Jakarta, Goodcar.id - Kenaikan harga BBM kembali jadi topik panas. Setiap kali harga bensin naik, satu pertanyaan yang langsung muncul di kepala banyak orang adalah: apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat dibanding mobil bensin?
Pertanyaan ini wajar, apalagi bagi pengguna mobil harian yang merasakan langsung dampaknya. Biaya operasional yang tadinya terasa ringan, mendadak membengkak hanya karena selisih harga per liter.
Namun, sebelum buru-buru menyimpulkan bahwa mobil listrik pasti lebih murah, ada baiknya kita lihat dulu hitung-hitungan realistisnya. Karena pada praktiknya, hemat atau tidaknya sangat bergantung pada pola pemakaian.
Simulasi Biaya BBM Mobil Bensin Setelah Harga Naik
Mari mulai dari mobil konvensional. Kita ambil contoh mobil dengan konsumsi BBM rata-rata 12 km/liter, angka yang cukup umum untuk penggunaan kombinasi dalam kota dan luar kota.
Dengan asumsi harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax sudah menyentuh sekitar Rp16.000 per liter, maka:
1 liter = 12 km
Biaya per km = Rp16.000 ÷ 12
≈ Rp1.333 per km
Jika dalam sehari kamu menempuh 30 km, maka:
30 km x Rp1.333 = Rp39.990 per hari
Dalam sebulan (30 hari) = sekitar Rp1,2 juta
Angka ini tentu bisa lebih besar jika mobil sering terjebak macet, karena konsumsi BBM biasanya akan lebih boros di kondisi stop-and-go.
Simulasi Biaya Mobil Listrik, Lebih Murah?
Sekarang kita bandingkan dengan mobil listrik. Salah satu keunggulan utama kendaraan listrik adalah efisiensi energi yang jauh lebih tinggi.
Rata-rata konsumsi mobil listrik saat ini berada di kisaran:
1 kWh = 5–7 km
Kita ambil angka tengah: 1 kWh = 6 km.
Tarif listrik rumah tangga non-subsidi saat ini sekitar Rp1.444 per kWh. Maka:
Biaya per km = Rp1.444 ÷ 6
≈ Rp240 per km
Bandingkan dengan mobil bensin tadi:
Mobil bensin: Rp1.333/km
Mobil listrik: Rp240/km
Selisihnya cukup jauh, bahkan bisa lebih hemat hingga 80%.
Jika kita gunakan skenario yang sama (30 km per hari):
30 km x Rp240 = Rp7.200 per hari
Dalam sebulan = sekitar Rp216 ribu
Dari sini terlihat jelas, secara biaya energi murni, mobil listrik memang jauh lebih hemat.
Kenapa Mobil Listrik Bisa Lebih Efisien?
Ada beberapa alasan kenapa mobil listrik unggul dalam hal efisiensi:
Pertama, efisiensi energi.
Motor listrik mampu mengubah energi menjadi tenaga hingga 90%, sementara mesin bensin hanya sekitar 30–40%. Sisanya terbuang jadi panas.
Kedua, tidak ada idle consumption.
Mobil bensin tetap mengonsumsi BBM saat berhenti di lampu merah. Mobil listrik? Tidak.
Ketiga, sistem regeneratif.
Mobil listrik bisa mengisi ulang baterai saat deselerasi atau pengereman, sesuatu yang tidak dimiliki mobil konvensional.
Tapi Tidak Sesederhana Itu
Meski terlihat sangat hemat di atas kertas, ada beberapa faktor yang sering luput dari perhitungan.
Misal soal degradasi baterai. Baterai mobil listrik memiliki umur pakai. Seiring waktu, kapasitasnya akan menurun.
Meski saat ini banyak pabrikan memberikan garansi baterai hingga 8 tahun, tetap saja ini menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam jangka panjang.
Jadi, Lebih Hemat atau Tidak?
Jawabannya: ya, tapi tergantung kondisi.
Mobil listrik akan terasa jauh lebih hemat jika:
Sebaliknya, mobil listrik bisa terasa kurang optimal jika:
Kenaikan harga BBM memang membuat banyak orang mulai mempertimbangkan alternatif. Mobil listrik jadi salah satu opsi yang paling sering dilirik.
Namun, keputusan beralih ke mobil listrik sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga BBM semata. Perlu dilihat juga kebutuhan mobilitas, budget, hingga kesiapan infrastruktur di lingkungan pengguna.
Di sisi lain, mobil hybrid juga mulai jadi opsi tengah yang cukup menarik. Konsumsi BBM lebih irit, tapi tanpa perlu bergantung penuh pada listrik.