Jakarta, Goodcar.id - Audi cuma butuh 405 hari untuk mengubah sebuah sketsa menjadi mobil yang bisa melaju di jalan raya.
Nama mobil itu Nuvolari. Dan ketika akhirnya jadi, Audi membekalinya dengan tenaga sistem 1.001 PS serta kemampuan melaju lebih dari 350 km/jam.
Waktu pengembangan itu menjadi salah satu bagian paling menarik dari kelahiran Audi Nuvolari. Sebab proyek ini tidak dibuat sekadar untuk melahirkan supercar baru.
Audi memakai Nuvolari untuk menguji seberapa cepat mereka bisa membawa sebuah ide dari meja desain menuju mobil yang benar-benar bisa dikendarai.
Gernot Döllner, CEO Audi AG, menyebut proyek ini sebagai contoh bagaimana Audi ingin bergerak lebih cepat dalam mengembangkan kendaraan.
“Proyek Nuvolari menunjukkan seberapa cepat kami di Audi dapat mewujudkan sebuah ide. Inilah ‘Vorsprung durch Technik’. Nuvolari lebih dari sebuah supercar. Sebagai technological North Star, model ini memberikan arah bagi pengembangan Audi di masa depan sekaligus membawa dorongan penting bagi portofolio teknologi Audi,” ujar Gernot Döllner, CEO Audi AG.
Libatkan Pebalap Formula 1
Cerita 405 hari itu dimulai di Ingolstadt. Dari sana, proyek Nuvolari berpindah-pindah mengikuti kebutuhan pengembangannya. Ada pengujian cuaca dingin di Lapland, pengembangan konstruksi ringan di Neckarsulm, sampai pengujian aerodinamika di wind tunnel Audi.
Setelah itu, mobil dibawa ke selatan Spanyol untuk penyetelan suspensi. Tahap berikutnya berlangsung di Nardò Technical Center, Italia, tempat Nuvolari diuji pada kecepatan tinggi.
Audi sengaja membuat tim pengembangannya bekerja lintas disiplin sejak awal. Desainer, engineer kendaraan, spesialis aerodinamika, dan pengembang powertrain tidak bekerja dalam jalur masing-masing seperti proyek konvensional. Mereka dibuat bekerja lebih dekat agar keputusan bisa diambil lebih cepat.
Dari sinilah angka 405 hari tadi menjadi masuk akal. Waktunya memang singkat, tetapi proses pengembangannya tetap harus melewati berbagai tahap pengujian sebelum mobil bisa benar-benar dibawa keluar.
Dan ketika Nuvolari mulai masuk tahap pengujian performa, Audi melibatkan dua nama dari Formula 1.
Gabriel Bortoleto dan Nico Hülkenberg, pembalap Audi Revolut F1 Team, ikut menguji mobil tersebut. Bortoleto mendapat giliran di Nardò, sementara Hülkenberg mengujinya di test track Neustadt an der Donau.
0-100 km/jam diklaim hanya 2,6 detik

Buat Hülkenberg, tenaga lebih dari 1.000 PS yang dihasilkan Nuvolari sudah cukup untuk meninggalkan kesan. Ia menyebutnya sebagai “a real statement.”
Angka performanya memang sulit diabaikan. Nuvolari menggunakan high-performance hybrid powertrain yang menghasilkan tenaga sistem 1.001 PS. Kecepatan maksimumnya lebih dari 350 km/jam, sementara akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya 2,6 detik.
Tenaga sebesar itu kemudian dipadukan dengan Audi Space Frame generasi baru dan penggunaan material karbon pada eksterior. Audi juga membekali Nuvolari dengan sistem aerodinamika aktif untuk mengatur aliran udara ketika mobil melaju.
Salah satu bagian yang cukup unik adalah Vertical Frame. Komponen ini memiliki 64 elemen dengan sudut presisi dan bekerja bersama saluran S-duct yang tersembunyi di balik bodi.
Jadi, bentuk Nuvolari yang terlihat bersih dan agresif bukan cuma urusan desain. Beberapa bagian bodinya memang dibuat untuk mengelola udara dan membantu mobil ketika dipaksa bekerja pada kecepatan tinggi.

Desainnya sendiri menjadi babak baru buat Audi. Nuvolari merupakan model produksi pertama yang menggunakan bahasa desain baru Audi. Bentuknya lebih bersih dengan permukaan yang tegas, sementara proporsinya dibuat mengikuti konfigurasi mesin tengah.
Pendekatan tersebut kemudian mendapat penghargaan Design of the Year dari CAR Genius Awards di Inggris. Juri menilai desain Nuvolari membawa pendekatan restraint dan clarity ke kelas supercar.
Audi pertama kali memperlihatkan Nuvolari kepada publik di Antibes, Prancis, pada 4 Juni 2026. Setelah itu mobil ini muncul dalam rangkaian Formula 1 Grand Prix Monaco dan untuk pertama kalinya melaju di jalan raya.
Perjalanannya kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Pada Monterey Car Week 2026, Nuvolari tampil di The Quail dan Concept Lawn di Pebble Beach Concours d’Elegance. Audi juga membawa mobil ini melaju di sekitar Carmel-by-the-Sea, kawasan di Monterey Peninsula.
Vito Paladino, President of Audi of America, mengatakan Monterey menjadi salah satu tempat penting untuk memperkenalkan Nuvolari kepada publik Amerika.
“Monterey Car Week merupakan salah satu panggung otomotif premium paling prestisius bagi Audi untuk memperkenalkan halo supercar pertama kami. Melalui Audi Nuvolari, kami ingin menunjukkan apa yang menjadi esensi Audi, yaitu kemajuan yang dibangun di atas fondasi yang kuat,” ujar Vito Paladino, President of Audi of America.
Hanya Dibuat 499 unit
Tetapi jangan berharap sering melihat Nuvolari di jalan. Audi hanya akan membuat 499 unit untuk pasar global.
Presales di Eropa direncanakan dibuka pada kuartal keempat 2026, sedangkan pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai kuartal pertama 2027.
Nama Nuvolari sendiri diambil dari Tazio Nuvolari, pembalap legendaris Italia yang punya hubungan panjang dengan sejarah motorsport.
Di Indonesia, Edo Januarko Chandra, COO Audi Indonesia, melihat Nuvolari sebagai gambaran mengenai arah pengembangan Audi ke depan.
“Nuvolari memberikan gambaran yang jelas mengenai arah Audi ke depan, di mana desain, teknologi, performa, dan engineering terus berkembang dalam satu kesatuan. Semangat inilah yang juga kami bawa ke Indonesia melalui model-model terbaru seperti The New Audi Q5 SUV dan The New Audi Q5 Sportback. Bagi kami, ‘Vorsprung durch Technik’ bukan hanya tentang inovasi di level tertinggi, tetapi bagaimana kemajuan tersebut dapat terus kami hadirkan secara relevan bagi konsumen Audi di Indonesia,” ujar Edo Januarko Chandra, COO Audi Indonesia.
Jadi, kalau cuma melihat angka, Nuvolari memang punya paket yang lengkap: 1.001 PS, lebih dari 350 km/jam, hybrid, dan cuma 499 unit.
Tapi Audi sebenarnya sedang menjual cerita yang berbeda. Mereka ingin menunjukkan bahwa sebuah mobil bisa dikembangkan dengan ritme yang jauh lebih cepat. 405 hari dari sketsa sampai bisa dikendarai adalah angka yang justru membuat Nuvolari menarik.
Sebab setelah mobil ini selesai, tugasnya bukan cuma melaju cepat. Nuvolari diposisikan Audi sebagai technological North Star—mobil yang dipakai untuk menunjukkan teknologi dan bahasa desain yang mungkin akan kita lihat pada Audi berikutnya.