Jakarta, Goodcar.id - Kekhawatiran soal motor listrik saat hujan masih sering muncul di kalangan pengguna baru. Air dan listrik dianggap kombinasi berisiko. Namun, berbagai panduan dan praktik justru menunjukkan sebaliknya, motor listrik modern aman digunakan saat hujan, selama pengendara memahami batas desain kendaraan dan teknik berkendara yang tepat.
Media asal Inggris, iScooter, menjelaskan bahwa sebagian besar motor listrik dan skuter listrik modern telah dibekali Ingress Protection (IP rating) untuk melindungi komponen vital dari air dan debu.
“Electric vehicles are designed to withstand rain and wet conditions, but they are not intended for deep water immersion,” tulis iScooter Global dalam tulisannya dikutip 12 Januari 2026.
Artinya, kehujanan saat berkendara masih dalam batas aman. Namun, penggunaan di genangan dalam atau banjir tetap berisiko, sama seperti motor bensin.
Maka dari itu berikut yang harus dihindari saat berkendara motor listrik:
1. Hindari Genangan, Bukan Karena Listrik
Panduan keselamatan dari berbagai komunitas motor listrik Eropa menekankan bahwa genangan air berbahaya bukan karena arus listrik, tetapi karena faktor mekanis. Air dapat mengurangi daya cengkeram rem, menyamarkan lubang jalan, serta mempercepat keausan bearing roda.
Situs Varla Scooter menulis, “The biggest danger of riding in the rain is reduced traction and visibility, not electrical failure.”
2. Gunakan Mode Berkendara Paling Jinak
Motor listrik memiliki karakter torsi instan. Di jalan kering, ini menjadi keunggulan. Di jalan basah, sebaliknya. Karena itu, banyak motor listrik dilengkapi eco mode atau beberapa pabrikan memeilik rain mode.
Praktik ini lazim digunakan pada motor listrik di Eropa dan Italia, untuk membatasi respons throttle agar ban tidak mudah selip saat akselerasi. Prioritas pada kedua mode ini sangat disarankan saat hujan atau kondisi jalan licin.
3. Rem Bertahap, Jangan Panik
Badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menegaskan bahwa pengereman mendadak di jalan basah meningkatkan risiko kehilangan kendali.
Pada motor listrik, rekomendasinya semakin relevan karena:
Maka dari itu diharapkan pengguna menggunakan rem secara bertahap, jaga jarak lebih panjang, dan hindari panic braking.
4. Jangan Langsung Mengisi Daya Setelah Kehujanan
Selain itu disarankan agar motor listrik tidak langsung diisi daya setelah kehujanan. Platform otomotif listrik Komaki Global menuliskan bahwa port pengisian daya sebaiknya dilap hingga benar-benar kering sebelum charging. Tujuannya bukan mencegah bahaya instan, melainkan menjaga konektor dan baterai tetap awet dalam jangka panjang.
5. Perhatikan Kondisi Ban
Di banyak panduan motor listrik Eropa, satu poin selalu ditekankan: ban lebih penting dari kapasitas baterai saat hujan.
Pastikan:
Motor listrik yang senyap dan minim getaran bisa membuat pengendara kurang sadar akan kecepatan sebenarnya di jalan basah.
Jadi pada dasarnya motor listrik aman digunakan saat hujan, selama dipakai sesuai batas desain dan dengan gaya berkendara defensif. Yang harus diperhatikan utamanya bukan sistem kelistrikan, melainkan traksi, visibilitas, dan kontrol pengendara.
Dengan pemahaman yang tepat, motor listrik tetap relevan sebagai kendaraan harian, meski di musim hujan.