Beranda / Artikel / Mobil Bunyi Tek-Tek dari Bawah? Ini 6 Penyebab dan Solusinya
Tips & Trik

Mobil Bunyi Tek-Tek dari Bawah? Ini 6 Penyebab dan Solusinya

Tigor Sihombing
05 March 2026 04:28

Jakarta, Goodcar.id - Mobil bunyi tek-tek dari bawah sering bikin pengemudi langsung waswas. Suara aneh ini umumnya muncul saat mobil jalan pelan, melewati jalan rusak, berbelok tajam, hingga ketika pedal rem diinjak. Meski terdengar sepele, bunyi tek-tek pada mobil tidak boleh dianggap remeh karena bisa menjadi tanda awal kerusakan komponen penting.

Dalam banyak kasus, penyebab mobil bunyi tek-tek berasal dari area kaki-kaki, sistem pengereman, hingga as roda. Jika dibiarkan tanpa pengecekan, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah besar yang berdampak pada kenyamanan bahkan keselamatan berkendara.

Menurut Marno, mekanik mobil di bilangan Tebet, suara tek-tek kerap menjadi indikator awal adanya komponen aus atau baut yang mulai longgar. “Kalau dibiarkan justru bisa tambah parah, apalagi sampai rusak di tengah jalan,” ujarnya kepada Goodcar.id.

Menurut Marno, mekanik mobil di bilangan Tebet,  menyebut suara tek-tek sering kali menjadi tanda awal keausan komponen atau adanya baut yang longgar. “Kalau dibiarin justru bahasa, apalagi sampi rusak di tengah jalan,” katanya, kepada Goodcar.id.

Berikut enam penyebab mobil bunyi tek-tek dari bawah beserta solusinya.

1. CV Joint Rusak atau Aus

Salah satu penyebab paling umum mobil bunyi tek-tek adalah kerusakan pada CV joint (constant velocity joint), terutama pada mobil penggerak roda depan. Komponen ini berfungsi meneruskan putaran dari transmisi ke roda saat mobil berbelok.

Gejala:

  • Bunyi tek-tek muncul saat belok tajam
  • Getaran terasa di setir saat akselerasi

:
Periksa karet pelindung (boot) CV joint. Jika robek, pelumas bisa keluar dan debu masuk sehingga mempercepat keausan. Jika sudah aus, sebaiknya ganti satu set.

2. Suspensi dan Kaki-Kaki Longgar

Mobil bunyi tek-tek saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang biasanya berasal dari kaki-kaki seperti ball joint, stabilizer link, atau bushing arm.

Gejala:

  • Bunyi saat roda naik-turun
  • Mobil terasa limbung

Lakukan pengecekan menyeluruh di bengkel spesialis kaki-kaki dan ganti komponen yang aus.

3. Kampas Rem Longgar atau Tipis

Sistem pengereman juga bisa menjadi penyebab mobil bunyi tek-tek, terutama saat mobil direm pelan.

Gejala:

  • Bunyi muncul saat pengereman
  • Terkadang terdengar gesekan atau decitan

Pastikan kampas rem terpasang dengan benar dan ganti jika ketebalannya sudah di bawah 3 mm.

4. Baut Pelek atau Suspensi Kendor

Setelah ganti ban atau servis kaki-kaki, baut roda yang tidak dikencangkan dengan torsi tepat bisa memicu mobil bunyi tek-tek.

Gejala:

  • Bunyi saat mobil berjalan pelan
  • Terasa goyangan ringan

Periksa dan kencangkan baut roda menggunakan kunci torsi sesuai standar pabrikan.

5. Knalpot Kendor atau Bergeser

Bunyi dari bagian belakang mobil bisa berasal dari knalpot yang menyentuh bodi karena hanger karet sudah getas.

Gejala:

  • Bunyi saat mesin idle
  • Sumber suara dari tengah atau belakang mobil

Periksa gantungan dan bracket knalpot. Ganti hanger karet jika sudah retak atau longgar.

6. Bearing Roda Mulai Aus

Bearing roda yang aus juga bisa menyebabkan mobil bunyi tek-tek atau dengungan halus saat berjalan.

Gejala:

  • Bunyi terdengar saat mobil melaju
  • Muncul getaran halus dari roda

Angkat mobil dan periksa apakah roda terasa oblak. Jika ya, bearing harus segera diganti agar tidak menyebabkan roda macet.

Kapan Harus ke Bengkel?

Segera periksa mobil ke bengkel jika:

Bunyi tek-tek bertahan lebih dari 2–3 hari

Disertai getaran atau handling tidak stabil

Suara semakin keras

Tips Mencegah Mobil Bunyi Tek-Tek

Agar mobil bunyi tek-tek tidak terjadi, lakukan beberapa langkah berikut:

Servis kaki-kaki setiap 20.000–30.000 km

Hindari jalan rusak dengan kecepatan tinggi

Jangan overload

Pastikan baut roda dikencangkan sesuai spesifikasi

Kapan Harus ke Bengkel?

Pemilik kendaraan sebaiknya segera membawa mobil ke bengkel jika bunyi tek-tek bertahan lebih dari dua hingga tiga hari dan tidak kunjung hilang. Apalagi jika suara tersebut mulai disertai getaran pada setir, handling terasa tidak stabil, atau bunyi semakin keras dari waktu ke waktu. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya komponen yang aus atau longgar dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih serius jika terus dipaksakan digunakan.

Tips Mencegah Mobil Bunyi Tek-Tek

Untuk mencegah mobil bunyi tek-tek dari bawah, pemilik kendaraan disarankan melakukan servis kaki-kaki secara berkala setiap 20.000–30.000 kilometer. Selain itu, hindari melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi karena benturan keras dapat mempercepat keausan komponen suspensi. Pengemudi juga sebaiknya tidak membawa muatan berlebih (overload) karena dapat membebani sistem kaki-kaki dan roda. Pastikan pula baut roda selalu dikencangkan sesuai spesifikasi torsi pabrikan, terutama setelah melakukan penggantian ban atau servis.

Mobil bunyi tek-tek dari bawah memang kerap dianggap sepele, tetapi bisa menjadi tanda awal kerusakan serius. Dengan memahami penyebab mobil bunyi tek-tek serta melakukan pemeriksaan dan perawatan yang tepat, pengemudi dapat menjaga keselamatan berkendara sekaligus mencegah biaya perbaikan membengkak di kemudian hari.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua