Jakarta, Goodcar.id – Hingga Agustus 2026, Foton Indonesia mencatat penjualan sekitar 300 unit kendaraan komersial listrik. Angka tersebut menjadi bagian dari target perusahaan untuk mencapai sekitar 500 unit sampai akhir tahun.
Marketing Department Head Foton Indonesia, Adhiguna Wibowo, mengatakan penjualan sepanjang Januari hingga Agustus menunjukkan adanya permintaan terhadap kendaraan niaga listrik di Indonesia.
"Januari sampai Agustus 2026, yang terjual mencapai sekitar 300 unit. Kami berharap secara target total sekitar 500 unit hingga akhir tahun nanti," ucap Adhiguna kepada media di Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).
Di atas kertas, target tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih terbuka. Namun, Foton mengakui perpindahan dari kendaraan berbahan bakar konvensional ke kendaraan listrik untuk kebutuhan bisnis tidak sesederhana mengganti satu unit kendaraan dengan unit lainnya.
Pada sektor niaga, kendaraan merupakan bagian dari kegiatan operasional. Rute distribusi, jarak tempuh, waktu kerja, muatan, sampai lokasi pengisian daya ikut menentukan apakah kendaraan listrik bisa digunakan tanpa mengganggu aktivitas bisnis.
Di titik inilah Foton masih menemukan keraguan dari calon konsumen. Adhiguna menyebut kepercayaan terhadap kendaraan listrik menjadi salah satu persoalan yang harus mereka jawab melalui edukasi.
"Pertama itu masalah kepercayaan dari konsumen, ini menjadi perhatian utama untuk bagaimana agar konsumen bisa beralih ke kendaraan listrik, terutama produk kami. Jadi perlu ada edukasi juga," kata Adhiguna.
Keraguan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kendaraan itu sendiri. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya juga menjadi pertimbangan, terutama bagi perusahaan yang mengoperasikan kendaraan dalam pola distribusi dengan rute tetap maupun jarak jauh.
Foton menyebut fasilitas pengisian daya yang belum merata masih menjadi salah satu kendala dalam memperluas penggunaan kendaraan niaga listrik. Karena itu, pendekatan yang ditawarkan kepada konsumen tidak berhenti pada penjualan unit.
"Infrastruktur itu krusial, namun biasanya sebagai solusi kami menawarkan paket bundling berupa alokasi pengisian daya di beberapa titik yang menjadi jalur distribusinya. Selain itu, untuk pengenalan produk biasanya kami lakukan dengan test drive, jadi konsumen bisa merasakan langsung," kata pria ramah tersebut
Foton Tidak Mau Satu Sasis untuk Semua

Selain persoalan infrastruktur, Foton mencoba masuk dari sisi lain yang cukup penting di kendaraan komersial, yakni konfigurasi.
Foton saat ini menawarkan beberapa kendaraan listrik untuk kebutuhan berbeda, mulai dari kendaraan niaga ringan hingga truk. Portofolionya mencakup eTRUCKMATE, eMILER, eAUMARK, dan eVIEW.
Sejumlah model seperti eTRUCKMATE, eMILER, dan eAUMARK juga dikembangkan melalui skema completely knocked down (CKD) di Indonesia. Skema ini memberi ruang bagi Foton untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan pasar lokal.
Salah satu yang ditawarkan adalah fleksibilitas sasis. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan tidak harus hadir dalam satu bentuk yang sama untuk semua konsumen karena konfigurasi dapat disesuaikan dengan aplikasi yang dibutuhkan.
"Karena kebutuhan setiap bisnis berbeda, kami tidak ingin pendekatannya hanya satu produk untuk semua. Sasis dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional, termasuk melalui kolaborasi dengan karoseri lokal," kata Adhiguna.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan satu platform kendaraan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Aplikasinya dapat mencakup kendaraan distribusi barang, medium bus, microbus atau angkot, ambulans, hingga kendaraan dengan boks pendingin.
Untuk kebutuhan tersebut, Foton juga bekerja sama dengan banyak karoseri lokal, hal ini lantaran pasar kendaraan komersial tidak memiliki pola penggunaan yang seragam. Kendaraan untuk distribusi barang, misalnya, memiliki kebutuhan berbeda dengan kendaraan penumpang atau kendaraan operasional khusus.
Jaringan Baru Dibidik di Batam dan Medan

Persoalan berikutnya adalah akses konsumen terhadap jaringan Foton. Saat ini perusahaan memiliki tiga jaringan utama yang berada di Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Foton berencana menambah jaringan di Batam dan Medan hingga akhir 2026. Ekspansi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan masih berkonsentrasi di wilayah yang dinilai memiliki potensi pasar dan dukungan infrastruktur.
"Tahun ini kita rencanakan di Batam dan Medan. Memang secara posisi bila dilihat jaringan kami masih di kota-kota besar, karena menyesuaikan dari pasarnya juga termasuk soal infrastruktur," ujar Adhiguna.
Tanpa menyebut model, Foton juga menyiapkan model baru yang dijadwalkan hadir pada 2027. Penambahan tersebut diarahkan untuk memperluas pilihan kendaraan listrik komersial sesuai kebutuhan bisnis yang semakin beragam.
Dengan penjualan sekitar 300 unit sampai Agustus 2026, Foton kini mencoba mengejar tambahan sekitar 200 unit untuk mencapai target 500 unit hingga akhir tahun.