Beranda / Artikel / The Legend Continues: Rifat Sungkar Siapkan Generasi Ketiga Motorsport Indonesia, El Mayka Debut Co-Driver
Artikel

The Legend Continues: Rifat Sungkar Siapkan Generasi Ketiga Motorsport Indonesia, El Mayka Debut Co-Driver

Tigor Sihombing
03 June 2026 12:27

Jakarta, Goodcar.id - Nama keluarga Sungkar bukan pemain baru dalam sejarah motorsport Indonesia. Jejaknya sudah dimulai sejak era Helmy Sungkar sebagai generasi pertama, lalu berlanjut ke Rifat Sungkar yang dikenal luas lewat prestasinya di berbagai ajang reli, drifting, hingga sprint offroad. Kini, tongkat estafet itu mulai diarahkan ke generasi ketiga, yakni El Mayka Sungkar.

Langkah tersebut tidak dilakukan secara instan. Melalui program bertajuk The Legend Continues, Rifat Sungkar mulai membangun fondasi panjang untuk mempersiapkan El Mayka sebagai pembalap masa depan. Program ini tidak sekadar fokus pada kemampuan mengemudi, melainkan juga membentuk karakter, mental, dan pemahaman terhadap proses yang selama ini menjadi identitas keluarga Sungkar di dunia balap.

Program ini juga mendapat dukungan dari Telkomsel melalui jaringan 5G, yang dimanfaatkan untuk menunjang proses latihan dan pembinaan secara lebih modern dan terukur.

Berbeda dari pendekatan pembinaan konvensional, The Legend Continues dirancang sebagai roadmap jangka panjang. Pada tahun pertama yang dimulai sejak 2025, program ini disebut telah memberikan fondasi awal yang cukup solid bagi El Mayka.

Memasuki 2026, pendekatan pembinaan akan ditingkatkan dengan perencanaan yang lebih matang, termasuk integrasi teknologi dalam proses latihan. Hal ini menjadi indikasi bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga kesinambungan.

“The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” ujar Rifat Sungkar.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa program ini mencoba menjauh dari ekspektasi berlebihan yang kerap membayangi generasi penerus di dunia olahraga.

Lima Fase Pembinaan Hingga Level Profesional

Program The Legend Continues disusun dalam lima fase pembinaan yang akan dijalani El Mayka sejak usia 11 hingga 17 tahun. Setiap fase dirancang dengan fokus yang berbeda, menyesuaikan perkembangan usia dan kebutuhan kompetensi.

Fase pertama, Foundation (2025–2026), menjadi tahap pengenalan dunia reli. Di sini, El Mayka tidak langsung ditempatkan sebagai pembalap utama, melainkan sebagai navigator dan pembelajar. Ia mulai memahami dasar-dasar seperti membaca pace note, navigasi, hingga membangun komunikasi dalam tekanan.

Selanjutnya, fase Transition pada 2027 akan membawa El Mayka ke kompetisi junior kelas pemula. Fokusnya bukan kemenangan, melainkan pengalaman dan konsistensi.

Memasuki fase Development (2028–2029), kemampuan teknis dan mental akan diuji lebih jauh di level nasional junior. Pada tahap ini, ia mulai diarahkan untuk membentuk identitasnya sendiri sebagai pembalap muda.

Tahap Preparation di 2030 akan menjadi pintu masuk menuju level profesional. Di sini, tanggung jawab sebagai atlet semakin besar, termasuk aspek kepemimpinan dan relasi profesional.

Puncaknya adalah fase Continuation pada 2031, di mana El Mayka diproyeksikan siap bersaing di level nasional maupun internasional junior sebagai pembalap independen.

Bagi Rifat Sungkar, perjalanan ini bukan tentang menciptakan versi baru dari dirinya. Ia justru ingin memberi ruang bagi El Mayka untuk berkembang secara mandiri.

“El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar,” lanjutnya.

Pendekatan ini menjadi menarik, mengingat tekanan terhadap anak dari atlet besar sering kali justru menjadi hambatan dalam proses berkembang.

Melalui The Legend Continues, keluarga Sungkar tampak ingin mendefinisikan ulang makna warisan dalam motorsport. Jika sebelumnya identik dengan trofi dan kemenangan, kini fokus mulai bergeser ke nilai, proses, dan kesiapan mental.

Dukungan teknologi seperti jaringan 5G juga menunjukkan bahwa pembinaan pembalap kini tidak lagi bisa dilepaskan dari perkembangan digital. Latihan, analisis data, hingga komunikasi tim menjadi lebih terintegrasi.

Di tengah perkembangan motorsport Indonesia yang terus mencari regenerasi, program ini menjadi salah satu pendekatan yang menarik untuk diamati. Bukan karena nama besar di belakangnya, tetapi karena cara membangun fondasi dari nol, dengan pendekatan yang lebih sistematis dan realistis.

Jika berjalan sesuai rencana, The Legend Continues tidak hanya akan melahirkan pembalap baru, tetapi juga model pembinaan yang bisa menjadi referensi bagi generasi berikutnya di dunia balap nasional.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua