Toyota Ungkap Alasan Tolak Pesanan Mobil Murah dari Agrinas09 Mar 2026
Toyota Ungkap Alasan Tolak Pesanan Mobil Murah dari Agrinas09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - PT Agrinas Pangan Nusantara memang menawarkan pembelian pick up ke sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program operasional koperasi desa dan distribusi pangan nasional. Namun, beberapa APM, termasuk Toyota, menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena perbedaan harga dan jenis kendaraan yang diminta.
"Kenapa keputusannya kita nggak bisa fulfill, ya mohon maaf salah satunya contohnya jenis kendaraan, harga, itu kita nggak ketemu. Nah kalau masalah production capacity ya tentunya kita bisa secara bertahap nanti mendiskusikan," ujar Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, saat ditemui media, dalam acara Iftar Ramadhan di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Tawaran Harga Pick Up Toyota Hilux 4x4 Tidak Cocok Menjadi Faktor
Ernando menjelaskan bahwa harga yang diajukan Agrinas lebih rendah daripada harga pasar pick up 4x4 Toyota saat ini. Menurutnya, harga tinggi pada kendaraan jenis ini di Indonesia disebabkan oleh faktor pajak dan struktur biaya yang berbeda dari mobil penumpang.
"Contoh Hilux Double Cabin itu harganya Rp 456 juta, tapi teman-teman juga perlu cermatin kalau teman-teman lihat di cost structure," ujar Ernando. Ia menambahkan, harga mobil termasuk harga kendaraan itu sendiri, luxury tax, Bea Balik Nama (BBN), dan pajak lainnya. Hal ini membuat harga pick up 4x4 di Indonesia relatif tinggi dibandingkan pasar global, karena mobil jenis ini dianggap memiliki kemungkinan penggunaan lebih banyak untuk personal dibandingkan kendaraan operasional.
Toyota menegaskan bahwa meskipun kesepakatan belum tercapai, ruang diskusi tetap terbuka. Jika permintaan Agrinas disesuaikan dengan harga pasar dan jenis kendaraan yang tersedia, negosiasi bisa dilakukan secara bertahap. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketidakcocokan harga menjadi faktor utama yang menghambat proses pengadaan mobil untuk program koperasi desa.
Beberapa APM lain di Indonesia juga menghadapi kendala serupa saat dimintai penawaran harga mobil oleh Agrinas. Penawaran harga yang jauh di bawah pasar membuat beberapa brand menunda atau menolak, karena perbedaan harga ini tidak sesuai dengan struktur biaya dan strategi penjualan masing-masing APM.
Struktur Harga Pick Up di Indonesia
Harga pick up 4x4 di Indonesia berbeda dibandingkan mobil penumpang karena beberapa faktor:
Harga kendaraan – biaya produksi dan distribusi dari pabrik ke dealer.
Luxury tax – pajak tambahan untuk kendaraan yang dikategorikan mewah atau penggunaan pribadi.
Bea Balik Nama (BBN) – biaya administrasi saat kendaraan didaftarkan.
Pajak lain – termasuk pajak daerah dan pajak penjualan kendaraan bermotor.
Kombinasi faktor ini membuat harga Hilux Double Cabin mencapai Rp 456 juta, sehingga tawaran harga Agrinas yang lebih rendah tidak memenuhi standar APM.
Pengadaan kendaraan untuk koperasi desa menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperkuat distribusi hasil pertanian. Namun, perbedaan harga antara permintaan Agrinas dan harga pasar APM menimbulkan tantangan dalam implementasi program. Meski Toyota dan beberapa APM lain siap mendukung secara bertahap, negosiasi harga menjadi poin kunci sebelum pengadaan bisa terealisasi.
Lihat Selengkapnya
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah03 Mar 2026
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah03 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Tiga produsen mobil asal China sukses menembus daftar 10 besar industri otomotif global 2025. Kepastian ini muncul setelah Stellantis merilis laporan keuangan resminya pada 26 Februari 2026, yang sekaligus melengkapi data penjualan tahunan para raksasa otomotif dunia.
Dari laporan tersebut, peta persaingan global sepanjang 2025 pun semakin jelas, dengan dominasi pemain lama mulai mendapat tekanan serius dari produsen China.
Empat peringkat teratas industri otomotif global 2025 masih dihuni nama-nama mapan. Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors tetap menjadi produsen dengan volume penjualan terbesar di dunia.
Di posisi kelima, Stellantis mencatat penjualan lebih dari 5,4 juta unit sepanjang 2025. Kinerja ini didorong pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen secara tahunan pada paruh kedua tahun tersebut, menunjukkan konsolidasi grup multi-merek ini masih cukup solid di tengah persaingan ketat.
BYD, SAIC, dan Geely Menguat, Nissan Tersingkir
Perubahan signifikan justru datang dari pabrikan China. BYD, SAIC, dan Geely berhasil memperbaiki posisi mereka di peringkat global. Sebaliknya, Nissan harus rela keluar dari jajaran 10 besar.
BYD menjadi sorotan utama dengan lonjakan ke posisi keenam. Sepanjang 2025, produsen ini mencatat total penjualan 4,602 juta unit, di mana 2,25 juta unit di antaranya merupakan mobil listrik murni. Angka tersebut melonjak 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dikutip dari Carnewschina, capaian ini membuat BYD untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global.
Menurut laporan media China CLS, salah satu pendorong utama kinerja pabrikan otomotif China adalah dukungan kebijakan pemerintah. Program tukar tambah kendaraan yang digulirkan sepanjang 2025 menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan atau sekitar 380 miliar dollar AS (setara Rp 6.376 triliun), dengan melibatkan sekitar 360 juta konsumen.
Melalui program ini, lebih dari 11,5 juta kendaraan ditukar, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Kebijakan tersebut terbukti efektif mendorong penjualan sekaligus mempercepat transisi elektrifikasi di pasar domestik China.
Pangsa Pasar Global China Terus Membesar
Secara global, posisi industri otomotif China juga semakin kokoh. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China di dunia mencapai 35,6 persen sepanjang 2025, naik dari 34,2 persen pada 2024.
Di sektor ekspor, performa produsen China juga mencatat pertumbuhan signifikan. BYD membukukan penjualan luar negeri sebanyak 1,05 juta unit, melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara SAIC mencatat penjualan internasional 1,071 juta unit atau naik 3,1 persen secara tahunan.
Data China Association of Automobile Manufacturers mencatat produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, dengan total penjualan 34,4 juta unit. Angka tersebut masing-masing naik 10,4 persen dan 9,4 persen dibanding 2024.
Capaian ini sekaligus mengukuhkan China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Dengan kombinasi pasar domestik raksasa, dukungan kebijakan, dan ekspansi global agresif, produsen otomotif China kini menjadi kekuatan utama yang mengubah lanskap industri otomotif dunia.
Lihat Selengkapnya
Toyota bZ4X Touring 2026: SUV Listrik Petualang untuk Keluarga Aktif08 Mar 2026
Toyota bZ4X Touring 2026: SUV Listrik Petualang untuk Keluarga Aktif08 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Toyota resmi memperkenalkan Toyota bZ4X Touring untuk pasar Jepang. Model ini diposisikan sebagai mobil listrik murni yang tidak hanya nyaman di jalan raya, tetapi juga siap diajak melibas medan nonaspal atau off-road ringan. Kehadirannya diklaim sebagai respons atas permintaan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik untuk menunjang aktivitas rekreasi keluarga dan petualangan luar ruang.
Berbeda dengan versi standar, bZ4X Touring mendapatkan sejumlah penyempurnaan yang disesuaikan dengan fokus utama pengembangannya, yakni "driving performance and spaciousness." Pendekatan ini membuat model Touring tampil lebih fungsional tanpa meninggalkan karakter efisien khas mobil listrik.
Salah satu peningkatan paling terasa ada pada aspek kepraktisan. Toyota memperluas kapasitas bagasi bZ4X Touring hingga 1,4 kali lebih besar dibanding versi reguler. Kapasitasnya kini mencapai 619 liter dalam kondisi normal, dan bisa meningkat hingga 1.240 liter saat bangku baris kedua dilipat.
Ruang kargo ekstra ini memungkinkan pengguna membawa perlengkapan berkemah, sepeda, atau peralatan rekreasi lainnya dengan lebih leluasa, menjadikan mobil ini cocok sebagai kendaraan liburan keluarga.
Daya Jelajah Panjang dan Pengisian Cepat
Toyota juga meningkatkan kemampuan jarak tempuh bZ4X Touring. Untuk varian Z FWD, mobil listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 734 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Peningkatan efisiensi ini tidak hanya berasal dari penggunaan baterai berkapasitas besar, tetapi juga berkat teknologi eAxle dengan semikonduktor daya SiC, desain aerodinamika yang lebih ramping, serta tambahan spoiler atap dan samping belakang.
Desain bumper belakang bagian bawah juga diperbarui demi mendukung aliran udara yang lebih optimal. Soal pengisian daya, bZ4X Touring menawarkan kemampuan fast charging yang impresif. Pengisian dari 10 persen hingga 80 persen diklaim hanya memerlukan waktu sekitar 28 menit.
Tak hanya versi penggerak roda depan, Toyota turut menghadirkan varian 4WD yang menawarkan performa dan sensasi berkendara lebih "galak". Berdasarkan keterangan resmi pabrikan, bZ4X Touring 4WD mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 4,6 detik.
Sistem eAxle di bagian depan dan belakang menghasilkan daya gabungan hingga 280 kW atau sekitar 380 tenaga kuda. Sistem kontrol 4WD terbaru juga dirancang untuk mendistribusikan tenaga secara optimal antara roda depan dan belakang, menyesuaikan kondisi permukaan jalan dan traksi masing-masing ban.
Teknologi ini memantau input kemudi, kecepatan roda depan-belakang serta kiri-kanan, guna menjaga kestabilan kendaraan di permukaan tidak rata. Hasilnya, mobil tetap stabil saat bermanuver di jalan bersalju maupun lintasan off-road ringan.
Mode X-Mode dan Interior Lebih Premium
Untuk mendukung kemampuan jelajah, bZ4X Touring dibekali mode berkendara X-Mode yang memungkinkan mobil listrik ini melibas lintasan nonaspal dengan lebih percaya diri. Fitur ini menjadi jawaban atas kebutuhan konsumen akan EV yang tidak hanya cocok di perkotaan.
Masuk ke kabin, sektor interior turut mendapat sentuhan baru dengan nuansa yang lebih premium. Toyota menawarkan dua pilihan warna interior, yakni khaki dan hitam, yang dirancang untuk memperkuat kesan tangguh sekaligus modern.
Dari sisi keselamatan, selain fitur standar, teknologi Toyota Safety Sense telah menjadi perlengkapan bawaan. Dengan kombinasi performa, daya jelajah panjang, dan fitur keselamatan lengkap, Toyota bZ4X Touring tampil sebagai SUV listrik yang siap menemani keluarga aktif menjelajah berbagai medan.
Lihat Selengkapnya
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Industri otomotif nasional menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri, khususnya segmen pick-up.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang sejak 1969 berperan sebagai asosiasi industri kendaraan bermotor di Indonesia.
GAIKINDO menyebut, bersama para anggotanya dan dengan dukungan pemerintah, industri otomotif nasional terus menyesuaikan perkembangan produk dengan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk kendaraan roda empat atau lebih di segmen komersial.
Pengembangan Platform dari Pick-Up ke MPV
Dalam perjalanannya, industri otomotif Indonesia mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV). Awalnya, proses konversi dilakukan melalui kerja sama dengan industri karoseri.
Seiring waktu, pengembangan tersebut dilakukan lebih lanjut oleh pabrikan hingga menghasilkan kendaraan MPV yang diproduksi secara penuh di dalam negeri. Model MPV yang lahir dari pengembangan tersebut kini menjadi salah satu segmen kendaraan yang banyak digunakan masyarakat Indonesia dan juga dipasarkan di kawasan Asia Tenggara.
Pendekatan serupa disebut juga diterapkan dalam pengembangan kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha di dalam negeri.
Pernyataan GAIKINDO soal Kapasitas Produksi
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi terkait pengembangan platform kendaraan komersial.
“Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton.
Menurut data GAIKINDO, saat ini terdapat 61 perusahaan yang menjadi anggota asosiasi tersebut. Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, yaitu:
PT Suzuki Indomobil Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
PT Sokonindo Automobile (DFSK)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
PT Astra Daihatsu Motor
Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.
Dampak ke Rantai Industri dan Tenaga Kerja
GAIKINDO juga menyampaikan bahwa satu unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan berbagai jenis bahan baku, seperti baja, kaca, karet, plastik, dan tekstil.
Komponen tersebut diproduksi oleh ribuan perusahaan di dalam negeri, termasuk pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Rantai industri otomotif nasional, baik dari sisi hulu (backward linkage) maupun hilir (forward linkage), disebut melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja.
Dalam pernyataannya, GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta agar pemerintah memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional. Langkah tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia sekaligus menjaga keberlanjutan tenaga kerja di sektor otomotif.
Hingga saat ini, industri otomotif nasional mencatat kapasitas produksi pick-up ratusan ribu unit per tahun. Pernyataan asosiasi tersebut menegaskan posisi industri dalam negeri dalam konteks pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial di pasar domestik.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.