Jakarta, Goodcar.id - Teknologi parkir otomatis semakin relevan di segmen SUV berukuran menengah hingga besar. Hal ini juga terlihat pada LEPAS L8 yang dibekali fitur RPA (Remote Parking Assist) dan APA (Automatic Parking Assist). Dua sistem ini dirancang untuk membantu proses parkir dalam berbagai kondisi, terutama di ruang terbatas.
Dalam sesi uji coba yanhg diadakan Lepas di IIMS 2026 JIEXPO Kemayoran Jakarta pada hari ini 13 Februari, kedua fitur tersebut diperagakan untuk menunjukkan bagaimana sistem bekerja secara terintegrasi dengan sensor dan kamera di sekeliling kendaraan.
Pengalaman Mencoba RPA di LEPAS L8
Fitur Remote Parking Assist (RPA) memungkinkan kendaraan bergerak maju atau mundur tanpa pengemudi berada di dalam kabin. Sistem diaktifkan melalui remote atau perangkat yang terhubung dengan kendaraan.
Saat dicoba, simulasinya dilakukan di ruang parkir sempit yang sulit membuka pintu secara leluasa. Pengemudi turun dari mobil, lalu mengaktifkan fitur RPA. Mobil kemudian bergerak perlahan masuk ke slot parkir dengan kecepatan rendah.
Sensor ultrasonik dan kamera 360 derajat bekerja memantau jarak terhadap objek di sekitar. Jika terdeteksi hambatan (orang atau benda) terlalu dekat, sistem secara otomatis menghentikan kendaraan.
Proses parkir berlangsung dalam jarak pendek dan tetap membutuhkan pengawasan dari pengguna. Sistem tidak dirancang untuk berjalan jarak jauh, melainkan membantu manuver presisi di ruang terbatas.
Cara Kerja APA Saat Pengemudi Tetap di Dalam Mobil

Berbeda dengan RPA, Automatic Parking Assist (APA) digunakan saat pengemudi tetap berada di dalam kendaraan. Sistem ini membantu mengatur kemudi secara otomatis ketika parkir paralel maupun tegak lurus.
Dalam pengujian, kendaraan terlebih dahulu mendeteksi ruang parkir menggunakan sensor di sekeliling bodi. Setelah ruang dinyatakan cukup, pengemudi memilih tipe parkir melalui layar head unit.
Setelah diaktifkan, setir bergerak otomatis mengikuti sudut yang dihitung sistem. Pada beberapa tahapan, kendaraan juga mengontrol akselerasi dan pengereman secara otomatis, tergantung konfigurasi sistem.
Hasilnya, manuver parkir berlangsung lebih presisi karena dikendalikan oleh perhitungan sensor dan modul kontrol elektronik.
Baik RPA maupun APA pada LEPAS L8 memanfaatkan kombinasi kamera surround view, sensor ultrasonik, serta sistem kontrol elektronik untuk mengatur kemudi, rem, dan akselerasi pada kecepatan rendah.
Teknologi ini menjadi bagian dari sistem bantuan berkendara yang dirancang untuk meningkatkan akurasi saat parkir serta meminimalkan potensi kontak dengan objek di sekitar kendaraan.
Fitur ini bekerja dalam batas kecepatan rendah dan tetap membutuhkan pemantauan pengguna selama proses berlangsung.
Technical Manager Lepas, Eko Mulyono, menjelaskan bahwa pengembangan fitur ini difokuskan pada kebutuhan pengguna di area perkotaan.
“RPA dan APA pada LEPAS L8 dirancang untuk membantu pengemudi saat menghadapi ruang parkir yang terbatas. Sistem bekerja dengan kombinasi sensor dan kamera yang memantau kondisi sekitar kendaraan secara real time,” ujar Eko Mulyono.
Ia menambahkan bahwa fitur ini tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“Teknologi ini bukan untuk menggantikan peran pengemudi sepenuhnya, melainkan memberikan bantuan presisi saat parkir. Pengguna tetap harus melakukan pengawasan selama fitur aktif,” katanya.
Cocok untuk Digunakan Harian
Dengan dimensi SUV yang cenderung lebih besar dibanding mobil kompak, fitur parkir otomatis menjadi salah satu perangkat yang mendukung kemudahan penggunaan harian.
Pada LEPAS L8, RPA membantu ketika akses keluar-masuk kendaraan terbatas, sementara APA memudahkan manuver parkir paralel di area padat seperti pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran.
Pengujian menunjukkan sistem bekerja dalam skenario parkir standar dengan permukaan rata dan marka parkir yang jelas. Seperti sistem bantuan lainnya, efektivitas fitur bergantung pada kondisi lingkungan serta keterbacaan sensor.
Dengan integrasi teknologi tersebut, LEPAS L8 menawarkan sistem parkir yang dirancang untuk meningkatkan akurasi manuver tanpa menghilangkan peran pengemudi dalam pengawasan.