Jakarta, Goodcar.id - Pameran otomotif seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) selalu jadi momen favorit buat coba mobil incaran. Bukan cuma lihat desain atau duduk di bangku penumpang, pengunjung juga bisa merasakan langsung performa kendaraan lewat sesi test drive.
Tapi masalahnya, banyak orang datang ke IIMS cuma buat “coba gas”, tanpa benar-benar memahami apa yang harus diperhatikan saat test drive. Padahal, waktu yang diberikan biasanya terbatas, antrean panjang, dan rute sudah ditentukan panitia. Jadi kalau nggak dimaksimalkan, kesempatan emas itu bisa lewat begitu saja.
Berikut beberapa tips agar test drive di IIMS benar-benar membantu kamu menentukan pilihan.
Datang Lebih Pagi, Hindari Antrean Panjang
Sesi test drive di IIMS biasanya ramai, terutama saat akhir pekan. Datang lebih pagi bisa jadi strategi paling aman supaya tidak menghabiskan waktu hanya untuk mengantre.
Selain itu, kondisi lalu lintas di area sekitar venue juga relatif lebih lengang di pagi hari, sehingga kamu bisa merasakan mobil lebih optimal tanpa terlalu banyak berhenti.
Atur Posisi Duduk Sebelum Jalan
Sebelum mobil bergerak, pastikan posisi duduk sudah nyaman. Atur jok, setel setir, dan cek visibilitas spion.
Posisi duduk yang tepat akan memengaruhi kenyamanan berkendara, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Banyak orang melewatkan tahap ini dan langsung fokus ke akselerasi, padahal ergonomi adalah faktor utama dalam penggunaan harian.
Rasakan Respons Pedal Gas dan Rem
Test drive bukan ajang balapan. Fokuslah pada respons pedal gas dan karakter pengereman.
Perhatikan apakah akselerasi terasa halus atau agresif. Cek juga respons rem saat pengereman ringan maupun mendadak (tentu dalam batas aman sesuai arahan petugas).
Hal-hal seperti ini lebih relevan untuk pemakaian sehari-hari dibanding sekadar melihat angka tenaga mesin di brosur.
Dengarkan Suara Kabin
Saat mobil berjalan, coba kurangi volume musik dan dengarkan kondisi kabin. Apakah ada suara angin berlebih? Bagaimana suara mesin masuk ke dalam kabin?
Kedap suara menjadi salah satu faktor kenyamanan yang sering tidak disadari. Di pameran seperti IIMS, area test drive biasanya tidak terlalu panjang, jadi manfaatkan setiap detik untuk memperhatikan detail ini.
Uji Suspensi di Permukaan Berbeda
Beberapa area test drive IIMS biasanya memiliki variasi permukaan jalan, termasuk polisi tidur atau kontur bergelombang ringan.
Rasakan bagaimana suspensi bekerja. Apakah bantingan terasa keras atau empuk? Apakah mobil terasa stabil saat melewati tikungan?
Karakter suspensi akan sangat berpengaruh pada kenyamanan harian, terutama jika kamu sering melewati jalan berlubang atau tidak rata.
Coba Fitur yang Sering Dipakai
Manfaatkan waktu untuk mencoba fitur penting seperti kamera parkir, head unit, konektivitas smartphone, atau fitur bantuan berkendara jika tersedia.
Jangan sungkan bertanya ke petugas mengenai cara kerja fitur tersebut. Kadang ada teknologi yang terlihat canggih, tetapi belum tentu intuitif saat digunakan.
Jangan Malu Bertanya Setelah Selesai
Setelah test drive selesai, manfaatkan momen untuk berdiskusi dengan tenaga penjual. Tanyakan hal-hal teknis seperti estimasi inden, biaya servis berkala, atau detail garansi.
Keputusan membeli mobil bukan hanya soal rasa saat dikemudikan, tetapi juga soal biaya kepemilikan jangka panjang.
Kalau kamu mencoba lebih dari satu mobil di IIMS, biasakan mencatat kesan singkat setelah turun dari mobil.
Tuliskan poin seperti kenyamanan jok, visibilitas, performa, dan fitur favorit. Cara ini membantu kamu membandingkan secara objektif, bukan sekadar berdasarkan perasaan sesaat.
Perlu diingat, test drive di IIMS biasanya berlangsung singkat dengan rute terbatas. Pengalaman ini memang memberi gambaran awal, tetapi belum tentu sepenuhnya mencerminkan penggunaan harian.
Meski begitu, dengan strategi yang tepat, sesi singkat tersebut bisa jadi bahan pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan.
Jadi saat datang ke IIMS berikutnya, jangan cuma fokus pada pedal gas. Gunakan waktu test drive secara maksimal agar pilihan mobil benar-benar sesuai kebutuhan, bukan sekadar karena impresi pertama.