Beranda / Artikel / Apa Itu TPMS? Cara Kerja, Fungsi, dan Tips Merawat Sistem Pemantau Tekanan Ban Mobil
Tips & Trik

Apa Itu TPMS? Cara Kerja, Fungsi, dan Tips Merawat Sistem Pemantau Tekanan Ban Mobil

Tigor Sihombing
21 October 2025 13:57

Jakarta, Goodcar.id - Apa itu TPMS? Pernah melihat lampu kecil berbentuk tapak ban dengan tanda seru (!) di dashboard mobilmu? Itu adalah indikator TPMS, singkatan dari Tire Pressure Monitoring System. 

Sistem ini jadi salah satu fitur penting di mobil modern, tapi sayangnya masih banyak pengemudi yang belum benar-benar paham cara membacanya dan mengapa fitur ini krusial untuk keselamatan.

Apa Itu TPMS dan Kenapa Penting?

TPMS adalah sistem yang berfungsi untuk memantau tekanan udara pada setiap ban mobil secara otomatis. Kalau tekanan ban turun di bawah batas aman atau malah terlalu tinggi, sistem ini akan menyalakan lampu peringatan di panel instrumen.

Tujuan utama TPMS tidak hanya memberi tahu kalau ban kempis, tapi juga duntuk menjaga keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan umur ban. Ban yang tekanannya tidak ideal bisa bikin mobil boros, handling terasa aneh, bahkan berisiko pecah di jalan tol.

Buat yang sering nyetir jauh atau melaju di kecepatan tinggi, fitur TPMS ini benar-benar penyelamat. Karena beda beberapa psi saja pada tekanan ban bisa memengaruhi kestabilan mobil dan konsumsi BBM.

Jenis dan Cara Kerja TPMS

Secara umum, ada dua jenis sistem yang digunakan pabrikan mobil: Direct TPMS dan Indirect TPMS.

Direct TPMS (Langsung)

Sistem ini memakai sensor khusus di setiap ban. Sensor tersebut mengirim data tekanan dan suhu ban ke komputer mobil. Kalau salah satu ban tekanannya berkurang, data langsung dikirim ke dashboard.

Keunggulan Direct TPMS adalah lebih akurat dan real-time. Sedangkan kekurangan Direct TPMS adalah sensor bisa rusak atau baterainya habis seiring waktu.

Indirect TPMS (Tidak Langsung)

Sistem ini tidak menggunakan sensor di ban, melainkan membaca data dari sensor ABS. Ketika tekanan ban menurun, diameter ban ikut mengecil dan membuat putarannya lebih cepat dari roda lain. Dari sini sistem bisa mendeteksi ada tekanan yang tidak seimbang.

Keunggulan sistem jenis ini adalah biaya lebih murah, perawatannya lebih mudah.

Kekurangan, kurang presisi, butuh kalibrasi ulang setelah isi angin atau ganti ban.

Cara Membaca Indikator TPMS di Dashboard

Simbol TPMS biasanya berbentuk tapak ban dengan tanda seru di tengahnya (!). Kalau lampu ini menyala terus, artinya salah satu ban tekanan udaranya kurang dari batas minimum. Sedangkan jika berkedip selama beberapa detik lalu tetap menyala, bisa jadi sistem TPMS sedang error atau perlu reset.

Langkah pertama yang perlu dilakukan:

Segera hentikan mobil di tempat aman.

Cek tekanan semua ban, termasuk ban cadangan jika mobil mendukung sensor di sana.

Isi udara sesuai rekomendasi di stiker pintu pengemudi atau buku manual.

Jika lampu tidak padam, kemungkinan sistem butuh reset TPMS. Caranya berbeda di tiap mobil—ada yang pakai tombol khusus, ada juga yang melalui menu MID.

Untuk beberapa mobil, TPMS juga bisa menampilkan angka tekanan ban di layar head unit atau instrument cluster, jadi kamu bisa tahu ban mana yang bermasalah tanpa harus menebak.

Manfaat TPMS di Mobil

Banyak pengemudi baru yang menganggap TPMS hanya pelengkap, padahal manfaatnya besar banget:

Lebih aman di jalan: kamu tahu lebih cepat kalau ada ban kempis atau bocor halus.

Hemat BBM: tekanan ideal bikin rolling resistance lebih rendah, artinya mesin tidak perlu kerja keras.

Ban lebih awet: tekanan seimbang mencegah keausan tidak merata.

Handling lebih stabil: mobil tetap nyaman dan responsif, apalagi di kecepatan tinggi.

Tips Merawat dan Memanfaatkan TPMS

Biar TPMS tetap berfungsi optimal, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Rutin cek tekanan ban secara manual.
  • Walau sudah ada TPMS, bukan berarti kamu boleh malas cek tekanan. Pastikan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
  • Perhatikan waktu reset.
  • Setelah mengganti atau menambal ban, lakukan kalibrasi ulang TPMS sesuai panduan di buku manual.
  • Jaga sensor dari kerusakan.
  • Saat mengganti ban, ingatkan teknisi bengkel agar hati-hati dengan sensor di katup angin. Sensor yang rusak bisa bikin sistem error.
  • Cek baterai sensor.

Umur baterai sensor Direct TPMS biasanya sekitar 5–7 tahun. Kalau indikator sering nyala padahal tekanan normal, kemungkinan baterainya sudah lemah.

Gunakan nitrogen untuk stabilitas tekanan.

Udara biasa cenderung mengembang atau menyusut lebih cepat akibat suhu, sementara nitrogen lebih stabil. Ini membantu TPMS bekerja lebih akurat.

TPMS memang terlihat sepele, tapi punya peran besar dalam menjaga keamanan dan efisiensi mobil. Dengan sistem ini, pengemudi bisa lebih tenang karena kondisi tekanan ban selalu terpantau.

Kalau lampu indikator TPMS menyala, jangan diabaikan. Cek tekanan ban segera dan lakukan reset bila perlu. Karena dalam dunia otomotif, hal-hal kecil seperti tekanan ban bisa berdampak besar terhadap keselamatan, kenyamanan, dan umur kendaraan.

Jadi, mulai sekarang jangan cuma fokus isi BBM atau cuci mobilnya aja—pastikan juga TPMS-mu aktif dan bekerja dengan baik setiap kali berkendara.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua