Tangerang, GoodCar.id - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) resmi memperkenalkan identitas visual terbaru Hino untuk pertama kalinya di Indonesia melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi global perusahaan setelah Hino Motors Ltd. meluncurkan logo korporasi terbaru pada April 2026. Kehadiran identitas baru tersebut menandai fase baru Hino dalam menjawab perubahan industri transportasi yang terus berkembang dan semakin dinamis.
Di Indonesia, implementasi identitas visual terbaru diwujudkan melalui berbagai elemen yang tampil di booth Hino di Hall 1 ICE BSD City. Mulai dari desain area pameran, materi komunikasi, hingga berbagai elemen visual lainnya kini mengusung tampilan baru yang lebih modern dan selaras dengan identitas global Hino. Perubahan ini tidak hanya menghadirkan penyegaran dari sisi estetika, tetapi juga menjadi simbol komitmen perusahaan dalam memperkuat citra merek di tingkat internasional.
Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai, menegaskan bahwa transformasi ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perubahan logo. Menurutnya, pembaruan identitas visual mencerminkan komitmen Hino untuk terus berkembang bersama pelanggan dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masa depan Indonesia.
"Hino bukan sekadar menghadirkan logo baru. Lebih dari itu, Hino hadir dengan komitmen untuk menjadi mitra bisnis yang lebih baik bagi pelanggan serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masa depan Indonesia," ujar Shingo Sakai.

Logo terbaru Hino dirancang dengan tampilan yang lebih sederhana, modern, serta mudah diterapkan pada berbagai media komunikasi, baik dalam format fisik maupun digital. Penyederhanaan desain dilakukan agar identitas merek lebih konsisten di seluruh dunia sekaligus meningkatkan keterbacaan dan daya tarik visual di era digital yang semakin berkembang.
Meski mengalami penyegaran desain, Hino tetap mempertahankan filosofi yang telah melekat pada identitasnya selama puluhan tahun. Simbol huruf "H" yang menjadi ciri khas Hino sejak tahun 1994 masih dipertahankan sebagai elemen utama logo. Simbol tersebut merepresentasikan nilai-nilai perusahaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan pelanggan.
Setiap elemen dalam logo terbaru juga memiliki makna tersendiri yang mencerminkan arah perjalanan perusahaan ke depan. Matahari yang terbit di atas cakrawala melambangkan semangat Hino untuk terus menghadapi berbagai tantangan serta tumbuh bersama para pelanggan. Bentuk yang saling terhubung ke dua arah menggambarkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menunjukkan tekad perusahaan untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, garis yang memanjang ke sisi kiri dan kanan menjadi simbol komitmen Hino dalam menghadirkan operasional truk dan bus yang aman bagi para pengguna. Sementara lengkungan pada kedua sisi logo melambangkan konektivitas yang menghubungkan kendaraan, pelanggan, jaringan layanan purnajual, hingga berbagai sektor usaha yang menjadi bagian dari ekosistem transportasi Hino.
Melalui identitas visual terbaru ini, Hino ingin menunjukkan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui perubahan tampilan, tetapi juga melalui komitmen untuk terus memberikan layanan dan solusi terbaik bagi pelanggan. Penyegaran identitas ini sekaligus memperkuat posisi Hino sebagai mitra bisnis yang siap menghadapi tantangan industri transportasi di masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah menjadi landasan perusahaan selama lebih dari empat dekade di Indonesia.
Menutup pemaparannya, Shingo Sakai menegaskan bahwa perubahan identitas visual tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar pembaruan desain.
"Memiliki filosofi mendalam, identitas visual baru Hino bukan sekadar penyegaran desain, tetapi menjadi simbol bahwa transformasi perusahaan tetap dibangun di atas nilai-nilai yang telah menjadi dasar kepercayaan pelanggan selama lebih dari empat dekade di Indonesia," tutup Sakai.