Beranda / Artikel / Volkswagen ID. Buzz Tempuh 99.767 Km Keliling Dunia, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Guinness
Artikel

Volkswagen ID. Buzz Tempuh 99.767 Km Keliling Dunia, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Guinness

Tigor Sihombing
08 October 2026 08:36

Jerman, Goodcar.id - Sebuah Volkswagen ID. Buzz berkelir two-tone Lime Yellow/Candy White pernah melintas di jalanan Indonesia dengan misi yang tidak biasa. Mobil listrik tersebut bukan datang sekadar untuk dipamerkan, tetapi sedang menjalani perjalanan keliling dunia bersama penjelajah asal Jerman, Rainer Zietlow.

Perjalanan itu akhirnya selesai di Hannover, Jerman, pada 14 September 2026. Setelah melintasi 92 negara dan enam benua, Volkswagen ID. Buzz yang digunakan Rainer mencatat jarak tempuh 99.767 kilometer sekaligus meraih Guinness World Records™ untuk kategori “Most Countries Visited in a Continuous Journey by a Battery-Powered Electric Vehicle”.

Menariknya, Indonesia menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Hampir setahun sebelumnya, tepatnya pada akhir Oktober 2025, ID. Buzz yang sama tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dari ibu kota, perjalanan berlanjut menuju Semarang, Surabaya, hingga Bali sebelum mobil listrik tersebut meninggalkan Indonesia dan meneruskan ekspedisinya ke Australia serta negara-negara berikutnya.

Sertifikat rekor dunia kemudian diserahkan kepada Rainer di Hannover, kota yang juga menjadi titik awal perjalanan pada 1 Juli 2025. Artinya, ID. Buzz tersebut kembali ke titik awal dengan tambahan hampir 100.000 kilometer pada odometer setelah digunakan melintasi berbagai negara dengan kondisi jalan, iklim, serta infrastruktur pengisian daya yang berbeda-beda.

Bagi Volkswagen Indonesia, keterlibatan Indonesia dalam perjalanan tersebut menjadi bagian tersendiri dari cerita ID. Buzz World Tour. Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia, menyebut perjalanan tersebut juga mempertemukan ID. Buzz dengan konsumen dan komunitas Volkswagen di Indonesia.

“Saat menyambut Rainer di Jakarta tahun lalu, perjalanan ini masih jauh dari selesai. Kami kemudian melihat ID. Buzz melanjutkan perjalanan dari Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Bali sebelum meneruskan ekspedisinya ke negara berikutnya. Sekarang, mobil yang sama sudah kembali ke Hannover setelah hampir 100.000 kilometer dan resmi mencatatkan Guinness World Records. Ada rasa bangga karena Indonesia, bersama konsumen dan komunitas Volkswagen di sini, pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang akhirnya membawa ID. Buzz mencatatkan rekor dunia tersebut,” ujar Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia.

ID. Buzz Bertemu Komunitas Volkswagen di Indonesia

Saat berada di Indonesia, perjalanan ID. Buzz tidak hanya diisi dengan aktivitas berkendara dari satu kota ke kota lain. Rainer juga bertemu dengan konsumen dan komunitas Volkswagen di sejumlah wilayah.

Di Semarang, misalnya, ID. Buzz bertemu dengan sejumlah Volkswagen klasik milik komunitas lokal. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke Surabaya dan Bali sebelum kembali ke Jakarta untuk meneruskan ekspedisi menuju Australia.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan generasi kendaraan Volkswagen. Di satu sisi ada Volkswagen Bus klasik yang sudah lama menjadi bagian dari komunitas, sedangkan di sisi lain terdapat ID. Buzz sebagai model listrik yang membawa nama dan karakter Volkswagen Bus ke era elektrifikasi.

Salah satu pemilik ID. Buzz di Indonesia, dr. Djoko Setionegoro atau dr. Tio, bahkan sempat ikut dalam bagian perjalanan menggunakan ID. Buzz miliknya. Menariknya, mobil tersebut memiliki kombinasi warna yang sama, yakni Lime Yellow/Candy White.

Pengalaman tersebut tidak berhenti pada satu perjalanan bersama Rainer. Dr. Tio telah menggunakan ID. Buzz miliknya sejak September 2025 untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga.

Ia juga pernah membawa mobil listrik tersebut dalam perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta, Semarang, hingga Jawa Timur. Penggunaan tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai ID. Buzz, bukan dalam konteks ekspedisi keliling dunia, tetapi sebagai kendaraan yang digunakan dalam rutinitas dan perjalanan keluarga.

“Saya suka mobil ini karena karakternya yang ikonik sekali. Dari desainnya langsung kelihatan berbeda, sering bikin orang nengok di jalan, tapi tetap modern dan cocok dipakai sehari-hari, apalagi poin plusnya sudah EV. Setelah lihat dan coba langsung, ternyata yang bikin yakin justru karena kabinnya lega dan nyaman. Ternyata setelah dipakai harian, adaptasinya jauh lebih mudah dari yang saya bayangkan. Karena kabinnya lega, enak juga kalau pergi ramai-ramai atau bawa banyak barang. Tapi saya juga senang road trip jarak jauh dengan mobil ini bersama keluarga saya. Kalau charging paling sering saya lakukan di rumah sendiri maupun di SPKLU terdekat dengan destinasi saya. Jadi tidak terasa harus khusus meluangkan waktu untuk charging,” ujar dr. Djoko Setionegoro atau dr. Tio.

