Jakarta, Goodcar.id - Segmen SUV hybrid di Indonesia mulai diisi pemain dengan pendekatan berbeda. Salah satunya datang dari Jaecoo J8 SHS ARDIS, model yang tidak hanya mengejar efisiensi, tapi juga performa dalam satu paket.
Dalam pengujian langsung di area Bogor, Jawa Barat, mobil ini menunjukkan karakter yang cukup kontrar, tenaga besar di atas kertas, namun klaim biaya operasionalnya justru relatif rendah. Kombinasi ini yang jadi titik menarik untuk dibedah lebih dalam.
Performa: Tenaga Besar
Di atas kertas, Jaecoo J8 SHS ARDIS mengusung kombinasi mesin 1.5L turbo dan sistem Super Hybrid System (SHS) yang dipadukan dengan transmisi 3DHT. Output tenaga gabungannya mencapai 530 hp dengan torsi 650 Nm.
Angka ini bukan gimmick. Saat dicoba di rute kombinasi jalan menanjak dan trek semi off-road ringan, dorongan tenaganya terasa instan, khas mobil elektrifikasi. Akselerasi dari diam ke kecepatan tinggi terasa linear tanpa jeda signifikan.
Untuk klaim pabrikan, catatan 0–100 km/jam di kisaran 5,2 detik. Untuk ukuran SUV besar, performa ini jelas berada di atas rata-rata.
Namun yang menarik, distribusi tenaga tidak terasa liar. Sistem penggerak AWD yang disematkan membuat tenaga tetap terkontrol, terutama saat melewati jalur dengan traksi terbatas.
Sistem ARDIS: Adaptif di Berbagai Permukaan
Salah satu fitur utama yang diuji adalah ARDIS (All Road Drive Intelligent System). Sistem ini bekerja menyesuaikan distribusi tenaga berdasarkan kondisi jalan.
Di jalur tanah dan permukaan tidak rata, sistem ini membantu menjaga traksi tanpa perlu intervensi berlebih dari pengemudi. Perpindahan mode berjalan halus, tidak terasa kasar atau mengganggu.
Dipadukan dengan CDC Magnetic Suspension (Active CDC), karakter bantingan mobil ini cenderung adaptif. Suspensi bisa terasa empuk saat melewati jalan bergelombang, namun tetap menjaga stabilitas ketika mobil dipacu lebih cepat di jalan aspal.
Hasilnya, mobil ini tidak terasa limbung berlebihan meski bobotnya besar.
Mode Listrik, Per Hari Cuma 20 Ribu untuk 50 KM

Jaecoo J8 SHS ARDIS dibekali baterai berkapasitas 34,46 kWh, yang memungkinkan mobil berjalan hingga 180 km dalam mode listrik penuh.
Artinya untuk rute dalam kota dengan jarak sekitar 50 km per hari (misal Depok-Jakarta-Depok), mobil ini bisa digunakan hampir tanpa mengandalkan mesin bensin.
Dengan asumsi harga listrik Rp1.700 per kWh dan konsumsi untuk jarak 50 km, biaya yang dikeluarkan berkisar hanya Rp20.000 per hari.
Jika dirinci:
Angka ini cukup menarik, terutama jika dibandingkan dengan SUV bermesin konvensional di kelas yang sama.
Namun perlu dicatat, efisiensi ini sangat bergantung pada pola penggunaan. Jika lebih sering menggunakan mesin bensin, biaya tentu akan ikut meningkat.
Selain itu, yang kami rasakan sensasi berkendara dalam mode EV juga terasa halus dan senyap. Tidak ada getaran mesin, dan respon pedal gas tetap spontan.
Di kondisi lalu lintas padat, karakter ini justru jadi nilai tambah karena mobil terasa lebih rileks dikendarai.
Jarak Tempuh 1.660 km
Dengan kombinasi tangki bahan bakar dan baterai penuh, Jaecoo J8 SHS ARDIS IRRA diklaim mampu menempuh hingga 1.660 km.
Angka ini membuka fleksibilitas penggunaan. Untuk perjalanan luar kota, pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada infrastruktur charging.
Sementara untuk penggunaan harian, mode listrik tetap bisa dimaksimalkan agar biaya tetap rendah.
Dalam pengujian, karakter berkendara mobil ini cenderung mengarah ke kenyamanan. Suspensi aktif bekerja cukup baik meredam getaran, bahkan di jalan dengan permukaan kurang ideal.
Setir terasa cukup ringan di kecepatan rendah, namun mulai mengeras saat kecepatan meningkat. Ini membantu menjaga kontrol saat mobil dipacu di jalan tol.
Kabin juga relatif kedap, terutama saat berjalan dalam mode listrik. Suara dari luar cukup teredam, memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang.
Meski angka-angka yang ditawarkan terlihat menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, efisiensi sangat dipengaruhi gaya berkendara dan kondisi jalan. Klaim Rp20.000 per hari untuk 50 km bisa tercapai dalam kondisi ideal.
Kedua, bobot kendaraan yang besar tetap terasa dalam manuver tertentu, terutama di area sempit.
Ketiga, sistem hybrid kompleks seperti ini tentu membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan jangka panjang.
Test Drive ke Bogor
Pengujian Jaecoo J8 SHS ARDIS dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 21 Mei 2026.
Sebelumnya, media dan peserta berkumpul di area Kebon Jeruk dalam satu agenda bertema “Full Power, Real SUV”. Dalam kegiatan ini, Jaecoo membawa total 10 lini produk, mulai dari J5, J7, hingga J8 dan J8 SHS ARDIS.
Rangkaian acara tidak hanya berisi sesi test drive. Peserta juga diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan interaktif, sesi santai dengan hidangan ringan, hingga pengalaman unik mencoba fitur hiburan di dalam mobil, termasuk karaoke di kabin Jaecoo J5.
Format acara ini memberikan gambaran lebih luas, tidak hanya soal performa kendaraan, tetapi juga bagaimana mobil digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari.