Beranda / Mobil Baru / Katalog / Citroen E-C4

Citroen E-C4

Rp 1.1 M
Jarak Tempuh
-
Mesin
Level 3 Shine EV
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
7 Pilihan Warna
Silver
Obsidian Black
Cumulus Grey
Platinum Grey
Polar White
Oblia Blue
Elixir Red
Tipe Kendaraan
Citroen E-C4 Electric
Rp 1.1 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Citroen E-C4 Electric
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Level 3 Shine EV
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

CITROEN E-C4
Artikel Terkait
Lihat Semua
Citroën C3 Aircross Jadi Mobil Operasional Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026
09 Mar 2026
Citroën C3 Aircross Jadi Mobil Operasional Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, berbagai pihak mulai menyiapkan langkah untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lebih lancar. Salah satu kegiatan yang kembali digelar adalah Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran (EEJML) 2026, program tahunan yang bertujuan memantau kondisi jalur mudik di Pulau Jawa dan Sumatera. Dalam kegiatan ini, Citroën Indonesia ikut berpartisipasi dengan menyediakan Citroën C3 Aircross sebagai kendaraan operasional tim ekspedisi. SUV tersebut digunakan untuk menelusuri jalur mudik dan mengumpulkan informasi terkait kondisi jalan yang akan dilalui jutaan pemudik. Acara pelepasan ekspedisi digelar pada Jumat, 6 Maret 2026, dan dihadiri oleh sejumlah instansi yang terlibat dalam pengelolaan lalu lintas dan infrastruktur perjalanan mudik. Beberapa di antaranya adalah Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, serta PT Jasa Raharja, bersama sejumlah mitra yang turut mendukung kegiatan ini. Ekspedisi Jelajahi Jalur Mudik Jawa dan Sumatera Program Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 Maret 2026. Selama periode tersebut, dua tim ekspedisi akan melakukan perjalanan ribuan kilometer untuk memetakan jalur mudik utama yang biasa digunakan masyarakat. Tim pertama bertugas menelusuri jalur Lintas Jawa, dengan rute dari Jakarta menuju Surabaya. Perjalanan ini melewati jalur Pantura serta Tol Trans Jawa yang selama ini menjadi salah satu koridor utama perjalanan mudik di Pulau Jawa. Sementara itu, tim kedua bergerak menuju Lintas Sumatera, dengan rute Jakarta – Merak – Bakauheni – Palembang melalui Jalan Lintas Sumatera. Jalur ini menjadi salah satu rute vital bagi pemudik yang menuju berbagai daerah di Sumatera. Sepanjang perjalanan, tim ekspedisi akan memantau berbagai aspek yang berkaitan dengan kelancaran arus mudik. Beberapa di antaranya meliputi kondisi jalan, ketersediaan rest area, hingga titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kemacetan. Informasi yang diperoleh dari perjalanan ini nantinya akan disampaikan kepada masyarakat sebagai referensi dalam merencanakan perjalanan mudik. Citroën C3 Aircross Digunakan untuk Perjalanan Ribuan Kilometer Dalam ekspedisi tersebut, Citroën C3 Aircross digunakan sebagai kendaraan utama tim untuk menempuh perjalanan lintas kota hingga lintas pulau. SUV ini dirancang dengan kabin yang luas serta konfigurasi ruang yang mendukung perjalanan jarak jauh. Selain itu, kendaraan ini juga dibekali suspensi khas Citroën yang dirancang untuk memberikan kenyamanan saat melintasi berbagai kondisi jalan. Ground clearance yang cukup tinggi pada Citroën C3 Aircross juga menjadi salah satu aspek yang mendukung mobilitas kendaraan saat melewati jalur yang beragam, baik di jalan tol maupun jalur arteri antar kota. Dengan karakter tersebut, kendaraan ini digunakan untuk menunjang mobilitas tim ekspedisi selama menempuh perjalanan panjang yang mencakup berbagai rute utama mudik di Indonesia. Head of Sales and Marketing Citroën Indonesia, Ferdinan Hendra, mengatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam kegiatan ini bertujuan mendukung penyediaan informasi yang akurat bagi masyarakat menjelang musim mudik. “Citroën bangga dapat mendukung Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam memberikan informasi kondisi jalur mudik secara langsung kepada masyarakat, sehingga pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Ferdinan. Menurutnya, data yang diperoleh dari ekspedisi tersebut dapat membantu masyarakat memahami kondisi jalur yang akan dilalui sebelum memulai perjalanan mudik. Pemerintah memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143 juta orang. Berdasarkan proyeksi tersebut, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 20 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 23 hingga 24 Maret serta 27 hingga 28 Maret 2026. Dengan tingginya potensi pergerakan masyarakat tersebut, pemetaan kondisi jalur mudik menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengantisipasi kemacetan serta memastikan perjalanan berlangsung lebih lancar. Partisipasi Citroën Indonesia dalam kegiatan Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2026 menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap mobilitas masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dalam berbagai kondisi jalan. Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen
09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif. Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri. Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi. Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya. Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely. Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM. Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik. Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion. Harga Bisa Naik hingga 40 Persen Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan. Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta. Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lihat Selengkapnya
Jeep Wrangler Rubicon & Citroën ë-C3 Cetak Prestasi di IIMS 2026
18 Feb 2026
Jeep Wrangler Rubicon & Citroën ë-C3 Cetak Prestasi di IIMS 2026 18 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Kehadiran Jeep dan Citroën di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 kembali membuahkan hasil positif. Dalam seremoni penghargaan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kedua brand sukses mencatatkan prestasi melalui produk unggulannya masing-masing. “Penghargaan ini jadi bukti nyata Jeep dan Citroën konsisten menghadirkan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” ungkap Eko Mulyono, Technical Manager IIMS 2026. Jeep Wrangler Rubicon Dinobatkan “Best Adventure Car” Jeep Wrangler Rubicon berhasil menyabet penghargaan “Best Adventure Car”, mengukuhkan posisinya sebagai ikon kendaraan petualang dunia. Model ini dikenal luas karena DNA off-road yang kuat, sistem penggerak 4x4, dan desain ikonik yang konsisten dipertahankan. Sebagai varian tertinggi dari lini Wrangler, Rubicon dirancang untuk pengendara yang mengutamakan performa dan ketangguhan di segala medan. Dari jalur ekstrem hingga penggunaan harian, Wrangler Rubicon tetap menjadi pilihan utama komunitas adventure dan off-road, termasuk di Indonesia. “Jeep Wrangler Rubicon bukan cuma mobil, tapi simbol kebebasan dan ketangguhan. Penghargaan ini menegaskan posisi Jeep di segmen SUV premium,” ujar Andi Prasetyo, pengamat otomotif nasional. Citroën ë-C3 Raih Predikat “Best Small Crossover EV” Di sisi lain, Citroën ë-C3 meraih penghargaan “Best Small Crossover EV”, menegaskan relevansi kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia. Mobil listrik ini menggabungkan desain modern, kenyamanan khas Citroën, efisiensi energi, dan kemudahan penggunaan sehari-hari. Pertumbuhan pasar EV di Indonesia semakin signifikan. Konsumen kini menilai EV bukan sekadar tren, melainkan solusi mobilitas jangka panjang yang efisien dan ramah lingkungan. Citroën ë-C3 hadir sebagai small crossover kompak, nyaman, dan fungsional untuk penggunaan di perkotaan. “ë-C3 menghadirkan pengalaman EV yang dekat dengan kebutuhan urban, dari desain hingga kemudahan berkendara,” kata Dewi Santoso, reviewer otomotif dan EV enthusiast. Komitmen Jeep dan Citroën untuk Pasar Indonesia Partisipasi Jeep dan Citroën di IIMS 2026 bukan sekadar pameran. Kedua brand ingin mendekatkan diri dengan konsumen Indonesia dan mendukung industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi dan inovasi. Selama pameran, pengunjung bisa melihat langsung lini produk dan merasakan pengalaman berkendara khas masing-masing brand. Momentum penghargaan ini juga jadi bukti komitmen mereka dalam menghadirkan produk unggulan, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mendorong edukasi publik terkait kendaraan adventure maupun kendaraan listrik. Dengan penghargaan ini, Jeep Wrangler Rubicon dan Citroën ë-C3 kembali menegaskan posisi mereka sebagai pilihan kendaraan premium dan inovatif di Indonesia, sesuai tren industri otomotif global dan kebutuhan mobilitas masyarakat urban. Lihat Selengkapnya
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris
17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris 17 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit. Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama. Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun. BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik. Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru. Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi. Dominasi Merek China di 10 Besar Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional. Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit). Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit. Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional. Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026: 1. BYD Atto 1: 3.361 unit 2. Jaecoo J5: 1.942 unit 3. BYD M6: 851 unit 4. Wuling Darion EV: 790 unit 5. BYD Sealion 7: 613 unit 6. Geely EX2: 423 unit 7. Denza D9: 392 unit 8. Aion UT: 266 unit 9. Chery J6: 215 unit 10. Aion V: 214 unit 11. VinFast VF 3: 119 unit 12. Xpeng X9: 105 unit 13. MG 4 EV: 95 unit 14. Polytron G3: 82 unit 15. Hyptec HT: 77 unit 16. Aion Y Plus: 67 unit 17. Xpeng G6: 67 unit 18. BYD Seal: 45 unit 19. Hyundai Kona EV: 37 unit 20. GWM Ora 03: 32 unit 21. Wuling Air EV: 32 unit 22. Omoda E5: 28 unit 23. Changan Deepal: 26 unit 24. Wuling Cloud EV: 25 unit 25. MG ZS EV: 17 unit 26. Citroen E-C3: 15 unit 27. VinFast VF e34: 15 unit 28. Wuling Binguo EV: 14 unit 29. VinFast VF 5: 13 unit 30. BYD Dolphin: 9 unit 31. DFSK Gelora E: 9 unit 32. Seres E1: 8 unit 33. BMW i7: 8 unit 34. Toyota bZ4X: 7 unit 35. VW ID.Buzz: 7 unit 36. Wuling Mitra EV: 7 unit 37. Mini Electric: 5 unit 38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit 39. MG Cyberster: 4 unit 40. BMW iX1: 3 unit 41. VinFast VF 6: 3 unit 42. Genesis G80: 2 unit 43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit 44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit 45. Volvo ES90: 1 unit 46. BMW i5: 1 unit 47. VinFast VF 7: 1 unit 48. BMW iX: 1 unit Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.