Hampir 100.000 Km Ditempuh dengan ID. Buzz

Perjalanan Rainer memberikan gambaran penggunaan Volkswagen ID. Buzz dalam kondisi yang jauh lebih beragam dibanding pemakaian kendaraan sehari-hari. Mobil tersebut harus melewati kota-kota besar, perjalanan antarkota, perbedaan temperatur dan iklim, hingga wilayah dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang tidak seragam.

Yang digunakan dalam ekspedisi tersebut juga bukan kendaraan yang dibuat khusus untuk kebutuhan ekstrem. ID. Buzz yang dibawa Rainer merupakan kendaraan produksi standar.

Setelah menempuh 99.767 kilometer, kendaraan tersebut menyelesaikan perjalanan tanpa mengalami kerusakan teknis. Pemeriksaan TÜV Nord setelah mobil kembali ke Jerman juga mencatat kondisi kesehatan baterai atau state of health (SoH) masih berada di atas 95 persen.

Angka tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan ID. Buzz World Tour karena baterai menjadi komponen utama kendaraan listrik yang harus bekerja dalam perjalanan panjang dengan pola penggunaan berbeda-beda.

Untuk ID. Buzz Long Wheelbase (LWB), baterai berkapasitas 91 kWh diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 487 kilometer berdasarkan WLTP atau 573 kilometer berdasarkan NEDC.

Sementara untuk pengisian, sistem DC fast charging hingga 200 kW memungkinkan baterai diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penggunaan kendaraan dalam perjalanan jarak jauh, meski waktu pengisian aktual tetap dapat dipengaruhi kondisi baterai, temperatur, serta kemampuan fasilitas pengisian yang digunakan.

Perjalanan sejauh hampir 100.000 kilometer memang menjadi angka terbesar dalam ekspedisi tersebut. Namun, penggunaan kendaraan untuk perjalanan panjang juga memperlihatkan aspek lain dari sebuah mobil listrik.

ID. Buzz memiliki kabin yang lapang dengan konfigurasi tempat duduk yang fleksibel. Posisi berkendara dan visibilitas juga menjadi bagian dari karakter kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh.

Dari sisi keselamatan, Volkswagen ID. Buzz dibekali sejumlah fitur bantuan berkendara seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), Forward Collision Warning (FCW), Blind Spot Detection (BSD), dan Lane Keeping Assist (LKA). Model tersebut juga mendapatkan rating keselamatan lima bintang dari Euro NCAP.

Bagi pengguna seperti dr. Tio, pengalaman tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana. Mobil digunakan untuk aktivitas harian, membawa keluarga, hingga perjalanan antarkota. Pengisian baterai pun dilakukan di rumah maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di sekitar tujuan perjalanan.

Dengan kata lain, kebutuhan perjalanan ekspedisi dunia dan penggunaan sehari-hari memang memiliki skala berbeda. Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan bagaimana ID. Buzz digunakan sebagai kendaraan listrik untuk menempuh perjalanan dengan jarak yang cukup jauh.

Dari Jakarta hingga Hannover

Ketika meninggalkan Hannover pada 1 Juli 2025, Rainer Zietlow memulai perjalanan yang akhirnya membawa Volkswagen ID. Buzz melewati 92 negara di enam benua.

Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam rute tersebut. ID. Buzz masuk melalui Jakarta, kemudian bergerak ke Semarang, Surabaya dan Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke negara berikutnya.

Lebih dari satu tahun setelah perjalanan dimulai, mobil yang sama kembali ke Hannover dengan catatan 99.767 kilometer. Di akhir perjalanan tersebut, ID. Buzz bukan hanya membawa cerita perjalanan lintas negara, tetapi juga rekor Guinness World Records sebagai kendaraan listrik berbasis baterai yang mengunjungi negara terbanyak dalam satu perjalanan berkelanjutan.

Buat Volkswagen Indonesia, keterlibatan Indonesia menjadi bagian kecil dari perjalanan besar tersebut. Namun dari sudut pandang pengguna, cerita ID. Buzz World Tour justru memperlihatkan sisi lain kendaraan listrik: bukan hanya soal spesifikasi baterai dan jarak tempuh di atas kertas, tetapi bagaimana sebuah mobil digunakan ketika perjalanan terus bergerak melewati negara, kondisi jalan, dan lingkungan yang berbeda.

“Perjalanan Rainer membawa ID. Buzz ke kondisi penggunaan yang mungkin tidak akan dialami sebagian besar konsumen. Tetapi justru setelah hampir 100.000 kilometer, kita bisa melihat bagaimana sebuah kendaraan yang digunakan bersama keluarga dan untuk aktivitas sehari-hari juga memiliki kemampuan untuk pergi sejauh itu. Bagi kami, cerita ID. Buzz selalu kembali pada hal yang sederhana, yakni perjalanan dan orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan,” tutup Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua