Beranda / Motor Baru / Katalog / Suzuki Gixxer SF 250 STANDARD

Suzuki Gixxer SF 250 STANDARD

Rp 56.2 Juta
Kapasitas Mesin
249 CC
Mesin
249 cc SOHC, 4-valve, Oil-Cooled (SOCS), Fuel Injection
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Transmisi
Manual
Kapasitas Bensin
12 Ltr
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
2 Pilihan Warna
MATT BLACK
BLUE
Tipe Kendaraan
Suzuki Gixxer SF 250 STANDARD
Rp 56.2 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Suzuki Gixxer SF 250 STANDARD
Kapasitas Mesin
249 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
249 cc SOHC, 4-valve, Oil-Cooled (SOCS), Fuel Injection
USB
Alarm
Bluetooth
Abs Ebd
Navigation
Drive Type
Cruise Control
JADWALKAN TEST DRIVE MOTOR
SUZUKI GIXXER SF 250 STANDARD
Artikel Terkait
Lihat Semua
Review Suzuki Jimny 5 Pintu Setelah Dipakai Seminggu, Cocok Jadi Mobil Harian?
13 Jul 2026
Review Suzuki Jimny 5 Pintu Setelah Dipakai Seminggu, Cocok Jadi Mobil Harian? 13 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Banyak orang mengenal Suzuki Jimny 5 Pintu sebagai SUV bergaya klasik dengan kemampuan off-road yang mumpuni. Namun, di balik tampilannya yang tangguh, muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar: apakah mobil ini nyaman digunakan sebagai kendaraan harian? Selama satu minggu penggunaan dengan rute yang cukup beragam, mulai dari perjalanan dalam kota, kemacetan, jalan tol hingga kondisi jalan yang kurang bersahabat, Suzuki Jimny 5 Pintu memberikan pengalaman yang menarik. Mobil ini memang bukan SUV yang mencoba menyenangkan semua orang, tetapi justru memiliki karakter yang kuat. Lalu, apakah Jimny 5 Pintu layak menjadi kendaraan sehari-hari? Posisi Duduk Nyaman dan Visibilitas Sangat Baik Hal pertama yang langsung terasa adalah posisi duduk yang tinggi. Pengemudi mendapatkan pandangan ke depan yang luas sehingga lebih percaya diri ketika melintasi jalan perkotaan yang padat. Desain bodinya yang mengotak juga memberikan keuntungan tersendiri. Sudut-sudut mobil mudah diperkirakan sehingga membantu saat bermanuver maupun parkir di area sempit. Meski dimensinya lebih panjang dibanding Jimny 3 pintu, adaptasinya tidak membutuhkan waktu lama. Mesin Masih Terasa Cukup untuk Kebutuhan Harian Suzuki Jimny 5 Pintu menggunakan mesin K15B 1.500 cc empat silinder yang menghasilkan tenaga sekitar 102 PS dan torsi 130 Nm. Di atas kertas, angka tersebut memang tidak terdengar besar. Namun selama digunakan untuk aktivitas harian, performanya masih terasa cukup. Akselerasi tidak bisa disebut agresif, tetapi respons pedal gas cukup halus untuk menghadapi lalu lintas kota maupun cruising di jalan tol. Karakter mesin yang sederhana juga membuat pengendara tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Jimny bukan mobil yang mengajak pengemudi berkendara dengan kecepatan tinggi. Sebaliknya, mobil ini lebih mengutamakan kenyamanan menikmati perjalanan. Masih Nyaman Dipakai Macet Banyak yang mengira SUV ladder frame akan terasa melelahkan ketika digunakan setiap hari. Kenyataannya, Jimny 5 Pintu masih mampu memberikan kenyamanan yang cukup baik. Selama melewati kemacetan, transmisi otomatis bekerja cukup halus. Suspensinya memang terasa lebih kaku dibanding SUV monokok modern, tetapi tidak sampai mengganggu kenyamanan secara berlebihan. Justru karakter suspensi seperti ini membuat mobil terasa kokoh ketika melewati jalan berlubang, polisi tidur maupun permukaan jalan yang tidak rata. Konsumsi BBM Suzuki Jimny 5 Pintu 1:12,6 Km/liter Salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah konsumsi bahan bakarnya. Selama penggunaan kombinasi jalan kota dan tol, rata-rata konsumsi BBM berada di kisaran 12,6 km/liter. Angka tersebut tentu bisa berubah tergantung gaya berkendara, kondisi lalu lintas, serta penggunaan sistem penggerak, tetapi untuk SUV ladder frame berpenggerak empat roda, hasil tersebut masih tergolong wajar. Kabin Lebih Praktis Berkat Dua Pintu Tambahan Inilah salah satu alasan banyak orang menunggu kehadiran Jimny 5 Pintu. Dua pintu belakang membuat akses menuju bangku baris kedua jauh lebih mudah dibanding versi 3 pintu. Penumpang tidak lagi harus melipat jok depan ketika ingin masuk ke belakang. Ruang kaki penumpang belakang juga terasa lebih lega sehingga mobil lebih nyaman digunakan bersama keluarga maupun teman. Bagasi pun menjadi lebih praktis untuk membawa kebutuhan harian, perlengkapan kerja, hingga barang bawaan saat bepergian keluar kota. Tetap Memiliki Kemampuan Off-road yang Mumpuni Meski lebih sering digunakan di jalan raya, karakter asli Jimny tetap tidak berubah. Sistem penggerak AllGrip Pro 4WD, transfer case dengan mode 2H, 4H dan 4L, sasis ladder frame, serta ground clearance yang tinggi membuat mobil ini tetap siap diajak melewati berbagai kondisi jalan. Kemampuan tersebut memang jarang dimanfaatkan setiap hari. Namun, ada rasa percaya diri lebih ketika harus melewati jalan rusak, genangan air, hingga jalur menuju lokasi wisata yang belum sepenuhnya beraspal. Nyaman Digunakan untuk Aktivitas Harian Selama kurang lebih satu minggu penggunaan, Suzuki Jimny 5 Pintu menunjukkan bahwa karakter SUV ladder frame tidak selalu identik dengan kenyamanan yang buruk. Justru sebaliknya, suspensinya mampu meredam permukaan jalan dengan cukup baik sehingga tetap nyaman digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Baik saat melintasi kemacetan, jalan bergelombang, maupun polisi tidur, karakter suspensinya terasa pas. Memang masih ada sedikit ayunan bodi yang menjadi ciri khas SUV dengan sasis ladder frame, namun tidak sampai mengganggu kenyamanan selama berkendara. Transmisi otomatisnya juga bekerja dengan halus, membuat mobil ini cukup menyenangkan dikendarai di lalu lintas perkotaan yang padat. Namun, Jimny bukan pilihan bagi mereka yang mencari SUV paling lega, paling halus, atau paling kaya fitur. Mobil ini lebih cocok untuk pengemudi yang mengutamakan karakter, desain ikonik, serta kemampuan melibas berbagai kondisi jalan tanpa perlu khawatir. Jika Anda menginginkan SUV yang tidak hanya tampil berbeda tetapi juga siap diajak berpetualang kapan saja, Suzuki Jimny 5 Pintu masih menjadi salah satu pilihan yang menarik. Sebaliknya, bila prioritas utama adalah kenyamanan kabin, ruang penumpang yang luas, dan fitur modern, ada beberapa SUV lain di kelas yang sama yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan. Lihat Selengkapnya
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid
08 Jul 2026
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid 08 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu ajang otomotif paling menarik di tahun ini. Sejumlah pabrikan sudah menyiapkan model terbaru yang sebelumnya telah meluncur di pasar global, sementara beberapa lainnya masih berstatus rumor kuat dan diprediksi melakukan debut di Indonesia. Dominasi kendaraan elektrifikasi diperkirakan masih berlanjut, mulai dari mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga hybrid konvensional. Berikut 10 mobil yang paling dinantikan hadir di GIIAS 2026. 1. Hyundai Ioniq 3 Mobil baru di GIIAS 2026 nantinya adalah Hyundai Ioniq 3. Model ini menjadi salah satu model yang paling dinanti setelah resmi diperkenalkan secara global. Hyundai Ioniq 3 mengisi segmen crossover kompak dan menggunakan platform E-GMP 400V. Dari sisi dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan wheelbase 2.680 mm. Motor listrik penggerak roda depan (FWD) menghasilkan tenaga 147 PS dengan torsi 250 Nm. Hyundai menawarkan dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 344 km hingga 496 km berdasarkan standar WLTP. Sementara pengisian daya DC dari 10 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit. Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter sehingga tetap praktis untuk penggunaan keluarga. 2. Honda Super One Mobil listrik di GIIAs 2026 lainnya adalah Honda Super One. Honda juga diperkirakan membawa kejutan melalui Super One, city car listrik mungil hasil pengembangan GAC Honda untuk pasar China. Mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 3,8 meter dengan motor listrik berkekuatan sekitar 70–80 kW dan menggunakan baterai LFP. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 400 km berdasarkan siklus CLTC. Penggeraknya menggunakan konfigurasi roda depan (FWD). Meski spesifikasi finalnya masih menunggu peluncuran resmi, Honda Super One dinilai berpotensi menjadi pesaing baru di segmen city EV yang terus berkembang. 3. Leapmotor C10 Leapmotor C10 menjadi salah satu SUV listrik asal China yang mulai menarik perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia. SUV ini memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm dengan wheelbase 2.825 mm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 170 kW dengan torsi 320 Nm yang dipadukan baterai berkapasitas 69,9 kWh. Dalam pengujian WLTP, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 420 km dan sudah mendukung DC Fast Charging. Mobil ini juga menggunakan platform terbaru LEAP 3.0. 4. Wuling Aira Mobil terbaru di GIIAs 2026 berikutnya ada Wuling AIRA 2026. Nama Wuling Aira mulai ramai diperbincangkan sebagai calon mobil listrik entry level terbaru Wuling, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi. Berdasarkan berbagai bocoran, mobil ini diperkirakan hadir sebagai city EV empat pintu dengan pilihan baterai sekitar 16 kWh dan 25 kWh. Jarak tempuhnya diprediksi berada di kisaran 200 hingga 300 km berdasarkan standar CLTC dengan konfigurasi empat penumpang. Jika benar dipasarkan di Indonesia, posisi Wuling Aira diperkirakan berada di bawah Air ev dan menjadi model listrik paling terjangkau dalam lini produk Wuling. Harga juga diperkirakan berada di kisaran Rp170–200 jutaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan. 5. Toyota Hilux EV Toyota juga diperkirakan akan membawa Hilux EV Prototype yang sebelumnya sudah diperkenalkan di pasar global. Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang (RWD) dan mempertahankan konfigurasi double cabin. Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai maupun tenaga motor listriknya. Namun Hilux EV diklaim tetap memiliki kemampuan angkut hingga sekitar satu ton sehingga tetap cocok digunakan sebagai kendaraan komersial. 6. Jaecoo J5 SHS Jaecoo J5 SHS diprediksi menjadi salah satu model plug-in hybrid yang akan menarik perhatian di GIIAS 2026. Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik melalui sistem Super Hybrid System (SHS) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Tenaga gabungannya diperkirakan mencapai sekitar 340 hp. Mobil ini juga diklaim mampu melaju sekitar 120 km hanya menggunakan tenaga listrik, sementara total jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan baterai mencapai lebih dari 1.200 km. 7. Suzuki XL7 Facelift Suzuki XL7 Facelift juga diprediksi tampil di GIIAS 2026 meski hingga kini belum diumumkan secara resmi. Sejumlah bocoran memperlihatkan perubahan desain pada grille depan, lampu utama, desain velg, hingga penyegaran interior. Sementara dari sisi teknologi, Suzuki diperkirakan masih mempertahankan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sudah digunakan pada model sebelumnya. 8. Hyundai INSTER Mobil terbaru lainnya di GIIAS 2026 adalah Hyundai INSTER. Selain Ioniq 3, Hyundai juga memiliki amunisi baru melalui INSTER, mobil listrik kompak yang dikembangkan dari Hyundai Casper Electric. Mobil ini memiliki panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.580 mm. Hyundai menawarkan dua pilihan motor listrik. Varian Standard Range menghasilkan tenaga 97 PS, sedangkan Long Range mencapai 115 PS. Keduanya memiliki torsi 147 Nm. Pilihan baterainya terdiri dari 42 kWh dan 49 kWh dengan jarak tempuh masing-masing hingga 327 km dan 370 km berdasarkan standar WLTP. INSTER juga sudah dilengkapi pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, serta berbagai fitur modern seperti dual layar 10,25 inci, Vehicle-to-Load (V2L), OTA Update, Hyundai SmartSense, hingga wireless charging. 9. Danza B5 Denza B5 yang berubah nama setelah sakuk Indonesia menjadi DAnza B5 diprediksi menjadi salah satu SUV premium yang paling dinantikan jika benar hadir di GIIAS 2026. SUV plug-in hybrid ini menggunakan platform DMO (Dual Mode Off-road) dengan konstruksi ladder frame sehingga dirancang memiliki kemampuan off-road yang mumpuni. Dimensinya cukup besar dengan panjang 4.888 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.920 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Denza B5 menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dengan dual motor listrik berpenggerak AWD. Pada spesifikasi China, tenaga gabungannya mencapai hingga 505 kW atau sekitar 687 PS dengan torsi sekitar 760 Nm. Mobil ini menggunakan Blade Battery LFP berkapasitas 31,8 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC), sementara total jarak tempuh kombinasi mencapai sekitar 1.200 km. Selain performa tinggi, Denza B5 juga menawarkan fitur off-road seperti differential lock, Tank Turn, suspensi adaptif, serta ADAS Level 2+. 10. BAIC T1 Mobil lain terbaru lainnya yang akan hadir di GIIAS 2026 adalah BAIC T!. Nama BAIC T1 belakangan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon SUV yang berpotensi hadir di Indonesia. Namun hingga saat ini BAIC belum mengumumkan model resmi bernama T1. Kemungkinan besar nama tersebut masih berupa kode pengembangan atau merujuk pada model lain yang belum diluncurkan secara global. Karena itu, spesifikasi resmi maupun jadwal peluncurannya masih belum dapat dipastikan. Persaingan GIIAS 2026 Diprediksi Semakin Ketat Jika seluruh model tersebut benar-benar hadir di GIIAS 2026, pameran tahun depan akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah industri otomotif Indonesia. Menariknya, mayoritas mobil yang diprediksi meluncur merupakan kendaraan elektrifikasi, mulai dari BEV, PHEV hingga hybrid. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju mobil ramah lingkungan di Indonesia akan semakin cepat, sekaligus memberikan pilihan yang semakin beragam bagi konsumen, baik di segmen city car, SUV keluarga, hingga kendaraan komersial. Lihat Selengkapnya
Bocoran Suzuki XL7 Terbaru 2026: Bedah Semua Perubahan Eksterior, Alpha Hybrid Kini Tampil Lebih Sporty
01 Jul 2026
Bocoran Suzuki XL7 Terbaru 2026: Bedah Semua Perubahan Eksterior, Alpha Hybrid Kini Tampil Lebih Sporty 01 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Suzuki bersiap menghadirkan penyegaran pada SUV tujuh penumpangnya melalui Suzuki XL7 terbaru 2026. Sekilas, tampilannya memang masih mempertahankan siluet yang sudah dikenal sejak generasi sebelumnya. Namun jika diperhatikan lebih dekat, ternyata cukup banyak detail baru yang disematkan pada model facelift ini. Penyegaran kali ini berfokus pada sektor eksterior. Suzuki tidak mengubah karakter dasar XL7, melainkan memberikan sentuhan baru pada berbagai elemen desain agar tampil lebih modern sekaligus membedakan karakter setiap varian. Dari hasil pengamatan Goodcar saat sesi preview terbatas, terdapat sedikitnya tujuh komponen eksterior baru yang diperkenalkan, mulai dari grille, bumper, lampu utama, velg, lampu belakang hingga shark fin antenna. Lantas, apa saja yang berubah pada Suzuki XL7 terbaru 2026? Wajah Depan Suzuki XL7 Terbaru 2026 Kini Lebih Tegas Perubahan paling mencolok langsung terlihat pada fascia depan. Suzuki XL7 terbaru 2026 kini mengusung Bold Design Front Grille dengan desain baru yang membuat tampilannya terlihat lebih modern dibanding model sebelumnya. Meski bentuk grille berubah di seluruh varian, Suzuki tetap memberikan identitas berbeda melalui permainan warna. Varian Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Satin Silver Accent yang memberikan kesan elegan. Sementara Alpha Hybrid tampil lebih agresif berkat penggunaan Black Accent yang mendominasi bagian depan. Tidak hanya grille, garnish bumper bawah juga mengalami penyegaran. Pada Zeta dan Beta Hybrid, garnish menggunakan warna Silver, sedangkan Alpha Hybrid memperoleh finishing Gunmetal yang semakin mempertegas karakter SUV. Lampu LED Baru dengan Karakter Berbeda di Setiap Varian Suzuki juga melakukan penyegaran pada desain Bold LED Headlamp. Seluruh varian tetap mengandalkan lampu LED, namun garnish di sekeliling lampu dibuat berbeda sesuai karakter masing-masing tipe. Varian Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Chrome, sedangkan