Beranda / Artikel / GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik
Artikel

GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik

Tigor Sihombing
29 June 2026 09:52

GAIKINDO Minta Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendorong pemerintah agar kebijakan stimulus di sektor otomotif tidak hanya menyasar kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Usulan tersebut disampaikan setelah GAIKINDO menilai pemerintah selama ini telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam menjaga iklim investasi sekaligus mempertahankan daya saing industri otomotif nasional melalui berbagai kebijakan dan insentif.

Menurut GAIKINDO, dukungan pemerintah menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri otomotif yang beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar, mulai dari pandemi Covid-19 hingga perubahan teknologi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri selama ini berjalan melalui komunikasi yang terbuka.

"GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO.

Berbagai Insentif Dinilai Menjaga Industri Otomotif

GAIKINDO mencatat salah satu dukungan pemerintah yang cukup signifikan adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS).

Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar.

Dari total 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari industri otomotif.

Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku maupun komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan besar dalam menjaga permintaan pasar domestik.

Program tersebut dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memproduksi mobil di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan dan Isuzu, selama memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut GAIKINDO, insentif tersebut mampu membantu menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan lapangan kerja, sekaligus menjaga roda industri otomotif nasional tetap bergerak.

Program LCEV Dinilai Mendorong Investasi Baru

Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021.

Program tersebut melibatkan berbagai produsen otomotif yang memasarkan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), hybrid maupun kendaraan listrik berbasis baterai.

Implementasi program itu dinilai telah mendorong investasi baru, mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal.

Selain insentif, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi bersama pelaku industri otomotif.

Anton mengatakan salah satu forum strategis yang terus berjalan adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting.

"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," ungkap Anton.

Ia menambahkan, forum terakhir yang berlangsung pada 2025 menghasilkan pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force sebagai langkah mempercepat pengembangan dan implementasi biofuel di Indonesia.

Investor Jepang dan China Sama-sama Ingin Kepastian

GAIKINDO juga menilai dukungan pemerintah terhadap investor Jepang menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan pelaku industri.

Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang tidak hanya masuk ke sektor produksi kendaraan dan komponen, tetapi juga mendukung pembangunan ekosistem otomotif nasional, termasuk Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif asal Tiongkok juga disebut berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang di Indonesia.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.

"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," tutur Jongkie Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO.

Menurut Jongkie, hal tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki daya tarik bagi produsen otomotif global untuk menanamkan investasi.

GAIKINDO Dorong Insentif Berlaku untuk Semua Kendaraan

Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap pemerintah dapat mempertimbangkan stimulus yang lebih merata.

Asosiasi tersebut telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan insentif tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid hingga plug-in hybrid.

Langkah itu dinilai dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan perubahan teknologi global.

Menutup pernyataannya, Anton menegaskan GAIKINDO akan terus berperan dalam menjaga ekosistem industri otomotif nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Anton Kumonty.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua