Jakarta, Goodcar.id - Berikut perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV. SUV 7 Seater terbaru Wuling yang siap dipasarkan dalam waktu dekat.
Goodcar.id sudah melihat langsung kedua model ini dalam sesi first impression pada 17 April 2026 di kawasan golf Jakarta Selatan.
Dalam suasana santai, Wuling memperkenalkan dua pendekatan elektrifikasi yang berbeda dalam satu lini produk.
Di satu sisi hadir Wuling Eksion EV sebagai mobil listrik murni, sementara di sisi lain ada Wuling Eksion PHEV yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.
Kepada Goodcar.id Aji Ibrahim selaku Product Planning Wuling Motors mengatakan, “Wuling Eksion hadir sebagai SUV 7-seater pertama di Indonesia yang tersedia dalam pilihan teknologi Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV), memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan mobilitas. Eksion juga menjadi produk kedua Wuling di Indonesia yang mengaplikasikan platform terbaru, yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan kenyamanan.”
Lalu seperti apa perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV? Untuk lebih lengkapnya berikut perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV
1. Sumber Tenaga
Perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV paling mendasar tentu terletak pada sumber tenaga yang digunakan.
Wuling Eksion EV sepenuhnya mengandalkan motor listrik dengan tenaga sebesar 150 kW dan torsi 310 Nm, dipadukan dengan baterai berkapasitas 62,3 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 510 km berdasarkan standar CLTC.
Untuk pengisian daya, mobil ini sudah mendukung DC fast charging dengan sistem CCS2.
Sementara itu, Wuling Eksion PHEV mengusung konsep plug-in hybrid dengan kombinasi mesin bensin khusus dan motor listrik, yang didukung transmisi hybrid dedicated.
Varian ini memiliki kapasitas baterai 20,5 kWh dan mampu mencatat total jarak tempuh hingga 1.000 km (CLTC), serta tetap mendukung pengisian cepat CCS2.
2. Desain Gril Wuling Eksion

Wuling Eksion EV
Perbedaan paling jelas antara Wuling Eksion PHEV dan Wuling Eksion EV ada di area grille dan bumper. Versi PHEV masih mengusung grille besar dengan pola honeycomb, menegaskan karakter SUV bermesin konvensional yang tetap butuh suplai udara. Selain itu, bagian bumper juga dibuat lebih agresif dengan bukaan udara yang cukup besar di bagian bawah, memberi kesan fungsional sekaligus sporty.
Sementara itu, versi EV tampil jauh lebih clean dengan grille tertutup tanpa banyak ornamen, khas mobil listrik yang tidak lagi membutuhkan pendinginan mesin seperti mobil bensin.
Desain bumper juga terlihat lebih halus dan minim lekukan tajam, sehingga keseluruhan tampangnya terasa lebih modern dan aerodinamis.
Menariknya, meski karakter depannya berbeda, desain lampu di kedua model ini dibuat sama, jadi identitas visualnya tetap konsisten sebagai satu lini produk.
3. Emblem PHEV
Perbedaan lainnya Wuling Eksion EV dan PHEV adalah pada bagian belakang juga tertera emblem PHEV untuk Wuling Eksion Hybrid dan emblem EV pada model Wuling Eksion versi listrik.
Interior Wuling Eksion EV dan PHEV
Menariknya, perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV tidak menyentuh sektor kenyamanan interior. Keduanya tetap dibekali fitur yang sama, mulai dari soft touch interior panel, layar kontrol berukuran 12,8 inci, wireless charging, hingga setir berlapis kulit dengan tombol multifungsi dan layar 7 inci TFT multi information display.
Fitur kenyamanan lain seperti electric panoramic sunroof, pengaturan kursi elektrik untuk baris pertama, serta ventilated seat untuk kursi depan juga hadir di kedua varian, sehingga pengalaman kabin tetap terasa modern dan premium.
Adas Level 2 pada Wuling Eksion EV dan PHEV

Hal serupa juga berlaku pada fitur keselamatan, di mana perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV tidak terlihat sama sekali. Keduanya sudah dilengkapi enam SRS airbag, ISOFIX, sistem pengereman ABS dan EBD yang terintegrasi dengan ESC, EPB dengan Auto Hold, Hill Hold Control, TPMS, serta pedestrian warning sound.
Tidak hanya itu, keduanya juga sudah mengusung ADAS Level 2 dengan fitur lengkap seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Keeping Assist, Lane Change Assist, Front Collision Warning, Lane Departure Warning, Blind Spot Detection, Door Open Warning, Rear Collision Warning, Rear Cross Traffic Alert, hingga Intelligent High Beam Control.
Dari sisi dimensi, perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV juga tidak ditemukan karena keduanya memiliki ukuran identik dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta wheelbase 2.810 mm.
Suspensi depan menggunakan MacPherson dan belakang multi-link independent, yang menunjang kenyamanan berkendara.
Kapasitas Bagasi Wuling Eksion EV dan PHEV

Kapasitas bagasi juga sama, mencapai hingga 1.788 liter saat kursi baris kedua dan ketiga dilipat, serta sudah dilengkapi electric power tailgate untuk menunjang kepraktisan.
Nah dengan dua perbedan ini kira-kira kamu lebih tertarik varian EV atau PHEV?
Kalau kamu termasuk yang lebih sering keluar kota, atau suka eksplore dengan berkendara jauh PHEV ilebih cocok. Nggak perlu buka map buat cari charging station tiap beberapa jam, dan enggak perlu kuatir dengan sisa sisa jarak berkendara. Lebih fleksibel.
Tapi jika kamu tipe yang suka semuanya serba simpel dan predictable, Wuling Eksion EV cocok. Cocok untuk mobilitas rutin rumah, kantor, nongkrong, pulang.