Jakarta, Goodcar.id — Uji ekstrem baterai Chery Tiggo 8 CSH akhirnya rampung. Hasilnya menjadi bukti keras terhadap keraguan publik soal daya tahan baterai hybrid di kondisi ekstrem seperti banjir.
Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) milik Chery Tiggo 8 CSH ternyata berhasil bertahan lebih lama dari yang dijanjikan.
Dari target perendaman 48 jam, baterai justru sanggup bertahan dalam air laut selama 53 jam 45 menit—lebih lama 5 jam dari klaim awal.
Head of Brand PT Chery Sales Indonesia (CSI), Rifkie Setiawan, mengakui bahwa hasil uji ini melebihi ekspektasi internal.
“Saya sampai nggak bisa tidur semalam. Karena uji lab internal kita sebelumnya cuma 48 jam, itu pun pakai air laut buatan. Ini asli air laut,” ungkap Rifkie, Rabu (19/6).
Uji rendam ini dilakukan terbuka untuk umum di PIK 2, Jakarta Utara, mulai 17 Juni 2025 dan disaksikan langsung oleh jurnalis nasional.
Ini adalah bagian dari kampanye “Extreme Challenge – Chery Battery Test” bertema Revolution of Safety yang menyoroti sistem keamanan baterai hybrid.
Setelah direndam, baterai dikeringkan lalu langsung dipasang kembali ke unit Tiggo 8 CSH tanpa reset atau reparasi, dan langsung digeber di jalan raya.
Hasilnya, sistem tetap aman, tanpa error, tanpa indikasi korsleting.
Sistem Keamanan Terverifikasi

Tiggo 8 CSH menggunakan baterai LFP 18,3 kWh bersertifikasi IP68—tahan air dan debu, dengan rentang suhu kerja -35°C sampai 60°C. Teknologi Chainmail Battery Safety Structure miliknya juga dilengkapi 41 lapisan pelindung serta 14 titik penahan benturan.
Struktur dan insulasi internal terbukti bekerja. Bahkan pengisian cepat dari 30% ke 80% tetap bisa dilakukan dalam 20 menit via fast charging CCS2, tanpa ada gangguan pasca-perendaman.
Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih Chery untuk kampanye “Mission Impossible” ini. Selain karena kondisi geografis yang rawan banjir, Indonesia juga mewakili pasar yang skeptis terhadap elektrifikasi—tepat sasaran untuk pengujian dunia nyata.
Setelah sukses di sini, Chery berencana melanjutkan kampanye ke Afrika Selatan, Brasil, dan Meksiko. “Kami ingin tunjukkan bahwa mobil hybrid juga bisa tahan banting. Bukan cuma soal hemat, tapi juga soal ketahanan,” ujar Rifkie.
Yang lebih menarik, di samping pengujian rendam, unit Tiggo 8 CSH langsung diajak ikut lomba irit BBM rute Jakarta–Bandung PP.
Hasilnya lagi-lagi mencengangkan, konsumsi bahan bakar tercatat mencapai 59,17 km/liter.
Angka ini tercatat saat berkendara santai menggunakan mode hybrid, memanfaatkan regenerasi daya serta efisiensi sistem Super Hybrid Chery.