Alpha Hybrid kembali tampil lebih sporty melalui finishing Black Accent. Sementara itu, seluruh varian kini telah dibekali Bold LED Foglamp sebagai perlengkapan standar sehingga tampilan depan terlihat lebih modern sekaligus fungsional. Banyak Detail Baru di Bagian Samping Beranjak ke sisi samping, perubahan pada Suzuki XL7 terbaru 2026 juga cukup menarik karena hampir seluruh detail kosmetik dibuat berbeda untuk setiap varian. Perbedaan pertama terlihat pada outside door handle. Zeta menggunakan warna senada bodi (Body Color). Sedangkan Beta Hybrid mendapat sentuhan Chrome dan Alpha Hybrid memakai warna Black. Hal yang sama juga diterapkan pada desain velg. Suzuki menghadirkan desain 16 inci Alloy Wheel baru pada seluruh varian, namun dengan finishing berbeda. Zeta dan Beta Hybrid menggunakan Polished Alloy Wheel, sedangkan Alpha Hybrid memperoleh Black Paint Alloy Wheel yang semakin menonjolkan aura sporty. Tidak berhenti di situ, garnish side sill splash juga mendapat perlakuan berbeda. Zeta dan Beta Hybrid menggunakan warna Silver, sementara Alpha Hybrid kembali menggunakan warna Gunmetal. Perbedaan lain hadir pada roof rail. Zeta: Silver Accent Beta Hybrid: Silver Accent Alpha Hybrid: Black Accent Jika diperhatikan secara keseluruhan, hampir seluruh aksen chrome dan silver pada Alpha Hybrid kini digantikan warna hitam sehingga tampilannya terlihat jauh lebih tegas dibanding dua varian lainnya. Buritan Suzuki XL7 Terbaru 2026 Ikut Disegarkan Perubahan juga berlanjut pada bagian belakang. Seluruh varian kini mendapatkan Rear Combination Lamp baru dengan Black Accent yang membuat tampilan buritan terlihat lebih modern. Selain lampu belakang, Suzuki juga memperbarui desain Shark Fin Antenna. Pada varian Zeta dan Beta Hybrid, antena dibuat mengikuti warna bodi kendaraan. Sementara Alpha Hybrid kembali tampil berbeda melalui finishing warna hitam. Tailgate garnish juga dibedakan berdasarkan varian. Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Chrome, sedangkan Alpha Hybrid memakai garnish berwarna Black. Sementara garnish bumper belakang mengusung warna Silver pada Zeta dan Beta Hybrid, serta Gunmetal pada Alpha Hybrid. Alpha Hybrid Jadi Varian Paling Sporty Dari seluruh perubahan yang dilakukan Suzuki, varian Alpha Hybrid menjadi model dengan karakter paling berbeda. Selain dominasi aksen hitam pada grille, lampu, roof rail, velg hingga tailgate garnish, Alpha Hybrid juga menjadi satu-satunya varian yang memperoleh Black Rear Upper Spoiler. Komponen ini tidak tersedia pada varian Zeta maupun Beta Hybrid. Kehadiran spoiler tersebut membuat siluet belakang terlihat lebih dinamis sekaligus memperkuat identitas Alpha Hybrid sebagai varian tertinggi dalam keluarga XL7. Sebaliknya, Zeta tetap mempertahankan nuansa sederhana dengan aksen body color dan satin silver, sedangkan Beta Hybrid menjadi pilihan yang berada di tengah dengan kombinasi tampilan elegan melalui sentuhan chrome. Strategi Suzuki kali ini terlihat ingin memberikan identitas yang lebih kuat pada setiap varian. Zeta tetap tampil elegan, Beta Hybrid menawarkan kombinasi nuansa premium, sementara Alpha Hybrid menjadi pilihan paling sporty berkat dominasi aksen hitam, velg berwarna gelap, garnish gunmetal hingga tambahan Black Rear Upper Spoiler. Dengan penyegaran tersebut, facelift Suzuki XL7 terbaru 2026 diharapkan mampu menjaga daya saingnya di segmen Low SUV tujuh penumpang yang kini dihuni sejumlah rival seperti Mitsubishi Xpander Cross, Honda BR-V, Toyota Rush, dan Daihatsu Terios. Sementara detail mengenai fitur, spesifikasi, serta harga resmi masih menunggu pengumuman Suzuki Indonesia setelah masa embargo berakhir. Lihat Selengkapnya
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik
29 Jun 2026
