JAKARTA, Goodcar.id – Selama satu minggu, Goodcar.id membawa Geely Coolray berkeliling Jakarta untuk melihat seperti apa rasanya menggunakan compact SUV bermesin bensin ini sebagai kendaraan harian.
Rutenya di berbagai kondisi jalan khas Ibu Kota, mulai dari jalan lancar, stop and go hingga jalan rusak.
Bahkan sampai beberapa kondisi yang mengharuskan mobil bermanuver cepat.
Geely Coolray menjadi salah satu model yang menarik karena tetap mempertahankan mesin pembakaran internal atau ICE ketika sejumlah pemain di kelas compact SUV mulai menawarkan teknologi hybrid maupun elektrifikasi.
Di atas kertas, Geely Coolray menggunakan mesin 1.5L DOHC inline-4 turbocharged dengan tenaga 174 PS dan torsi 290 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 7-speed wet Dual Clutch Transmission (DCT) ke roda depan atau FWD.
Respons tenaga memang tidak selalu langsung muncul ketika pedal gas diinjak secara mendadak.
Ada sedikit jeda sebelum turbo bekerja optimal, terutama ketika melakukan kickdown.
Namun setelah tenaga keluar, dorongannya terasa kuat.
Akselerasi menjadi salah satu karakter yang paling mudah dirasakan ketika membawa Coolray berpindah jalur atau membutuhkan tambahan tenaga di jalan yang lebih terbuka.
Geely sendiri mengklaim akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai dalam 7,6 detik, dengan kecepatan maksimum 200 km/jam.
Perpindahan Gigi Halus
Yang membuat karakter mesin tersebut semakin menarik adalah kerja transmisi 7-speed wet DCT.
Perpindahan giginya terasa halus dan cukup cepat, baik ketika digunakan dalam ritme berkendara santai maupun saat putaran mesin dinaikkan.
Hentakan yang biasanya menjadi salah satu karakter transmisi DCT juga terasa minim.
Untuk penggunaan di Jakarta, karakter tersebut cukup membantu. Ketika lalu lintas mulai bergerak dari kondisi berhenti, transmisi tidak terasa terlalu agresif.
Pada kecepatan rendah, responsnya bahkan terasa cukup natural untuk sebuah transmisi dual clutch.
Kenyamanan Saat Penumpang Penuh
Selama penggunaan selama sepekan, posisi mengemudi menjadi salah satu bagian yang cukup mudah beradaptasi.
Dashboard Geely Coolray dibuat rendah sehingga pandangan ke arah depan terasa lebih terbuka.

Visibilitas juga tergolong baik untuk sebuah SUV dengan posisi duduk yang lebih tinggi dibanding hatchback.
Interiornya mengusung pendekatan digital dengan panel instrumen 10,25 inci dan layar tengah 12,3 inci.
Apple CarPlay dan Android Auto tersedia untuk kebutuhan konektivitas, sementara wireless charging membantu mengurangi penggunaan kabel ketika smartphone digunakan sepanjang perjalanan.
Untuk kapasitas lima orang, konfigurasi kabinnya memang tersedia untuk lima penumpang.
Namun ketika diisi empat orang dewasa, ruang kabin mulai terasa cukup penuh.
Karakternya lebih mendekati hatchback berukuran besar ketimbang SUV yang memberikan keleluasaan ruang sangat besar.
Artinya, empat orang dewasa masih bisa digunakan untuk perjalanan harian, tetapi jangan berharap ruang yang terasa sangat lega, terutama jika seluruh penumpang membawa barang masing-masing.
Geely menggunakan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang torsion beam. Setelannya terasa lebih mengarah ke kenyamanan dibanding mengejar karakter sporty secara penuh.
Ketika melewati jalan perkotaan dengan berbagai permukaan, suspensi mampu meredam guncangan dengan cukup baik.

Karakter ini terasa masuk akal untuk sebuah mobil yang lebih banyak digunakan sebagai kendaraan harian.
Namun karakter tersebut mulai terlihat ketika mobil dibawa bermanuver agresif.
Body roll muncul ketika melewati tikungan dengan kecepatan lebih tinggi.
Gejalanya masih bisa diprediksi, tetapi pengemudi tetap perlu menyesuaikan kecepatan agar karakter mobil tetap terkontrol.
Setir menggunakan Electronic Power Steering (EPS), responsnya cukup cepat ketika arah mobil perlu dikoreksi.
ADAS dan Kamera 540 Derajat
Untuk penggunaan di tengah lalu lintas Jakarta, kelengkapan fitur keselamatan menjadi bagian yang cukup terasa manfaatnya.
Geely Coolray dibekali 10 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Beberapa di antaranya adalah Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Keeping Assist (LKA), Traffic Jam Assist (TJA), dan Integrated Cruise Assist (ICA).
Ada pula kamera 540° Panoramic View. Sistem ini tidak hanya memberikan pandangan ke sekeliling mobil, tetapi juga memiliki fitur transparent chassis yang menampilkan kondisi area di bawah kendaraan secara real-time.

Fitur tersebut cukup berguna ketika harus melewati area sempit atau memperkirakan posisi roda dan bodi terhadap objek di sekitar mobil.
Untuk pemakaian di area parkir maupun jalan dengan ruang terbatas, visual tambahan dari kamera menjadi nilai praktis.
Dari sisi tampilan, eksterior Geely Coolray memang mulai menunjukkan usia desainnya jika dibandingkan dengan sejumlah compact SUV yang tampil lebih baru pada 2026.
Namun soal desain tetap kembali pada selera masing-masing. Pelek 18 inci dengan ban 215/55 memberikan proporsi yang cukup sporty, sementara dimensi bodinya masih tergolong mudah digunakan di lingkungan perkotaan.
Dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.795 mm, dan tinggi 1.609 mm, Geely Coolray tidak terasa seperti SUV yang terlalu besar ketika digunakan menyusuri jalan-jalan Jakarta.
Selama satu minggu digunakan, karakter mobil ini paling mudah dikenali dari perpaduan mesin turbo 1.5 liter dan transmisi wet DCT.
Tenaganya menjadi bagian yang paling menonjol ketika mobil membutuhkan akselerasi, sementara karakter suspensi dan kabinnya lebih diarahkan untuk penggunaan harian.
Di sisi lain, ruang kabin yang mulai terasa penuh ketika diisi empat orang dewasa menjadi hal yang perlu diperhitungkan sebelum menjadikannya kendaraan keluarga dengan intensitas penumpang tinggi.