China, Goodcar.id - Teknologi bantuan berkendara kini tidak lagi berhenti pada kemampuan mobil menjaga jarak atau mengoreksi arah setir. Changan Group membawa pengembangan ADAS ke tahap yang lebih jauh melalui SDA Pilot, sistem intelligent driving yang dikembangkan secara internal dan disiapkan untuk digunakan pada kendaraan produksi massal.
Di balik SDA Pilot, Changan menyebut ada lebih dari 7.500 engineer yang kini terlibat dalam pengembangan intelligent driving. Perusahaan juga mencatat total investasi riset dan pengembangan (R&D) lebih dari 7,7 miliar Euro untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut.
“Tim intelligent driving Changan telah berkembang dari hanya beberapa engineer menjadi lebih dari 7.500 orang, didukung oleh total investasi R&D mencapai lebih dari 7,7 miliar Euro. Kami akan terus menjalankan strategi transformasi cerdas kami dan mengembangkan teknologi inti kami secara mandiri,” ujar Zhu Huarong, Chairman Changan Group.
Angka tersebut tidak muncul dalam waktu singkat. Changan mengklaim mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika pengembangannya masih berada pada tahap riset laboratorium di China.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2011, Changan mulai mengembangkan prototipe fitur peringatan tabrakan depan atau Forward Collision Warning (FCW) dan peringatan keluar jalur atau Lane Departure Warning (LDW).
Pengembangan tersebut kemudian berlanjut ke sistem yang lebih kompleks. Pada 2018, Changan berhasil memproduksi secara massal IACC atau Integrated Adaptive Cruise Control Level 2.
Perjalanan itu kemudian mencapai tonggak baru pada 20 Desember 2025. Changan menerima pelat nomor resmi pertama di China untuk kendaraan dengan kemampuan pengemudian otonom bersyarat Level 3.
“Changan mulai mengembangkan teknologi intelligent driving sejak 2009, ketika teknologi ini masih menjadi bagian dari riset laboratorium di Tiongkok. SDA Pilot merupakan hasil dari berbagai pengalaman dan pembelajaran yang kami dapatkan selama proses tersebut,” kata Zhao Fei, President Changan Group.
Dari perjalanan panjang tersebut, Changan kini memperkenalkan SDA Pilot dalam tiga tingkatan, yakni Pro, Max, dan Ultra. Perusahaan juga menyebut tingkatan teknologi yang lebih tinggi akan diperkenalkan berikutnya.
SDA Pilot Ultra menjadi versi paling tinggi yang ditawarkan saat ini. Sistem ini menggabungkan Highway NCA, Urban NCA, intelligent parking assist dengan kemampuan menangani lebih dari 400 skenario, serta 31 fitur active safety.
Untuk menunjang kemampuan pemrosesan, SDA Pilot Ultra menggunakan chip komputasi berkapasitas 560 TOPS. Sistem tersebut juga dipadukan dengan LiDAR 256-line yang dirancang untuk membantu kendaraan membaca lingkungan di sekitarnya secara lebih detail.
Changan menyebut SDA Pilot menggunakan deteksi LiDAR aktif dengan kemampuan pemrosesan hingga 10Hz. Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu sistem mendeteksi potensi bahaya dengan lebih cepat, termasuk ketika kendaraan menghadapi kondisi minim cahaya, silau, hujan, maupun kabut.
Di sisi lain, Changan juga mengembangkan sistem end-to-end large model untuk membuat respons kendaraan terasa lebih natural. Model tersebut dilatih menggunakan lebih dari 20 juta segmen data berkendara yang dikumpulkan dari kondisi nyata.
Data tersebut digunakan untuk membantu sistem memahami situasi jalan dan menentukan respons berkendara secara lebih intuitif. Dengan pendekatan ini, Changan ingin perilaku kendaraan tidak terasa seperti sekumpulan fungsi ADAS yang bekerja secara terpisah, tetapi lebih menyerupai cara pengemudi mengambil keputusan ketika menghadapi situasi di jalan.
Aspek interaksi dengan kendaraan juga ikut dikembangkan. SDA Pilot menggunakan sistem navigasi interaktif berbasis multimodal large model yang menggabungkan kemampuan visual dan suara.
Pengguna dapat memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem juga dikembangkan agar mampu mengingat pola serta preferensi berkendara pengguna sehingga interaksi dengan kendaraan dapat dilakukan secara lebih natural.
Namun, kemampuan intelligent driving tidak hanya ditentukan oleh perangkat keras dan model kecerdasan buatan. Sebelum teknologi tersebut digunakan di jalan, Changan menyiapkan fasilitas pengujian khusus melalui Changan SDA Lab.
Fasilitas ini mendukung pengujian selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Changan menyebut pengujian virtual yang dilakukan mencakup lebih dari 400.000 skenario, dengan simulasi perjalanan mencapai 3,3 juta kilometer setiap hari.
Pengujian tersebut juga mencakup berbagai kondisi iklim di 224 wilayah di seluruh dunia. Dengan kombinasi simulasi virtual, pengujian laboratorium, dan pengujian di jalan nyata, Changan berupaya menemukan potensi risiko sejak tahap pengembangan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemampuan ADAS tidak hanya diuji dalam kondisi jalan ideal. Sistem harus menghadapi variasi cuaca, pencahayaan, kondisi lalu lintas, karakter jalan, hingga situasi yang sulit diprediksi.
Bersamaan dengan peluncuran SDA Pilot, Changan Nevo Q06 menjadi model produksi pertama yang menggunakan SDA Pilot Ultra. Model tersebut sekaligus membuka masa pre-order sebagai salah satu langkah Changan membawa teknologi intelligent driving hasil pengembangan internal ke kendaraan produksi massal.
Kehadiran SDA Pilot menunjukkan bagaimana Changan membangun teknologi ADAS secara bertahap, dari pengembangan prototipe fitur keselamatan pada 2011, produksi massal IACC Level 2 pada 2018, hingga teknologi Level 3 dan SDA Pilot Ultra.
Ke depan, Changan menyatakan pengembangan intelligent driving akan dilanjutkan melalui kolaborasi dan kemitraan strategis di berbagai negara. Perusahaan menempatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari strategi untuk mengembangkan solusi mobilitas yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan.