Jakarta, Goodcar.id - Langkah Changan Automobile dalam menyiapkan masa depan kendaraan listrik semakin konkret. Pabrikan otomotif asal China itu memperkuat dukungannya terhadap Tailan New Energy, startup pengembang baterai solid-state, yang baru saja menuntaskan pendanaan seri B+ senilai lebih dari 400 juta yuan. Pendanaan ini menandai fase penting: peralihan dari riset dan prototipe menuju produksi massal baterai generasi baru.
Putaran pendanaan tersebut melibatkan sejumlah investor institusional, di antaranya Liangjiang Fund, Jun’an Huitian, Bank of Communications Investment, serta Qianjiang Zero Degree. Firma Zero2IPO Capital bertindak sebagai penasihat keuangan. Di industri baterai kendaraan listrik China, suntikan dana sebesar ini menempatkan Tailan New Energy sebagai salah satu startup solid-state paling serius memasuki tahap industrialisasi.
Dana segar itu akan difokuskan untuk membangun lini produksi massal pertama Tailan, memperluas riset dan pengembangan baterai solid-state berstandar otomotif, serta memperkuat sumber daya manusia di bidang teknik dan manufaktur. Artinya, perusahaan tak lagi sekadar berbicara konsep, melainkan mulai menguji ketahanan teknologi di skala industri.
Baterai Solid-State dan Ambisi Melampaui Lithium-Ion
Baterai solid-state selama beberapa tahun terakhir diposisikan sebagai penerus teknologi lithium-ion konvensional. Dengan menggantikan elektrolit cair menjadi material padat, baterai jenis ini menjanjikan kepadatan energi lebih tinggi, tingkat keamanan yang lebih baik, serta stabilitas termal yang lebih unggul—tiga aspek krusial bagi kendaraan listrik masa depan.
Tailan New Energy mengembangkan pendekatan sendiri lewat platform solid-state bertajuk “Safe+”. Platform ini dipadukan dengan teknologi in-situ sub-micron industrial film deposition (ISFD), yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan sel baterai tanpa bergantung pada elektrolit cair. Klaimnya, teknologi tersebut mampu menekan risiko kebakaran sekaligus membuka ruang peningkatan jarak tempuh kendaraan listrik.
Sebagai perusahaan teknologi tinggi nasional China, Tailan telah mengantongi lebih dari 800 paten yang mencakup material baterai, desain sel, hingga proses manufaktur. Dalam uji coba awal, baterai mereka disebut telah divalidasi bersama mitra hilir di berbagai sektor, mulai dari mobil listrik, kendaraan listrik roda dua, hingga sistem penyimpanan energi stasioner.
Peran Changan Automobile dalam pengembangan Tailan New Energy tidak berhenti pada investasi finansial. Keduanya menjalin kemitraan strategis dalam pengembangan teknologi baterai, termasuk integrasi riset dengan kebutuhan kendaraan produksi massal. Pada akhir 2025, Changan dan Tailan memperkenalkan teknologi baterai solid-state tanpa separator—sebuah terobosan yang menandai dimulainya kolaborasi jangka panjang.
Teknologi tanpa separator ini dinilai sebagai langkah berani, karena menyentuh salah satu komponen kunci dalam struktur baterai. Jika berhasil diimplementasikan secara stabil, teknologi tersebut berpotensi menyederhanakan struktur sel sekaligus meningkatkan efisiensi energi. Dalam jangka menengah, bukan tidak mungkin baterai solid-state Tailan akan menjadi basis penggerak model kendaraan listrik Changan generasi berikutnya.
Meski prospeknya menjanjikan, baterai solid-state masih menghadapi tantangan besar. Biaya produksi, konsistensi kualitas, serta skalabilitas manufaktur menjadi penghalang utama sebelum teknologi ini benar-benar masuk jalur produksi massal. Banyak pengamat menilai fase saat ini sebagai masa krusial: apakah solid-state akan menjadi terobosan nyata atau sekadar janji teknologi yang tertunda.
Dalam konteks ini, keberadaan Tailan New Energy menjadi penting bagi ekosistem kendaraan listrik China. Dengan dukungan pendanaan besar, kolaborasi erat bersama Changan, serta dorongan kebijakan industri nasional, Tailan berada di posisi strategis untuk menjembatani riset dan kebutuhan industri otomotif.
Pendanaan terbaru ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap baterai solid-state sebagai teknologi kunci kendaraan listrik generasi berikutnya. Bagi China, penguasaan teknologi baterai bukan sekadar soal inovasi, tetapi juga strategi memperkuat rantai pasok domestik dan mempertahankan keunggulan global di sektor kendaraan listrik.
Jika pengembangan Tailan berjalan sesuai rencana, kehadiran baterai solid-state buatan China dapat mempercepat adopsi teknologi ini oleh pabrikan lokal. Dengan Changan di barisan depan, China tampaknya tak ingin hanya menjadi pasar terbesar kendaraan listrik dunia, tetapi juga penentu arah teknologi baterai masa depan.