotif di Kazakhstan, Afrika Selatan, Belarusia, dan Nepal. Namun, tren penjualan yang terus menurun membuat operasional merek ini dihentikan secara bertahap di berbagai negara.
Kini, dengan tren elektrifikasi global yang semakin kuat, peluang kebangkitan Datsun sebagai merek mobil listrik terjangkau menjadi wacana menarik. Jika strategi ini terealisasi, Nissan berpotensi memperluas penetrasi EV di pasar berkembang dengan menawarkan produk yang kompetitif dari sisi harga maupun teknologi.
Lihat Selengkapnya
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit.
Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama.
Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun.
BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan
Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik.
Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru.
Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi.
Dominasi Merek China di 10 Besar
Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional.
Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit).
Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit.
Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional.
Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026:
1. BYD Atto 1: 3.361 unit
2. Jaecoo J5: 1.942 unit
3. BYD M6: 851 unit
4. Wuling Darion EV: 790 unit
5. BYD Sealion 7: 613 unit
6. Geely EX2: 423 unit
7. Denza D9: 392 unit
8. Aion UT: 266 unit
9. Chery J6: 215 unit
10. Aion V: 214 unit
11. VinFast VF 3: 119 unit
12. Xpeng X9: 105 unit
13. MG 4 EV: 95 unit
14. Polytron G3: 82 unit
15. Hyptec HT: 77 unit
16. Aion Y Plus: 67 unit
17. Xpeng G6: 67 unit
18. BYD Seal: 45 unit
19. Hyundai Kona EV: 37 unit
20. GWM Ora 03: 32 unit
21. Wuling Air EV: 32 unit
22. Omoda E5: 28 unit
23. Changan Deepal: 26 unit
24. Wuling Cloud EV: 25 unit
25. MG ZS EV: 17 unit
26. Citroen E-C3: 15 unit
27. VinFast VF e34: 15 unit
28. Wuling Binguo EV: 14 unit
29. VinFast VF 5: 13 unit
30. BYD Dolphin: 9 unit
31. DFSK Gelora E: 9 unit
32. Seres E1: 8 unit
33. BMW i7: 8 unit
34. Toyota bZ4X: 7 unit
35. VW ID.Buzz: 7 unit
36. Wuling Mitra EV: 7 unit
37. Mini Electric: 5 unit
38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit
39. MG Cyberster: 4 unit
40. BMW iX1: 3 unit
41. VinFast VF 6: 3 unit
42. Genesis G80: 2 unit
43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit
44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit
45. Volvo ES90: 1 unit
46. BMW i5: 1 unit
47. VinFast VF 7: 1 unit
48. BMW iX: 1 unit
Lihat Selengkapnya
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.