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik 29 Jun 2026 GAIKINDO Minta Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendorong pemerintah agar kebijakan stimulus di sektor otomotif tidak hanya menyasar kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Usulan tersebut disampaikan setelah GAIKINDO menilai pemerintah selama ini telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam menjaga iklim investasi sekaligus mempertahankan daya saing industri otomotif nasional melalui berbagai kebijakan dan insentif. Menurut GAIKINDO, dukungan pemerintah menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri otomotif yang beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar, mulai dari pandemi Covid-19 hingga perubahan teknologi menuju kendaraan ramah lingkungan. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri selama ini berjalan melalui komunikasi yang terbuka. "GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO. Berbagai Insentif Dinilai Menjaga Industri Otomotif GAIKINDO mencatat salah satu dukungan pemerintah yang cukup signifikan adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari total 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari industri otomotif. Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku maupun komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan besar dalam menjaga permintaan pasar domestik. Program tersebut dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memproduksi mobil di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan dan Isuzu, selama memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Menurut GAIKINDO, insentif tersebut mampu membantu menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan lapangan kerja, sekaligus menjaga roda industri otomotif nasional tetap bergerak. Program LCEV Dinilai Mendorong Investasi Baru Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Program tersebut melibatkan berbagai produsen otomotif yang memasarkan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), hybrid maupun kendaraan listrik berbasis baterai. Implementasi program itu dinilai telah mendorong investasi baru, mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal. Selain insentif, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi bersama pelaku industri otomotif. Anton mengatakan salah satu forum strategis yang terus berjalan adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting. "Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," ungkap Anton. Ia menambahkan, forum terakhir yang berlangsung pada 2025 menghasilkan pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force sebagai langkah mempercepat pengembangan dan implementasi biofuel di Indonesia. Investor Jepang dan China Sama-sama Ingin Kepastian GAIKINDO juga menilai dukungan pemerintah terhadap investor Jepang menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan pelaku industri. Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang tidak hanya masuk ke sektor produksi kendaraan dan komponen, tetapi juga mendukung pembangunan ekosistem otomotif nasional, termasuk Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi. Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif asal Tiongkok juga disebut berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang di Indonesia. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional. "Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," tutur Jongkie Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO. Menurut Jongkie, hal tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki daya tarik bagi produsen otomotif global untuk menanamkan investasi. GAIKINDO Dorong Insentif Berlaku untuk Semua Kendaraan Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap pemerintah dapat mempertimbangkan stimulus yang lebih merata. Asosiasi tersebut telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan insentif tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid hingga plug-in hybrid. Langkah itu dinilai dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan perubahan teknologi global. Menutup pernyataannya, Anton menegaskan GAIKINDO akan terus berperan dalam menjaga ekosistem industri otomotif nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. "Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Anton Kumonty. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.