Beranda / Artikel / Hyundai Latih Pemasok Lokal, Apa Dampaknya bagi Pasokan Suku Cadang Mobil?
Ulasan

Hyundai Latih Pemasok Lokal, Apa Dampaknya bagi Pasokan Suku Cadang Mobil?

Tigor Sihombing
26 October 2026 13:54

Jakarta, Goodcar.id – Ketersediaan suku cadang dan kelancaran produksi mobil tidak hanya bergantung pada pabrik perakitan.

Kepatuhan administrasi impor, efisiensi perdagangan, hingga ketepatan pengadaan material dari pemasok turut menentukan kelancaran rantai pasok otomotif.

Hal ini yang mendorong PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) menggelar pelatihan Authorized Economic Operator (AEO) dan pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) bagi pemasok lokal.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang diselenggarakan pada Mei 2026.

 

Kali ini, materi dikembangkan untuk memperdalam pemahaman pemasok mengenai ketentuan kepabeanan dan pemanfaatan fasilitas perdagangan internasional dalam operasional bisnis mereka.

Presiden Direktur PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Hyunchul Bang, mengatakan penguatan pemasok menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi produksi dan kualitas kendaraan.

“Bagi Hyundai, membangun kendaraan berkualitas tidak hanya bergantung pada proses produksi di pabrik, tetapi juga pada kekuatan dan keandalan seluruh rantai pasok. Melalui program pengembangan pemasok ini, kami ingin membantu mitra lokal meningkatkan kapabilitas, memahami peluang efisiensi perdagangan, serta memperkuat konsistensi pasokan komponen. Kami berharap upaya ini dapat mendukung kualitas kendaraan yang terjaga, ketersediaan suku cadang yang lebih baik, dan pada akhirnya memberikan nilai lebih bagi konsumen Indonesia,” ujar Hyunchul.

 

Hyundai Gandeng Bea Cukai Bahas AEO dan FTA

Dalam pelatihan tersebut, HMMI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai pemateri. Pembahasan mencakup prinsip AEO, fasilitas kepabeanan yang relevan, serta penggunaan FTA untuk memperoleh tarif preferensial sesuai ketentuan dan persyaratan asal barang yang berlaku.

Pemahaman mengenai FTA dapat membantu perusahaan mengidentifikasi peluang penghematan biaya perdagangan. Namun, pemanfaatan tarif preferensial tetap bergantung pada perjanjian yang berlaku, pemenuhan ketentuan asal barang, dan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan.

Sementara itu, penerapan prinsip AEO berkaitan dengan kepatuhan dan keamanan rantai pasok dalam perdagangan internasional. Penguatan pemahaman terhadap kedua aspek tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan administrasi yang berpotensi menghambat pengadaan material.

Kepala Seksi Kerja Sama Perdagangan Bebas I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Tutut Rindiati, menilai pendampingan tersebut dapat membantu perusahaan menjaga kepatuhan dalam kegiatan perdagangan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya HMMI untuk mempertahankan compliance Perusahaan. Pendampingan AEO oleh HMMI dan verifikasi FTA akan mengurangi potensi rejection dalam proses pengadaan material yang akhirnya berimbas positif pada masing-masing perusahaan.

Kami berharap kolaborasi antara swasta dan Bea Cukai bisa terus berjalan dalam mensosialisasikan dan menerapkan fasilitas yang ada untuk meningkatkan berbagai keuntungan strategis bagi Perusahaan dan negara,” kata Tutut.

Pemasok Sebut Pelatihan Membantu Pahami Risiko Administrasi

Rita Ulfiah, peserta seminar dari PT Sekiso Industries Indonesia, menilai penyampaian materi membantu peserta memahami regulasi perdagangan yang kompleks dan potensi kendala dalam rantai pasok global.

“Menjadi peserta seminar FTA dan AEO Hyundai tahun 2026 ini memberikan pengalaman yang luar biasa. Pembahasan regulasi hukum dagang yang kompleks mampu dibawakan dengan cara yang komunikatif dan menarik. Penyampaian seperti ini sangat krusial untuk mencegah Risiko kekeliruan administrasi pada rantai pasok global. Ditambah lagi, para narasumbernya sangat ahli dan sigap memberikan solusi atas kendala nyata yang kami hadapi,” ujar Rita.

Pengembangan kompetensi pemasok menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketahanan rantai pasok otomotif.

Meski demikian, dampaknya terhadap ketersediaan komponen dan suku cadang di pasar akan bergantung pada penerapan hasil pelatihan serta efektivitas operasional masing-masing perusahaan.

Cari Mobil Bekas? Periksa Kondisinya Sebelum Membeli

Bagi konsumen yang mencari mobil bekas, kondisi kendaraan dan ketersediaan suku cadang tetap menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Pilihan mobil bekas dari berbagai merek, tahun produksi, dan rentang harga dapat dibandingkan melalui Goodcar.id, media otomotif sekaligus platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group.

Sebelum bertransaksi, calon pembeli juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan kondisi kendaraan melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan dalam satu jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Langkah ini membantu konsumen memahami kondisi mobil sebelum membeli agar lebih aman dan #BebasZonk.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua